Secret Mission

Secret Mission
ATHENA*


__ADS_3

Sia yang melakukan perekrutan di sekitar Los Angeles selama sebulan terakhir dengan bantuan orang-orang Red Skull ternyata membuahkan hasil, meski banyak anggota baru yang tak yakin dengan kepemimpinan Sia.


Mereka bersedia masuk karena telah mengenal anggota Red Skull senior di bawah naungan Monica dan Amanda.


Meskipun Julia dan lainnya sudah meyakinkan para anggota geng baru tentang sepak terjang Sia yang membunuh Rio serta Denzel Flame, tetap tak membuat mereka menaruh kagum pada gadis cantik itu.


Sia kembali merasa minder dan tak layak, tapi ia berusaha untuk tetap bertahan demi janjinya kala itu dengan Vesper serta tujuan akhirnya yakni, William.


Markas Red Skull, California. Basement Latihan Menembak.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Tak masalah jika kalian meragukan kemampuan dan kepemimpinanku saat ini. Biarkan waktu yang akan membuktikan jika penilaian kalian padaku salah. Aku sangat mampu dan layak untuk menjadi seorang pemimpin, kursi dewan adalah wujud nyata. Bukan karena aku sebagai pengganti Boleslav, tapi karena aku memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang mafia," ucap Sia tegas di hadapan kumpulan wanita bergaya berandalan itu.


"Oke. Semoga kau tak hanya bermulut manis saja, Sia," sahut anggota baru dengan tindik.


Sia mengangguk dengan angkuh. Anggota Red Skull lalu membawa para wanita berandalan itu untuk ikut bersama mereka ke markas yang bertempat di California.


Sia tinggal di markas tersebut selama masa perekrutan. Sia menerapkan pelatihan seperti saat di Camp Militer meski tak sepenuhnya.


Ia yang sudah bisa menembak sebelumnya karena ajaran Rio dan Igor mempraktekkan di depan anggota barunya. Para wanita itu cukup terkejut dengan kemampuan menembak Sia.


"Selama seminggu penuh, aku ingin melihat hasilnya. Lalu, aku akan memutuskan apakah diantara kalian layak untuk masuk dalam geng atau tidak," ucap Sia setelah menunjukkan kebolehannya.


Semua orang bingung termasuk para anggota Red Skull.


"Wait, maksudmu ... kami belum resmi diterima? Masih diseleksi?" tanya salah satu rekrutan.


"Yes. Aku hanya ingin memiliki anak buah yang memiliki keahlian bukan sekedar para wanita bertampang garang dan sok jago," jawabnya tegas menyilangkan kedua tangan di depan dada.


Beberapa dari rekrutan baru itu terlihat marah dan tersinggung dengan ucapan Sia.


"Kau meremehkan kami?!" teriak salah satu anggota berambut merah.


"Jika tak mau kuremehkan, tunjukkan kemampuan kalian dalam menembak," jawab Sia serius.


Wanita berambut merah itu kesal karena merasa dipermainkan. Ia mendatangi Sia dan menunjuknya, tapi dengan cepat, Sia memegang telunjuk wanita itu dan memelintir tangannya.


Semua orang terkejut saat Sia memutar tubuh wanita berambut merah hingga kini ia tercekik oleh lengannya sendiri karena Sia menarik tangannya kuat, berdiri di belakangnya.


"Oh!" pekik orang-orang yang kembali terkejut saat tangan kiri Sia sudah memegang pistol dan di arahkan ke pelipis kiri wanita berambut merah.


"Sudah kubilang, jangan berlagak. Aku tak segan menunjukkan perbuatan kejiku jika kalian terlalu banyak mengeluh. Kesempatan terakhir, yang ingin pergi, aku hitung sampai 10 untuk keluar dari sini," ucap Sia tajam menatap semua orang.


Para rekrutan baru itu terkejut. Sia melepaskan dekapan si rambut merah dan mendorongnya kuat hingga ia hampir jatuh tersungkur.


"Satu!" teriak Sia berdiri dengan sorot mata tajam.


Para wanita itu panik.


"Dua!"


Tiba-tiba, salah satu wanita dari kumpulan itu berlari. Sia melihatnya dan DOR!


"Arghh!"


BRUK!!


"Heh, lemah. Kalian percaya, jika aku akan membiarkan kalian pergi dari sini? Jangan harap. Aku sengaja mengatakan demikian untuk melihat nyali kalian. Ternyata kalian semua payah. Kalian tak pantas menjadi anggota pasukanku. Kalian hanya akan mempermalukanku," ucap Sia bengis mulai mengayunkan pistolnya dan mengarahkan ke para wanita rekrutan baru di depannya.

__ADS_1


Para wanita itu panik dan terlihat ketakutan. Julia dan anggota Red Skull senior dibuat bingung dengan hal ini, tapi Monica meminta agar membiarkan Sia beraksi.


"Pergi, akan kutembak kalian satu persatu. Jangan khawatir, stok peluruku sangat banyak. Jika habis, aku masih bisa menggunakan belati. Oh, aku belum menunjukkan kemampuanku melempar senjata tajam ya? Ingin lihat? Biasanya, jika aku meleset, mengenai wajah," ucapnya sembari mencabut belati dari balik sepatu boots-nya.


Orang-orang melangkah mundur terlihat takut saat tangan kanan Sia menggenggam belati meski ia masih berdiri dengan santai.


"Hmm, aku melihat sepertinya kalian suka di sini. Baiklah, selamat datang. Sampai kalian kuanggap mampu menembak, di sinilah tempat tinggal kalian. Kalian tidur, makan dan mandi di area ini. Jadi manfaatkan fasilitas mewah yang kuberikan. Sampai jumpa minggu depan," ucap Sia berpaling pergi meninggalkan para wanita yang berjumlah 25 orang itu di basement.


"Merry! Mereka menjadi tanggungjawabmu!" teriak Sia saat menaiki tangga dan tak menatapnya sama sekali.


Merry menarik nafas dalam dan hanya bisa menghela nafas. Para anggota Red Skull senior lainnya mengikuti Sia naik ke atas.


"Fasilitas apa? Hanya ada kursi kayu 4 buah, sebuah meja kayu kecil, sebuah sofa panjang, bahkan tak ada kasur dan lainnya. Kamar mandi saja hanya satu," protes wanita rambut hitam.


Merry tersenyum.


"Kalian lihat pintu di sebelah sana? Kalian penasaran apa isinya?" tanya Merry dan semua orang mengangguk.


Merry mengajak para wanita itu ke tempat tersebut kecuali seorang wanita yang terkena luka tembak di kaki karena perbuatan Sia.


Tim medis segera mengobati wanita tersebut di tempat latihan menembak.


CEKREK!



"Wow!" pekik para wanita rekrutan baru terkagum-kagum.


"Hmm, aku jamin jika tempat tinggal kalian sebelumnya tak sebagus ini. Kalian bisa mendapatkan fasilitas ini jika kalian bisa lolos seleksi dari Nona Sia. Gagal, kalian akan dikembalikan ke tempat menyedihkan saat kami temukan," jawab Merry kembali menutup pintu dan menguncinya.


Para wanita berandalan itu saling memandang dan terlihat termotivasi agar bisa menjadi salah satu bagian dari Red Skull.


"Oke, jangan buang waktu lagi. Segera berbaris yang rapi dan dengar instruksiku. Aku akan mengajarkan pada kalian sebagai langkah awal sebelum menembak, yakni ... pengenalan senjata api dan peluru-pelurunya. Ingat baik-baik dan fokus!" teriak Merry lantang dan semua wanita itu mengangguk.


Selama seminggu penuh, Sia mengawasi latihan rekrutan barunya. Sia kagum karena para wanita itu mampu menunjukkan kemampuan dalam menembak meski masih meleset dari sasaran.


Mereka tak lagi mengeluh demi lolos seleksi dan pada akhirnya masuk ke dalam anggota Red Skull yang namanya makin berkibar sejak pertama kali dibentuk oleh Barbara meski diakuisisi oleh Amanda.


Seminggu kemudian.


"Oke! Waktunya penentuan! Baris!" teriak Sia lantang dengan siap sempurna seperti saat ia melakukan pelatihan di Camp Militer dalam didikan Verda dan Yuki.


Para wanita berandalan itu berbaris rapi dan mengantri karena Sia akan menilainya satu persatu.


Terlihat para wanita itu gugup saat memegang pistol, memasukkan peluru dan menembak.


Sia hanya memberikan kesempatan dengan 7 buah peluru. Para senior Red Skull ikut memberikan penilaian selama proses seleksi.



Hingga akhirnya, proses seleksi selesai siang hari. Sia mentraktir pizza untuk semua orang.


Terlihat para wanita itu seperti orang kelaparan yang melahap hingga tar bersisa dari 20 box yang disediakan.


"Okay, listen up! I will announce who escapes and becomes a member of the Red Skull!" teriak Monica lantang dan semua wanita itu langsung kembali berbaris rapi.


Sia duduk di sofa panjang menatap para wanita yang terlihat gugup menunggu pengumuman.


"Selamat, kalian semua lolos," jawab Monica dan praktis, para wanita itu terlihat begitu gembira.

__ADS_1


Mereka bersorak-sorai dan saling berpelukan. Sia menatap anggota pasukan barunya seksama dengan wajah sendu.


Para senior Red Skull memberikan selamat kepada anggota baru mereka.


Sia pergi ke atas tak ikut menyalami. Orang-orang diam melihat Sia meninggalkan hiruk-pikuk di basement tersebut.


Monica menyusul Sia yang masuk ke ruang kerja dan duduk sendirian di kursinya.


"Sia, hey? What's wrong?" tanya Monica sembari melongok dari balik pintu yang ia buka.


Sia tersenyum getir. Monica masuk dan menutup pintu.


"Kau tahu 'kan jika dari 25 orang, hanya 10 saja yang sebenarnya lolos?" tanya Sia berkesan menyindir sembari mencoret-coret kertas di atas meja dengan pulpen di tangan kanannya.


"Yes. Namun, kau memberikan mereka kesempatan," jawab Monica tenang.


Sia mengangguk. "Dari sini saja sebenarnya terlihat, Monica. Bahwa aku ... tak tegas. Aku berbelas kasih. Aku tak mau menghancurkan semangat mereka jadi semua kuloloskan. Aku ... tak pantas menjadi seorang mafia," ucap Sia tertunduk.


Monica mendekati Sia dan duduk di hadapannya. Sia menaikkan pandangan dan menatap Monica seksama.


"Semua butuh proses, tak ada yang instant. Kau percayakan saja sisanya pada kami. Julia akan melatih mereka secara fisik agar mereka kuat dalam pertarungan tangan kosong," jawab Monica dan Sia mengangguk dengan senyuman.


Monica menatap Sia seksama.


"Kita adakan pesta malam nanti sebagai bentuk peresmian. Lalu ... kembalilah ke Los Angeles. Sepertinya Tuan Boleslav ingin membicarakan hal penting padamu," ucap Monica pelan dan Sia mengangguk.


Monica lalu pamit untuk mempersiapkan pesta peresmian malam nanti. Sia memilih untuk tetap di ruang kerjanya dan menyelesaikan berkas yang kini diemban untuknya.


"Hmm, akan kuberi nama apa ya?" tanya Sia pada dirinya yang sedang memikirkan nama anggota geng rekrutannya.


Hingga akhirnya, malam itu semua orang berkumpul untuk berpesta di basement tempat para rekrutan baru melakukan latihan selama satu minggu penuh.


Sia masuk dengan sorot mata tajam. Semua orang kini menatapnya seksama. Sia berdiri di hadapan semua orang terlihat serius bahkan tak ada senyuman di wajahnya.


"Athena."


Semua orang bingung.


"Athena. Rekrutan baru yang akan diresmikan malam ini akan kuberi nama Athena, seperti nama Dewi Yunani yang berarti kuat. Kalian akan bergabung bersama Red Skull sampai nanti kuputuskan di mana markas Athena nantinya. Ingat, Athena adalah pasukanku, bukan anggota Red Skull," ucap Sia tegas dan semua orang terkejut.


"Kami bukan anggota Red Skull?" tanya wanita berambut merah dan Sia menggeleng pelan.


Orang-orang menelan ludah karena tak mengetahui hal ini termasuk senior Red Skull.


"Oke," jawab Monica menurut dengan inisiatif Sia dalam langkahnya kali ini.


"Sebagai bentuk peresmian, anggota Athena akan memiliki tato khusus. Burung hantu," ucap Sia serius dan para wanita itu mengangguk pelan.


Mereka mentato punggung mereka sesuai instruksi Sia dan dilakukan langsung oleh Galina di Markas Red Skull.


Sia tersenyum miring karena semua anggota pasukannya telah ia tandai.



-----


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2