Temukan Aku 1000 Tahun Lagi

Temukan Aku 1000 Tahun Lagi
Siapa Kamu?


__ADS_3

Kemudian dibuatlah dua tim yang kedua-duanya berisikan barisan biksu dengan tugas yang berbeda. Tim pertama ditugaskan membantu tim evakuasi agar tidak menjelajah ke tempat lain dan satu lagi tim pencari Yeti. Kedua tim langsung berangkat sesuai titah Dalai Lama, raja mereka.


Tim yang pertama langsung bisa melakukan tugasnya karena sebagian besar para biksu-biksu itu tinggal di daerah itu sehingga sangat mengenal daerah pegunungan itu tetapi rombongan kedua, mereka butuh waktu untuk menemukan Yeti karena makhluk itu tinggal berpindah-pindah karena menghindar bertemu dengan manusia.


-----------+++-----------


Terdengar suara seseorang tengah bersenandung. Seperti suara seorang perempuan. Ken terkejut, dan membuka matanya. Ia berusaha menajamkan telinga.


Ini 'kan di atas gunung. Apa ada manusia lain yang hidup berdampingan dengan makhluk ini? Benarkah?


Hati Ken terlonjak gembira. Paling tidak ada yang bisa ia ajak bicara dan membantunya keluar dari tempat itu.


Namun suara itu seperti suara wanita muda. Mmh ... sangat muda. Eh, ada keluargakah yang tinggal di sekitar sini? Pria itu mengarahkan wajahnya pada pintu masuk goa.


Sudah setengah jam berlalu sejak makhluk itu pergi dan belum kembali. Ia menimbang-nimbang, gadis seperti apakah yang berani tinggal berdekatan dengan makhluk ini?


Seorang gadis berusia sekitar 15 tahun masuk dengan pakaian gadis pengelana Mongolia. Wajah dan tubuhnya yang mungil membuat gadis itu terlihat lucu. Saat melihat Ken, gadis itu berhenti bernyanyi dan memperhatikan pria itu dengan seksama.


"Eh, halo? Kamu siapa?" Entah kenapa tiba-tiba Ken bisa berbahasa Tibet.


"Mmh?" Gadis itu menautkan alisnya.


"Namamu siapa? Namaku Ken." Pria itu menggerakkan tubuhnya tapi kembali salah. Ia menggerakkan bahunya yang retak. "Agh!" Ia menahan sakit.


Seketika gadis itu menghampiri pria itu yang tengah terbaring di lantai gua. "Kak Ken, kamu gak apa-apa?"


"Apa?" Ken merasakan perasaan yang aneh dengan gadis itu. Rasa-rasanya ia pernah sekali mengenal gadis itu tapi entah di mana, ia tidak ingat. Ia mencoba menelusuri wajah gadis itu, tapi tetap ia tak bisa mengingatnya, walaupun wajahnya mirip dengan seseorang yang entah siapa. "Eh, sedikit ngilu." Ia mengusap dengan hati-hati bahunya yang retak.


"Bahunya kenapa?"


"Sepertinya retak."


"Oh." Tidak terlihat kekhawatiran di wajah gadis itu yang membuat Ken merasa aneh.


Belum apa-apa gadis itu juga sudah memanggilnya 'Kak Ken' seakan-akan mereka sudah lama saling mengenal padahal mereka baru saja bertemu.


Gadis itu berjongkok di samping Ken dan kembali bersenandung. Ken merasa aneh, gadis itu seperti tidak takut apapun dan nyaman bersamanya.


"Eh, maaf. Boleh aku tahu namamu?" lanjut Ken penasaran.

__ADS_1


Gadis itu kembali berhenti bersenandung dan menatap pria itu. "Mira," jawabnya singkat.


"Mira? Namamu Mira?"


"Miracle."


"Apa? Apa maksudnya? Namamu Miracle, begitu?"


Gadis itu mengangguk. "Namaku Miracle. Kakak bisa panggil aku Mira."


Tiba-tiba perut pria itu berbunyi.


"Kakak lapar ya?"


Ken dengan tertawa, mengakuinya. "Iya maaf, tapi aku belum makan dari tadi. Aku sudah sangat kelaparan tapi makhluk itu tidak ...."


Belum selesai Ken bicara, gadis itu sudah bergegas pergi tanpa permisi. "Mira, Mira, kau ke mana?"


Ken sangat bingung dengan sikap gadis itu. Sudah tahu dia sedang kesakitan dan sendirian di sana, tapi kenapa gadis itu malah kabur tanpa permisi.


Tiba-tiba terdengar suara keras dari luar. Ah, makhluk itu telah datang. Bagaimana ini? Bagaimana kalau Mira datang?


Kapan aku bisa sembuh kalau begini? Aku sangat lapar, tapi masalahnya makhluk itu tidak tahu makanan apa yang bisa kumakan. Ah, seandainya saja tanganku bisa menyembuhkan retak di bahuku ini, aku masih bisa keluar dari sini walau dengan kepala pusing.


Makhluk itu kemudian masuk ke dalam goa dan melihat Ken yang sedang meringis kesakitan. Naluri keibuan makhluk itu yang membuat ia mengangkat Ken dan memeluknya. Ia merasa kasihan pada Ken yang kesakitan dan kedinginan. Sebisa mungkin ia membuat Ken merasa nyaman.


Perut Ken kembali berbunyi. Ia lapar. Makhluk itu sepertinya tahu dan membawa Ken keluar.


"Ah, kita mau ke mana?" tanya pria itu.


Mahkluk itu tak bicara. Ia terus saja melangkah keluar.


Ternyata setelah melangkah keluar untuk berapa lama, makhluk itu ternyata berusaha kembali lagi ke tempat di mana ia menemukan Ken, tapi sayang, tempat itu sudah ramai dengan banyak manusia.


Ken sudah sangat gembira mengetahui banyak orang mencari keberadaan penumpang yang masih hidup, tapi ternyata makhluk itu malah menghindarinya. Ia langsung membawa Ken menjauh.


"Ah, jangan pergi. Mereka akan memberi kita makanan!"


Namun makhluk itu tetap saja pergi membawa pria itu. Ken berusaha berteriak agar orang-orang melihat keberadaannya tapi mahkluk itu sungguh cerdik. Ia malah membekap mulut Ken. Akhirnya pria itu terpaksa mengikuti kemauan makhluk itu.

__ADS_1


Perjalanannya sungguh berbeda dari sebelumnya. Ken memperhatikannya. Ternyata kini makhluk itu membawanya ke gua yang lebih jauh dari tempat sebelumnya. Ken pasrah. Hanya pada makhluk itu ia bergantung. Ia kelaparan tapi ia tak kuasa untuk membantu dirinya sendiri keluar mencari makanan.


Di luar kembali dingin. Lebih baik kelaparan dari pada kedinginan, pria itu memeluk makhluk itu, tapi di luar dugaan, makhluk itu malah meninggalkannya.


"Hei, jangan pergi! Aku kedinginan di sini." Tangan pria itu menggigil karena kedinginan dan kelaparan tapi makhluk itu tetap pergi. "Apa kau mencari makanan untukku?"


Ken lemas. Makhluk itu telah pergi. Apa aku akan mati? Kalau aku tidak mati berarti aku akan tersiksa oleh kelaparan dan kedinginan ini. Ternyata, lebih baik mati daripada seperti ini.


Tiba-tiba terdengar sesuatu. Ada langkah-langkah orang datang. Pria itu terkejut karena dengan cepat seseorang telah menemukan dirinya. Siapakah kiranya karena kali ini ia masuk di dalam gua yang cukup tersembunyi.


"Kak Ken! Ini makanannya." Miracle datang membawa sebuah mangkuk yang masih berasap dan selembar kulit binatang.


"Mira ... kau menemukanku?" Ken hampir saja menangis melihat kedatangan Miracle.


"Kok Kakak menangis melihat Mira datang?"


"Karena aku pikir aku tak akan bisa bertemu lagi denganmu."


Gadis itu tersenyum senang.


"Bagaimana caranya kau menemukanku?"


"Sudah, jangan dipikirkan Kak. Sekarang, karena Kakak lapar sebaiknya Kakak makan."


"Tolong bantu aku, aku ingin duduk."


Miracle meletakkan mangkuknya dan memeluk tubuh Ken sebelum menariknya duduk.


"Oh!" Ken terkejut, tapi gadis itu malah senang.


Gadis itu menyelimuti kaki pria itu dengan kulit binatang. "Hangat kan?"


"Mmh."


Miracle mulai menyuapi Ken dengan makanan hangat.


__________________________________________


__ADS_1


__ADS_2