
Pemuda itu duduk di tepi ranjang. Dilihatnya ruangan itu sangat besar. Bahkan ruangan paling besar yang pernah ia temui, dengan tempat tidur ukuran besar untuk dirinya yang tidur seorang diri. Ia merebahkan dirinya di sana. "Sepertinya sekarang kita bisa tidur berdua, tidak perlu sempit-sempitan lagi ya, Gojo."
Kucing itu kembali tertawa. "Iya." Ia menghela napas dan merentangkan tangannya. "Lega."
----------+++----------
Waktu berlalu. Ken sering dibawa ke perusahaan oleh Erick dan membuat pria itu bangga. Selain cerdas, pemuda itu cepat menyesuaikan diridengan keadaan dan punya jiwa kepemimpinan yang tinggi, dan kemampuannya itu membuat ia terlihat luar biasa di umurnya yang masih sangat muda itu.
Selain itu, Ken didaftarkan kuliah di sebuah universitas swasta terkenal. Ia menjadi buah bibir karena selain cerdas, ia digosipkan sebagai anak haram keluarga Northville. Siapa lagi yang berani menghembuskan gosip itu kalau bukan dari mulut istri pertama keluarga Northville itu sendiri. Gosip ini bahkan sampai ke telinga Erick hingga ia memutuskan akan mengadakan pesta untuk mengumumkan Ken sebagai anak angkatnya.
"Pesta? Ah, Papa ada-ada saja." Ken merengut. "Kapan sih? Jadwal kuliahku padat lho, Bu. Mana mau ujian. Waktu senggangku pun dipakai untuk temani Papa ke perusahaan. Aku capek, ingin istirahat, memangnya gak boleh?" rengek Ken pada Chihiyo.
Wanita itu merapikan kerah jas Ken dengan senangnya. "Kamu gak boleh gitu. Papamu itu bangga sekali padamu karena kamu bisa meraih prestasi di mana-mana. Tidak di tempat kuliah, tidak di kantor, semua orang membicarakanmu. Ibu saja juga ikut bangga karena kemampuanmu."
"Aku cuma melakukan apa yang aku bisa, Bu. Itu saja. Lagipula, pestanya apa tidak bisa ditunda? Aku ada ujian penting minggu ini, Bu. Ini serius."
"Kalau sehari kamu tidak belajar, bagaimana? Lagipula, Papa menyegerakan pesta, karena mendengar gosip yang tidak menyenangkan itu. Pastinya kamu tidak mau 'kan gosip ini sampai menyebar ke mana-mana. Pasti nenek sihir itu yang menyebarkan gosip murahan ini," Wanita itu menyipitkan matanya karena geram.
"Tapi, Bu. Hal-hal kayak gini tuh gak perlu terlalu dianggap seriuslah, Bu. 'Kan kalau perlu, tinggal di konfirmasi."
Chihiyo menghentakkan tangannya ke bawah karena kesal. "Kamu ini tidak ngerti-ngerti juga, gimana sih! Ini tentang nama baik keluarga yang tercoreng karenamu, kamu mengerti tidak sih! Kamu anak ibu, yang dijelek-jelekkan di luar, apa aku sebagai ibumu akan diam saja? Tidak 'kan?Papa juga begitu, karena dia merasa kamu anaknya, ia ingin melindungimu, jadi hargai itu!"
Ken terdiam.
"Sudah, sekarang kau mau kuliah. Pergilah. Pada saat pesta nanti digelar, kau harus hadir agar tidak mengecewakan Papamu. Kau mengerti?"
Ken mengangguk lalu mengambil tas dan bukunya lalu pergi. Ia terkejut ketika hendak menaiki mobilnya. Mobil mewah itu kini seperti dikawal 2 mobil. Satu di depan dan satu lagi di belakang. Ia tetap masuk walau kemudian menanyakan ini pada sopirnya. "Ada apa, Pak?"
"Eh, pengamanan dari Nyonya muda, Tuan."
Ken menghempas tubuhnya karena kesal. Ia ingat beberapa kali ia pernah mencoba kabur dari penjagaan bodyguard-nya hanya karena ia ingin menengok Jack di penjara. Chihiyo melarang pemuda itu bertemu lagi dengan pria itu.
Ken membuka resleting tasnya. Kepala kucing itu keluar dari sana.
__ADS_1
"Kau dengar? Ibu kini benar-benar memenjarakanku."
Sopir dan bodyguard yang berada di depannya sudah sering mendengar Ken berkeluh kesah pada kucingnya itu hingga mereka membiarkannya saja saat pemuda itu kembali bicara pada kucing itu.
Yang Ken tidak tahu, sebenarnya bukan karena pemuda itu yang beberapa kali berusaha kabur ingin menemui pria itu, tapi Jacklah, yang menyebabkan penjagaan semakin ketat padanya, itu karena Chihiyo tak berhasil memenjarakan Jack dalam waktu yang lama.
Karena kadar racun yang ditemukan pada tubuh Ken sangat rendah dan hasil dari beberapa orang saksi menyatakan Jack adalah pria baik dan tidak pernah ada bukti pernah mencelakai pemuda itu, karena itu, pria itu bebas. Hanya saja pengadilan melarangnya mendekati pemuda itu lagi.
Itulah yang membuat takut Chihiyo karena Jack adalah seorang mafia yang mempunyai kekuasaan dan mampu untuk merubah apapun. Karena itu dia berusaha melindungi Ken dengan penjagaan berlapis.
------------+++----------
Seorang pria bule tampan dengan tubuh kekar sedang sibuk memeriksa beberapa buah file, ketika sebuah notif pada HP-nya berbunyi. Ia segera membukanya. Sebuah kiriman video yang memang sudah dinantikannya.
Untuk sesaat, ia memperhatikan video itu, bahkan tersenyum melihat siapa yang berada dalam video itu. Seorang pemuda yang penampilannya telah diubah menjadi lebih modern dan terlihat seperti anak orang kaya yang kini sibuk dengan kegiatan kuliahnya. Ia terlihat bangga melihat pemuda itu yang semakin bersinar. Ia juga melihat penjagaan pemuda itu yang begitu luar biasa. Ia hanya tersenyum miring.
"Aku sudah tak peduli lagi walau dunia mengatakan kau bukan anakku, Kenzie. Aku akan menjemputmu, dan memberikan dunia yang kamu inginkan ke dalam tanganmu. Tunggu saja. Ayah akan datang padamu." Pria itu kembali tersenyum sambil mengamati video itu.
------------+++------------
"Lebih enak dengan ibumu, karena ibu yang membuat cita-citamu bisa kuliah, kini tercapai," sahut Gojo yang ikut-ikutan berbaring di samping pemuda itu.
"Iya juga sih, tapi kenapa mereka tidak bersatu saja? Mengapa mereka terlalu egois untuk bisa bersama?"
"Karena dunia tidak sesempurna itu, Ken. Kau tidak bisa memiliki semuanya."
"Mmh."
"Bagaimana persiapan untuk pesta pengumuman besok?"
Ken menoleh. "Bagaimana apanya? Aku hanya bawa diri saja. Itu 'kan yang perlu?"
"Bagaimana kalau mencari wanita cantik?"
__ADS_1
Ken kesal hingga melempari kucing itu dengan bantal. "Kamu itu ya, otakmu hanya cewek cantik saja."
Kucing itu terkekeh. "'Kan tidak salah, Ken. Aku ingin bertemu dengan wanita yang mampu membangunkan sifat kebinatanganku. Itu perlu sebagai tanda bahwa aku ini laki-laki."
"Itu sih kamu ya, bukan aku!" Pemuda itu mendorong kasar sebuah bantal ke arah kucing itu tapi kucing itu sanggup menghindar.
"Lho, kenapa memang? Kau tidak penasaran dengan wanita yang mampu membangunkan sifat kebinatanganmu?" tanya Gojo balik pada pemuda itu.
"Tidaklah, setidaknya tidak sekarang. Aku masih fokus dengan tugasku di depan."
"Dan kamu akan menghabiskan umurmu untuk itu?"
"'Kan aku bilang, tidak sekarang." Ken beralih menatap langit-langit. Entah kenapa tiba-tiba saja ia teringat pada Mira. Mira apa kabarmu? Apa kau baik-baik saja di sana?
------------+++------------
Ternyata Erick mengadakan pesta kebun. Berbagai kalangan diundang ke acara itu mulai dari kolega hingga beberapa petinggi stasiun televisi.
Ken dikenalkan dengan beberapa orang kolega Erick.
"Ah, ada kolegaku dari Perancis, Kenzie, kebetulan datang ke sini. Ini dia. Perkenalkan Pierre De La Rue," ucap pria paruh baya itu pada Ken.
Seorang pria kurus dengan rambut yang putih semua yang sepertinya seumuran dengan Erick menyodorkan tangannya pada Ken.
Pemuda itu menyambut tangan pria itu. "Kenzie."
"Kebetulan sekali aku membawa anakku yang paling kecil. Kenalkan, Lucille De La Rue."
Seorang gadis cantik berambut merah datang dengan gaun berwarna putih bak seorang putri. Ken terkejut dengan kedatangan gadis ini.
__________________________________________
__ADS_1