Temukan Aku 1000 Tahun Lagi

Temukan Aku 1000 Tahun Lagi
Seorang Ibu


__ADS_3

"Eh, bagaimana dengan kucingnya?" Seekor kucing mengikuti orang yang menggendong Ken.


"Biarkan saja dia ikut, asal tidak mengganggu."


Kucing itu pun dibiarkan masuk ke dalam mobil.


---------+++----------


Semua orang yang mengelilingi meja itu saling pandang. Pria paruh baya yang ada di tengah kemudian buka suara. Ia merapikan jas mahalnya dan mulai berdehem. Ia menoleh ke arah wanita Jepang yang berada di usia 40an dan masih tampak cantik itu. "Jadi benar anak laki-lakimu masih hidup?"


"Aku sedang menunggu telepon dari polisi karena mereka katanya telah menemukan pria yang telah membawa lari anakku itu," jawab wanita itu.


"Bukannya itu mantan pacarmu?" ujar seorang wanita paruh baya dengan pakaian mahalnya menatap sinis pada wanita Jepang itu.


Wanita eropa dengan hidung mancung dan paras walau sedikit keriput, masih memancarkan sinar kecantikannya. 2 anak perempuan di sampingnya juga terlihat angkuh pada wanita Jepang ini.


"Aku memintanya merawat anakku karena dulu kau hanya menginginkanku," ucap wanita Jepang itu pada pria paruh baya itu. "Tapi ternyata kita tak kunjung punya anak, kan? Lalu dari istri pertamamu yang kamu banggakan ini juga, anak laki-lakinya tahun lalu kecelakaan karena balap mobil, lalu koma dan baru kemarin meninggal. Jadi, harapan satu-satunya hanya ada pada anak laki-lakiku itu untuk menjadi ahli waris perusahaan keluarga Northville ini, iya 'kan?"


Wanita paruh baya itu mengerucutkan mulut sebal mendengar ucapan istri kedua suaminya itu. Padahal dia sudah merasa selangkah lebih maju karena suaminya dan wanita itu tak kunjung punya anak setelah menikah. Hanya ia yang punya seorang anak laki-laki yang bisa menjadi pewaris. Namun karena hobi balap mobilnya, anak laki-lakinya itu malah meregang nyawa. Kini ia hanya punya 2 orang anak perempuan yang takkan mungkin bisa jadi ahli waris.


Suaminya sempat membicarakan tentang menikah lagi hingga akhirnya wanita Jepang itu bercerita bahwa anaknya yang dikabarkan meninggal saat dalam perawatan dengan pacarnya itu kemungkinan masih hidup. Pria itu sengaja berbohong agar wanita Jepang itu tak lagi mencari anaknya.


"Chihiyo. Kalau benar anak laki-lakimu masih hidup, aku akan mengangkat dia menjadi anakku sekaligus ahli waris perusahaan keluarga Northville ini," janji bule paruh baya itu pada wanita Jepang itu. Rambutnya yang sudah putih semakin membuat wajah bulenya semakin pucat saja.


Wanita Jepang yang berbalut pakaian seksi nan mewah berwarna hitam itu tersenyum lebar, ketika dering handphone-nya berbunyi. Ia tahu siapa yang tengah meneleponnya kini. "Halo?"


Ia melirik wanita paruh baya yang rambutnya di gelung ke atas itu. Senyum kemenangan dengan gaya seksi merapikan rambut panjangnya ke samping, membuat wanita paruh baya itu geram. Ia kemudian menutup teleponnya. "Erick Sayang, aku ke rumah sakit dulu ya? Sekalian periksa darah untuk memastikannya. Kau tak ingin ada orang yang menuduhku penipu 'kan, Sayang?" Kembali ia melirik wanita bule itu.


Pria paruh baya itu tersenyum senang. "Kau tahu apa yang kuinginkan, Chihiyo. Pergilah."


Wanita Jepang itu pergi dengan penampilan terbaiknya.

__ADS_1


------------+++----------


"Apa?" Wanita Jepang itu menatap pemuda yang masih pingsan itu dari kaca besar di dinding itu. "Keracunan? Apa maksudnya ini?"


"Kami masih menelitinya lebih lanjut tapi dari bekas makanan yang ada di rumah itu ada bekas racun tersisa di mangkuk makanan di rumah itu. Masalahnya, ini bukan racun yang terdapat pada makanan jadi besar kemungkinan eh ...." dokter itu tak bisa melanjutkan.


"Di racun?"


"Atau percobaan bunuh diri, tapi ini kadarnya sangat rendah jadi besar kemungkinan ...."


"Di racun, pasti!"


"Kami harus melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini karena kalau sudah ditetapkan, polisi harus mencari tersangkanya."


Wanita itu terlihat sebal dan melipat tangannya di dada. Aku harus menyingkirkan Jack tapi bagaimana caranya? Kenzie tak boleh bertemu lagi dengan mafia itu. Atau aku buat tuduhan seolah-olah dia mau membunuh anakku, tapi itu juga kurang kuat. Ah, tapi 'kan ia memang berbohong padaku dengan mengatakan Kenzie meninggal karena tenggelam, tapi bagaimana caranya agar keduanya tak bertemu lagi?


Ah! Chihiyo tiba-tiba mendapat ide brilliant. Bilang saja pada Erick yang sebenarnya bahwa Jack adalah mafia. Dia tidak mau melepaskan Kenzie hingga polisi menangkapnya. Kenzie pun diracun karena sakit hati padaku yang telah menikah dengan orang lain. Padahal anakku percaya bahwa Jack adalah ayahnya, karena itu Kenzie tak boleh bertemu Jack atau ia akan membujuknya untuk kembali padanya lagi. Yes! Wanita itu menepuk tangannya karena ia mendapat ide selancar itu.


Tak lama ia termangu dan memperhatikan wajah pemuda itu yang mulut dan hidungnya tertutup masker oksigen. Kau sebenarnya sangat mirip dengan ayahmu Kenzie hanya saja ....


Tubuh Ken bergerak. Perlahan ia mulai membuka matanya.


"Oh, anakku bangun, tolong." Wanita itu bicara dengan seorang perawat yang kebetulan berada di sana.


Perawat itu segera memeriksa Ken. Tak lama ia memanggil dokter.


Chihiyo mencoba mendekat. Ia mencoba memanggil namanya. "Kenzie."


Bola mata pemuda itu turun dan melihat seorang wanita cantik dengan balutan pakaian mahal tersenyum padanya. Masker mulutnya telah diepas. "Si-siapa?" Pandangan matanya yang masih kabur membuat ia tak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.


Mata wanita itu berkaca-kaca. "Aku ibumu."

__ADS_1


Ken mengerut kening dan langsung mengucek-ngucek mata. Ia memperjelas pandangan matanya. "I-ibu?"


Wanita itu segera berhambur datang dan memeluknya. Ia bahkan mencium kening pemuda itu dengan hangat.


Apa ini ibu Kenzie? Harusnya aku gembira bertemu dengan ibuku 'kan? Namun pemuda itu hanya melongo melihat wanita itu.


Wanita itu melepas pelukannya. Ia duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan pemuda itu dengan wajah sendu. "Maaf ibu baru mencarimu tapi ibu tidak tahu kalau kau masih hidup. Ibu benar-benar tidak tahu ...." Tiba-tiba saja air mata wanita itu menetes. Ia segera menghapus air mata yang terus mengalir.


"Apa?" Ken terkejut mendengar cerita wanita itu.


"Ibu bukan tidak ingin mencarimu tapi Jack berbohong kalau kau meninggal saat berenang." Chihiyo menahan air matanya yang tetap saja mengalir.


"A-pa?" Ken hampir tak percaya mendengarnya. "Tapi kenapa ayah berbohong pada ibu?"


"Dia bukan ayahmu, Kenzie. Dia mantan pacar ibu."


"Apa?" Lagi-lagi pemuda itu tak mengerti. "Tapi kenapa aku ada di sini?" Ia melihat ke sekeliling yang penuh dengan alat kedokteran terbaik di sampingnya.


"Apa kau tidak ingat ada penyergapan di rumah itu dan sekarang Jack masuk sel tahanan karena melarikanmu dan juga meracunimu?"


"Racun?" Seketika Ken ingat Gojo karena ceritanya sama persis dengan yang dituturkan pria asia itu. "Gojo. Di mana Gojo?"


"Gojo? Siapa Gojo?" Wanita itu terkejut.


"Kucingku," ucap pemuda itu berusaha duduk walau pening di kepala belum juga hilang.


Wanita itu juga suster itu berjongkok mencari kucing itu. Mereka akhirnya menemukan kucing itu berada di luar ruangan itu di bawah kursi. Rupanya kucing itu sejak tadi sudah memperhatikan gerak gerik wanita Jepang itu bersama dokter dan suster dari sana sambil menjilati bulu kakinya.


___________________________________________


__ADS_1


__ADS_2