Temukan Aku 1000 Tahun Lagi

Temukan Aku 1000 Tahun Lagi
Dendam Lama


__ADS_3

Seorang pria berkepala gundul berdiri di depan memimpin orang-orang yang berpakaian sama dengannya. Pakaian seorang pendekar dari kuil Cina. "Sudah lama kita tak bertemu, Odagiri."


"Mu Zao Shan, sudah keluar kau dari tempat persembunyianmu?" seru pria berambut kaku itu berdiri perlahan.


Pria itu tertawa terbahak-bahak. "Bukannya kamu yang bersembunyi sekarang ini, mmh?"


Odagiri menatapnya tajam. "Jadi apa maumu datang ke sini?"


Yang lain, Ken, Ejiro, Mira dan Gojo, semuanya segera menghentikan makan mereka dan langsung berdiri mengikuti guru mereka karena melihat keadaan yang tidak nyaman ini.


"Tentu menembus kekalahanku waktu itu. Gara-gara itu, aku terusir dari Shaolin."


"Itu karena kesalahanmu sendiri. Kau membelot dari ajaran Shaolin. Orang-orang Shaolin itu sendiri yang menumbangkanmu karena mereka tidak suka dengan caramu menjalankan Shaolin seperti itu."


"Dan kau, orang luar yang beraninya ikut campur dengan urusan Shaolin kami, hingga kami bisa terusir dari sana. Tanpa bantuanmu, Shaolin seharusnya jadi milikku."


"Jadi kamu sakit hati pada apa yang terjadi waktu itu? Ternyata kau belum berubah dan masih di jalan yang salah."


"Jangan banyak bicara, ayo kita duel sekarang juga!" sergah pria berkepala plontos itu yang sudah gerah diceramahi oleh Odagiri.


Pria berambut kaku itu menghunus pedangnya. Yang lain di belakang pun ikut mengangkat senjata termasuk para pengawal, yang bersiap dengan tombaknya. Mereka siap melawan sekumpulan orang yang jumlahnya 2 kali lipat lebih banyak dari mereka.


Dari semua, hanya Ken yang khawatir sesuatu terjadi pada Mira. Ia tidak tahu kemampuan gadis itu sehingga ia sedikit bingung membiarkan gadis itu ikut dalam pertempuran itu. "Mira, sebaiknya kau jangan di sini. Pergilah dengan Gojo keluar dari hutan ini," pinta pria berambut pendek itu.


"Sudah terlambat, Kak Ken. Sudah tak mungkin aku keluar dari pertempuran ini. Tenang, Kak. Aku dan Gojo akan kerjasama menjalankan jurus andalan kami."


Walaupun bingung mendengarnya, Ken tak bisa berbuat apa-apa selain berusaha melindunginya nanti. Odagiri sepertinya mendengarkan percakapan muridnya hingga menurunkan perintah. "Ken! Ejiro! Cepat buat bola perlindungan untuk kalian. Biar Sensei coba menahan mereka dari sini."

__ADS_1


"Sensei, kau tidak mungkin melawan mereka sendirian!" protes pria berambut pendek itu.


"Benar, Sensei. Ada kami di belakangmu," sela Ejiro.


"Dengar tidak? Lakukan apa yang kuperintahkan atau salah satu dari kalian akan terluka!" tegas guru itu.


Ken hendak protes sekali lagi tapi pria bercodet itu menyentuh lengannya. Ejiro menggelengkan kepala tanda jangan lagi mengganggu gugat perintah guru mereka.


Ken dan pria bercodet itu menggerakkan tangan mereka dengan jurus yang sama dengan memusatkan tenaga dalam, dan menyatukan kedua tangan mereka satu sama lain. Terciptalah sebuah gelembung tembus pandang yang menutupi mereka semua; Ejiro, Ken, Gojo, Mira dan para pengawal.


"Tunggu sampai aku mengizinkan kalian keluar dari situ." Odagiri kini menoleh ke arah Zao Shan dan anak buahnya. Ia kini siap dengan pedang terhunus, sementara ia menyalurkan tenaga dalamnya pada pedang itu.


Zao Shan menyerangnya dan ia sempat menghindar, tapi serangan kedua terpaksa ditangkisnya dengan pedang di tangan. Terdengar bunyi yang sangat nyaring dari kedua pedang. Ternyata keduanya sama-sama menyalurkan tenaga dalam pada pedang hingga pedang Odagiri berubah warna menjadi kebiruan, sedang pedang lawannya berubah kemerahan.


Saat berbenturan, kedua pedang itu memberi guncangan hebat seperti gempa pada sekitarnya. Bahkan tempat keduanya berpijak turun hingga 3 senti ke dalam tanah. Tangan pria botak itu terlihat berasap dan ia terlihat terengah-engah. Begitu dahsyatnya tangkisan pedang mereka hingga anak buah mereka masing-masing bisa merasakan getarannya.


Beberapa kali pedang Odagiri menyerang dengan memberi sabetan dan saat itu pula tempat itu seperti terkena topan badai. Daun-daun berguguran, ranting bahkan pohon terpotong rubuh dan yang lebih parah, para anak buah Zao Shan harus menyalurkan tenaga dalam saat menontonnya karena tidak ingin ikut terpengaruh efek buruk dari kedua pedang itu.


Pedang pria botak itu berefek panas dan menyalurkan hawa panas setiap ia melakukan gerakan menyerang atau menangkis, sedang pedang Odagiri memberi efek dingin. Hawa panas membuat daun-daun layu, sedang hawa dingin membuat daun-daun kaku dan berguguran.


"Hiat! Hiat!" Zao Shan memainkan pedangnya.


"Hiah ... hiat!" Odagiri menghindar dan terpaksa menyerang.


Anak buah Zao Shan yang terkena hawa panas, kulit mereka ada yang terbakar kemerahan, dan setelah terkena hawa dingin, kulit mereka mati rasa.


"Ah! Apa-apaan ini?" Salah satu dari mereka berkomentar melihat yang lain kesakitan. "Daripada hanya kita saja yang tersiksa, lebih baik kita serang anak buah orang Jepang itu agar mereka bisa merasakan betapa tersiksa berada di sini!"

__ADS_1


"Ayo!" teriak yang lain.


Mereka berusaha menembus bola perlindungan dengan menyerang dengan pedang mereka secara beramai-ramai. Ken dan Ejiro masih menyatukan telapak tangan mereka dan bola perlindungan masih tak tertembus oleh pedang apapun.


Zao Shan juga geram dengan bola perlindungan hingga mulai bersiasat. Ia yang mulai merasa tak sanggup melawan Odagiri sendirian, akhirnya pindah dan memecah bola perlindungan dengan pedangnya.


"Agh ...!" Ken dan Ejiro terpental hingga 2 meter karena pecahnya perlindungan itu.


"Sialan! Kau ...," teriak Odagiri geram.


Pria botak itu bersiul memanggil anak buahnya yang lain. Siaw Bao dan Chen Huo, bantu aku!"


Di mana anak buah Zao Shan yang lain mulai menyerang murid Odagiri, dua dari mereka datang membantu pria botak itu.


"Kau curang!" teriak pria berambut kaku itu.


"Mengapa tidak? Tidak ada yang akan menghukumku kalau aku lakukan itu," ucap pria botak itu tersenyum lebar.


Sementara itu, Mira dan Gojo siap dengan formasi mereka. Mereka berusaha melindungi Ken dan Ejiro yang jatuh ke tanah dengan formasi berputar seraya menyerang.


Gadis itu dengan belati di kedua tangan, melakukan gerakan menari sambil menggerak-gerakkan kedua belati di tangannya mencari mangsa, sedang pria berambut gelombang itu mengeluarkan pedang terhunus menyerang kerumunan. Keberadaan pasukan pengawal, sangat membantu walau dalam hitungan menit mereka tumbang.


Namun itu cukup untuk membuat Ejiro dan Ken segera bangkit membantu dengan menghunus pedang mereka. Selagi menangkis serangan, Ken sempat melirik gurunya yang dicurangi karena diserang dari 3 arah dan ia melihat pria itu mulai kepayahan. Apalagi sempat lengannya terluka karena diserang sekaligus sehingga ia memutuskan untuk membantu.


"Hiah!" Ken meloncat ke arah tempat pertempuran gurunya, membuat mereka yang menyerang Odagiri, terkejut. Dengan cepat Ken menyerang anak buah Zao Shan. "Sensei, jangan khawatir. Aku urus kedua cecunguk ini!"


"Mmh!" Pria berambut kaku itu mengangguk senang.

__ADS_1


Kembali Zao Shan terdesak hingga ia terluka di bahu. "Agh!" Ia memanggil lagi 2 anak buahnya membantunya. "Bao Jung dan Lin Li cepat bantu aku!"


__ADS_2