Temukan Aku 1000 Tahun Lagi

Temukan Aku 1000 Tahun Lagi
Perjalanan


__ADS_3

Selagi Mira berkemas, Ken berusaha mencari celah. "Apa aku boleh ikut?"


"Untuk apa? Lagipula pernikahan ini tertutup hanya untuk pihak istana dan keluarga. Apa yang akan mereka katakan, kalau orang yang tidak ada hubungan darah dengannya ikut serta? Aku malas mengarang cerita dan ini bisa saja mempengaruhi pertunangan mereka berdua. Tolong, doakan saja pernikahan Mira bahagia dari jauh."


"Eh, ya." Ken pada akhirnya menyerah dengan kecewa. Lagipula, rasanya ia takkan sanggup melihat Mira bersanding dengan orang lain. Mendengar berita dari Ejiro saja, cukup membuat lututnya lemas, apalagi melihat wanita itu berbahagia dengan pria lain.


Kini baru disadari betapa ia sangat mencintai Mira, tapi apa mungkin ia bisa melangkahi posisinya sebagai kakak wanita itu, ditambah Mira mungkin sekali menolaknya. Haruskah ia jadi manusia pengecut seperti yang dilakukan Yumi padanya? Selain takut ditolak ia juga takut kehilangan Mira.


Wanita itu akhirnya keluar dengan membawa bungkusan kain berisi pakaiannya. Ia berjalan pelan dan berat mendekati kakak tirinya itu.


"Ayo, Mira. Kita pergi." Ejiro membuka pintu dan pergi ke arah di mana kudanya tengah beristirahat. Ternyata ia sudah mempersiapkan kuda lainnya untuk dinaiki sang adik. Ia menaiki kuda miliknya dan menunggu sang adik naik. Pria itu juga memegangi tali kekang kuda untuk Mira. "Ayo!" panggilnya tidak sabaran.


Gojo mendekati kuda yang diperuntukkan untuk wanita itu sementara Mira seperti menunggu keajaiban yang tak kunjung dapat diraih. Pria Jepang itu hanya diam membisu.


"Kak Ken, aku pergi," ucap wanita itu mengingatkan.


Ken hanya menatap nanar kepergian wanita itu. Mira mendekati kudanya tapi tak kunjung naik.


"Mira!" Ejiro mengingatkan.


Tiba-tiba wanita itu menoleh dan berlari ke arah pria Jepang itu hingga Ken terkejut. "Aku ingin mengucapkan selamat tinggal," ucapnya sambil memandangi kedua bola mata pria dihadapannya dengan sungguh-sungguh.


"Oh." Lidah Ken terasa keluh. "Se—"


Seketika wanita itu mencondongkan tubuhnya ke depan dan berjinjit. Ia mengecup bibir pria itu. Tentu saja Ken kaget, tapi sebelum ia bisa berkata-kata, Mira telah berbalik dan bergegas meninggalkan dirinya. Wanita itu naik kuda dibantu Gojo. Ejiro hanya melirik Ken sekilas lalu pergi membawa adiknya.


Gojo dan Ken menatap kepergian keduanya saat senja hampir berakhir. Sinarnya terasa menyedihkan, seakan ingin menghilang. Saat Gojo menoleh ke belakang ternyata pria Jepang itu telah masuk ke dalam rumah.


Dilihatnya Ken yang telah merebahkan tubuhnya di dipan dekat meja makan, sepertinya tak ingin diajak bicara. Gojo yang tak ingin terlalu ikut campur, akhirnya pergi ke kamar.


Baru setengah jam berada di kamar, pintu kamarnya diketuk. Siapa lagi kalau bukan pria Jepang mantan bosnya itu. "Masuk saja. 'Kan biasanya begitu." Kini pria gondrong itu menatap ke arah pintu ketika Ken melangkah masuk.


"Aku ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur," ucap sang pria Jepang dengan wajah serius.

__ADS_1


"Aku 'kan selalu berkata jujur padamu," ucap Gojo santai.


"Apa aku sudah gila bila jatuh cinta dengan Mira?"


Pria gondrong itu mendengus pelan. "Memang kamu sudah jatuh cinta padanya, Ken," ucapnya yang duduk di atas pembaringan bersandar pada dinding.


"Apakah terlihat jelas?"


"Memangnya kenapa?"


"Aku adalah kakaknya."


"Lalu kenapa kau tak diundang Ejiro?"


"Umur kami juga sangat jauh. Aku sering menggendongnya saat kecil dulu." Tatapan pria Jepang itu yang nanar memperlihatkan betapa frustasinya ia saat ini.


Gojo berdehem sebentar, lalu melipat tangannya di dada. "Sebenarnya kalian berdua tidak ada masalah. Kakak adik sedarah saja ada yang jatuh cinta, apalagi yang tidak. Mengenai perbedaan umur juga tidak penting asal kalian sama-sama saling mencintai."


"Itu salah satunya. Apa Mira mencintaiku? Bagaimana kalau tidak? Aku akan kehilangan adikku." Wajah Ken nampak kusut.


Ken mulai bisa melihat apa yang dikatakan Gojo. Kenapa ia begitu takut kehilangan karena pada akhirnya ia sudah kehilangan. Sebelum pria gondrong itu selesai bicara, Ken berlari ke luar. Terdengar suaranya berteriak saat membuka pintu depan. "Terima kasih, Gojo. Kau memang teman terbaikku!" Terdengar lagi suara pintu ditutup.


Gojo menghela napas sambil menurunkan tangannya. Kembali ia sendirian ditinggal Ken. "Ya sudahlah," gumamnya sendirian.


Terdengar pintu kembali dibuka. "Gojo, aku pinjam kudamu!"


"Iya, ambil saja!" teriak pria gondrong itu dari dalam kamar.


Lalu, begitulah. Ken mengejar Ejiro tanpa tahu harus ke mana. Ia sempat bertanya-tanya tapi pada akhirnya butuh pertolongan dan siapa lagi yang bisa menolongnya selain Gojo. Ia menemukan seekor anjing di jalan yang ternyata sahabatnya itu, Gojo.


"Aku tahu, kau akan tersesat tanpaku," sahut pria gondrong itu, bangga.


Ken membawanya serta, naik kuda. Butuh beberapa hari perjalanan naik kuda hingga mereka sampai ke istana raja Han. Mereka mengaku sebagai rombongan keluarga Ejiro yang diminta datang, sehingga ia bisa masuk ke dalam istana itu.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam istana, Ken melihat Mira berlari-lari dengan jubah panjang berwarna hijau menuruni tangga. Wanita itu terkejut ketika melihat pria itu datang ke sana. "Kak Ken?"


"Mira ...."


"Mira," panggil Ejiro dari samping. Ternyata wanita itu berusaha melarikan diri tapi malah bertemu Ken dan ketahuan kakak tirinya itu.


"Eh, siapa dia?" Rupanya raja ikut keluar dan bertemu mereka semua.


"Oh, raja." Ejiro menunduk memberi hormat. "Eh, dia masih keluargaku," ucapnya terpaksa berbohong.


Ken turun membawa anjing itu dan diserahkan pada Mira. "Aku datang membawa hadiah ini. Dia bisa menemanimu saat kesepian."


Mira terharu dan menerima hadiah itu. Ia terharu dengan mata berkaca-kaca karena pria itu datang mencarinya, walaupun ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Wanita itu mendekap anjing pemberian Ken dengan erat.


"Sst, ini aku, Gojo," bisik anjing itu di telinga Mira. Wanita itu begitu bahagia. "Oh, aku senang sekali. Terima kasih, Kak Ken."


Raja ikut turun mendatangi Ken. "Oh, kau keluarganya juga?"


"Oh, ya, benar. Aku dan Mira dibesarkan bersama sejak kecil sebelum akhirnya Mira bertemu kakaknya, Ejiro." Ken melirik kakak Mira yang terlihat geram.


Tiba-tiba seorang pria tampan dengan jubah Kekaisaran datang dan mengejar Mira dengan langkah tegapnya. "Mi La, kau ke mana saja? Aku mencarimu dari tadi, Sayang." Ia menggenggam satu tangan wanita itu ke atas, dan menariknya bersamanya.


Mira hanya bisa melirik Ken yang hanya diam membisu namun matanya tak henti menatap wanita itu, yang dibawa pergi sang pangeran.


"Kalau begitu, aku akan mengundangmu untuk ikut acara pernikahan mereka besok. Bagaimana?" tanya Raja Han pada pria Jepang itu.


"Oh, terima kasih." Ken tersenyum. Senyum itu ia tampakkan pada Ejiro yang sedang merengut. Ia akhirnya diundang sendiri oleh Sang Raja. Pria itu mendapat kamar untuk tinggal di istana. Kesempatan ini takkan disia-siakannya.


__________________________________________



Visual Mira yang berusaha kabur dari istana. Salam, ingflora💋

__ADS_1


Intip novel bestie ku ini yuk!



__ADS_2