
Gua itu cukup panjang. Butuh beberapa menit untuk sampai ke ujungnya. Gojo yang berada paling depan, terkejut melihat apa yang ada di hadapan. Sebuah istana yang besar dan megah dengan gaya Yunani dihiasi banyak pilar di depannya. Ya, mereka telah masuk ke lingkungan istana.
Mereka tengah berhadapan dengan banyak pengawal istana. Jumlahnya ratusan berdiri hingga ke samping istana. Ternyata mereka telah dinanti kedatangannya. Di hadapan mereka di depan istana, telah berdiri sang pemilik istana, Lord Z. Ia tersenyum lebar menuruni anak tangga mendatangi mereka.
Di atas sana ada Yumi yang tangannya terikat ke belakang dengan dijaga 2 orang pengawal. Ia diberi pakaian yang sangat indah bak seorang putri. Ken yang telah lama tak bertemu sahabatnya itu, kini menatap gadis itu yang tak berubah sejak terakhir kali mereka bertemu. Bahkan terlihat lebih cantik dengan gaun berwarna pink yang dipakainya saat itu.
Ya, di tempat itu waktu sepertinya berjalan sangat lambat. Ken yang kembali dilihat gadis itu, telah berubah menjadi pria dewasa yang sangat jauh berbeda dari pemuda yang pernah dilihatnya. Padahal bagi Yumi, mungkin baru sebulan mereka tak bertemu, betapa ia terkejut melihat Ken yang sekarang.
Mira pun menatap Yumi dengan penuh kerinduan. Ia tak pernah lupa bagaimana gadis itu sangat baik padanya. Gadis itu seperti kakak yang selalu mengurusnya ketika masih kecil, tapi ada sedikit api cemburu ketika Ken menatap ke arah gadis yang terikat di depan istana itu, lama. Baru kali ini api kecemburuan membuat Mira tak berdaya.
"Ha ha ha, akhirnya kalian datang juga," sahut Lord Z bertepuk tangan. "Apa kau tahu, aku tak sabar menanti hari ini, Ken." Pria itu telah mencapai anak tangga paling bawah, dan kini berjalan ke arah pria itu. Barisan pengawal memberinya jalan lebih lebar dengan barisan yang rapi.
"Apa kau telah memikirkan baik-baik tawaranku? Jangan menolaknya karena fatal akibatnya untukmu. Sehebat apapun dirimu, akan kalah olehku yang punya banyak tentara. Lihat, betapa besar bala tentaraku.
Kau akan kubuat jadi orang nomor satu di bumi bila kau menyetujui permintaanku. Kau pun boleh menikah dengan Yumi kalau kau mau. Aku akan menyelenggarakan pesta besar di sini hanya untukmu," ucapnya dengan senyum lebar, tapi sedetik kemudian wajahnya berubah menyeramkan.
"Tapi kalau kau menolak tawaranku, aku akan menangkap kalian semua dan menikahi Yumi untuk jadi istriku!"
Rombongan Ken terkejut mendengar pernyataan pria dengan cat wajah menyeramkan itu. Bahkan Yumi yang berada di depan istana. Kenapa pria menyeramkan itu ingin menikahiku?
"Dan jawabanku tetap sama Lord Z. Aku takkan bertekuk lutut untuk kejahatan manapun! Semua makhluk punya hak untuk hidup dan aku ingin hidup damai dengan siapapun. Siapa saja yang berani menentang pendapatku ini harus berhadapan langsung denganku, Lord Z!" tegas Ken dengan wajah garang.
__ADS_1
Teman-teman pria Jepang itu terkejut melihat keseriusannya. Tak pernah sekali pun mereka melihat wajah pria lugu dan lemah lembut itu menjadi segarang singa lapar. Ia didewasakan oleh pengalaman.
Lord Z tersenyum sinis. Terlihat sekali ia kecewa. "Baik, kalau itu permintaanmu. Aku akan mengabulkannya, tapi ingat jangan menyesal. Keputusanmu hanya akan menjadi bumerang untuk dirimu sendiri ...." Setelah berkata seperti itu, ia mundur dan memberi tanda agar bala tentaranya menyerang mereka. "Tangkap mereka hidup atau mati!" teriaknya.
Bala tentara ramai bersiaga dengan senjata mereka masing-masing. Ada yang membawa tombak, pedang bahkan kapak.
Gojo mengeluarkan cemetinya dan Mira dengan pisau belatinya. Keduanya bersinergi dengan bergabung bersama.
"Gojo, lindungi Mira!" teriak Ken yang menghunus pedangnya.
"Awas saja, Gojo, jangan sampai adikku terluka!" teriak Ejiro yang ikut-ikutan menghunus pedang seperti pemimpin mereka.
Tinggal Lucille yang terkejut mendengar kata-kata Ejiro. Mereka ... bersaudara? Benarkah? Namun segera ia alihkan perhatiannya pada Lord Z yang berusaha masuk kembali ke dalam istana membawa Yumi. Ada tugas khusus yang harus ia lakukan. "Tolong bantu aku agar bisa mengejar Lord Z dan Yumi ke dalam istana!Aku takut pria itu akan kabur lagi dengan membawa Yumi entah ke mana!"
Ken melirik ke arah kakak Mira dan sepakat untuk membantu. "Baiklah."
Bunyi pedang mulai berdentingan. Suaranya mulai mengganggu pendengar. Seperti Mira dan Gojo, Ken dan Ejiro saling bahu membahu melawan para bala tentara itu, khususnya juga dengan membantu wanita itu bisa merangsek masuk ke dalam istana.
Dengan perlahan mereka menyerang tentara itu sambil bergerak ke arah istana. Lucille dengan sihirnya, mulai melempar sihir pada para tentara itu. "Shazam! Shazam!"
Tangannya bergerak-gerak ke berbagai arah mengenai siapa saja yang mencoba mendekatinya. Ada yang tangannya kram, kaku bahkan membeku membuat Ejiro dan Ken dengan mudah menyerang mereka.
__ADS_1
Ejiro terkejut dan baru menyadari bahwa Lucille adalah penyihir, tapi itu makin membuat sang pria kagum pada wanita ini. Setelah mendekati istana, wanita itu langsung menaiki tangga mengejar Lord Z. Beberapa dari tentara itu ada yang mengejar Lucille, tapi kakak tiri Mira itu mengekor dan menumbangkan mereka.
Gaya berperang Ejiro dan Ken memang beda. Ken terkesan ragu-ragu. Ia biasanya melukai lawan tapi tidak sampai membunuhnya. Berbeda dengan kakak Mira itu yang mantan seorang samurai. Ia selalu menyerang dengan garang dan sadis hingga ke titik vital kehidupan. Paling tidak ia akan membuat cacat lawan bila tidak sampai membunuhnya.
Mira dan Gojo juga punya gaya sendiri dalam menumpas lawan. Mira yang bergerak lembut, terkadang bisa bergerak cepat dengan belati di kedua tangan. Gerakannya mengikuti tubuh lawan tapi sulit tersentuh. Apalagi ia meletakkan belati itu tersembunyi mengarah ke dalam tangan. Ketika lawan lengah ia menusuk di titik-titik vital seperti leher dan perut.
Gojo lain lagi. Ia mempermainkan lawan dengan cemetinya. Saat hendak ditusuk, ia akan coba menghindar, tapi saat lawan lengah ia mengambil pedang lawan dengan cemeti dan membunuhnya. Sesekali ia mencambuk lawan yang hampir mencelakai Mira agar mereka lengah dan gadis itu menguasainya. Ia bisa melakukan 2 tugas sekaligus, menusuk lawan dengan pedang dan mencambuk lawan yang akan menyerang Mira. Ia terlatih menggunakan 2 tangan.
Mereka cukup kelelahan dengan banyaknya tentara yang datang menyerang. Entah dari mana datangnya, sekumpulan tentara baru datang menyerang. Mereka adalah pasukan berkuda.
"Ini curang. Ternyata pasukan mereka banyak sekali!" sahut Ejiro yang mengusap dahinya dari darah lawan yang menyiprati wajah dan pakaiannya.
Begitu juga Ken, Gojo dan Mira. Pakaian mereka telah basah oleh darah lawan. Bahkan Ken sempat terluka di bahu, Mira di lengan dan Gojo di punggung. Ejiro bukan tidak terluka tapi ia sudah tidak bisa merasakan sakit akibat kelelahan membunuh begitu banyak tentara.
Entah, sampai kapan mereka akan bisa bertahan. Jika sampai di titik tertinggi lelahnya, mungkin mereka akan tumbang satu per satu.
________________________________________
Visual jalan masuk ke istana Lord Z
__ADS_1