Temukan Aku 1000 Tahun Lagi

Temukan Aku 1000 Tahun Lagi
Pria Misterius


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa ada di sini?" Pria Jepang itu benar-benar terperangah. Bagaimana bisa wanita itu mengikutinya ke manapun dia pergi? Berarti hebat sekali bola kristal yang dicuri dari Mira, karena bisa membawa wanita itu ke tempat yang tak nyata seperti ini.


"Tentunya tidak sulit, Ken, dengan adanya bola kristal itu. Aku bisa mengikutimu, ke manapun," ucap Lucille bangga.


"Tapi aku tidak membutuhkanmu di sini." Pria Jepang itu melirik Ejiro yang sedang mengagumi wanita berambut merah itu. Padahal kali ini ia berusaha tegas dan ia ingin kakak Mira melihatnya. Apa Ejiro benar-benar menyukainya? Tapi ....


Lucille merengut manja. "Kau butuh aku, Ken. Bawa aku bersamamu. Aku janji, aku akan melakukan tugasku dengan baik."


Mira sebenarnya sebal melihat tingkah laku wanita Perancis itu tapi ia tak boleh mencampuradukkan pekerjaan dengan masalah pribadi, karena itulah ia menahan perasaan dengan berusaha netral. Ia berusaha diam dan mendengarkan.


"Eh, maaf saja, tapi aku memang tidak membutuhkanmu. Jadi untuk apa aku membawamu?" Ken memang paling sulit, bukan hanya pada wanita tapi lebih pada menjaga perasaan orang yang ditolaknya.


"Kau pasti membutuhkanku, Ken, karena aku tahu tenagaku pasti dibutuhkan. Kau butuh banyak orang untuk menolongmu."


Pria itu terdiam. Ucapan wanita itu ada benarnya, karena saat dulu membawa lari Yumi terang-terangan di hadapannya, Lord Z sudah punya pasukan. Mungkin saja di sana penjahat itu punya lebih banyak pasukan dan ia butuh orang untuk menambah kekuatan.


Ia melirik teman-temannya yang lain, tapi sepertinya mereka menyerahkan pilihannya pada Ken. Sebentar kemudian pria itu memikirkan Mira.


Ini yang jadi kendala kedua. Ia tak mau, sebelum sampai di sana, keduanya bertengkar, Mira dan Lucille. Bukankah ini akan tambah memusingkan kepalanya lagi? "Eh, sepertinya aku memutuskan untuk tidak mengajakmu."


"Ken ...." Lucille merajuk manja.


"Maaf, aku sudah putuskan. Karena banyak pertimbangan yang sudah aku pikirkan."


Wanita itu terlihat kecewa. "Ken!"


"Aku ...."


"Ikutkan dia bersamamu!"


Semua orang menoleh ke belakang. Seorang pria dengan jaket hoodie(berpenutup kepala) keluar dari dalam hutan. Wajahnya tidak bisa dilihat karena ia sedikit menunduk dan memasukkan kepalanya dalam-dalam pada penutup kepala. Bayangan hutan yang gelap di belakang dengan membelakangi cahaya rembulan juga semakin menutupi wajah asli pria ini.

__ADS_1


"Kau ... siapa?" tanya Ken keheranan.


Pria itu makin menunduk kala pria Jepang itu berusaha melihat wajahnya. Ia kemudian mengeluarkan bola kristal dari dalam kantong jaketnya.


"Kamu ... apa kamu pencuri bola kristal yang ketiga itu ya?"


Tuduhan itu membuat pria itu kesal. "Ck! Aku ...." Sang pria kemudian berdehem sebentar. Ia memperbaiki suaranya. "Aku diutus ibumu untuk membawa bola kristal ini untukmu. Bola kristal ini yang akan membantumu menemukan istana Lord Z, tapi bola kristal ini tidak bisa bekerja sendirian. Ia membutuhkan bola kristal lain untuk menemukan jalan menuju tempat itu."


"Oh ... maaf. Aku tidak ... maaf." Ken jadi salah tingkah karena menuduh penolongnya. Ia melirik Lucille. Sia-sia saja ia mengusirnya karena ia memang membutuhkan wanita itu. Bola kristal yang satu lagi ada di tangan Lucille. Mau tidak mau ia harus memasukkan wanita itu dalam timnya walaupun terasa berat, karena tidak mungkin hanya meminta bola kristalnya saja pada wanita itu. Kalau itu dilakukan, wanita itu pasti melakukan hal licik lainnya yang akan mempersulit langkahnya.


Lucille tersenyum karena ada yang membelanya. "Terima kasih."


Gojo mengerut kening. Gerakan tubuh pria itu mengingatkannya pada seseorang, tapi ia tak yakin. Ia melirik Ken dengan ekor matanya dan sepertinya pria Jepang itu tak curiga.


"Ini terimalah!" Pria misterius itu memberikan bola kristal itu dengan menyodorkan tangannya. Ia sengaja begitu agar tetap dalam bayangan kegelapan. Ken terpaksa maju untuk mengambil bola itu. Setelah itu pria misterius itu pamit.


Sebelum pria itu sempat membalikkan tubuh, Gojo memanggilnya. "Eh, tunggu! Apa aku mengenalmu?"


Karena pria itu sudah dua kali disudutkan, Ken minta maaf. "Ah, maafkan teman kami, Gojo." Ia beralih pada pria Cina itu. "Gojo, jangan begitu. Itu tidak sopan namanya!" Ken mengingatkan.


"Tapi aku merasa ...."


"Gojo!"


Pria misterius itu menganggukkan kepalanya, dan kemudian pergi.


"Tapi dia sangat mirip denganmu Ken. Apa kamu tidak punya saudara, adik atau kakak?"


Kalimat itu terdengar oleh pria misterius itu yang membuat ia berhenti melangkah, tapi kemudian ia bergegas pergi.


"Ah, macam-macam saja kamu, Gojo. Aku 'kan anak tunggal." Namun tak ayal Ken melirik ke arah mana pria misterius itu pergi. Pria itu masuk kembali ke dalam hutan. Seandainya saja benar aku punya saudara kandung, ah, betapa menyenangkannya.

__ADS_1


Ken kini menatap bola kristal di tangan. Ia melirik Lucille yang segera mengerti harus berbuat apa. Wanita itu mengeluarkan bola kristalnya, dari dalam tas kecil yang dibawa, dan mendekatkan bola itu dengan bola kristal yang berada di tangan pria itu.


Seketika kedua bola kristal itu saling memberi energi, dengan adanya cahaya kilat yang ditujukan pada bola kristal di sampingnya. Tak lama kedua bola kristal bening itu memutih seperti terisi asap dan mengeluarkan cahaya kilat pada tanah lapang di depannya.


Samar, sesuatu berubah terlihat sedikit demi sedikit dan kemudian terlihat jelas. Di depan sana ada tanah gersang menuju sebuah bukit yang terbelah di tengahnya. Sebuah benda berbentuk cincin berwarna kemerahan berada di tengah-tengah inti bukit itu. Apakah itu jalan menuju markas Lord Z?


"Mungkin itu tempatnya. Ayo kita jalan ke sana!"


Semua kemudian mengikuti Ken. Hanya Ken dan Ejiro yang membawa pedang. Ejiro mengenakan pakaian kimono. Sepertinya pakaian itu cocok baginya saat beraksi. Itu mengingatkan pria Jepang itu bahwa ilmu bela dirinya dari Sensei Odagiri masih terkunci.


"Ejiro, bukankah kau bisa mengembalikan kembali ilmu bela diriku yang hilang?" tanya Ken pada kakak Mira. Ia berharap bisa mendapat kekuatan penuh saat melawan Lord Z.


"Aku bilang bisa bukan berarti aku yang melakukannya. Dibutuhkan ahli tusuk jarum untuk menyembuhkannya, tapi kau punya kekuatan lain untuk melawan musuhmu itu 'kan?"


"Eh, iya ...." Pria Jepang itu terdengar kecewa. "Aku pikir kau bisa."


"Aku tidak bisa. Hanya ahli ilmu silat yang bisa melakukannya. Kalau tidak menemukannya, kau harus pergi ke ahli akupuntur."


Ken terpaksa dengan kekuatan seadanya, mendatangi markas musuh. Ia berharap bisa membebaskan Yumi, walau tak tahu apa ia sanggup. Ia belum melihat kekuatan musuh.


Selama di perjalanan walau tak banyak bicara, terlihat sekali Lucille berusaha mendekati pria idamannya tapi pria itu sering mengacuhkan wanita itu. Belum lagi Ejiro yang sering menggoda Lucille. Gojo hanya melihat saja bersama Mira.


Setelah sampai di tempat yang berbentuk cincin merah itu, Ken dan Lucille kembali mengeluarkan bola kristal mereka.


Setelah didekatkan, bola itu kembali mengeluarkan kilat cahaya. Kilat cahaya itu mengarah ke lingkaran berbentuk cincin berwarna merah. Perlahan lingkaran berwarna merah itu meleleh dan terlihatlah sebuah lubang mirip gua yang berukuran sangat besar. Mereka kemudian satu per satu masuk ke dalamnya.


__________________________________________



Visual pria misterius

__ADS_1


__ADS_2