Temukan Aku 1000 Tahun Lagi

Temukan Aku 1000 Tahun Lagi
Rahasia Cerita Yang Berikutnya


__ADS_3

Ken teringat sesuatu. Diluruskan tangan kanannya seraya berucap tegas. "Keluarlah!" Seketika itu juga keluar satu per satu serigala dari tangan pria itu. Serigala itu tampak kelaparan. Mereka terus keluar hingga menjadi segerombolan besar yang kini menatap ke arah Ken menunggu perintah. "Serang kuda-kuda itu dan pasukannya!"


Mendengar itu, serigala itu dengan buasnya menyerang kuda-kuda yang sedang membawa tentara. Melihat serigala saja, kuda itu sudah ketakutan apalagi didatangi. Dengan serta merta kuda-kuda itu berdiri memekik ketakutan agar bisa menjatuhkan penunggangnya. Tentu saja para pengendara kuda itu memegang erat-erat tali kekangnya agar tak jatuh.


Ada pula beberapa kuda-kuda yang lebih dulu berlarian kocar-kacir sambil membawa penumpangnya. Para tentara yang mengendarai kuda yang menggila itu tidak bisa mengendalikan kuda mereka.


"Hei, berhenti!"


"Ah, ada apa ini!"


"Hei, hei!"


Kuda yang lambat menghindar akan langsung diserang serigala. Taringnya yang mengeluarkan liur menggigit kaki kuda-kuda itu tanpa ampun. Beberapa dari bala tentara ikut membantu tentara pengendara kuda untuk mengusir serigala itu. Bahkan pengendara kuda itu pun ikut direpotkan mengusir dan menyerang serigala yang menyerang kuda mereka dengan senjata di tangan.


Pergerakan bala tentara dan tentara berkuda menjadi kacau akibat adanya gerombolan serigala itu dan hal ini mempermudah para manusia setengah dewa itu untuk mengalahkan mereka. Dengan cepat Ken dan teman-teman menguasai keadaan.


Namun, bagaimana dengan usaha Lucille yang telah memasuki istana Lord Z? Ia telah berhasil mengejar mereka. Lord Z mendatangi sebuah ruangan dan mengambil sesuatu. Ia mengambil sebuah bola kristal.


"Kau ... kau juga memiliki bola kristal itu?"


Lord Z terkejut mengetahui wanita itu mengikuti mereka masuk ke dalam kamarnya.


"Tunggu dulu ... bukankah Ken bilang, bola kristal itu dicuri? Jadi, kau pencurinya?" ucap Lucille yang tak sadar bicara padahal ia mencurinya juga dari Mira.


"Untuk apa kau mau tahu urusanku?" Pria yang wajahnya dilukis menyeramkan itu mendekap bola itu erat-erat. "Pengawal, tangkap penyusup ini!"


Karena hanya ada 2 orang pengawal yang sedang mengawal Yumi, keduanya berusaha untuk menangkap Lucille. Lord Z mencoba membawa lari gadis itu.


"Tolong ... lepaskan aku, tolong!" teriak Yumi di ruangan itu. Lord Z membawanya dengan paksa keluar ruangan.


Lucille dengan keahliannya, melempar sihir pada kedua pengawal itu. "Shazam! Shazam!" Kedua pengawal itu tangannya tiba-tiba saja menjadi kaku.

__ADS_1


"Ah, ada apa denganku?"


"Aku juga."


Dalam keadaan seperti itu, wanita itu merebut tombak dan membunuh keduanya dengan tombak mereka sendiri tepat di dada. Saat itu juga kedua pengawal itu jatuh ke lantai dan menggelepar kesakitan.


Pria berwajah seram itu melihat apa yang terjadi, dan segera mempercepat langkahnya membawa lari Yumi. Namun, wanita itu terus mengejarnya. Karena tak ada pengawal lagi di dalam istana itu, pria itu terpaksa berhenti ketika wanita itu dapat mendahuluinya.


Ia terpaksa melawan Lucille. Dikeluarkannya bola kristal itu dan ia mencoba menyerang wanita itu dengan bola kristal di tangan. Bola itu memutih dan mengeluarkan cahaya kilat yang menyerang wanita itu. Yang Lord Z tidak tahu, Lucille juga punya bola kristal yang sama sehingga, cahaya kilat itu tidak melukainya sedikit pun.


Pria itu terkejut dan tubuhnya bergetar. "Ba-bagaimana caranya kamu bisa tidak terluka oleh bola kristal ini?"


"Karena aku juga mempunyai bola kristal yang sama, karena itu bola itu tidak melukaiku tapi malah melindungiku." Wanita itu mengeluarkan dari tasnya sebuah bola kristal yang sama persis seperti yang dimiliki sang pria.


Lord Z tentu saja ketakutan. Ia mengeluarkan sebuah belati dari pinggangnya dan meletakkannya pada leher Yumi. Tentu saja gadis itu ketakutan.


"Aku bisa membunuhnya sekarang juga kalau kau tak berhenti menakut-nakutiku!" ancam pria itu, tapi terlihat sekali kalau Lord Z juga tengah ketakutan.


"Oh, begitu." Lucille mengeluarkan sarung tangan dari kulit dan memakainya.


"Untuk memastikan, tidak ada yang tahu cerita berikutnya," ujar wanita itu yang terlihat angkuh dan sedingin es.


"A-apa maksudmu?"


Tiba-tiba wanita itu memutar tubuh dengan cepat dan kemudian kakinya ikut berputar seiring ia menendang tangan Lord Z yang sedang memegang belati. Belati itu terlempar dan jatuh tak jauh dari Yumi.


Lord Z membungkuk dan berusaha berebut belati itu dengan Lucille. Sang wanita sengaja mengalah dan pada saat pria itu lengah, ia menendang kaki pria itu sehingga pria itu jatuh terlentang. Dengan mudahnya Lucille meraih tangan Lord Z yang masih menggenggam belati itu, dengan menusukkan benda itu ke tubuh pria itu tepat di jantungnya. Lord Z tertusuk belati yang ia pegangnya sendiri.


"Agh ...." Pria itu menggelepar dengan sedikit mengeluarkan darah kental dari mulutnya.


"Kau ... tidak sebesar omonganmu. Kau bukan siapa-siapa tanpa pengawal dan bola kristal itu. Kau bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakan bola kristal itu dengan benar. Ken sungguh bodoh, dia telah benar-benar tertipu oleh orang sepertimu," ujar wanita berambut merah itu dengan sinisnya.

__ADS_1


Wanita itu menyaksikan bagaimana pria itu sekarat lalu meninggal. Ia kemudian menoleh pada Yumi.


"Kak, tolong lepaskan ikatanku, Kak," pinta gadis itu dengan sopan.


"Mmh," ucap Lucille dingin. Ia beranjak berdiri dan meraih belati yang menancap di dada Lord Z. Ia lalu membersihkannya dengan jari yang telah diberi sarung tangan. Dengan belati itu ia memotong tali ikatan Yumi.


"Ah, terima kasih, Kak." Gadis itu mengurut pergelangan tangannya yang sempat terikat.


Wanita itu masih belum melepas pandangan dari Yumi dan gadis itu juga merasakannya.


"Ada apa, Kak?"


"Tolong kau pegang belati ini." Lucille memberikan belati yang dipegangnya pada Yumi.


Gadis itu menurut.


"Bukan begitu cara pegangnya." Lucille merubah arah mata pisaunya ke arah dalam.


"Kenapa begini?" tanya Yumi heran.


"Karena ini untuk membuatmu terlihat mati oleh Lord Z." Seketika wanita itu menghujamkan belati itu di dada Yumi.


Yumi yang hendak berteriak, didorong dengan kasar ke dinding lalu dibekap mulutnya agar tidak bisa mengeluarkan suara. Hanya air mata yang keluar saat menatap wanita itu.


"Mungkin kau bertanya-tanya mengapa?" ucap Lucille pada gadis itu dengan wajah datar. "Karena Ken hanya boleh menikah dengan satu orang dalam hidupnya yaitu aku, dan kamu tidak beruntung karena tidak menyadarinya."


Mata gadis itu meredup dan kemudian bola matanya kehilangan cahaya. Wanita itu melepas tubuh gadis itu yang begitu saja jatuh di lantai. Gadis itu sudah tak bergerak lagi.


Dengan cepat ia melepas sarung tangannya dan dimasukkan ke dalam tas. Ia kemudian mencari bola kristal itu di tubuh pria itu.


----------+++---------

__ADS_1


"Yumi ...." Ken syok melihat gadis itu tergeletak di lantai berlumuran darah. Ia berlari-lari mendekat dan melihat gadis itu sudah tak bernyawa. "Yumi ...." Pria itu jatuh terduduk di antara kedua lututnya. Ia tak tahu harus berbuat apa.


Susah payah ia berjuang tiap hari agar kuat, agar mampu menyelamatkan nyawa gadis itu tapi takdir berkata lain. Sia-sia saja usahanya selama ini karena tak ada lagi kata yang bisa diucapkan. Gadis itu sudah pergi. Ia tidak bisa bicara lagi. Setetes air mata Ken tak mampu bertahan hingga jatuh melewati pipi. "Yumi ...."


__ADS_2