The Sweetest Feeling

The Sweetest Feeling
Rumah Impian


__ADS_3

💖


💖


"Ya buat saja, memangnya kenapa?" jawab Satria.


Mereka berkumpul setelah makan malam dan Daryl segera saja mengutarakan niatnya soal pembangunan rumah.


"Memangnya boleh?" Sang putra meyakinkan.


"Ya boleh, masa tidak boleh? Mama lebih setuju kalian membangun rumah di sini dari pada pindah ke luar." Sofia pun menyahut, dan dia saling pandang dengan suaminya.


Daryl terdiam sebentar.


"Bagaimana dengan kalian? Apakah setuju?" Lalu dia beralih kepada saudara-saudaranya yang malam itu hadir. Ini bahkan pertama kalinya Darren dan Kirana ikut berkumpul.


"Kakak tidak ada masalah, bangun saja. Karena mungkin sebaiknya ada salah satu dari kita yang tetap tinggal di sini. Ya walaupun sebenarnya rumah ini cukup besar untuk kalian, tapi punya rumah sendiri juga lebih baik kan?" Dygta menyahut. Sebagai kakak pertama dia sangat menyetujui sikap adiknya yang satu itu.


"Kak Dim?" Kemudian Daryl beralih kepada Dimitri.


"Seperti yang dikatakan Kak Dygta, memang harus ada salah satu di antara kita yang tetap tinggal, dan aku rasa memang bagianmu untuk tetap di sini. Jadi aku setuju-setuju saja." Pria itu pun menjawab dengan hal yang sama.


"Darren?"


"Ya buat saja, no problem. Kalau memang Nania juga betah di sini maka seharusnya tidak ada masalah, bukan?" jawab sang adik dan itu melegakan semuanya.


"Baiklah kalau kalian setuju. Maka aku hanya akan melakukannya saja kan?"


Mereka mengangguk hampir bersamaan.


"Lalu bagaimana dengan rumah yang sudah aku beli? Kami bahkan sudah pernah mencobanya … mm … maksudku melihatnya kemarin." Daryl memikirkan tentang rumah yang pembayarannya sudah dia selesaikan seminggu yang lalu.


"Ya jual lagi saja apa susahnya?" jawab Dimitri. "Atau disewakan saja, kan pasti banyak yang butuh rumah untuk sementara. Apalagi sekarang musimnya orang bergaya. Kau akan dapat keuntungan nanti." 


Daryl terdiam lagi.


"Menurutku, sewakan saja ke production house. Sekarang musim sinetron bertema jet set, pasti rumahmu cocok dengan itu." Daren menambahkan.


"Dijual lagi atau disewakan?" Daryl meminta pendapat kepada Nania.


"Mungkin disewakan lebih bagus." Perempuan itu menjawab.


"Tidak usah dijual lagi?"


"Nggak usah, sayang." Nania tertawa.


"Baiklah kalau begitu."


"Apa tidak sebaiknya kalian bangun ulang rumah bermain saja untuk dijadikan rumah? Anak-anak sekarang sudah tidak main di sana, kan? Dari pada hanya jadi tempat Anya menyimpan peliharaannya." Sofia berbicara lagi.


"Bagaimana? Mau di dekat hutan atau rumah bermain?" Daryl bertanya lagi kepada Nania."


"Di mana aja sama." Nania menjawab.


"Ya sudah, kita rombak saja rumah bermainnya. Tapi pekerjaan Mama bagaimana?" Kemudian dia beralih kepada ibunya.

__ADS_1


"Tinggal pindah ke sini apa susahnya? Banyak ruangan yang bisa Mama gunakan, bukan?"


"Baiklah."


"Oke, jadi semua masalah selesai sekarang. Tinggal perencanaannya saja mau dibangun kapan dan bagaimana. Soal itu kalian bisa berunding dengan Arfan akan membuat rumah yang seperti apa." Satria menyudahi perundingan pada malam itu.


"Ya, kalau soal itu nanti dibicarakan lagi."


***


"Nanti boleh nggak sih aku bikin gambar rumahnya kayak yang aku mau? Bentuknya gimana dan ada apa aja?" Mereka sudah bersiap untuk tidur.


"Memangnya kamu bisa?" Daryl membenahi bantal sebelum dia merebahkan kepalanya.


"Kalau cuma gambar bisa."


"Baik. Tadinya aku mau bicara dengan Om Arfan soal itu. Dia selalu punya ide yang bagus soal bangunan." Lalu Daryl menarik selimut dan dia sudah menarik Nania ke dekatnya.


"Aku juga bisa."


"Baik, terserah padamu."


"Jangan terlalu besar ya? Apa lagi ada kolam renangnya." Namun Nania terus berbicara.


"Mau yang bagaimana? Kalau soal kolam renang kan di sini sudah ada." Tangan Daryl merayap ke belakang dan dia masih menemukan jika perempuan itu masih mengenakan pembalutnya.


"Pokoknya nanti aku bikin aja." ujar Nania.


"Hmm baik." 


"Masih ada sedikit lagi." Lalu dia menahan tangan suaminya yang berada di belakang dan menyadari apa yang sedang dia cari tahu.


"Nanti kalau udah selesai juga nggak pakai ini kan?"


"Hmm …. Baiklah kalau begitu " Daryl mulai memejamkan mata.


"Daddy?"


"Hmm?"


"Nanti kalau rumah itu banyak jendelanya boleh?" Perempuan itu kembali berbicara.


"Boleh."


"Ada taman bunganya boleh nggak?"


"Bukannya di belakang memang sudah ada taman bunga ya?" Kedua alisnya tampak bertautan 


"Nanti mau aku tambahin biar lebih bagus.."


"Baiklah, oke." jawab Daryl.


"Sekalian ada green housenya boleh?" ucap Nania lagi, dan kini otaknya sedang berimajinasi soal bagaimana dia menginginkan rumah impiannya dan apa saja yang dia inginkan untuk tempat tinggalnya itu. 


"Green house untuk apa?" Daryl dengan suaranya yang mulai memelan. Dia sudah sangat mengantuk namun masih berusaha menjawab pertanyaan istrinya.

__ADS_1


"Nanam kaktus sama succulent?"


Tiba-tiba pria itu membuka mata.


"Kaktus?" ulangnya.


Nania menganggukkan kepala, dan suaminya itu menatap sebentar 


"Tidak boleh." jawabnya kemudian.


"Kenapa?"


"Aku tidak suka kaktus."


"Succulent?"


"Sama saja."


"Beda tahu?"


"Tetap saja aku nggak suka."


"Kenapa nggak suka? Kan lucu-lucu."


"Lucu kepalamu!" Pria itu membalikkan tubuhnya ke arah lain dam berusaha mengingat banyak hal.


"Apaan sih?"


"Kalau isinya kamu tanami bunga mawar atau sejenisnya, akan aku buatkan green house yang besar di samping rumah. Tapi kalau untuk kaktus lebih baik tidak saja." katanya, dan dia melipat kedua tangannya di dada.


"Ada apa sama kaktus? Masa masih marah gara-gara waktu itu aku mampir-mampir?" Nania penasaran karena begitu banyak hal yang Daryl tak suka tapi dia tak tahu alasannya.


Suaminya tak menyahut.


"Daddy?" Nania mencondongkan tubuhnya untuk melihat pria itu yang ternyata masih terjaga.


"Tidur, Malyshka!" ucapnya kemudian, dan dia tampak tak suka untuk membicarakannya.


Nania tertegun sebentar. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk tidur juga. Dan dia merapatkan dirinya kepada Daryl, sementara pria itu berusaha untuk tidak terpengaruh.


Huh, masa aku harus bilang kalau hubungan s*x pertamaku dilakukan dengan anak pemilik toko kaktus? Bisa kacau dunia perbungaan. Daryl membatin, dan dia sempat teringat sekilas pada gadis itu, yang ditemuinya pada festival musim dingin ketika dirinya baru memasuki masa kuliah.


💖


💖


💖


Bersambung ...


Udah hari vote gaess, kuy dikirim sekarang biar rangkingnya naik terus. Jangan lupa like komen dan hadiahnya juga ya? Biar popnya semakin melejit.


Atau kalian bisa bantu author untuk nge share link cerita ini di komunitas kalian biar makin banyak orang yamg baca.


Alopyu sekebon😘😘

__ADS_1


Daddy yg tiba-tiba gugup😂



__ADS_2