The Sweetest Feeling

The Sweetest Feeling
Mau Ketemu Baby?


__ADS_3

💖


💖


"Ini yakin udah semua?" Nania bertanya sekali lagi sebelum dia menutup koper.


Semua hal yang dibutuhkan Daryl termasuk pakaian dan produk perawatannya sudah berada di dalam sana.


"Aku rasa ya." Sedangkan pria itu berada di sofa, fokus pada ponselnya.


"Lihat dulu, takutnya ada yang lupa. Nanti kamu marah-marah lagi!" Sementara Nania masih berada di tempatnya dengan koper dan beberapa pakaian yang berserakan.


"Hmm …." Daryl menjeda game lalu meletakkan ponsel di sofa, kemudian dia memalingkan perhatian.


"Ya sudah."


"Baiklah." Dan Nania hampir saja menutup benda itu sebelum akhirnya Daryl menghentikannya.


"Wait wait wait!"


"Nah kan?" Nania pun mengurungkan niatnya.


"Kamu tidak memasukkan minyak telon dan yang lainnya?" Daryl menatap ke dalam koper yang hampir penuh.


"Apa?"


"All the baby care? Kamu nggak memasukkannya ke dalam sana?" Pria itu memperjelas maksudnya.


"Kan kamu mau ke konferensi? Masa mau pakai baby care?" Sementara Nania menatap tak percaya.


"Tidak apa-apa jika aku tidak memakainya?"


"Ya nggak apa-apa. Lagian kamunya jauh dan aku nggak akan nyium bau parfum yang bikin mual itu kan?"


"But …."


"Lagian nanti masa pas konferensi tiba-tiba ada bau bayi? Kan konyol. Ahahaha." Perempuan itu tertawa.


Namun Daryl terdiam. Dia merasa seperti ada yang hilang? Hampir selama dua bulan ini dirinya terbiasa menggunakan semua produk perawatan bayi bahkan ketika bekerja. Dan dia mulai tak malu-malu untuk menggunakannya di depan umum karena semua orang sudah tahu bahwa sebentar lagi dirinya akan menjadi ayah.


"Udah ya, aku tutup nih." ucap Nania yang kemudian merapatkan resleting pada benda itu.


"Tunggu! Setidaknya masukkan minyak telonnya saja, agar jika tidur di malam hari aku bisa menggunakannya." Pria itu meraih botol minyak telon kemudia menjejalkannya ke dalam koper.


"Cuma tiga hari, Dadd." Nania tertawa sambil menutup mulut dengan tangannya.


"Tiga hari itu lama, Malyshka." Dia menjawab. "Dan aku akan meninggalkanmu di sini. Rasanya aku nggak bisa." Pria itu menggeser koper kemudian duduk di lantai berlapis karpet di mana Nania berada.


"Terus kenapa kamu pergi?"


"Karena harus mewakili Fia's Secret. Perkembangannya sangat bagus sehingga jadi salah satu bisnis yang paling mencolok dan mendapatkan keistimewaan untuk menjadi anggota kehormatan." Mereka duduk berhadapan.


"Wow! Beneran?"


"Ya, bukankah itu bagus?"


Nania menganggukkan kepala.


"Belum lagi Fia's Secret House dimasukkan ke dalam kategori trendsetter fashion tahun ini, padahal baru buka dua bulan."

__ADS_1


"Nah loh? Semuanya naik?"


"Yeah, makanya."


"Apa ini ada hubungannya sama Nikolai Grup?"


"Secara tidak langsung mungkin iya, tapi ini memang karena kerja keras kita. Nama Nikolai Grup hanya membantu dari segi koneksi saja sehingga lebih mudah."


"Ooo iya iya iya." Perempuan itu mengangguk-angguk.


"Ugh! Andai saja aku bisa membawamu ke sana, sudah pasti aku tidak akan berpikir lagi." Pria itu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Kenapa nggak bisa? Nggak boleh emang?"


"Sebenarnya bebas." Daryl menjawab.


"Lah terus? Aku harusnya bisa ikut dong? Kan boleh. Mau beresin baju ahh!!" Perempuan itu hampir saja bangkit.


"No, you can't!" Namun Daryl menahannya.


"Kenapa? Kamu bilang bisa."


"Masalahnya …."


"Oh aku tahu."


"Apa?"


"Sengaja nggak bawa aku biar kamu bebas ya?" Nania menyipitkan mata.


"Apa maksudmu?"


Daryl menjengit.


"Paling acaranya dari pagi sampai siang atau sore doang, terus malamnya istirahat?"


"Mungkin." gumam pria itu.


"Ini pasti ada yang mau kamu lakukan di sana?" ujar perempuan itu dengan raut curiga.


"Tidak, bukan begitu!"


"Terus kenapa? Kan kamu bilang bebas?"


"Masalahnya Darren sendiri, kan kasihan kalau dia tahu aku membawamu? Nanti cemburu." Daryl tertawa.


"Dih? Ya tinggal bawa aja Kak Kirana apa susahnya?"


"Masalahnya kandungan Kirana sudah masuk delapan bulan, jadi agak susah kalau dibawa pergi jauh. Lagipula dia sedang menyiapkan pembukaan klinik kecantikannya di FSH." terang Daryl.


"Duh, ibu hamil yang satu itu sibuk amat ya? Aku cuma sekolah sama ke rumah baca?"


"Sama saja sibuknya. Malah yang kamu pikirkan lebih banyak." Pria itu sedikit menyindir.


"Hehe …." Dan Nania hanya tertawa ketika dia mengerti maksud suaminya.


Dia menggeser koper ke pinggir kemudian membereskan kekacauan yang dibuatnya, sehingga lantai berkarpet bulu itu kembali rapi seperti sebelumnya.


"And now, are you gonna let me …." Daryl menggantung kata-katanya ketika Nania menoleh, lalu dia menyunggingkan senyum penuh arti.

__ADS_1


Perempuan itu menatapnya untuk beberapa saat kemudian mendekat.


"Apa? Sebelum pergi mau ketemu baby dulu?" katanya.


"Ahahah, kamu pintar." Dan Daryl menyambutnya ketika Nania naik ke pangkuannya.


"Tapi jangan keras-keras ya? Kasihan babynya kena guncangan." 


Daryl mengangguk, kemudian mereka tertawa.


Dan keduanya segera bercumbu begitu bibir mereka bertemu. Pagutan mesra berlangsung cukup lama dan dua orang itu segera terbawa suasana. Apalagi sentuhan-sentuhan nakal terjadi, membuat hasrat menanjak dengan cepatnya.


Daryl melepaskan pakaiannya begitu juga yang melekat di tubuh Nania sehingga kini mereka sama-sama telanjang. Dan segera saja, pria itu melahap bulatan indah di depan matanya.


Nania menggigit bibirnya kuat-kuat dan dia menatap wajah suaminya yang tampak menikmati aktifitas itu. Napasnya mulai memburu dan perasaannya sudah tak karuan. Apalagi ketika tangan Daryl menyusuri seluruh tubuhnya.


Dia menyentuh pantatnya lalu merematnya dengan gerakan sensual, menghadirkan perasaan geli dan nikmat di saat yang bersamaan.


"Mm … Daddy!!" des*hnya kala semua rasa sudah benar-benar diluar kendali Nania. Dan pria itu melepaskan dadanya lalu kembali meraih bibir ranumnya.


Sejenak Daryl melepas cumbuan dan mendorong Nania agar perempuan itu turun dari pangkuannya, lalu mereka pindah ke tempat tidur. Selanjutnya, pertautan indah itu terjadi perlahan-lahan.


Daryl membenamkan miliknya yang benar-benar menegang pada Nania yang memang sudah siap. 


Pria itu memegangi pinggulnya dengan erat sehingga hentakan terjadi dengan begitu intens dan mereka benar-benar tenggelam dalam hasrat yang bergelora.


"Ah, Daddy!!" erangan Nania cukup keras kala pria itu menekan senjatanya dalam-dalam. Dan meski dia melakukannya pelan-pelan namun hal tersebut malah membuatnya merasa tidak sabar.


Daryl membenamkan wajahnya di belahan dada Nania sementara kedua tangannya mempermainkan dua benda itu, sehingga si empunya menggeliat-geliat tak karuan. 


Des*han dan erangan terus mengudara dan keduanya menjadi semakin tidak terkendali. Nania bahkan terus meracau dan meminta agar suaminya untuk melakukannya lebih keras.


Daryl bangkit dan menatap wajahnya yang terlihat sensual, dan suara des*hannya terdengar indah membuatnya semakin bersemangat untuk menghentak.


Jika saja perempuan itu tidak dalam keadaan mengandung, maka sudah bisa dipastikan percintaan ini akan berlangsung sangat gila.


Daryl kemudian kembali menunduk dengan sebelah tangan bertumpu pada tempat tidur, sementara tangan lainnya tetap menyentuh Nania.


Dia menyentuh wajahnya, meremat rambutnya, menyusuri leher jenjangnya yang sudah berkeringat, lalu kembali mempermainkan dadanya yang semakin menggoda. Sementara bagian bawah tubuhnya terus menghentak.


"Aahhh!" Nania menekuk kedua kaki ketika dia merasakan sensasi gila di pangkal pahanya, dan pusat tubuhnya terus berdenyut semakin kencang seiring hentakan Daryl yang semakin cepat.


"Oh … lebih cepat, Daddy!" racaunya dengan napas yang menderu-deru dan dia mengerjap-ngerjapkan mata. Kedua tangannya memeluk tubuh kekar di atas dengan erat saat perasaannya terus berkobar.


Wajahnya memerah dan keringat terus menetes di dahi karena dia berusaha bertahan selama mungkin, menunggu suaminya agar mereka mencapai pelepasan bersama.


Dan Daryl pun melakukan hal yang sama. Namun denyutan di bawah membuatnya merasa frustasi, dan dia segera kehilangan kendali. Sehingga setelah beberapa saat pria itu menyerah dan melepaskan semuanya.


"Aaahhhh!" Dan Nania mengerang keras ketika klim*ks juga dia dapatkan.


💖


💖


💖


Bersambung ...


Lagi Dadd? 😆😆

__ADS_1


__ADS_2