
💖
💖
"Malyshka!" Daryl memanggil saat Nania masih berada di ruang ganti.
"Hmm …." Terdengar perempuan itu menggumam sebagai jawaban.
"Kamu sedang apa sih di sana lama sekali? Masa malam-malam begini dandan?" Daryl terdengar terkekeh.
"Nggak."
"Tidak perlu berdandan kamu sudah cantik."Â
"Sebentar. Tadi sore Mama ngasih aku baju lho, mau aku tunjukin sama kamu." Nania berputar-putar di depan cermin untuk memastikan jika dia pantas mengenakan pakaian pemberian mertuanya.
"Baju apa?"
"Baju tidur."
"Baju tidur?" Daryl membeo.
"Iya, baju tidur."
"Ck! Padahal tidak usah pakai baju tidur juga tidak apa-apa, kan aku jadi lebih mudah menyentuhmu? Lagi pula percuma toh kamu tidak memakai apa-apa selain kaus oblong kan?" Pria itu tertawa mengingat istrinya yang tidak pernah mengenakan apa pun selain kausnya untuk tidur sejak mereka menikah.
"Tapi ini bagus, tahu. Kalau Anya bilang it's cute, Om Der!" Nania menirukan suara keponakannya yang memang terdengar lucu.
"Yeah, right. How cute?" Daryl bersandar pada kepala ranjang dengan pandangannya yang menerawang langit-langit kamar mereka, seolah di sana dia dapat melihat sesuatu.
"This cute. Mama kamu itu designer yang handal kayaknya. Pantes punya kantor majalah sama produk pakaian sendiri." Nania muncul di ambang pintu dengan mengenakan gaun kekurangan bahan yang terlihat sangat tipis dan lembut.
"Tapi kok kayaknya ketipisan banget ya? Nggak salah ini Mama bikinnya yang kayak gini?" Dia berdiri di sana dan tanpa malu-malu menunjukkan pakaian yang membalut tubuh telanjangnya.
"Eee …." Daryl terhenyak seketika.
"Kata Mama nggak usah pakai daleman juga nggak apa-apa. Orang aku tidur emang nggak pernah pakai itu kan ya? Ahahaha." Dengan polosnya dia tertawa.
"Sebentar, ada lagi kok." Lalu dia kembali ke dalam dan dalam hitungan menit keluar dengan pakaian yang lain.
Kali ini dia mengenakan gaun tipis berwarna nude dengan renda tembus pandang di bagian dada yang menopang ***********.Â
"Pas kemarin aku bilang warna kainnya bagus Mama langsung beli kan. Nggak ngerti deh gimana cara belanjanya, semua yang aku bilang bagus Mama beli. Katanya cuma buat sampel, tapi belinya banyak amat?"
Jakun Daryl tampak naik turun dan dia berusaha menelan ludahnya dengan susah payah. Napasnya bahkan sudah berhembus tak karuan.
"Terus ada satu lagi, Dadd." Lalu dia kembali dan menggantinya dengan yang lain.
"Yang ini mungkin agak berlebihan. Masa aku tidur pakai beginian?" Nania tertawa namun menyembunyikan tubuhnya di balik pintu.
"Show me." Suara Daryl terdengar serak dan dadanya berdebar keras.
"Tapi jangan ketawa ya? Aku rasa Mama agak nakal dalam hal ini." Nania memperingatkan.
"Hmm …." Dan Daryl hanya menggumam karena otaknya sedang memvisualisasikan kata nakal itu sendiri.
Lalu perempuan itu keluar dengan malu-malu dan wajahnya sedikit tersipu seraya berjalan mendekat ke tempat tidur, sementara suaminya membeku di sana dengan otaknya yang mulai terasa kosong.
Sepasang paka*an dal*m berwarna putih yang super tipis dan menggoda menempel di tubuh Nania yang kini sedikit lebih berisi.
Bagian bra nya yang merupakan renda ditopang kain kecil yang menyambungkan antara satu dengan lainnya. Yang sebenarnya tidak menutupi apa-apa selain hanya menyangga dada perempuan itu sehingga terlihat lebih menantang dengan puncaknya yang mencuat menggemaskan. Membuat hati Daryl meronta-ronta ingin menyentuhnya.
Sementara segitiga mini di bawah pun tak jauh berbeda, yang hanya menutupi ar*a sens*tifnya saja. Dia bahkan bisa mengintip apa yang dibaliknya dengan cukup jelas.
"Kalau yang beginian dipakai sehari-hari nggak bisa ya? Aku suka." Nania membelakangi cermin namun kepalanya menoleh sehingga dia dapat melihat tubuh bagian belakangnya yang aduhai.
Uuhh, aku seksi juga ternyata. Batinnya bergumam.
"Daddy, aku bagus pakai beginian?" Lalu dengan segala keluguannya dia bertanya kepada Daryl.
__ADS_1
"Ba-bagus." Pria itu menjawab.
"Apa aku cute?" tanya nya lagi.
"Uh'um." Daryl mengangguk dan dia pun bangkit.
"Aku ngerasa seksi pakai ini. Kayak model-model yang kamu liatin fotonya itu." Nania mengacak rambutnya sendiri sampai berantakan.
Daryl kemudian turun dari tempat tidur lalu menghampirinya.
"Yes you are." katanya, yang segera menyentuhnya ketika jarak mereka sudah dekat.
"Mm …."
"Model itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu." Daryl meremat bokongnya sehingga Nania memekik dan tubuhnya menengang.Â
Jelas sekali jika pria itu sudah sangat gemas kepadanya, dan Nania yakin malam ini akan berlangsung panas.
Oh, apa aku bisa menghadapinya ya? Kayaknya ini nggak akan sebentar. Batinnya yang melihat mata pria itu yang sudah berkabut.
"Kamu suka bajunya?" Nania mencoba mengalihkan perhatian Daryl karena pria itu sedikit terlihat menakutkan sekarang ini.
Pandangannya seperti singa lapar dan dirinya menjadi mangsa yang sesuai.
"You look naughty." Pria itu menyudutkannya hingga bokong Nania membentur meja rias, namun kedua tangannya segera mencengkram pinggang rampingnya.
"Ng … nggak cocok ya?" Belum apa-apa tapi dadanya sudah berdebar tak karuan.
Daryl terus merapatkan diri sehingga tubuh mereka menempel erat. Dan hawa panas segera menguar begitu saja.
"I like it." bisiknya di telinga Nania yang membuat tubuh perempuan itu merinding.
Dan tanpa jeda lagi pria itu segera meraih bibirnya yang ranum menggoda. Nania menyambutnya dengan hangat sehingga mereka saling memagut untuk beberapa saat.
Daryl berhenti sebentar lalu dia menatap perempuan itu. Kedua tangannya membingkai wajah Nania kemudian melanjutkan cumbuannya yang kini lebih liar dari sebelumnya.
Nania menggigit bibirnya kuat-kuat ketika ciuman Daryl pindah ke belakang telinga, sementara kedua tangannya mulai merayap di leher kemudian turun ke dada. Meremat lembut apa yang ada di balik bra dan mempermainkan puncaknya yang telah mencuat.
"Mm …." Keningnya menjengit dan napasnya mulai menderu.
Apalagi ketika tangan pria itu mengusap perutnya dan terus merayap ke bawah. Sengatan hebat mulai menyebar ke segala arah dan membuat tubuhnya menegang.
"Oh, Daddy." des*h Nania seraya membuka kakinya lebar-lebar kala sentuhan suaminya semakin menjadi di bawah sana.
Kepalanya terdongak ke atas dengan mata yang kembali terpejam erat. Hasratnya sudah membumbung tinggi dan pria itu pun tidak mungkin bisa dihentikan.
"Do you like it, hum?" bisik Daryl dengan suara rendahnya, dan dia menatap wajah perempuan itu yang sudah bersemu merah.
Gairah sudah membakarnya dan dia menyukai ekspresinya.
"Do you like it?" bisiknya lagi tepat di telinga Nania yang kembali membuat tubuh perempuan itu merinding.
Dia mengangguk sambil mengulum bibirnya dengan keras dengan maksud untuk menahan des*han. Namun gagal, permainan tangan Daryl dibawah sana membuatnya kalang kabut juga.
"Aahh ….!"
Pria itu melepaskan pakaiannya sendiri, lalu menurunkan Nania dari meja rias dan membalikkannya sehingga mereka sama-sama bisa menatap cermin.Â
Kemudian kedua tangannya merayap menyentuh b*ah d*danya dari belakang sambil mencium leher Nania tanpa melepaskan pandangan dari pantulan diri mereka.
"So beautifull." katanya seraya menaikkan bra sehingga dia dapat menyentuh benda kenyal itu tanpa penghalang. Terasa lembut dan menyenangkan dan membuatnya tak bisa berhenti menyentuhnya.
Nania mengerjap-ngerjap dengan napas yang kian menderu. Tubuhnya sudah menginginkan lebih tapi Daryl tak kunjung menerjangnya, dan yang pria itu lakukan hanya bermain-main dengan hasratnya.
"Open it!" katanya, yang membimbing tangan Nania untuk melepaskan ikatan di pinggulnya, dan dia menurut.
Pria itu mengusap bokongnya, lalu mengangkat sebelah kaki Nania dan meletakkannya di meja sehingga dia dapat mengakses pusat tubuhnya dengan leluasa.
"Daddy!!" Perempuan itu mulai meracau saat dua jari Daryl menelusup ke dalam dan bermain-main di sana.
__ADS_1
"Mmm …." Nania mati-matian menahan hasrat yang kian menanjak seiring sentuhan Daryl di bawah sana dan rasanya dia sudah tak tahan lagi.
"Daddyy!! Mmmhhh …."
"What?" Bibir pria itu kembali menempel di telinganya, dengan sebelah tangan meremat-remat dadanya, sementara tangan yang lain bermain di bawah.
"Ummm … Aku … Aahh …." des*hannha semakin mengeras dan Nania mulai merengek tak karuan ketika pria itu terus saja mempermainkan perasaannya.
"Hmmm … Daddy!!"
"Yes Baby? You want me?"
Nania menganggukkan kepala.
"Apa yang kamu mau?"
Napas Nania semakin menderu dan dia tak lagi mampu menahan diri.
"Umm …."
"Apa yang kamu mau?" tanya Daryl lagi dengan seringaian yang muncul di wajahnya. Dia menikmati saat ini yang membuat gairahnya semakin menanjak melihat perempuan itu yang sudah tersiksa.
"Apa yang kamu mau, hum?" Dia berbisik lagi, dan seketika tangan Nania merayap ke belakang.Â
Dia menemukan senjatanya yang sudah sangat mengeras dan segera menggenggamnya dengan erat.
"You want this?"
Nania mengerjap-ngerjap dengan mulut terbuka ketika Daryl mempercepat gerakan tangannya.
"Hum?" Dan pria itu kembali mengecupi belakang telinga hingga ke lehernya.
"You want this?" tanya nya lagi, dan kali ini dia benar-benar membuat Nania frustasi sehingga dia mengangguk dengan cepat.
Pria itu terkekeh.
"Oke then." Kemudian dia melepaskan tangannya dari Nania dan mendorong punggung perempuan itu sedikit, dan di saat yang bersamaan dia membenamkan miliknya dari belakang.
"Ugh!!" Tubuh Nania sedikit mengejang kemudian bergetar ketika pria itu mulai menghentak.
Malu-malu dia melirik pantulan mereka di cermin namun rasanya menantang juga. Menatap tubuh mereka yang sudah bertautan dan menikmati ekspresi suaminya yang luar biasa.
"Look, you so beautifull." Daryl meracau sambil menciumi tengkuknya sementara kedua tangan kembali meremat-remat dada Nania.
Pinggulnya terus menghentak dan semakin lama menjadi semakin cepat saja.
"Uuhhh, Daddyy!!" Dan rengekan Nania pun menjadi semakin keras.
Des*han dan erangan semakin lirih dan geraman rendah Daryl menambah suasana menjadi lebih erotis. Keduanya benar-benar dikuasai hasrat yang menggila.
Daryl semakin tak terkendali. Tanganya terus menyentuh tubuh Nania dan dia bahkan menekan kakinya yang bertumpu di meja sehingga membuat hujamannya lebih dalam dan lebih gila.
"Aaahhh!" Nania sedikit menjerit saat merasakan pelepasan hampir tiba, membuat Daryl semakin mempercepat hentakannya.
"Oohh, Daddy!!!" Dia terus meneriakan namanya hingga akhirnya pria itu menekan habis kem*luannya saat klim*ks menghantam mereka hampir bersamaan.
"Aaarrgggghhhh!!!" Daryl membenamkan wajah di tengkuk perempuan itu dan tanpa sadar dia menggigitnya dengan keras.
💖
💖
💖
Bersambung ....
Mm ... Anu, masih pagi Pak?🙃
Mandi doloooo🛀🛀🛀🛀
__ADS_1