
π
π
Tiga hari kemudian β¦
Ketukan di pintu menginterupsi perhatian Daryl dari laptopnya sejenak.
"Ya?" Pria itu beranjak lalu membukanya sedikit.
"Kolam air panasnya sudah siap, Pak." Grigori berdiri di depan pintu.
"Oh iya, aku lupa." Daryl menepuk kepalanya sendiri ketika dia ingat sesuatu.
"Semua pegawai sudah pergi begitu semua pekerjaan selesai. Dan saya ada di depan kalau Bapak membutuhkan?" ucap Grigori lagi.
"Baik, terima kasih." Daryl menutup pintu setelah kepala pelayannya itu pergi, lalu dia kembali ke laptopnya.
"Yang?" Nania memanggil dari balik pintu ruang ganti.
"Yang?" panggilnya lagi kepada Daryl.
"Hmm β¦." Dan pria itu menyahut dengan gumanan tanpa memalingkan perhatian dari laptopnya sama sekali.
"Kamu tahu, koper aku yang kita bawa dari pesawat kemarin?" Nania masih berbicara dari dalam ruangan itu.
"Ya, kenapa?" Dan Daryl masih fokus pada laptopnya. Memeriksa laporan dari Dinna dan melihat perkembangan saham miliknya di Nikolai Grup.
"Kok ada bikini ya? Kita kan nggak ke pantai?" ucap Nania dan dia terdengar tertawa.
"Bikini?" Daryl mengerutkan dahi sebentar.
"Iya, bikini. Lagian ya, kan aku nggak bisa renang masa disediain bikini sih? Mana bentuknya aneh juga." Perempuan itu tertawa lagi.
"Aneh?" Daryl menoleh dan Nania tampak menyembulkan kepalanya lewat celah pintu ruang ganti tersebut.
"Iya. Kamu emang nggak ngasih tahu sama orang yang nyediain ini untuk masukin size aku ya? Kok kecil amat?"
"Ohh, itu β¦ sepertinya bukan bikini, hehe." Pria itu baru ingat apa yang dimintanya kepada Dinna.
"Hah? Bukan?" Nania menatap paka*an dal*am yang sedang dia coba.
"Yeah, it's a β¦."
"Pantesan aneh banget? Udah ketat transparan lagi? Gimana coba kalau aku pakai renang di pantai? Ya emang sih aku nggak suka pantai dan nggak bisa renang juga. Apalagi sekarang musim dingin kan? Tapi gimana kalau iya? Masa renang pakai yang kaya gini?"
"Umm β¦ do you β¦ like it?" Pria itu bertanya.
"Nggak tahu, tapi masa daleman setipis ini? Emang sekarang orang-orang pakainya yang beginian ya?" ucap Nania lagi, dan dia masih berada di dalam sana.
"Coba aku lihat?" Daryl mematikan laptop kemudian mengalihkan perhatian pada pintu ruang ganti.
"Nggak ah malu." Nania terkikik geli.
"Kenapa malu?"
"Lagi aku cobain soalnya."
"Apa?"
"Iya, barusan aku cari daleman di lemari nggak ketemu. Pas cari di koper nemunya ini? Tapi aku jadi aneh, masa kelihatan semua?" Nania dengan segala keplosannya.
"Just β¦ let me see it!" ucap Daryl lagi dengan dada yang berdebar kencang.
"Umm β¦." Nania ragu, tapi akhirnya dia membuka pintu ruang ganti lebar-lebar, dan terpampang lah apa yang dia kenakan.
Sepasang pak*ian dal*m berwarna merah muda dengan kain super tipis dan transparan.
"Masa daleman kayak gini?" Nania tertawa lagi sambil berputar-putar di ambang pintu menunjukkan tubuhnya yang terlihat telanjang bagi Daryl.
Dada ranum yang puncaknya mencuat dibalik bra transparan, juga segitiga mini yang hanya menutupi ar*a sens*tifnya. Yang hanya memiliki tali kecil meingkar di pinggulnya.
__ADS_1
"Kayaknya ini bukan daleman ya? Mungkin yang disebut ling β¦ linger β¦ lingerie?" Dia berbalik dan memperlihatkan bagian belakang tubuhnya yang mulus tanpa cela. Bokongnya bahkan kini sedikit lebih besar dari sebelumnya.
Pria itu tentu saja kalang kabut dibuatnya. Jakunnya naik turun dengan cepat saat dia merasa kesulitan sekedar untuk menelan ludahnya sendiri.
"Emang beginian bisa dipakai renang? Berasa telanjang deh kalau iya?" Nania tertawa lagi.
"No!! Itu bukan untuk renang." Daryl turun dari sofa.
"Terus untuk apa?"
"Bisa juga dipakai tidur."
"Tidur?" Nania menjengit.
"Ya, tidur." Daryl mendekati perempuan itu.
"Masa tidur cuma pakai beginian? Kalau kamu sih iya aku ngerti biar cuma koloran doang?"
"Umm β¦."
"Aneh banget, aku kan paling nggak pakai kaos doang biar nggak pakai daleman juga? Hahaha."Β
Daryl terus menatapnya dari atas ke bawah. Perempuan ini meski tubuhnya tak se ideal para model, atau tak se proporsional gadis-gadis yang pernah dia kencani, tapi memiliki sisi lain yang membuatnya selalu terpesona.
Tingginya yang hanya sebatas dada dengan tubuhnya yang kecil tidak mengurangi kecantikannya yang semakin hari semakin memancar saja.Β
"Actualy, kamu tidak perlu memakai apapun kalau mau tidur. Percuma juga kan nanti aku lepaskan." Dia terkekeh pelan.
"Hmm β¦." Nania sedikit mencebik.
"Itu sih maunya kamu." Lalu dia memutar bola matanya.
"Ya memangnya kenapa? Memang bagusnya seperti itu kan? Tidak apa-apa kalau sudah menikah." Daryl pun menjawab seraya melipat tangannya di dada.
"Ah, alesan." Nania kembali ke dalam.
"Hey, mau ke mana?"
"Ya jangan dipakai kalau ada mereka. Itu khusus kalau tidur denganku saja."
"Oh ya udah." Lalu Nania kembali.
"Apa?"
"Kita tidur." Perempuan itu mendorong Daryl ke arah tempat tidur.Β
"Umm β¦ okay, mumpung belum terlalu malam juga kan, jadi kita bisa lama-lama β¦." Namun Daryl tertegun setelahnya ketika Nania buru-buru masuk ke dalam selimut tebalnya.
"Dingin tahu kalau cuma pakai ini doang?" Dia menggulung dirinya sendiri dengan benda tersebut.
"But i wanna do something before." Daryl kemudian melepaskan pakaiannya hingga hanya tersisa boxer saja.
"Duh, aku salah ya? Pakai baju yang bener aja kamu naf*u apalagi cuma pakai beginian?" ucap Nania, sekenanya. Namun Daryl hanya tertawa.
Lalu pria itu masuk ke ruang ganti dan kembali dalam sekejap dengan dua bathrobe di tangannya. Yang salah satunya dia kenakan sendiri, sementara yang lainnya dia sodorkan kepada Nania.
"Apaan?"
"Pakai ini, lalu kita ke bawah." Pria itu berujar.
"Mau ngapain?"
"Pakai saja." Lalu Daryl menjatuhkan bathrobe tersebut di depan Nania.
"Malyshka!!!"
"Eee β¦ iya iya, aku pakai." Lalu dia pun segera mengenakannya.
***
"Kamu nggak mungkin ajak aku renang malam-malam begini kan? Udah tahu juga aku takut air? Mau maksa lagi?" Belum apa-apa Nania sudah merasakan kedua lututnya lemas karena kini mereka sudah ada di area belakang di mana kolam renang berada.
__ADS_1
"Bukan. Memangnya aku ini gila apa mau mengajakmu renang di suhu beku seperti ini? Kita bisa mati kedinginan." Daryl menjawab.
"Terus kita ke sini mau apa?" Perempuan itu mengikuti langkah Daryl sambil berpegangan pada bagian belakang bathrobenya.
Lalu mereka berhenti di dekat sebuah kolam yang lebih kecil, di mana asap mengepul dari dalam airnya yang beriak-riak bergelombang.
"Kamu tahu apa yang menyenangkan untuk dilakukan di musim dingin seperti ini?" Daryl melepaskan bathrobenya hingga terjatuh di pinggir kolam.
"Apaan?"
"Berendam di air panas." Pria itu kemudian masuk ke dalam jaquzi yang terlihat bergelembung efek dari saluran yang mengeluarkan air hangat itu.
"Dingin tahu?"
"No. It's warm." Daryl duduk di tempatnya kemudian membasuhkan air hangat itu ke kepala dan wajahnya.
Nania terdiam menatap kolam itu lekat-lekat.
"Come, it feels good." Dia menyentakkan kepalanya namun Nania masih terdiamΒ
"Ini seperti bathtub di kamar mandi tapi bedanya ini ada di luar."Β
Nania masih terdiam.
"Ini aman, kamu tidak akan tenggelam. Hanya ada aku β¦ dan Eragon." Pria itu tersenyum lebarΒ
"Hadeh." Nania memutar bola matanya.
"So come!" ucap Daryl lagi sambil mengulurkan tangannya.
Perempuan itu menatap sekitar kolam yang temaram. Hanya lampu kecil yang menerangi area itu, bahkan sebagiannya gelap gulita.
"Disini aman, tidak ada seorangpun yang melihat. Bahkan cctv pun dimatikan seandainya kita melakukan sesuatu." Daryl tertawa.
"Melakukan sesuatu?"
"No, i'm just kidding. But if you want it i'll do it with my pleasure."
"Nggak ah β¦." Nania hampir saja pergi.
"Tidak tidak tidak! Aku hanya bercanda." Pria itu tertawa.
"Serius, aku hanya ingin berendam. Ayolah, kamu akan menyukainya." katanya lagi.
"Beneran?" Nania memicingkan mata.
"Iya."
"Nanti kamu ngapa-ngapain lagi?"
"Tidak akan, aku janji."
Lalu Nania terdiam lagi.
"Malyshka, come!" bujuk pria itu lagi.
Dan akhirnya Nania pun melepaskan bathrobenya meski ragu-ragu karena malu. Dia segera masuk ke dalam kolam kecil itu dan duduk di samping suaminya.
π
π
π
Bersambung ...
Hayooo siapa yang otaknya udah traveling duluan baca awalnya??πππ
Keramas dulu sana tujuh kali biar bersih!!ππ
aku orangnya santai lho gaess, masih mau ngetik part manis dulu sebelum konfliknya yang pasti muncul. Tapi asal kalian kuat aja. Jangan ngambek terus kabur gegara tokohnya kena masalah ππ
__ADS_1