
Geraldyn mengerjapkan matanya sembari memegangi kepalanya yang terasa begitu berat. Dengan sedikit meringis, dia bangkit dari posisi berbaringnya. Kepalanya masih terasa berdenyut-denyut, dan perutnya juga rasanya seperti diaduk-aduk. Sejurus kemudian Geraldyn tertegun. Tempatnya terbangun pagi ini bukanlah kamarnya.
Gadis itu menautkan kedua alisnya dan memperhatikan sekelilingnya. Seketika mata Geraldyn melebar dengan perasaan tidak enak yang mulai menyusup ke dalam hatinya. Melihat interior kamar tempatnya berada sekarang, tampak sangat jelas jika saat ini dia sedang berada dimana.
Geraldyn menelan salivanya dengan agak kesusahan. Tiba-tiba tubuhnya jadi sedikit bergetar. Tempatnya berada saat ini adalah tempat yang seringkali digunakan seseorang untuk melakukan cinta satu malam. Sebuah kamar Hotel!
Secara impulsif Geraldyn melihat kearah bawah selimut yang menutupi tubuhnya.
"Tidaaakkk!!!" Jeritan histeris lolos begitu saja lolos dari mulut gadis itu. Wajahnya terlihat panik dengan nafas yang tampak memburu.
"Apa yang sudah aku lakukan semalam? Bagaimana aku bisa tidak mengenakan apapun? Dimana pakaianku?" Geraldyn bertanya pada dirinya sendiri dengan sangat panik dan ketakutan.
Dengan perasaan yang tak menentu, Geraldyn berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Seingatnya, setelah pergi bersama Jonathan menghadiri jamuan makan malam di rumah utama keluarga Brylee, Jonathan tampak dalam suasana hati yang sangat buruk hingga lelaki itu memaksa Geraldyn untuk menemaninya minum di sebuah bar. Saat itu Geraldyn sangat kesal karena Jonathan yang tak kunjung membawanya pulang, ditambah lagi dengan kelakuan Jonathan yang tiba-tiba menciumnya.
Dan yang terakhir diingat Geraldyn adalah saat dia menenggak habis minuman keras yang dianggapnya sebagai es teh manis. Setelah itu, Geraldyn tidak bisa mengingat apa-apa lagi.
Mungkinkah dia mabuk dan Jonathan membawanya ke hotel?
Sekali lagi Geraldyn mengintip ke bawah selimut yang menutupi tubuh polosnya. Dia menjerit histeris untuk kesekian kalinya. Jika saat ini dia terbangun dengan tubuh yang tak mengenakan apapun, mungkinah semalam dia dan Jonathan melakukan 'itu'? Bukankah seingatnya lelaki itu juga mabuk? Jadi sangat masuk akal jika mereka berdua tanpa sadar melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan karena berada dibawah pengaruh alkohol.
"Ahhh, tidak, tidak, tidakkkk!!!!" Geraldyn menjerit lagi dengan histeris.
"Kenapa aku malah tidur dengan lelaki brengsek itu?" Geraldyn bergumam dengan nada putus asa.
Sejurus kemudian, dia agak tertegun saat melihat sebuah paper bag besar yang terletak di atas nakas. Dengan penuh tanda tanya, Geraldyn beringsut dari tempat tidur sambil membalut tubuh polosnya dengan selimut. Tampak di dalamnya satu set pakaian baru lengkap dengan pakaian dalamnya juga. Semua ukuran pakaian tersebut adalah ukuran Geraldyn, tentu itu artinya pakaian itu ditujukan untuk dirinya. Dan di bawah paper bag itu Geraldyn menemukan secarik kertas yang terdapat sebuat catatan.
Pakai sendiri!
Geraldyn membeku dengan perasaan yang sulit dilukiskan.
Jonathankah yang memberikan pakaian ini beserta catatannya? Apa maksudnya dengan tulisan 'pakai sendiri'? Apa itu maksudnya benar-benar dia yang menanggalkan pakaian Geraldyn semalam? Jadi, mereka berdua memang benar-benar sudah....?
"Aaahhhh....!!!" Geraldyn memukul-mukul kepalanya dengan marah dan frustasi.
__ADS_1
"Bodoh, bodoh, bodoh! Kenapa jadi aku sendiri yang menjadi korban? Harusnya dia yang aku kerjai. Kenapa bisa jadi begini?" Gadis itu meracau dengan sangat emosional.
Puas memaki-maki dirinya sendiri, Geraldyn merasa lelah dan kehabisan tenaga. Dia menangis dengan tertahan. Tapi sejurus kemudian, dia mulai merasa-rasai tubuh bagian bawahnya. Tangisnya pun seketika berhenti. Dia kembali tertegun sembari berpikir.
"Tapi kata orang, kalau baru pertama kali melakukan itu, rasanya sangat sakit, kan? Bahkan setelahnya juga masih terasa sakit. Tapi punyaku sama sekali tidak terasa sakit." Geraldyn bergumam pada dirinya sendiri.
Gadis itu mengambil paper bag yang diperiksanya tadi, lalu membawanya kedalam kamar mandi.
Disana dia juga mengamati tubuhnya melalui cermin wastafel. Sama sekali tidak ada bekas cumbuan di leher ataupun dadanya. Sekali lagi Geraldyn pun dipaksa untuk berpikir.
Jika memang semalam tak terjadi apa-apa, lalu kenapa Jonathan membawanya ke hotel dan melucuti semua pakaiannya? Geraldyn berpikir dengan sangat keras untuk mencari jawabannya. Dan sejurus kemudian matanya membeliak dengan sangat lebar.
"Mungkinkah lelaki berengsek itu mengambil fotoku tanpa mengenakan pakaian?"
Astaga! Geraldyn membekap mulutnya sendiri yang ternganga dengan sangat lebar. Tiba-tiba amarah gadis itu kembali membuncah hingga nafasnya kembali memburu.
"Jonathan Hansen, aku benar-benar akan membunuhmu!!!"
☆☆☆
"Tuan, sebentar lagi meeting akan segera di mulai." Seorang perempuan muda yang tampaknya adalah seorang sekretaris mengingatkan Jonathan yang sedang termangu di kursi kebesarannya.
"Suruh mereka menunggu sepuluh menit lagi." Ujar Jonathan dengan nada tidak ingin dibantah.
"Baik, Tuan." Perempuan muda itu membungkuk hormat, lalu keluar dari ruangan itu.
Jonathan masing termangu di meja kerjanya dengan ekspresi wajah yang sulit dilukiskan. Ingatannya kembali terpatri pada kejadian semalam yang sangat ingin dilupakannya.
Semalam setelah mendapatkan muntahan dari Geraldyn, Jonathan sempat membersihkan dirinya di toilet, tapi tubuhnya masih terasa sangat menjijikan. Kemudian dia pun membawa Geraldyn ke sebuah hotel, karena dia ingin segera mandi dan membersihkan tubuhnya sebersih mungkin.
Flashback on
Setelah sampai di kamar hotel, Jonathan langsung mendorong dengan kesal tubuh lunglai Gerladyn ke tempat tidur, hingga gadis mabuk itu tertidur di sana. Sedangkan dia sendiri langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan membuangnya di tempat sampah yang ada di dalam kamar hotel, lalu segera mandi dan menyabuni seluruh tubuhnya berulangkali.
__ADS_1
Setelah dirasa tak ada bau menjijikan lagi dari tubuhnya, Jonathan menyelesaikan mandinya, lalu keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang.
"Oppa..." Suara Geraldyn kembali terdengar. Jonathan terkejut bukan main saat dilihatnya gadis mabuk itu sudah bangun dari tempat tidur dan tiba-tiba saja sudah memeluknya.
"Oppa." Geraldyn menenggelamkan wajahnya pada dada telanjang Jonathan.
"Manjauh dariku!" Jonathan mendorong Geraldyn hingga terlepas dari pelukannya.
"Oppa, mau peluk..." Dengan tidak tahu malunya Geraldyn kembali memeluk Jonathan.
"Kenapa Oppa berbulu seperti ini?" Gumam Geraldyn sambil mengusal wajahnya di dada Jonathan.
"Menjijikan! Kau bau muntahan!" Dengan kesal Jonathan menarik tubuh Geraldyn ke dalam kamar mandi. Diisinya air di dalam bathup, lalu dimasukkannya Geraldyn beserta pakaiannya kedalam sana. Jonathan juga menuangkan sabun cair sebanyak-banyaknya ke tubuh Geraldyn. Setelah gadis itu terbatuk karena tersedak busa sabun, barulah Jonathan menarik tubuh gadis itu kembali dan membilasnya di bawah shower.
Pakaian Geraldyn basah kuyup, mau tidak mau Jonathan melepaskan pakaian gadis itu dan membuangnya juga.
Jonathan mengeringkan tubuh polos Geraldyn dengan handuk, lalu menggendongnya keluar dari kamar mandi. Sekali lagi Jonathan menghempaskan tubuh gadis itu ke tempat tidur dengan kesal. Di balutnya tubuh polos Geraldyn dengan selimut hingga Geraldyn tertidur dengan sangat nyaman.
Tak lama kemudian, asisten Jonathan datang mengantarkan pakaian ganti untuk Jonathan, juga untuk Geraldyn.
Segera Jonathan mengenakan pakaiannya, dan dia berniat memakaikan pakaian Geraldyn juga, tapi langsung dia urungkan niatnya itu. Jonathan pun kembali meminta selembar kertas dan juga pena pada asistennya. Setelah menulis sebuah catatan untuk Geraldyn dan menyelipkannya di bawah paper bag pakaian ganti gadis itu, Jonathan pun langsung pergi dengan perasaan yang bercampur aduk.
Flashback off
Jonathan tertegun dengan ekspresi wajah tak terbaca, lalu membuang nafasnya dengan kasar.
"Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa, Nona. Jangan harap bisa lepas begitu saja dariku." Jonathan bergumam dengan sedikit menakutkan.
Tanpa sadar, ketertarikan Jonathan kini telah beralih.
Bersambung...
Tetep like, komen dan vote
__ADS_1
Happy reading❤❤❤