WITH YOU

WITH YOU
Sebuah Hutang


__ADS_3

Carissa mematung dengan sedikit membeliakkan matanya. Dari sekian banyak orang di dunia ini, lelaki di hadapannya ini adalah orang yang paling tidak ingin di temuinya. Tanpa sadar Carissa membuang nafas kasar sambil memutar bola matanya jengah. Sumpah demi apapun, Carissa benar-benar merasa kesal setiap kali melihat orang ini.


"Carissa..." Jonathan langsung tersenyum saat melihat Carissa. Lelaki itu langsung meninggalkan orang yang sebelumnya berbincang dengannya, lalu mendekat kearah Carissa dan Mr. Edd.


"Lama tidak bertemu, Carissa. Senang bisa melihatmu lagi." Jonathan menyapa Carissa dengan ramah, layaknya seorang teman lama.


Carissa menatap kearah Jonathan dengan tatapan curiga. Seulas senyuman kemudian tersungging di bibirnya, meski terlihat agak sinis.


"Senang bertemu denganmu juga, Jonathan. Aku bertanya-tanya siapa kiranya teman lama yang mau repot-repot menjadi sponsorku. Ternyata kamu." Jawab Carissa menanggapi. Bibirnya terus mengulas sebuah senyuman, tapi matanya justru menatap Jonathan dengan begitu tajam.


Jonathan ikut tersenyum. Matanya juga tak lepas menatap Carissa. Entah apa yang ada dalam pikiran lelaki ini.


"Saya sudah membawa teman lama Anda yang sangat ingin Anda temui, Tuan Jonathan. Tampaknya kalian perlu ruang untuk saling menyapa. Saya permisi dulu." Mr. Edd yang berada di samping Carissa tampak sedikit membungkukkan badannya pada Jonathan, di tanggapi dengan anggukan dari lelaki itu.


Mr. Edd pun pergi menjauh.


Carissa melihat kearah Mr. Edd sejenak, lalu kembali tersenyum sinis pada Jonathan. Bisa-bisanya lelaki brengsek yang sangat di bencinya ini mendekatinya lewat Mr. Edd dengan modus menjadi seorang sponsor.


"Mr. Edd sudah tidak ada, sudah tidak perlu berpura-pura lagi, Jonathan. Aku tidak merasa pernah berteman denganmu, jadi tidak usah mengatakan pada orang lain jika kita teman lama." Ujar Carissa dengan sarkas.


Jonathan tertawa mendengar kata-kata Carissa.


"Santai saja, Carissa. Tidak perlu terlalu keras seperti itu. Bukankah kita memang sempat dekat?" Tanya lelaki itu di sela tawanya.


Carissa kembali menatap Jonathan tajam, dan kali ini tanpa senyuman lagi di bibirnya.


"Apa maumu?" Tanya Carissa dengan nada tajam.


Jonathan memasang ekspresi seolah-olah tidak mengerti dengan pertanyaan Carissa barusan.


"Tidak usah berpura-pura lagi, Jonathan. Aku tegaskan padamu jika kita bukan teman dan juga tidak pernah dekat sedikitpun. Kenapa sekarang kamu tiba-tiba muncul sebagai sponsorku dan mengaku kita teman lama. Tidak usah bertele-tele. Aku tanya padamu sekali lagi, apa maumu?" Tanya Carissa lagi dengan nada lebih tajam dari sebelumnya.

__ADS_1


Jonathan kembali tersenyum.


"Aku tidak punya maksud apa-apa. Tidak ada salahnya mensponsori seseorang yang sangat berbakat seperti kamu. Aku merasa terhormat bisa ikut ambil bagian dalam proses kembalinya seorang Carissa Nugraha di dunia musik. Anggap saja sebagai tindakan iseng dari seseorang yang menyukai musik." Jawab Jonathan dengan santainya.


"Omong kosong!" Sergah Carissa dengan raut wajah tak bersahabat.


Senyum Jonathan seketika lenyap. Dia balik menatap Carissa dengan tatapan yang tak kalah tajam.


"Kenapa kamu begitu membenciku, Carissa? Apakah aku pernah menyakitimu di masa lalu? Bukankah kamulah yang sudah sangat mempermalukanku dengan membatalkan pertunangan kita secara sepihak?" Jonathan bertanya dengan nada yang tajam juga.


Carissa sedikit membeliakkan matanya.


"Aku selalu bertanya-tanya, kesalahan apa yang aku lakukan padamu? Kenapa kamu begitu muak melihatku seakan aku ini adalah kotoran yang menjijikan. Kamu telah begitu merendahkanku, Carissa. Tidak pernah ada sebelumnya perempuan yang berani melakukan hal ini padaku. Dan aku selalu bertanya-tanya, kenapa kamu sebenci itu padaku? Aku sangat ingin tahu jawabannya." Ujar Jonathan lagi.


Carissa tak langsung menjawab. Matanya masih menatap kearah Jonathan dengan tajam.


"Karena kamu adalah seorang penipu. Lelaki brengsek yang suka mempermainkan perempuan, tapi berlagak seperti seorang malaikat. Aku rasa itu lebih dari cukup di jadikan sebagai alasan untuk membencimu." Jawab Carissa kemudian.


"Kapan aku pernah menipumu?" Tanyanya dengan nada pahit.


Carissa terdiam dengan sedikit menautkan kedua alisnya.


"Aku tidak pernah sedikit pun menyangkal masa laluku. Saat aku datang pada kedua orang tuamu untuk meminta mereka menjodohkanmu denganku, aku juga sudah memberitahukan pada mereka tentang semua masa laluku. Entah atas dasar apa mereka tidak menceritakannya padamu, tapi yang jelas aku tidak pernah menipumu. Aku tidak pernah menyangkal semua hal buruk yang pernah aku lakukan di masa lalu, tapi itu semua aku lakukan sebelum aku bertemu denganmu."


Jonathan berhenti sejenak.


"Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku bertemu dengan seseorang yang membuatku ingin berubah menjadi lebih baik, tapi kamu justru sangat membenciku." Tambah Jonathan lagi dengan agak lirih.


"Lalu sekarang apa maumu? Apa kamu ingin membalas dendam padaku karena sudah mempermalukanmu?" Tanya Carissa lagi.


Jonathan kembali memandang kearah Carissa, kali ini dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Lalu dia tersenyum dengan penuh ironi.

__ADS_1


"Ternyata sejauh ini hanya hal buruk yang ada di pikiranmu tentangku." Ujar Jonathan dengan nada tak kalah ironi.


"Tidak bisakah kamu menganggapku seperti yang aku katakan pada bosmu, Carissa? Seorang teman lama yang ingin mendukungmu untuk membangun karirmu kembali."


Carissa bergeming dengan tatapan yang tak juga melembut.


"Apa kamu pikir aku seperti mangsa-mangsamu yang lain, Jonathan? Jika dengan mengatakan hal seperti ini kamu kira aku akan masuk ke dalam perangkapmu, kamu salah besar. Sampai kiamat pun kamu tidak akan berhasil." Jawab Carissa.


"Dan sepertinya aku paham sekarang kenapa kamu tiba-tiba datang mendekatiku seperti ini. Pasti karena aku satu-satunya perempuan yang tidak termakan rayuanmu, jadi membuatmu merasa sangat penasaran dan terus berusaha untuk menjeratku sampai sejauh ini. Bahkan saat aku sudah punya suami sekalipun." Tambah Carissa lagi.


Jonathan terdiam beberapa saat.


"Justru karena kamu memilih menikah dengan lelaki itu aku harus datang kembali padamu. Waktu itu aku mengira jika kamu dan dia benar-benar pasangan kekasih yang saling mencintai, jadi aku melepaskanmu begitu saja. Tapi kamu membohongiku, Carissa. Dia adalah lelaki asing yang kamu gunakan untuk lepas dari pertunangan kita. Kamulah yang telah menipu. Bukan hanya menipuku, tapi kamu juga menipu kedua orang tuamu dan semua orang."


Carissa membeku mendengar kata-kata Jonathan. Dia melebarkan matanya tanpa bisa berkata-kata.


"Dan lihatlah sekarang, kamu di sini seorang diri tanpa lelaki yang katanya sangat kamu cintai itu. Tentu saja aku tidak tahan untuk tidak datang padamu. Bagaimana pun kamu masih punya hutang padaku." Ujar Jonathan lagi.


Wajah Carissa terlihat mengeras dan semakin tak bersahabat.


"Kamu tidak berhak berkomentar apapun tentang kehidupan pribadiku, Jonathan. Dan aku tidak berhutang apapun padamu." Jawab Carissa.


"Kamu punya! Kamu berhutang sebuah penjelasan terhadap apa yang telah kamu lakukan padaku, Carissa. Dan sekarang aku datang untuk menagihnya!"


Bersambung...


Ibu2 komplek kesayangan emak othor, jgn su'uzhon dulu lah sama Jonathan. Sapa tahu dia itu sebenarnya baek...(sapa tahu loh, ya)😅


Tapi yg jelas emak ga akan menghadirkan satu tokoh tanpa sebuah alasan, kali aja dia itu jodohnya seseorang, ya kan, ya kannn???


ya udahlah, jgn lupa like, vote dan komennya aja.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2