WITH YOU

WITH YOU
Triple Date?


__ADS_3

Jonathan dan Geraldyn terkejut mendapati Evan dan Carissa menjadi tamu jamuan makan malam keluarga Brylee, begitu pun sebaliknya. Mereka sama-sama mematung dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.


"Carissa, ini adalah Tuan Jonathan Hansen, salah satu pengusaha muda yang berpengaruh saat ini. Perusahaan real estatenya baru-baru ini menandatangi kontrak kerja sama dengan Brylee Group. Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" Suara Ginna memecah keheningan empat orang itu.


"Ya."


"Tidak."


Jonathan dan Carissa menjawab bersamaan tapi dengan jawaban yang berbeda. Jika Carissa mengatakan tidak, Jonathan justru mengatakan sebaliknya, hingga membuat suasana jadi terasa agak canggung.


Ginna tertegun sejenak.


"Jadi siapa yang harus ku percaya?" Seloroh Ginna. Beliau berusaha menetralkan atmosfir tak enak karena kedua jawaban berbeda yang di dengarnya tadi.


Carissa agak membeliakkan matanya pada Jonathan seolah ingin memberikan sebuah ancaman, yang tentu saja tidak akan di takuti oleh Jonathan. Entah kenapa, Carissa agak tidak nyaman mengakui jika dia mengenal lelaki flamboyan di hadapannya ini pada Ginna. Apalagi sampai Ginna tahu jika Jonathan adalah mantan calon tunangannya.


"Nona Carissa mungkin tidak mengenal saya, Nyonya, tapi saya sebaliknya. Siapa yang tidak kenal dengan pianis berbakat seperti Carissa Nugraha." Jonathan mencairkan suasana. Lelaki itu tertawa dengan renyahnya pada Ginna.


Ginna mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Benar juga. Lebih dari dua tahun yang lalu nama Carissa benar-benar mendunia. Sayang sekali dia mengundurkan diri." Gumam Ginna menimpali.


Jonathan tersenyum kearah Ginna, lalu beralih pada Carissa. Tatapannya berubah menjadi sangat tajam meski senyumnya masih tersungging. Sorot mata lelaki itu seakan menyiratkan sebuah peringatan pada Carissa.


Evan yang melihat hal itu merasa agak terganggu. Digenggamnya tangan Carissa erat hingga istrinya itu melihat kearahnya. Keduanya saling melempar senyum dan saling merapat satu sama lain.


Meski terlihat tenang, dapat di lihat sorot tak suka dari mata Jonathan. Baginya, saat ini Carissa dan Evan tak lebih dari sekedar aktor dan aktris yang sedang memainkan peran. Bagaimana pun intimnya interaksi Evan dan Carissa, Jonathan tetap menganggap jika keduanya hanya sedang bersandiwara.


Aaron yang menyaksikan apa yang ada di hadapannya saat ini tampak tersenyum tipis. Agaknya ada sesuatu yang cukup rumit antara mitra bisnisnya dan teman masa kecilnya ini. Dia pun menjadi tergelitik untuk menggali sedikit informasi.


"Baiklah, karena Tuan Jonathan sudah datang, kita bisa langsung memulai makan malamnya." Ujar Aaron sambil mempersilahkan tamu-tamunya untuk menuju meja makan.


Mereka semua pun beranjak dan duduk di masing-masing kursi yang di sediakan. Dan entah kebetulan atau tidak, Jonathan dan Geraldyn berakhir dengan duduk di kursi yang persis berhadapan dengan Evan dan Carissa.


Meski sama-sama berusaha untuk setenang mungkin, aura aneh masih saja menguar dari keempat orang itu, terutama pada Evan dan Jonathan. Dua lelaki itu terlihat siap membunuh satu sama lain meski tampak tenang di permukaan. Disisi lain, Carissa tampak sesekali memandang kearah Geraldyn yang saat ini hadir sebagai pasangan Jonathan. Tatapannya jelas menyiratkan jika saat ini dia sedang meminta penjelasan pada manajernya itu. Carissa sangat penasaran kenapa Geraldyn tiba-tiba datang bersama Jonathan, bahkan menjadi pasangannya? Sejak kapan mereka menjadi dekat?

__ADS_1


Semakin lama, situasi terasa semakin ambigu. Jonathan dan Carissa yang katanya tidak saling mengenal, tampak seperti dua orang yang memiliki dendam masa lalu.


Tentu saja hal itu membuat Carlson dan Ginna agak bingung, begitu pula dengan Zaya. Hanya Aaron saja yang menganggap apa ada di hadapannya itu sesuatu yang menarik. Bahkan suami Zaya itu berharap akan ada sesuatu yang lebih menarik lagi setelah ini.


Makan malam pun di mulai. Para pelayan keluarga Brylee mulai menyajikan menu makanan pembuka, kemudian di lanjutkan dengan hidangan utama. Mereka semua menikmati hidangan yang di sajikan sambil sesekali di selingi pembicaraan tentang bisnis antara Jonathan dan Aaron. Sesekali Carlson dan Ginna juga menimpali.


Tak lama kemudian, makanan penutup pun di hidangkan. Para pelayan keluarga Brylee mulai menata beberapa desert di meja makan untuk di nikmati.


"Seingatku kau selalu menyingkirkan makanan manis dari menu harianmu, Carissa." Tiba-tiba Aaron berkomentar saat melihat Carissa menyantap beberapa makanan penutup dengan sangat lahap.


"Ah?" Carissa salah tingkah saat menyadari saat ini semua mata sedang tertuju kearahnya. Dia pun tersenyum meski dengan agak canggung.


"Carissa suka makanan manis sejak dia tidak mengalami ngidam lagi. Mungkin ini bagian dari pengaruh kehamilannya, karena sebelum hamil dia memang kurang suka makanan manis." Evan menjawab pertanyaan Aaron sembari membelai rambut Carissa.


Beberapa orang tidak menyadari ekspresi Jonathan saat melihat adegan itu, tapi Aaron melihatnya dengan jelas. Senyum tipis pun kembali tersungging di bibir Aaron.


"Anakmu perempuan." Gumam Aaron menanggapi.


"Hasil USGnya memang perempuan, tapi darimana kamu tahu?" Tanya Carissa.


Carissa agak mencebikkan bibirnya kearah Aaron, lalu dia beralih pada Zaya.


"Apa kamu dulu juga suka makanan manis saat hamil Zivanna?" Tanya Carissa kemudian pada Zaya.


"Tidak." Zaya menggeleng sambil tersenyum


"Aaron yang suka makanan manis saat aku hamil Zivanna." Jawab Zaya lagi.


Carissa agak menautkan alisnya.


"Selama aku hamil Zivanna, Aaron yang merasakan ngidam. Dia juga menyukai beberapa makanan yang sebelumnya tidak dia sukai, termasuk makanan manis." Zaya menambahkan sekali lagi.


"Jadi dia yang mengalami morning sickness?" Tanya Carissa lagi dengan penasaran dan agak bersemangat.


Zaya mengangguk.

__ADS_1


"Iya. Bahkan dia pernah sampai dilarikan ke rumah sakit karena pingsan setelah muntah-muntah." Jawab Zaya.


Carissa membeliakkan matanya selama beberapa saat. Tapi sejurus kemudian dia tergelak.


"Buahahahaha...." Carissa tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Dia terlihat begitu puas mendengar penderitaan yang Aaron rasakan.


"Kamu pantas mendapatkannya." Ujar Carissa pada Aaron sambil masih tertawa kecil.


"Aku mengalami sindrom simpatik selama Zaya hamil Zivanna. Tapi dokter bilang, hal itu terjadi karena aku sangat mencintai istriku ini dan ikatan bathin kami terlalu kuat." Ujar Aaron dengan bangganya. Lelaki ini sekarang memang selalu berlebihan jika itu menyangkut istrinya. Dia tak ragu menunjukkan pada semua orang jika saat ini dia adalah seorang suami yang tùnduk dan bertekuk lutut pada sang istri, seakan hal itu adalah sebuah kebanggaan.


"Benar ada yang seperti itu?" Carissa beralih bertanya pada Evan yang notabenenya juga seorang dokter.


Evan agak terkejut saat mendengar Carissa bertanya padanya.


"Ah, iya. Memang ada beberapa kasus yang seperti itu. Dan penyebabnya memang lebih kepada pengaruh psikologis. Karena terlalu memcintai pasangan salah satunya." Jawab Evan.


Aaron tersenyum senang mendengar jawaban Evan.


"Benarkah?" Tanya Carissa dengan nada agak berbeda. Entah kenapa dia merasa saat ini Evan mengatakan jika Aaron sangat mencintai Zaya, dan Evan tidak mencintainya sebesar itu.


Evan yang melihat ekspresi Carissa tampak langsung menyadari jika kata-katanya tadi bermakna lain bagi Carissa.


"Tapi stres juga bisa jadi pemicunya, bahkan riset mengatakan jika stres lebih besar kemungkinannya untuk memicu terjadinya sindrom simpatik selama kehamilan." Tambah Evan lagi.


Kali ini senyum Aaron menghilang dan terlihat sangat tidak setuju pada kata-kata Evan. Tapi kemudian dia kembali menangkap tatapan tak suka dari Jonathan saat melihat interaksi Carissa dan Evan.


Senyum Aaron kembali mengembang. Tampaknya akan semakin menarik jika setelah makan malam ini dia bisa menahan Jonathan dan Carissa lebih lama lagi, tapi bersama pasangan mereka masing-masing tentu saja.


Sangat bagus jika mereka melakulan hal menyenangkan setelah ini. Triple date, mungkin?


Bersambung...


Aaron jadi jahil ya, padahal aslinya cuek bebek. Mungkin dia mau balas dendam sama Carissa yang dulu suka gangguin dia😅


Okelah, emak dukung dulu, pengen liat juga gimana mereka triple date. Akankah ada pertumpahan darah?😈

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2