
Carissa menggeliatkan tubuhnya masih dengan mata terpejam. Di rasakannya ada seseorang yang kini juga sedang berbaring di sebelahnya, atau lebih tepatnya berbaring sambil memeluknya.
Perlahan Carissa membuka matanya. Tatapannya langsung bertemu dengan wajah seseorang yang yang kini masih terlelap dengan damai. Carissa tertegun untuk beberapa saat. Setiap lekuk wajah itu membuatnya begitu ingin mengulurkan tangannya dan menyentuhnya dengan lembut. Dan akhirnya Carissa benar-benar mengulurkan tangannya, menyusuri setiap bagian wajah dari sosok yang sedang tertidur itu menggunakan ujung jarinya.
Tanpa sadar senyum Carissa mengembang, bersamaan dengan mata Evan yang juga perlahan terbuka. Pandangan mereka bertemu beberapa saat, lalu Evan pun ikut tersenyum pada Carissa.
"Selamat pagi." Ujar Evan dengan suara parau khas bangun tidur.
"Selamat pagi." Jawab Carissa. Segera dia menarik tangannya dari wajah Evan dan berpaling kearah lain. Carissa merasa agak sedikit malu karena kedapatan sedang memandangi wajah suaminya itu.
Evan kembali tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Kalau kamu malu-malu begini, aku jadi ingat saat kita baru menikah dulu." Bisik Evan di telinga Carissa.
Tubuh Carissa seketika meremang dan matanya agak membeliak. Entah kenapa dadanya jadi bergemuruh seakan dia dan Evan adalah pasangan pengantin baru yang baru saja melewati malam pangantin bersama.
"Jam berapa ini?" Carissa meraih ponselnya yang terletak di atas nakas untuk mengalihkan pembicaraan. Seketika matanya membeliak sempurna saat melihat penunjuk waktu dari layar ponselnya itu.
"Sudah hampir jam sembilan? Astaga!" Carissa buru-buru bangkit dari tempat tidur dan tak sadar jika tubuhnya saat ini masih polos.
"Astaga!" Sekali lagi Carissa histeris saat selimut yang menutupi tubuhnya tersingkap. Cepat-cepat dia memungut gaun tidurnya yang tergeletak di lantai, lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
"Hati-hati!" Seru Evan mengingatkan.
Sekali lagi Evan tersenyum. Tingkah Carissa tadi jadi mengingatkannya pada semua kekonyolan istrinya itu sehari setelah mereka menikah. Evan pun langsung bangkit dan mengenakan celananya yang juga tergeletak di lantai, lalu menyusul Carissa ke kamar mandi.
"Masih suka tidak mengunci pintu kamar mandi saat mandi, kebiasaan yang cukup berbahaya." Ujar Evan sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Carissa yang sedang menggosok giginya di wastafel kamar mandi menoleh kearah Evan. Dia agak melebarkan matanya saat melihat Evan mengunci pintu kamar mandi sambil melempar senyum misterius padanya. Cepat-cepat Carissa menyelesaikan gosok giginya, lalu berkumur dengan air di wastafel.
"Gosok gigi pakai ini." Ujar Carissa sambil memberikan Evan sikat gigi baru. Evan menerimanya tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
"Kalau kamu mau mandi lebih dulu, aku akan keluar." Ujar Carissa lagi sambil berbalik hendak keluar dari kamar mandi
Evan langsung menahan tangan Carissa, lalu dengan satu tangannya dia menggosok gigi di wastafel.
Carissa memandang tangannya yang di genggam Evan dengan erat, lalu melihat suaminya itu dengan agak heran. Carissa mematung hingga Evan selesai menggosok giginya dan berkumur dengan air bersih. Di bilasnya sikat gigi yang di berikan Carissa tadi, lalu di letakannya dengan agak hati-hati.
"Kita mandi sama-sama." Ujar Evan sambil berbalik kearah Carissa. Dirapatkannya tubuhnya pada Carissa hingga tubuh mereka sama sekali tak berjarak.
"Hah?" Carissa mengangkat wajahnya dan melihat kearah Evan dengan mata melebar sempurna.
Evan kembali tak bisa menahan diri. Di ciumnya bibir Carissa dengan gemas, lalu di tanggalkannya gaun tidur istrinya itu. Tanpa melepaskan pagutan bibirnya, Evan membimbing Carissa menuju ke bawah shower kamar mandi, lalu menyalakan airnya. Tubuh mereka berdua basah. Evan masih memeluk tubuh polos Carissa dan memagut bibirnya dengan sangat bergairah di bawah guyuran air.
Carissa terhanyut. Tanpa sadar dia memejamkan matanya dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Evan. Bibirnya juga mulai membalas pagutan bibir Evan dengan sama bergairahnya.
"Celana kamu basah." Ujar Carissa tiba-tiba hingga membuat Evan menghentikan cumbuannya sejenak.
"Lalu?" Evan tidak terlalu menanggapi kata-kata Carissa dan kembali menyusuri tubuh istrinya itu.
Evan menghentikan cumbuannya sekali lagi, lalu tertegun selama beberapa saat. Carissa benar, Evan tidak membawa pakaian ganti ke apartemen Carissa. Semua pakaian Evan ada di hotel tempatnya menginap. Dan celana yang dia kenakan sekarang sudah basah.
"Berarti aku tidak perlu mengenakan apa-apa setelah mandi nanti." Jawab Evan dengan frontal.
"Apa?" Gumam Carissa dengan wajah agak terkejut.
"Aku tidak perlu memakai apapun, apa masalahnya?" Tanya Evan dengan memasang raut wajah tanpa dosa.
Carissa semakin menatap Evan dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.
"Evan, aku pergi tidak terlalu lama, kenapa kamu sudah berubah jadi mesum begini?" Tanya Carissa agak cemas.
Sontak Evan tertawa mendengar kata-kata Carissa. Di matikannya aliran air di shower, lalu beralih mengisi air hangat di bathup. Evan juga memasukan sabun cair kesana dan mengaduknya hingga berbusa. Kemudian dia kembali mendekati Carissa yang sejak tadi mematung melihat apa yang Evan lakukan.
__ADS_1
Carissa agak terpekik saat Evan mengangkat tubuhnya dan menggendongnya menuju bathup. Evan memasukkan Carissa ke dalam busa sabun dengan hati-hati, lalu dia menanggalkan celananya yang basah dan ikut masuk juga ke dalam bathup.
"Evan..." Carissa hanya bisa menggumamkan nama suaminya itu saat Evan memangku tubuhnya. Evan memeluk Carissa dari belakang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Carissa.
"Jadi menurutmu aku berubah jadi mesum?" Tanya Evan sambil mengesek-gesekkan hidungnya ke bahu dan leher Carissa, hingga tubuh Carissa sedikit menggeliat karena geli.
"I-iya. Sepertinya memang begitu." Jawab Carissa dengan agak terbata. Nafasnya jadi agak tersengal karena menahan sesuatu yang bergejolak di dalam sana.
Evan tersenyum sambil mengeratkan pelukannya. Kemudian tangannya turun membelai lembut perut Carissa yang sudah agak membuncit.
"Apa kamu tidak suka kalau aku berubah jadi mesum?" Tanya Evan lagi.
"Asal kamu tahu, mesumku itu eksklusif. Hanya dengan kamu saja." Tambah Evan sekali lagi.
Carissa tak bisa menahan tawanya. Dia sedikit membalikkan badannya untuk menghadap pada Evan. Di sentuhnya rahang Evan lembut sambil masih tertawa kecil.
"Aku merindukanmu, Carissa. Semua yang aku lakukan ini karena aku sangat merindukanmu. Aku tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan rasa rinduku selain dengan cara mesum seperti ini." Gumam Evan kemudian dengan nada bicara yang terdengar agak sendu.
Carissa terdiam beberapa saat. Di pandangnya Evan dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"Kalau begitu, apa kamu bisa lebih mesum lagi dari ini?" Tanya Carissa sambil mengulas senyumnya.
Carissa mengusap dada Evan lembut, kemudian kedua tangannya kembali melingkar di leher Evan. Carissa mendekatkan wajahnya ke wajah Evan dan mencium suaminya itu dengan lembut.
Evan membalas pagutan bibir Carissa dan menahan tengkuk istrinya itu untuk memperdalam ciuman mereka. Keduanya larut ke dalam sebuah ciuman panas, sebelum akhirnya kembali mengulang apa yang mereka lakukan semalam.
Ritual mandi pagi kali ini agak berbeda dari yang biasa Evan dan Carissa lakukan hingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa di katakan ini adalah mandi pagi terlama dalam sejarah hidup keduanya.
Bersambung...
Masih edisi melepas rindu Evan dan Carissa, nikmatin aja lah yak😅
__ADS_1
Happy reading❤❤❤