WITH YOU

WITH YOU
Keegoisan Masa Lalu


__ADS_3

Ketika pulang dari pemakaman, sikap Raka tiba-tiba berubah begitu saja karena dirinya bertemu dengan papa Nabila di pemakaman tadi. Sudah cukup lama dia menyimpan perempuan itu di dalam hatinya, Raka tak bisa berkata dengan jujur mengenai dirinya yang benar-benar merindukan perempuan itu kepada Fania. Dia sendiri tak ingin menambah sakit hati pada Fania, pertama karena Reza, kedua karena kehilangan. Dia tidak ingin menambah beban lagi kepada istrinya.


Perlahan dia memang menyimpan perasaannya sendirian. Tak pernah ada yang tahu dia menyimpan perasaan itu dua puluh tahun lebih. Bahkan, ketika dia menyadari bahwa anaknya dua dari Nabila, tapi dibawa pergi untuk selamanya oleh perempuan itu. Raka tak bisa menyalahkan Nabila begitu saja, karena itu juga terjadi akibat perbuatan dia yang begitu bodoh. Lari dari kenyataan, kabur dari tanggung jawabnya sebagai seorang pria pengecut yang tak pernah mau tanggung jawab dengan kehamilan kekasihnya dulu.


“Raka, kamu kenapa?” tanya mamanya saat dia merenung di ruang tamu.


Raka menyambut kedatangan perempuan yang sudah berjalan sedikit membungkuk itu. Raka membantu mamanya untuk duduk di sofa. “nggak ada kok, Ma. Fania ke mana?”


“Istri kamu lagi pergi ke pasar sama bibi sebentar,”


“Oh,”


“Raka, Mama lihat kamu ketemu sama papanya Nabila tadi,”


Raka menundukkan kepalanya, dia memang bertemu dengan pria itu. Dia juga diberitahu tentang anaknya yang dibawa pergi oleh Nabila. “Itulah alasan Mama nggak pernah suka ketika kamu nyalahin Devan. itulah kenapa Mama selalu dukung pernikahan Adelia sama Devan. karena Devan itu bertanggung jawab sama anak kamu. Berdoa saja agar anak kamu nggak bernasib sama seperti Nabila yang pernah kamu campakkan dulu,”


Raka menganggukkan kepalanya, dia juga sadar selama ini dia selalu menyalahkan Devan dan juga mencari tahu mengenai Devan. “Mama bawa Fania pergi karena Mama lihat kamu di pemakaman Nabila juga. Sudah lama ya kamu nggak ke sana?”


“Semenjak menikah, aku diam-diam ke sana kok, Ma. Takut kalau Fania tahu soal ini,”


“Raka, hal yang nggak bisa kamu bohongi itu cuman hati kamu. Bukan istri kamu, mungkin kamu bisa berbohong pada istri kamu. Tapi, pada perasaan kamu sendiri, Mama nggak pernah yakin tentang hal itu. Mama juga tadi terkejut ketika kamu ada di pemakaman Nabila sama papanya,”

__ADS_1


“Iya, aku juga sebenarnya nggak ada niat ke sana. bayangan kakaknya Fania juga masih begitu jelas ketika menyalahkan aku atas kepergian Nabila,”


“Raka, jangan sampai anak dan juga istri kamu tahu hal ini. Bisa-bisa mereka pergi ninggalin kamu juga. Apa kamu masih mencintai dia?”


“Tentang mencintai, aku nggak bisa bilang kalau aku cinta. Karena dia udah nggak ada, Ma. Tapi, Fania itu yang nyata. Nabila masa lalu, tapi dia tetap hidup pada hati aku sebagai penyesalan, sungguh aku nggak ngerti juga dengan apa yang aku rasakan saat ini, Ma. Saat Fania hadir, aku berusaha untuk menghindar dari Nabila. Tapi apa? Aku nggak bisa lakukan itu, justru aku sering takut kalau Fania juga ninggalin aku seperti dia,"


“Mencintai dua hati sekaligus itu nggak pernah mudah, Raka. Apalagi yang kamu cintai itu sudah tiada. Raka, kamu tahu kan risikonya mencintai Nabila itu seperti apa?”


“Tahu, Ma,”


“Lebih baik kamu nggak usah pergi lagi, kamu jangan kunjungi makam dia! Fania itu istri kamu,”


“Aku nggak bisa maafin diri aku, Ma,”


Raka tesenyum dengan terpaksa. “Aku lakukan hal itu karena aku takut apa yang terjadi sama Nabila dulu terjadi pada Adelia. Dia pernah bilang sama aku kalau aku nggak bakalan bahagia sama orang lain. Atau nggak, anakku yang hancur. Dia sudah pernah mengatakan itu sebelum dia meninggal,”


“Kamu percaya sekarang mengenai karma itu kan?”


“Iya,, aku percaya, Ma. Percaya setelah dia justru pergi dengan seenaknya. Dia nggak pernah mikirin bagaimana perasaan aku,”


“Bukan dia yang nggak bisa mikirin perasaan kamu, Raka. Tapi kamu yang nggak mikirin bagaimana perasaan dia, dia putus asa juga karena kamu. Kamu yang kabur dari masalah, kamu yang nggak bisa bertanggung jawab. Apa yang kamu lakukan di masa lalu bisa membentuk diri kamu di masa depan. Tapi, kamu nggak pernah berpikir sampai ke sana. apa yang kamu lakukan saat itu, ini juga sebagai hukuman buat Adelia dan juga suaminya, bukan? Adelia hamil di luar nikah, sama seperti Nabila. Tapi, kamu beruntung kalau anak kamu nggak bunuh diri karena Devan kabur. Justru menantu kamu itu bertanggung jawab. Bahkan, dia bawa Adelia pulang dan menghadap ke kamu,”

__ADS_1


“Ma, aku tahu kalau hal itu,”


“Kamu tahu. Tapi kamu selalu ikut campur ke dalam rumah tangga anak kamu sendiri. Fania itu sudah ikhlas dengan kepergian Rania. Kamu jadikan istri kamu sebagai patokan. Padahal kamu sendiri yang terjebak dengan masa lalu kamu itu. Nabila tidak akan pernah kembali sampai kapanpun. Kamu hanya hidup dalam kubangan masa lalu yang buruk itu. Kamu juga yang sudah mencampakkan dia, sekarang kamu mau apa? Kamu mau ikut campur sama Adelia itu nggak ada artinya, Raka. Kamu harusnya dukung dia dan juga suaminya, bukan justru mengikuti mereka dan seolah Devan itu adalah anak yang nggak bisa bertanggung jawab untuk anak kamu sendiri. Harusnya kamu juga mikir, kalau Nabila itu adalah perempuan yang berharga buat kamu. Tapi, itu terjadi setelah dia pergi ninggalin kamu. Kamu juga pernah cerita kalau Nabila itu pernah disukai oleh Fandy, kakaknya Fania. Kamu ngerasa diri kamu paling baik, tapi kamu justru hancurin hidup orang lain. Bahkan sampai dia mengakhiri hidupnya karena nggak sanggup menahan malu karena perbuatan kamu,”


Raka tertampar oleh ucapan mamanya. Dia sadar dia memang salah dengan semua ini. Si pemilik mata yang indah senyuman yang manis dan juga wajah yang begitu cantik. Suatu hal yang tidak bisa dia lupakan dari Nabila, dan juga yang pasti. Entah kenapa Adelia sedikit mirip dengan perempuan itu. Maka dari itu Raka sangat menjaga putrinya dengan baik. Entah orang lain percaya atau tidak, tapi memang benar jika anaknya sangat mirip dengan mendiang perempuan yang sudah meninggalkannya dulu.


Masa muda memang masa yang di mana tidak peduli dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Kadang menjadikan masa muda sebagai tempat untuk bersenang-senang tanpa memikirkan risiko apapun. Dan itu juga yang terjadi pada Raka. Dia tidak peduli dengan apa pun dahulu. Dia tidak peduli terhadap Nabila. Karena dia juga berpikir bahwa perempuan itu memang hanya mengancamnya saja. Tapi, dia tidak pernah berpikir bahwa sebenarnya ancaman itu benar terjadi. Dan, itu juga bertepatan dengan hari di mana Raka ingin mengajak Nabila membicarakan mengenai anak mereka.


Tapi, sebelum itu terjadi, Nabila pergi. Bersama dengan kenangan yang tidak akan pernah kembali lagi. Penyesalan, selalu menghantui. Jika dia menganggap Reza seorang brengsek, maka yang jauh lebih brengsek itu adalah dirinya. Karena dia juga yang sudah membuat tiga nyawa pergi sekaligus meninggalkan dirinya.


“Ma, Mama tahu Nabila pergi sama kedua anak aku?”


“Mama tahu, Raka. Mama tahu itu sejak dia meninggal,”


“Mama kenapa nggak bilang?”


“Sekalipun Mama bilang, dia nggak nggak bakalan bisa kembali lagi. Dan juga anak kamu nggak bakalan bisa selamat juga, kan? Raka, dari dulu mama selalu ajarin kamu untuk bertanggung jawab. Dan, ketika Mama pergi suatu saat nanti. Mama harap kamu jangan pisahin anak kamu. Mama nggak mau kalau sampai mereka menyesal hanya karena perbuatan kamu dan juga termakan oleh keegoisan kamu. Mama nggak bisa berkata apa-apa lagi. Mama hanya nggak sanggup kalau Adelia merasakan hal yang sama. Adelia berhak bahagia, dia berhak bahagia dengan Devan. mama lihat kalau mereka itu saling mencintai. Dan, harusnya kamu tahu kalau mereka itu jauh lebih sayang kepada anak mereka. Biarkan mereka berjuang berdua untuk rumah tangga yang sedang mereka bina. Jangan lagi kamu ikut campur, Raka! Mama nggak mau Adelia sedih,”


 


Pria itu menghela napasnya dengan berat. Jujur saja dia sangat takut anaknya kenapa-kenapa. Sekalipun Keano sudah memberi peringatan agar dia tidak ikut campur lagi. Tapi, yang tahu ini semua adalah mamanya. Mamanya yang tahu mengenai masa lalu dia yang sudah sangat lama menghancurkan kehidupannya. Lebih tepatnya, kebahagiaan Raka seolah palsu selama ini. Karena rasa bersalah dan juga cinta itu yang membuat dirinya harus kehilangan perempuan di masa lalunya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2