WITH YOU

WITH YOU
Di sisinya


__ADS_3

Keano sedang bersama dengan neneknya menikmati teh panas di halaman belakang rumah. Ia dan neneknya sempat berbincang dan berencana untuk pergi ke rumah Adelia. Akan tetapi hingga sore seperti sekarang ini dia tidak pernah mendapatkan kabar lagi dari kakaknya itu.


Dari sorot mata yang mengandung penuh arti, rasanya Keano ingin mengatakan dengan jujur apa yang terjadi sebenarnya mengenai kakak iparnya itu dan juga papanya.


Ia masih berpikir jika selama ini neneknya akan jatuh sakit jika dia ceritakan mengenai Devan.


Neneknya langsung mengangkat gelas dan menyeruput tehnya lalu meletakkannya kembali diatas meja. "Keano, kalau nenek tanya sesuatu sama kamu, apa kamu bakalan jawab dengan jujur?"


Ia menghela napas panjang dan membuangnya kasar. Kali ini ia merasa bahwa neneknya sedang merahasiakan sesuatu darinya. "Nenek mau tanya apa?"


"Ini mengenai kakak kamu," jika sudah berkata demikian. Sudah dipastikan bahwa Keano tak bisa berbohong mengenai kakaknya pada neneknya. Ia memang bisa menyembunyikan itu semua dari papanya. Tapi, pada neneknya. Sudah dipastikan dia sangat sulit untuk berbohong, karena dia tahu bahwa neneknya lebih condong sayang kepada Adelia. Barangkali itu juga karena kehilangan yang pernah dirasakan oleh mamanya dulu hingga membuat Adelia menjadi anak tersayang dan dimanjakan dengan begitu baik. Tapi, sama sekali dia tidak merasakan iri tersebut. Karena dia tahu bahwa porsinya untuk cemburu bukanlah seperti itu. Keano yang tidak mungkin cemburu hanya karena hal itu, dia juga sempat berpikir jika dia cemburu secara berlebihan, sudah dipastikan dia akan jauh lebih buruk lagi.


Dia menoleh kebelakang neneknya dan sejenak untuk melihat keadaan disekitar siapa tahu ada mama atau bahkan papanya yang tiba-tiba muncul nanti. Karena posisi neneknya yang dekat dengan pintu penghubung taman belakang. Sedangkan dibelakang Keano sendiri ada tembok, jadi dia tidak khawatir mengenai yang ada dibelakangnya itu.


"Memangnya nenek mau tanya apa soal kak Adel?"


"Nenek tahu kalau Devan itu anak dari mantan suami Mama kamu, Nak," ucap neneknya yang seketika membuat Keano membelalak seolah tak percaya dengan apa yang dikataka oleh neneknya itu. Sumpah demi apapun, Keano tak pernah mengatakan apapun pada neneknya. Tapi justru neneknya sendiri yang mengatakan hal itu kepadanya.


Di taman belakang rumah yang di mana hanya ada mereka berdua, suasana hening seketika saat neneknya berkata demikian. Jika neneknya tahu hal itu, dari mana neneknya mengetahui tentang Devan yang merupakan anak dari mantan suami mamanya?

__ADS_1


Keano mencoba untuk terlihat tenang sambil menarik napasnya bekali-kali untuk tetap terlihat tenang pada neneknya. "nenek tahu dari mana?"


"Nenek yang minta orang-orang untuk hapus data Devan mengenai dia anak Reza. Nenek juga sudah tahu kalau Adelia sama Devan sudah pergi ke luar negeri. Nenek tahu semenjak nenek lihat kamu sama Papa kamu sedang tidak akur,"


"Nek, kenapa nenek lakukan itu?"


"Nenek tahu kalau Papa kamu pasti bakalan buat mereka berdua pisah hanya karena dendam masa lalu. Nenek lihat Devan itu baik, dia juga bertanggung jawab sama Adelia. Di sana, kebetulan di depan rumah dia, ada perempuan bernama Novi yang dulunya merupakan anak teman baik kakek kamu. Dia yang sering bilang sama nenek kalau kakak kamu sama Devan selalu baik-baik saja,"


"Nenek tahu ini sejak kapan?"


"Sejak nenek minta suaminya buat ngikutin Devan. Dia itu kenal sama Papa kamu, kebetulan suaminya juga teman baik Papa dan juga teman baiknya Papa Devan. Kalau kamu ke sana, kamu pasti bakalan tahu, nama suaminya itu adalah Kevin. Nenek dengar orangnya dulu pernah naksir sama mama kamu, tapi justru Mama kamu pilih Om Reza, kemudian dulu Mama kamu juga pernah pacaran sama Papa kamu, tapi putus. Sampai akhirnya mama kamu dijodohin sama Reza yang waktu itu Mama kamu nggak ada siapa-siapa lagi, ceritanya panjang dan juga rumit, Keano. Jadi nenek hanya bisa kasih informasi itu ke kamu, ini menyangkut masa lalu mama kamu juga soalnya. Jadi, nenek nggak mau hanya karena hal itu, justru kakak kamu jadi janda. Keponakan kamu jadi korban, korban yang sama nasibnya kayak Rania dulu. Nenek nggak mau hal itu terjadi sama kakak kamu,"


"Kamu tanyakan aja sama Mama kamu mengenai Om kevin. Kamu bilang, kalau kamu ketemu sama dia dan dia titip salam untuk Mama dan Papa, pasti kedua orang tua kamu bakalan nyariin Om Kevin,"


"Apa dulu hubungan Mama sama Om Reza itu rumit, Nek?"


"Sangat, apalagi hubungan Mama sama Papa kamu itu yang jauh lebih rumit. Om kamu, teman dekatnya Papa. Dan Mama kamu merupakan hal yang paling berharga bagi Papa kamu. Maka dari itu Papa kamu jaga banget keluarganya dengan sangat baik, karena Papa kamu begitu menyayangi Mama kamu, terlebih karena Om kamu yang sudah meninggal. Papa kamu sudah janji sama Om kamu kalau dia bakalan jagain Mama kamu,"


"Aku tahu ini sejak mereka belum menikah, Nek. Sejak Kak Devan mengakui kalau dia itu anak dari masa lalu Mama. tapi, ketika aku jemput kak Adel. Dia mohon-mohon sama aku agar pernikahan itu dilanjutkan. Awalnya aku bawa kak Adel pergi, tapi Kak Adel sendiri nggak mau kalau sampai justru anaknya jadi aib buat Papa dan Mama. Aku juga mikirnya keponakan aku nggak punya Papa. Jadi, sejak hari itu juga, aku bisa nahan diri untuk nggak bersikap egois. Nerima semua risiko demi mereka berdua. Aku dimusuhi Papa, aku juga yang sudah dimarahi habis-habisan karena belain dia wkatu itu. Tapi aku nggak mau jujur sama Papa. Sampai Papa bergerak untuk ngerahin anak buahnya ngikutin ke manapun Kak Adelia pergi sama suaminya,"

__ADS_1


"Nenek tahu itu semua dari Om Kevin yang ngelihat orang-orang asing selalu ada di rumah kakak kamu,"


"Nenek kenapa bisa peka banget? Tapi gimana nanti kalau seandainya papa dan Mama tahu?"


"Sebelum nenek pergi. Nenek sudah minta sama Papa kamu kalau mereka berdua jangan sampai dipisahkan, apapun yang terjadi,"


"Pergi? Maksud nenek? nenek mau pergi ke mana?"


Neneknya tersenyum. "Nenek rindu kakek kamu, nenek rawat papa kamu sejak usianya sama seperti kamu. Sekarang dia sudah punya kamu, mama kamu dan juga Adelia. Nenek sering mimpiin dia ngajak nenek pergi," isak neneknya.


"Kenapa nenek bisa berkata seperti itu?"


"Kematian itu nggak ada yang tahu. Tapi semua itu bisa saja tejadi kan, nak? Dan, entah kenapa nenek begitu takut dengan hal kakak kamu yang dipisahkan dan anaknya justru jadi korban keegoisan orang tua kamu. Mungkin nenek dikasih umur panjang untuk bisa buat kakak kamu bahagia,"


Keano menggelengkan kepalanya tak kuasa mendengar ucapan neneknya. Ketika dia melihat nenekya mengusap air mata dengan tangan keriputnya. "Nenek nggak boleh bilang begitu!"


"Kakak kamu pergi ke Australia, nenek pengin tinggal sama dia,"


"Nek, aku harus bagaimana?" lirih Keano yang tidak tahu lagi harus bersikap seperti apalagi dihadapan neneknya yang berkata demikian seolah sudah siap untuk kepergiannya meninggalkan semua orang. Namun, dengan syarat Adelia harus berada di sisinya.

__ADS_1


untuk chapter berikutnya ditunggu awal bulan ya. InsyaAllah RICH MAN juga update awal bulan.


__ADS_2