WITH YOU

WITH YOU
Tawaran Kesepakatan


__ADS_3

Geraldyn memasuki sebuah restoran mewah yang terletak di pusat kota. Setelah menyebutkan namanya, seorang pelayan langsung mengantarnya ke sebuah ruangan privat yang saat ini telah terhidang banyak makanan mahal. Tampak juga di sana seorang lelaki yang telah menunggunya sedari tadi.


"Duduklah." Ujar lelaki itu dengan nada ramah, namun juga terdengar tegas dan tak ingin di bantah.


Geraldyn memandang kearah lelaki itu sejenak sebelum akhirnya duduk di kursi yang tersedia.


"Jadi, ada perlu apa Anda ingin bertemu dengan saya di sini, Tuan Jonathan Hansen?" Tanya Geraldyn kemudian tanpa basa-basi. Lelaki yang ada di hadapannya rupanya adalah Jonathan, mantan tunangan Carissa yang sekarang menjelma menjadi seorang sponsor untuk Carissa.


Jonathan terkekeh sambil membenahi duduknya.


"Nona Geraldyn benar-benar orang yang to the point, saya suka. Tapi sebelum kita membicarakan tujuan saya meminta Nona datang kemari, mungkin sebaiknya kita makan siang dulu." Jonathan menunjuk makanan yang telah terhidang di hadapan mereka dengan isyarat matanya.


Geraldyn juga melirik sekilas kearah hidangan mahal itu, lalu beralih menatap Jonathan dengan tatapan tajam penuh kecurigaan.


"Saya bukan psikopat, makanannya tidak beracun." Ujar Jonathan lagi setengah berseloroh.


Geraldyn masih terdiam untuk beberapa saat.


"Baiklah." Gumam Geraldyn akhirnya.


"Karena kebetulan saya memang belum makan siang, saya akan menerima kemurahan hati Tuan Jonathan siang ini." Ujar Geraldyn lagi sambil meraih garpu dan sendok di hadapannya. Lalu dia mulai menyantap makanan yang telah terhidang tanpa menunggu Jonathan lagi.


Jonathan memperhatikan Geraldyn sambil menaikkan satu alisnya. Kemudian dia tersenyum tipis sambil mulai makan juga. Keduanya pun akhirnya menyantap hidangan tersebut tanpa bersuara.


Sesekali Jonathan memperhatikan Geraldyn yang makan dengan lahapnya. Tidak ada sedikit pun raut malu di wajah gadis itu saat melahap satu persatu hidangan yang ada di hadapannya. Agaknya dia tidak terlalu peduli dengan imagenya di hadapan Jonathan. Tampak sangat lain dengan para gadis yang selama ini mengelilingi Jonathan.


Jonathan sedikit terkesan. Gadis di hadapannya ini adalah gadis pertama yang tidak berusaha untuk terlihat anggun dan berkelas saat makan bersamanya setelah Carissa. Senyum tipis pun terbit di bibir Jonathan tanpa dia sadari.


Geraldyn menghabiskan semua hidangan tanpa sungkan, lalu menenggak air putih yang di sediakan hingga tandas tak bersisa. Untung saja dia tak mengeluarkan sendawa dengan suara nyaring juga di hadapan Jonathan. Jika tidak, lengkap sudah keistimewaan Geraldyn hari ini.


"Jadi, apa yang ingin Anda bicarakan, Tuan Jonathan?" Geraldyn kembali membuka pembicaraan setelah perutnya kenyang.


Jonathan tak langsung menjawab dan tampak sedang menyusun kata.


"Saya ingin Nona Geraldyn bekerja untuk saya." Ujar Jonathan akhirnya.


Geraldyn tampak menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Saya sudah punya pekerjaan, jadi saya tidak berminat bekerja pada Tuan." Geraldyn langsung menolak dengan tegas. Dia merasa ada yang agak janggal dari lelaki yang ada di hadapannya saat ini. Geraldyn curiga jika Jonathan sedang ingin mendekati Carissa.


Jonathan tertawa kecil pada Geraldyn. Gadis ini benar-benar mengingatkannya pada sosok Carissa. Selama ini hanya Carissa saja yang berani menolaknya tanpa berkedip. Tidak ada perempuan yang dapat mengatakan tidak untuk apapun yang Jonathan minta sebelumnya. Justru mereka yang datang sendiri dan dengan sukarela sanggup melakukan apa saja agar bisa berada di sisi Jonathan.


"Nona Geraldyn ini sungguh berbeda dengan kebanyakan perempuan yang saya temui." Gumam Jonathan di sela tawanya.


Geraldyn tampak menatap Jonathan dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


"Berbeda? Apa itu maksudnya jika saya cukup pandai menggunakan otak, sedang perempuan yang Tuan temui kebanyakan tidak tahu caranya menggunakan otak?" Tanya Geraldyn kemudian dengan sarkas.


Alih-alih marah atau tersinggung, Jonathan justru tertawa dengan semakin renyah.


"Sangat menarik. Saya benar-benar suka dengan Nona. Saya harap Nona bersedia bekerja untuk saya." Ujar Jonathan setelah berhasil menghentikan tawanya.


Geraldyn tampak tak tertarik untuk menjawab.


"Saya hanya meminta Nona untuk melakukan hal kecil. Saya jamin Nona tidak akan kecewa bekerja sama dengan saya, imbalan yang akan Nona dapatkan pasti akan membuat Nona puas." Tambah Jonathan lagi.


Geraldyn masih bergeming sambil menatap Jonathan lekat. Tak lama kemudian, ponsel Geraldyn berdenting. Saat dia memeriksa layar ponselnya, tampak notifikasi dari pihak bank yang menyatakan jika rekeningnya mendapatkan transferan dana dalam jumlah yang tidak sedikit.


Geraldyn membeliakkan matanya, lalu mengangkat wajahnya dan kembali menatap kearah Jonathan.


Tatapan Geraldyn semakin tajam, bahkan dengan sedikit memicingkan matanya. Tadi lelaki di hadapannya ini tiba-tiba menghubunginya, tak tahu mendapat nomor kontak Geraldyn darimana. Lalu sekarang dia juga punya nomor rekening Geraldyn dan mentrasfer uang dengan nominal yang fantastis. Tiba-tiba Geraldyn jadi bergidik ngeri.


"Memangnya apa yang harus saya lakukan untuk Anda, Tuan Jonathan?" Tanya Geraldyn akhirnya.


Jonathan tersenyum penuh kemenangan. Dia puas karena gadis di hadapannya ini telah memakan umpannya.


"Tidak banyak. Saya hanya ingin Nona melaporkan pada saya apa saja yang Carissa kerjakan, dan mungkin saya juga ingin meminta bantuan Nona untuk mengatur agar kami menjadi lebih sering bertemu."


Geraldyn tampak merespon dengan menaikkan sebelah sudut bibirnya. Benar dugaannya, lelaki ini berniat untuk mendekati Carissa lagi.


"Anda ingin mengejar Carissa?" Tanya Geraldyn terus terang.


Sekali lagi Jonathan terkekeh.


"Bisa di bilang begitu." Jawab Jonathan akhirnya.

__ADS_1


"Bukankah Anda tahu jika Carissa sudah menikah?" Tanya Geraldyn lagi.


Kali ini Jonathan terdiam sesaat.


"Tentu saja saya tahu. Dia menikah setelah membatalkan rencana pertunangan kami. Tapi sekarang saya juga tahu jika pernikahan mereka itu palsu. Mereka bukan pasangan yang saling mencintai seperti pengakuan Carissa. Jadi tidak masalah jika saya membuat mereka berpisah."


Geraldyn tampak menghela nafasnya.


"Entahlah, mungkin Anda salah menilai. Kelihatannya suami Carissa sangat mencintai Carissa, begitu juga sebaliknya. Lagipula, jika pernikahan mereka palsu, mana mungkin Carissa bisa hamil." Gumam Geraldyn sambil menyilangkan kakinya dan melipat kedua tangannya di atas dada.


Jonathan membeliakkan matanya.


"Hamil?" Tanyanya dengan raut terkejut.


Geraldyn tersenyum miring.


"Anda tidak tahu jika saat ini Carissa sedang hamil? Bukankah di pesta perusahaan Anda tempo hari kalian bertemu? Apa Anda tidak menyadari jika dia adalah perempuan hamil?" Tanya Geraldyn.


Jonathan tercenung dengan ekspresi wajah yang sulit di lukiskan. Saat bertemu dengan Carissa tempo hari dia sangat antusias, hingga tak terlalu memperhatikan penampilan perempuan itu secara keseluruhan. Jonathan sungguh tak menyadari jika ada yang berbeda dari tubuh Carissa, khususnya di perutnya. Perhatian Jonathan hanya tertuju pada orangnya, bukan penampilannya.


"Mantan calon tunangan Anda itu sedang mengandung anak suaminya. Jadi, apa Anda masih ingin mengejarnya?" Tanya Geraldyn dengan tersenyum miring.


Jonathan masih terdiam dengan wajah yang terlihat mengeras.


"Tidak masalah." Guman Jonathan akhirnya.


Geraldyn tampak menautkan kedua alisnya.


"Karena telah menikah, mustahil jika mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri, tapi itu bukan berarti mereka saling mencintai. Jadi tidak masalah jika nanti saya menjadi ayah dari anaknya." Jawab Jonathan dengan tanpa keraguan sedikit pun.


Sekali lagi Geraldyn menatap Jonathan sembari bergidik ngeri. Tanpa sadar dia menggeleng-gelengkan kepalanya.


'Lelaki ini sudah gila!'


Bersambung...


Moga ga bosen nungguin kelanjutannya

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2