WITH YOU

WITH YOU
Malam Terkutuk


__ADS_3

Untuk sesaat Geraldyn mematung tanpa tahu harus berbuat apa. Hal itu membuat Jonathan melanjutkan aksinya. Bibir Jonathan yang awalnya hanya menempel saja pada bibir Geraldyn, kini mulai melakukan pergerakan. Lelaki itu mulai memagut dengan lembut hingga membuat kepala Geraldyn seakan menjadi kosong.


Tapi tak lama kemudian, otak Geraldyn mulai bekerja kembali. Ditahannya dada Jonathan dengan kedua tangannya, lalu dengan sekuat tenaga didorongnya lelaki itu hingga Jonathan terjungkal ke lantai.


"Lelaki brengsek, apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Geraldyn dengan setengah histeris.


Sontak semua mata tertuju pada Geraldyn dan Jonathan. Beberapa orang juga mulai mendekat. Lalu beberapa dari mereka tampak membantu Jonathan untuk bangkit dan kembali duduk di kursinya semula.


Geraldyn langsung mencengkram kerah baju Jonathan menatapnya dengan sangat marah.


"Bajingan keparat, berani-beraninya kau menciumku." Maki Geraldyn dengan tubuh yang agak gemetaran karena menahan luapan emosi.


"Santai sedikit, Nona. Kenapa Nona terlihat marah?" Tanya Jonathan dengan raut wajah tanpa dosa.


"Bawa aku pergi dari sini sekarang, atau kubunuh kau saat ini juga!!!" Geraldyn agak histeris dan tampak seperti akan menelan lelaki di hadapannya itu.


Jonathan tertawa seperti sebelumnya.


"Kalau Nona bisa membunuh saya, saya akan persilahkan Nona melakukannya, tapi saya sarankan harus sampai saya benar-benar mati. Kalau tidak, Nona dalam bahaya. Ingat, Nona masih partner saya. Harusnya di sini kita saling mendukung satu sama lain. Anggap saja ciuman saya tadi juga salah satu bentuk dukungan saya pada Nona." Balas Jonathan lagi dengan entengnya. Lelaki itu terus tertawa karena separuh kewarasannya memang telah hilang dibawah pengaruh alkohol.


Geraldyn membeliakkan matanya. Dia benar-benar marah mendengar kata-kata Jonathan tadi. Dilepaskanya cengkraman tangannya tadi dengan kasar. Dilihatnya sekelilingnya saat ini, ada banyak lelaki tinggi meyeramkan berseragam hitam di sekitarnya.


Mungkinkah itu semua anak buah Jonathan? Akankah nyawanya dalam bahaya jika dia nekat pergi dari tempat itu disaat lelaki berengsek itu belum mengizinkannya untuk pergi? Benar-benar sial! Bagaimana bisa dia bisa terlibat dengan seseorang seperti Jonathan Hansen. Bukankah dari awal sudah sangat jelas jika dia adalah orang gila?


Geraldyn menghembuskan nafas kasar sembari menarik rambutnya kearah belakang. Dia sungguh frustasi dan tak tahu harus bagaimana lagi.


'Ya Tuhan...apa yang harus aku lakukan? Lelaki ini benar-benar tidak waras.'


Geraldyn melirik gelas minuman yang baru saja di letakkan oleh bartender yang melayani Jonathan tadi. Segelas minuman yang tampak seperti teh dan diberi es batu di dalamnya. Tampilannya persis seperti es teh manis.


Merasa jengkel dan juga haus, langsung saja Geraldyn menyambar minuman itu dan langsung menenggaknya sekaligus.


"Nona..." Bartender itu tampak ingin mencegah Geraldyn, tapi terlambat, gadis itu sudah meneguk habis isi gelas tadi. Jonathan yang melihat hal itu pun juga tampak terperangah.


"Es teh ini, kenapa rasanya aneh? Tidak seperti es teh pada umumnya?" Gumam Geraldyn sambil melihat kearah gelas kosong yang ada di tangannya, kemudian diletakkannya kembali gelas tersebut di meja bar.

__ADS_1


"Perutku jadi tidak enak...kepalaku juga tiba-tiba pusing...." Wajah Geraldyn tampak berubah ekpresi.


Bartender tadi melihat kearah Geraldyn dengan agak cemas. Pemuda itu juga melirik kearah Jonathan dengan takut-takut. Dia tahu siapa Jonathan, dan Geraldyn adalah gadis yang datang bersama lelaki itu. Jika terjadi apa-apa dengan gadis yang datang bersama seorang Jonathan Hansen, pemuda itu takut akan berimbas buruk baginya.


"Nona, yang Nona minum tadi bukan es teh, tapi wiski dengan kadar alkohol lebih dari 50 persen, saya memberikan tambahan es batu supaya kadar alkoholnya jadi sedikit menurun. Tapi jika diminum oleh orang yang tidak pernah mengkonsumsi alkohol seperti Nona, saya takut..."


Belum sempat bertender itu menyelesaikan kata-katanya, tubuh Geraldyn sudah limbung dan dengan sigap Jonathan menangkapnya. Lelaki itu masih punya sedikit kewarasan meski dalam pengaruh alkohol.


"Eeeiggkkh." Geraldyn mengeluarkan sendawa tepat di depan wajah Jonathan, hingga kesadaran Jonathan tiba-tiba saja pulih sepenuhnya.


"Ahh...menyebalkan!!"


Plakk! Plakk!


Geraldyn memukul wajah Jonathan dengan sekuat tenaganya.


Sontak Jonathan membeliakkan matanya dan menatap Geraldyn dengan marah.


"Berani-beraninya kau?" Jonathan terlihat murka dengan wajah yang memerah karena pukulan Geraldyn tadi.


"Kau berengsek sialan! Jonathan Hansen sialan! Mati saja kau sana! Benar-benar menyebalkan!" Racau Geraldyn dengan mata yang sebentar terpejam, sebentar terbuka.


Jonathan yang sebelumnya tidak terlalu menanggapi makian Geraldyn karena pengaruh alkohol, sekarang mematung dengan ekspresi yang sulit dilukiskan. Sendawa Geraldyn tadi seakan menjadi penawar bagi racun alkohol yang dikonsumsi Jonathan, hingga rasanya saat ini dia benar-benar tidak merasa mabuk dan sadar sepenuhnya.


"Jangan berani-berani mengganggu hidup Carissa, Brengsek! Dia punya suami yang sangat baik. Dia sudah sangat bahagia bersama suaminya, kehadiranmu sangat tidak diharapkan. Jangan harap aku mau membantumu. Kau kira bisa menyogokku dengan uang dan blackcardmu itu? Kau pikir aku bodoh? Hahaha....kau yang bodoh! Aku hanya pura-pura mau membantumu agar bisa menguras kekayaanmu lewat blackcardmu itu hahahaha....." Geraldyn kembali meracau sambil tertawa. Dia mendekat kearah Jonathan dengan agak sempoyongan.


"Berengsek sialan bodoh!!"


Tangan Geraldyn kembali terulur dan kali ini menoyor kening Jonathan dengan kurang ajarnya.


Sontak Jonathan semakin terlihat murka.


"Kau? Apa kau tidak sayang dengan nyawamu lagi?" Tanya Jonathan dengan wajah yang semakin mengeras karena marah.


Geraldyn mengangkat dagunya seakan sedang menantang Jonathan. Matanya yang sebentar-sebentar terpejam tampak melihat kearah Jonathan dengan seksama.

__ADS_1


Jonathan terus menatap Geraldyn dengan tatapan yang mengintimidasi. Sedangkan Geraldyn tampak tertegun seakan baru menyadari siapa sosok di hadapannya ini.


"Omo..." Tiba-tiba Geraldyn bergumam.


Tangan Geraldyn kembali terulur, tapi kali ini membelai pipi Jonathan.


"Chang Wook Oppa?" Gumam Geraldyn lagi sambil mengangkat satu tangannya lagi untuk membelai pipi Jonathan di sisi yang satunya.


Ekspresi wajah Jonathan langsung berubah menjadi agak bingung.


"Oppaneun eotteohge yeogie wasseubnikka? Naneun jigeum kkumkkugo issneunga?" Geraldyn mengeluarkan kalimat ajaib yang membuat Jonathan semakin bingung.


"Oppa, saranghe...." Geraldyn berhambur kedalam pelukan Jonathan hingga lelaki itu kehilangan keseimbangannya.


Jonathan kembali terjungkal kelantai, dan kali ini dengan seorang gadis mabuk berada di atasnya. Hilang sudah amarah Jonathan, berganti dengan rasa panik serta bingung.


"Saranghe, Oppa. Gyeolhonhabsida..." Geraldyn masih memeluk tubuh Jonathan dengan erat. Tapi sejurus kemudian dia melepas pelukannya dengan ekspresi wajah yang kembali berubah.


"Heikk" Suara aneh terdengar dari mulut Geraldyn. Mata Jonthan kembali melebar saat melihat gadis itu membekap mulutnya seperti sedang menahan muntah.


"Jangan..."


"Huueeekkkk!!" Belum sempat Jonathan menyelesaikan kalimatnya, Geraldyn sudah mengeluarkan semua isi perutnya diatas tubuh Jonathan. Tidak hanya sekali, gadis itu memuntahkannya berkali-kali, hingga Jonathan tak punya pilihan selain pasrah.


Seumur hidup Jonathan, inilah kali pertama dia terbaring di bawah seorang gadis dengan sangat tak berdaya.


Benar-benar malam yang terkutuk!


Bersambung...


Bener-bener dah kelakuan Geraldyn, emang iya orang mabok bisa sampe kayak gitu?


Ga paham lah, emak anak soleha soalnya, ga pernah mabok-mabokan, sekalinya mabok pake sirup marjan pas bulan puasa😅😂


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2