
Setelah lamarannya diterima oleh Geraldyn, Jonathan kemudian melamar gadis itu secara resmi pada kedua orang tuanya. Dan setelah itu, keduanya terbang ke Jerman untuk menemui keluarga besar Jonathan. Mereka harus meminta restu pada orang tua Jonathan serta tetua keluarga Hansen, termasuk kakek Jonathan sendiri.
Jonathan bahkan meminta izin khusus pada Mr. Edd selama seminggu untuk perjalanan itu.
Dan ternyata Geraldyn cukup disambut di sana. Entah bagaimana Jonathan mengatasinya, yang jelas tidak ada drama penolakan seperti yang terbayang di benak Geraldyn sebelumnya. Orang tua Jonathan malah menyarankan pasangan itu untuk menikah secepatnya.
Pernikahan pun langsung diatur. Geraldyn dan Jonathan kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan mereka, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan.
Tepat satu bulan sebelum pernikahan, Geraldyn resmi mengundurkan diri dari pekerjaannya. Itu karena pernikahannya dengan Jonathan akan diadakan di Berlin, tempat sebagian besar keluarga Jonathan tinggal. Dan setelah itu, Geraldyn dan Jonathan akan menetap di sana. Bahkan Geraldyn juga akan memboyong kedua orang tuanya.
Rencana pernikahan Geraldyn dan Jonathan membuat Carissa merasa senang sekaligus sedih. Dia senang karena ternyata Jonathan benar-benar serius pada manajer sekaligus sahabatnya itu. Lelaki itu tampaknya memang benar-benar telah menanggalkan predikat playboynya. Tapi di sisi lain, Carissa juga sedih karena tidak bisa bekerja bersama Geraldyn lagi. Setelah Geraldyn mengundurkan diri, sudah ada seseorang yang menggantikan posisi gadis itu. Dan Carissa harus mulai menyesuaikan diri dengan orang itu.
Sebagai salam perpisahan, Carissa mengundang Geraldyn serta Jonathan untuk makan malam di rumahnya. Lalu karena tak pandai memasak, Carissa bahkan memesan makanan dari sebuah restoran bintang lima untuk menjamu tamu istimewanya itu.
Makan malam itu berlangsung menyenangkan. Carissa yang sebelumnya tidak terlalu suka dengan Jonathan, sekarang sudah bersikap lebih bersahabat. Bahkan Evan dan Jonathan juga sudah merasa nyaman satu sama lain saat saling berbicara. Semua itu tak lepas dari peran Geraldyn. Seorang gadis biasa yang menjelma jadi sosok luar biasa karena sudah berhasil menaklukkan sang mantan playboy, Jonathan Hansen.
Setelah makan malam, mereka pun beralih ke ruang keluarga untuk lanjut pada obrolan santai.
"Aku akan sangat merindukanmu, Ge." Setelah tadi banyak bercanda, Carissa akhirnya jadi sedikit melow. Bagaimana pun, Jerman punya jarak cukup jauh, tidak sedekat Indonesia-Singapura. Carissa tidak bisa datang kapan saja seperti halnya saat dia merindukan mertuanya.
"Aku juga akan sangat merindukanmu. Tapi kamu tenang saja. Aku akan meminta Jonathan untuk membeli jet pribadi yang bisa mengantarkanku mengunjungimu kapan saja." Geraldyn berkelakar dengan entengnya.
Carissa tertawa.
"Wah...belum apa-apa kamu sudah pamer punya calon suami kaya." Ujar Carissa meledek.
Geraldyn ikut tertawa.
"Tapi, Ge, kalau dipikir-pikir, kata-katamu waktu itu jadi kenyataan, ya." Carissa menatap Geraldyn dengan agak takjub.
"Kamu ingat tidak, kamu pernah bilang hanya akan menikah dengan salah satu Oppa idolamu, atau menikah dengan orang yang benar-benar kaya." Ujar Carissa lagi.
Tawa Geraldyn seketika bertambah renyah.
__ADS_1
"Astaga, kamu masih ingat saja." Ujarnya dengan wajah sedikit tersipu.
"Lalu kalau seandainya sekarang salah satu Oppamu itu datang melamarmu, siapa yang akan kamu pilih?" Tanya Carissa.
Jonathan mulai menautkan kedua alisnya. Tapi Geraldyn justru terlihat semringah.
"Oppaku yang mana dulu?" Tanyanya bersemangat.
"Kalau seandainya Oppa yang posternya kamu tempel di kamarmu dulu...siapa namanya, ya?" Carissa mengingat-ingat.
"Ji Chang Wook?"
"Ah, iya, Ji Chang Wook. Kalau seandainya dia juga memintamu untuk menikahinya, siapa yang akan kamu pilih, dia atau Jonathan?" Tanya Carissa lagi. Dia benar-benar geli melihat ekspresi wajah Jonathan yang mulai berubah.
"Tentu saja dia memilih aku." Jawab Jonathan kesal.
"Tidak. Aku akan memilih Ji Chang Wook." Ralat Geraldyn.
"Apa?"
"Tentu saja aku harus memilih Ji Chang Wook, setidaknya aku harus menikah dulu dengannya walau cuma sehari. Setelah itu baru menikah denganmu." Ujar Geraldyn tanpa beban.
"Hahahaha......" Carissa tak bisa menahan tawanya lebih lama lagi. Dia terbahak-bahak sambil memegangi perutnya melihat ekspresi wajah Jonathan. Bahkan Evan pun juga ikut tertawa kecil.
"Good job, Ge. That's a good idea." Carissa mengacungkan dua jempolnya pada Geraldyn, tidak peduli dengan raut wajah Jonathan yang saat ini terlihat sangat tidak bagus.
"Menikahlah dengan lelaki lain dulu, baru kemudian menikah dengan Jonathan. Mantan playboy seperti dia pantas mendapatkan itu." Tambah Carissa lagi sambil masih tertawa.
Jonathan tampak kesal. Tapi begitu melihat tawa cerah Geraldyn, rasa kesalnya menguap begitu saja. Entah apa yang istimewa dari gadis itu. Yang jelas kini Jonathan benar-benar tak bisa lagi berpaling darinya.
"Ngomong-ngomong, aku agak familiar dengan cincin yang kamu pakai, Ge." Ujar Carissa kemudian. Baru kali ini dia memperhatikan dengan benar cincin yang tersemat di jari manis Geraldyn.
"Ini?" Geraldyn memperlihatkan cincinnya pada Carissa.
__ADS_1
"Ini cincin pemberian Jonathan saat dia melamarku." Gumam Geraldyn lagi sambil tersenyum malu.
Jonathan ikut tersenyum melihat wajah tersipu calon istrinya itu.
"Jonathan benar-benar...bukankah ini cincin yang berhasil di lelang dengan harga tertinggi di acara pelelangan eksklusif beberapa tahun lalu? Aku dan mendiang Papa juga hadir di sana waktu itu."
Geraldyn membeliakkan matanya.
"Benarkah?" Ujarnya tak percaya.
Gadis itu lalu menoleh kearah Jonathan.
"Memangnya cincin ini mahal, ya?" Tanya Geraldyn pada Jonathan.
"Tidak juga. Hanya seharga dua juta. " Jawab Jonathan enteng.
"Dua juta rupiah?" Geraldyn meyakinkan.
"Dua juta dolar."
"Dua juta dolar?? Apa kamu sudah gila???" Geraldyn menyentak tanpa sadar dengan mata yang membulat sempurna. Sedangkan Evan dan Carissa kembali menahan tawa melihat interaksi pasangan di hadapan mereka itu.
"Bagaimana bisa kamu menghabiskan uang sebanyak dua juta dolar hanya untuk sebuah cincin? Apa kamu tidak punya otak? Astaga..." Geraldyn mengoceh tak karuan. Membayangkan uang dua juta dolar yang jika di rupiahkan jumlahnya akan lebih dari dua puluh miliar rupiah itu membuat Geraldyn menghela nafas panjang.
"Kamu ini benar-benar gadis aneh. Harusnya kamu senang punya cincin dengan harga mahal seperti itu, bukannya marah. Tidak semua orang bisa memakainya." Gerutu Jonathan.
"Tentu saja aku marah, bagaimana bisa uang dua puluh miliar lebih hanya untuk di pakai di jari seperti ini. Kamu tidak lihat sekarang jariku saja jadi gemetaran? Ya Tuhan...sepertinya dia akan jadi jari keramat..." Geraldyn menunjukkan jari manisnya yang gemetaran pada Jonathan.
Jonathan hanya bisa terperangah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Astaga...kalian benar-benar lucu..." Carissa yang mulai lemas karena terlalu banyak tertawa merebahkan kepalanya di bahu Evan. Evan pun tersenyum sambil merangkul istrinya itu. Benar kata Carissa, pasangan di hadapan mereka ini sangat menghibur. Seorang crazy rich dengan calon istrinya yang agak tak biasa. Dapat dipastikan hari-hari mereka sebagai suami istri akan penuh dengan warna.
☆☆☆
__ADS_1
Happy reading❤❤❤