
Tiga minggu berlalu, Devan kembali lagi ke rumah ini. Akan tetapi sikap Aksa berubah semenjak dia menemukan Devan bersama dengan seorang perempuan keluar dari bioskop dan memasang maskernya di sana. Devan begitu mesra dengan perempuan itu hingga membuat dia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya direncanakan oleh Devan dan berselingkuh di luar sana. dia juga tahu bahwa adik iparnya tidak pernah pergi ke luar kota, melainkan sedang sibuk bersama dengan perempuan lain. Bukannya dia menuduh, tapi dia punya bukti kuat bahwa Devan selingkuh.
Dua hari berikutnya Devan sengaja mengatakan bahwa dia pulang dari Bogor, hal itu semakin membuat Aksa geram. Membohongi Adelia dengan alasan sibuk di luar kota. Justru sibuk selingkuh dengan perempuan cantik di luar sana dan menyamar.
Sekalipun dia baru tahu tentang keluarga barunya. Tetap saja, dia begitu kesal ketika tahu jika adiknya dipermainkan seperti itu oleh Devan. pantas saja mama tirinya pernah mengatakan jaga Adelia ketika perempuan itu menangis. Kali ini dia mengerti alasan mama tirinya berkata demikian.
Sejenak, dia menghela napas panjang begitu berada di ruang tamu. Di dalam sana, ada Adelia yang sedang menemani sang nenek tidur. Perasaan Aksa kacau ketika dia tahu bahwa neneknya sedang sakit. Apalagi satu minggu ini neneknya tidak bisa berjalan dan harus di dorong dengan kursi roda. Sungguh, dia miris dan tidak akan sanggup lagi mengenai kehilangan yang terlintas. Jika dia membuat kegaduhan mengenai perselingkuhan Devan. semuanya akan menjadi berantakan. Neneknya yang sakit, apalagi dengan keadaan sekarang ini. Tidak mungkin bagi Aksa untuk melakukan hal mengejutkan kepada sang nenek dan juga tidak mau memberitahukan kepada orang tuanya. Namun, melihat kemesraan Devan ketika dia sedang mengajak kekasihnya nonton waktu itu, tidak sengaja dia bertemu dengan Devan bersama dengan perempuan asing.
Aksa pindah ke atap untuk mencari udara segar.
“Kakak kenapa?” tanya Keano tiba-tiba membawa dua cangkir minuman yang satunya diberikan kepada Aksa.
Dia hanya megulurkan tangannya mengambil minuman yang diberikan oleh Keano. “Apa Adelia baik-baik saja dengan suaminya? Mereka tinggal di sini bukan karena mereka punya masalah ‘kan?”
Aksa minum cokelat panas yang dibuatkan oleh Keano tadi. Ketika itu dia menatap ke arah lurus, “Kenapa kakak bisa bertanya seperti itu?” tanya Keano yang mengarah kepada kakaknya.
“Karena aku ketemu Devan jalan sama perempuan lain. Mereka mesra,”
Keano terkekeh, “Kenapa kamu ketawa?”
“Itu bukanlah hal yang baru. Bisakah kakak dipercaya?”
“Maksud kamu?”
“Tentang kak Adel,” kata Devan kemudian mengulurkan kelingking tangan kanannya kepada Aksa.
__ADS_1
Pria itu menyambutnya dan membalas uluran Keano. “Semoga saja aku bisa melindungi kalian,”
“Kak Adelia menikah sama anak mantan suami, Mama.”
“Ini tentang anak Mama yang meninggal?” nada suara Aksa rendah. Takut jika Keano tersinggung. Dia masih bisa menjaga perasaan adiknya sekalipun usia Keano belasan tahun lebih muda dari dirinya.
Keano tersenyum, “Iya, Kak Adelia nikah sama anak dari mantan suami Mama. Yaitu Om Reza. Sekaligus mantan sahabat Papa. Tapi mereka berantakan semenjak Mama diceraikan dan juga semenjak Kak Rania meninggal karena di dorong oleh Papanya kak Devan,”
“Mama nggak tahu?”
Keano menggeleng, “Mama nggak tahu sama sekali. Andai saja Mama tahu, pasti semuanya akan sangat kacau,”
Ya, Aksa ingat ketika mama tirinya menangis menceritakan Rania waktu itu. dia merasa kehilangan juga sekalipun bukan adik kandungnya. Akan tetapi dia yakin bahwa masalah ini sangatlah rumit sehingga Keano bisa pura-pura seperti sekarang ini. “Siapa aja yang tahu mengenai hal ini?”
“Aku, kak Aksa, nenek, Papa dan juga Papanya kak Devan. Yang nggak tahu itu adalah, Mama.”
“Tentu, itulah alasan Papa selama ini begitu benci lihat kak Adel dibawa sama Devan. awalnya Papa mau pisahin mereka berdua. Akan tetapi Papa nggak mau egois mengenai anak yang dikandung oleh kak Adel. Ini berjalan semenjak kak Adel baru hamil,”
Begitu rumit, tidak ada yang tahu kapan mereka semua akan menyimpan semua ini. Aksa, dia juga baru tahu mengenai masa lalu mama tirinya. Mama tiri yang dianggap seperti mama kandung sendiri yang begitu menyayanginya, semua keperluannya sekarang ini dipenuhi oleh perempuan itu. mulai dari setelan ke kantor, dia dan adiknya dilayani dengan baik. Sekalipun itu bukanlah tugasnya, tapi mama tirinya pernah bilang bahwa bukan lagi waktunya membandingkan status. Karena menerima masa lalu seseorang dengan hati yang luar biasa tulus itu sangatlah baik.
Dia tidak pernah menyangka jika dia dengan Argi akan diterima begitu hangat di keluarga ini. Apalagi ketika dia mengetahui bahwa papanya bukan orang sembarangan. Sedikit sungkan karena tidak pernah hidup semewah sekarang ini.
Apa yang mereka punya waktu itu habis untuk pengobatan sang kakek. Sedangkan saudara mamanya tidak mau tahu untuk urusan perawatan. Sehingga kakeknya meminta untuk mereka mencari papa kandung ketika nanti kakek sudah tidak ada. Mungkin itu yang dimaksud oleh kakeknya mengenai om yang tidak mau tanggung jawab tersebut. Kemudian mereka diminta mencari papa kandung mereka yang selama ini dianggap sudah tiada.
“Kak Aksa adalah kakak tertua di sini. Aku anggap kakak itu nggak ada bedanya sama Kak Adelia. Kita dari papa yang sama, sekalipun kita beda Mama. Kakak itu akan tetap menjadi tiang ketika aku, kak Argi dan kak Aksa tumbang. Maka kakak yang bakalan jadi penopang aku. Alasan aku cerita mengenai hal ini, aku lihat kak Argi juga sayang sama mama. Begitupun dengan kak Aksa. Apa alasan aku untuk rahasiakan ini? Apalagi kak Aksa akhir-akhir ini terlihat mengabaikan kak Devan tanpa alasan. Kakak yang biasanya selalu hangat tiba-tiba cuek,”
__ADS_1
Sebagai anak tertua yang lahir dari rahim berbeda. Tentu saja ucapan Keano tadi itu benar. Mereka satu papa, tidak mungkin Aksa berani melakukan hal jahat kepada adiknya ini. Apalagi dia tahu bahwa sekarang adik perempuannya tinggal menunggu hari untuk melahirkan.
“Kakak usahakan akan menjadi yang terbaik untuk kalian bertiga,”
“Papa itu adalah pria terbaik, dia nggak pernah mau anaknya menderita. Bahkan Papa rela dibenci Mama jika seandainya nanti Mama tahu mengenai status kak Devan,”
“Doakan saja semoga semuanya baik-baik saja. Papa juga pasti nggak mau Mama terluka. Tapi dia nggak bisa korbankan Adelia dan juga calon anaknya. Jadi, kamu juga tetap rahasiakan ini sama Mama. Kita tanggung bareng-bareng apa pun yang Mama akan lakukan nanti. Kita nggak mungkin bebani cuman untuk Papa. Aku juga nggak mau kalau sampai papa dibenci sama Mama. Begitupun sebaliknya,”
Keano mengangguk, “Aku takut mereka berdua bercerai. Kemudian anaknya jadi korban setelah Mama tahu. Aku ngebayangin gimana mereka sama-sama berusaha bertahan,”
Tapi sayangnya yang ada dipikiran Aksa adalah mengenai Devan yang bersama perempuan lain. “Kenapa mereka nggak berpisah? Aku lihat dia jalan sama perempuan lain di bioskop,”
“Kakak pasti takut jika kak Adelia itu disakiti? Kak Devan memang bilang kalau dia pergi sama Bianca. Itu karena Bianca bilang kalau dia bakalan bongkar status dia ke Mama. Jadi, itu adalah alasan kenapa Kak Devan seperti itu,”
“Itu bukan pacarnya?”
“Hampir menikah. Tapi Kak Devan milih kak Adel. Mereka menikah pun tinggal terpisah, kak Devan tinggalin semua yang dia punya demi kak Adel. Kak Devan itu sayang banget sama Kak Adel. Makanya Papa bangga lihat tanggungjawab Devan. waktu kakak ketemu sama Kak Devan, itu cuman cara dia untuk bisa terhindar dari tuh perempuan karena takut jika kak Devan nolak. Sudah dipastikan tuh perempuan bakalan bilang ke Kak Adelia ataupun, Mama. Dari awal menikah mereka sudah diuji kak. Jadi kalau kakak lihat kak Devan sama tuh perempuan, ya kakak samperin aja. Pasti kak Devan cerita kok. Dia nggak pernah main rahasia, dia jaga kepercayaan dan juga rumah tangganya,”
Aksa baru mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Keano. Mungkin ini adalah cara terbaik untuk membantu, yaitu ikut merahasiakan itu semua. Dia salah paham dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1