
Nesya begitu terkejut dengan tingkah anak pertamanya. Devan sudah berani mengatakan hal yang tidak masuk akal kepada Bianca. Anaknya juga sudah memberi sinyal bahwa dia akan melawan kedua orang tuanya jika melakukan hal yang lebih lagi. Sementara itu dia melihat ekspresi Bianca yang sudah berubah sedari tadi karena ditinggalkan oleh Devan.
Nesya yang sempat berpikir membiarkan Devan memiliki dua istri. Akan tetapi justru anaknya menolak. Nesya selalu beranggapan bahwa memiliki dua istri itu sangatlah mudah. Apalagi dia akan mengembalikan posisi Devan diperusahaan suaminya dan bisa hidup dengan sangat baik.
"Tante, aku nggak mau kalau Devan cuek sama aku," ucap Bianca yang langsung cemberut begitu saja. Nesya menyukai Bianca bukan hanya karena kecantikannya, tapi gadis ini juga memiliki masa depan yang baik. Gadis ini juga sangat pintar, maka dari itu dia berpikir jika Bianca adalah pasangan yang paling cocok dengan Devan.
Mendengar ucapan anaknya mengenai istrinya tadi. Sekejap dia langsung berpikir hal yang tidak masuk akal juga mengenai menantunya yang dikatakan sangat kaya tapi mau hidup sederhana bersama dengan Devan yang tak memiliki apa-apa. Bahkan anak lelakinya itu bekerja sebagai karyawan di perusahaan iparnya. Padahal jika di perusahaan Reza, anaknya akan menjabat sebagai Presiden Direktur.
Devan juga yang terdengar sangat bodoh ketika memilih sang istri dibandingkan taat kepada orang tua. Jika dipikir dengan baik, maka Nesya tidak akan pernah percaya dengan apa yang diucapkan oleh anaknya tadi sebelum pergi. Pasalnya dia tahu bahwa perusahaan suaminya itu sangatlah besar dan memiliki saingan yang cukup banyak.
Ketika dia menoleh ke arah Bianca rasanya Nesya tidak percaya dengan ucapan Devan tadi, orang tua Bianca juga merupakan orang yang sangat kaya, jika mereka bekerja sama untuk menjalankan bisnis berdua dan keuntungannya itu akan sangat fantastis dan pernikahan keduanya sudah dipastikan akan terjamin kehidupannya untuk masa depan. Bahkan hingga anak cucu mereka, kekayaan yang tidak akan pernah habis sampai keturunan keberapa pun.
Tapi ketika dia mendengar Devan mengenai istrinya tersebut, ia sempat terkejut dan tidak percaya dengan hal itu. Jika memang itu yang terjadi nantinya, dia dan suaminya akan menjadi orang yang sangat susah bahkan ditertawakan oleh orang-orang yang di mana sekarang ini dia merupakan orang yang sangat kaya.
Bianca merupakan anak dari pengusaha terkenal dan beruntunglah Bianca jatuh cinta kepada Devan dan mau menjadi istri kedua bagi anaknya, tapi anaknya saja yang kurang ajar dan menolak Bianca yang begitu cantik pintar serta memiliki pola pikir yang baik untuk masa depannya.
Nesya tidak keberatan jika Devan memiliki dua istri. Mereka tidak peduli dengan hati istri Devan, itu yang dipikirkan oleh Nesya. Bahkan dia beranggapan bahwa Devan menikah karena tanggung jawab, bukan karena jatuh cinta kepada perempuan itu. barangkali di masa lalu Devan pernah melakukan hubungan intim dengan istrinya karena kesalahan atau mungkin saja Devan waktu itu sedang mabuk dan tidak sadar jika ia melakukan hal itu dengan perempuan yang kini menjadi istrinya
__ADS_1
"Tante gimana ini kalau memang Devan nggak mau, aku harus menyerah?"
Mendengar ucapan Bianca tadi cukup membuat Nesya terkejut. Karena dia tidak akan pernah menyerah sebelum menikahkan Bianca dengan Devan. Keuntungan bagi Nesya ketika anaknya menikah dengan gadis itu adalah dia bisa mendapatkan apapun itu. Jika Devan memiliki keturunan dari Bianca maka tidak akan ada alasan lagi untuk Devan menjauh dari perempuan itu. Karena dia tahu bahwa anaknya sangat bertanggung jawab dan juga memiliki hati yang begitu luas dengan memikirkan orang di sekitarnya.
"Jangan gitu dong, kamu kok nyerah gitu aja. Apalagi sekarang ini istrinya kan lagi hamil. Apa kamu nggak mau ngelakuin hal yang sama?"
Bianca mengangkat sebelah alisnya karena tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh mama Devan tadi ketika menyebut kata hamil. Bianca berpikir sejenak barangkali Mama Devan mengatakan hal tersebut agar dia melakukan hal itu juga agar Devan mau bertanggung jawab dengan dirinya untuk bisa memenangkan hati pria tersebut. Jika itu yang dilakukan Bagaimana caranya agar dia bisa menjebak Devan rasanya itu sangat sulit karena sangat kecil kemungkinan ia akan hamil saat pertama kali melakukan hubungan tersebut dengan Devan. Barangkali Devan melakukan hal itu dengan istrinya pertama kali. Tetapi itu sudah menjadi takdirnya tentu saja jika nanti Devan tidak bisa membuatnya hamil itu akan membuat dirinya sangat rugi karena kehilangan penghormatannya kepada suami orang lain.
Sejenak ia tersenyum ketika membayangkan dirinya akan mengandung anak Devaan. Maka apapun yang dia inginkan selalu dituruti oleh laki-laki itu apalagi orang tua laki-laki itu sangat menyayanginya melebihi Devan jika Devan tak menuruti keinginannya untuk berkencan maka dia dengan mudahnya melaporkan laki-laki itu kepada sang calon mertua dan hingga pada akhirnya Devan yang akan kena imbasnya, belum lagi harapan Papa Devan agar pria itu menikah dengan dirinya.
Hanya saja waktu itu mereka terlambat untuk melaksanakan pernikahan hingga pada akhirnya membuat malu keluarga besar, sekalipun pernah batal menikah dengan Devan tetap saja Bianca menginginkan Devan melebihi apapun. Dia juga berharap bahwa laki-laki itu patuh dan tunduk kepadanya, ia membayangkan nanti apapun yang dia inginkan pasti akan terwujud. Bukan karena Devan yang sukses membuat Bianca jatuh hati. Tapi karena dia juga sangat mencintai Devan melebihi apapun.
Tidak ada laki-laki di dunia ini yang mampu meluluhkan hatinya selain Devan yang pintar dan juga digandrungi banyak perempuan, dia ingin memenangkan hati Devam karena ia ingin membuktikan kepada orang-orang yang telah menilainya salah jika dia tak bisa meluluhkan hati pria dingin itu. Ia pasti akan membuktikan kepada orang lain bahwa dia bisa membuat pria itu bertekuk lutut kepadanya.
"Maksud tante tidur sama Devan juga?"
Nesya langsung menganggukkan kepala ketika mendengar perempuan itu berkata demikian, karena belum ia menjelaskan hal itu Bianca. Namun dengan mudahnya gadis itu mengerti apa yang dia katakannya. Tentu saja dia akan melakukan segala cara agar anaknya bisa masuk ke dalam perangkapnya. pasalnya ia tidak tahu mengenai menantunya itu sama sekali hingga membuatnya begitu garam ketika Devan menikah dengan perempuan itu dan meninggalkan Bianca, bahkan ketika menikah pun Devan menjadi menentang dirinya dan juga Reza.
__ADS_1
Bahkan Nesya juga terkejut ketika Devan menikah, anaknya yang perempuan justru ikut membenci dirinya juga. Jesse juga bersikap demikian. Yaitu tidak mau menuruti apa yang dikatakan oleh orang tua. Mereka justru lebih tunduk kepada kakaknya dibandingkan dengan orang tuanya.
Sewaktu kecil, Devan memang dirawat oleh Shita, adik dari suaminya. Sikap dingin Devan juga berasal dari didikan Shita. Memang dari dulu perempuan itu sangat menentang pernikahan dirinya dengan Reza bahkan pernah mengatakan bahwa dia harus bercerai dari Reza waktu itu. Andai saja bukan karena Devan, barangkali Nesya sudah menyandang status janda sedari dulu dan tidak akan pernah menjadi nyonya di rumah Reza.
Pahitnya menikah dengan Reza itu banyak. Mulai dari membesarkan anaknya sendirian ketika Devan kecil. Sampai Jesse lahir, Reza juga masih sering selingkuh diluaran sana. Tapi beruntunglah suaminya tidak jatuh ke tangan perempuan lain ketika dia berhasil membuat suaminya bertekuk lutut saat ini.
"Tante, aku boleh tanya sesuatu?"
tentu saja dia dengan senang hati menjawab dengan jujur. "Kamu mau nanya apa?"
"Kalau seandainya aku menikah dengan Devan nantinya, apakah tante bakalan belain aku atau istrinya Devan,"
Nesya tersenyum manis, "Tentu saja kamu sayang. Mana mungkin tante bakalan belain ****** yang hamil diluar nikah,"
Bianca tersenyum sinis. Padahal dia juga tahu bahwa dulu mama Devan ini merupakan perebut suami orang dan juga dalam keadaan hamil ketika menghancurkan rumah tangga orang lain. Semua itu dia ketahui dari mamanya yang pernah menceritakannya mengenai masa lalu calon mertua perempuannya yang merupakan perebut suami orang lain.
Buat teman-teman yang nggak semuanya bisa dibalas oleh author satu-satu di komentar, mohon maaf ya. Author sapa dari sini, hehehe. Pasti kalian akan menjawab 'Mimpi' kepada Bianca. Hehehehe. Kuyakin itu, hahaha.
__ADS_1