WITH YOU

WITH YOU
Kenangan Yang Dulu


__ADS_3

Flashback


Raka sedang menikmati kopi panasnya diapartemen. Setelah bertengkar dengan Nabila karena tidak dijemput oleh dirinya perempuan itu menjadi sangat pemarah dan langsung bertengkar dengan dirinya dan tidak mau lagi membalas pesannya serta tidak mau menjawab telepon dari Raka lagi.


Sore nanti dia akan datang ke tempat perempuan itu untuk meminta maaf atas kesalahannya yang sangat fatal, ia pikir dengan cara seperti itu bisa membuat Nabila sedikit mereda amarahnya. Raka juga yang memang sadar jika dirinya tidak bisa menjemput perempuan itu tadi karena pekerjaannya yang memang lumayan banyak. Sejak SMA, Raka sudah dibiasakan bekerja oleh orang tuanay hingga dia bisa mandiri dan hidup diluar sendirian. Tapi untuk pekerjaan, maka dai akan melakukannya dengan sangat baik.


Sejenak dia menyesapi rokoknya dan menyeruput kopi hitamnya tanpa gula. Begitukah perempaun ketika sedang marah? Dia justru mengingat jika Nabila memang istimewa. Dia tahu jika Nabila memang disukai oleh salah satu temannya, namun Nabila memilihnya dibandingkan pria yang sudah menjadi temannya sudah sangat lama itu.


Ketika itu, ponselnya berbunyi beberapa kali. Ketika dia membuka pesan, ternyata perempuan itu sangat marah dan tidak mau lagi dihubungi oleh Raka. Pria itu langsung tersenyum ketika melihat tingkah gadisnya yang merajuk seperti itu.


“Yakin nih anak bisa marah?” tanya Raka pada dirinya sendiri.


Saat itu dia langsung mandi dan bersiap-siap untuk mencari perempuan itu ke apartemen Nabila. Dia tahu jika tidak disamperin. Maka Nabila akan sangat marah kepadanya dan bisa jadi hubungan mereka berdua akan benar-benar berakhir begitu saja.


Saat ini, dia sudah berpakaian rapi. Tanpa adanya informasi terlebih dahulu mengenai dia yang akan pergi ke apartemen Nabila. Maka dari itu Raka harus memberikan kejutan untuk kekasihnya itu dengan cara memberikan bunga. Dia tahu jika Nabila memang sangat menyukai bunga yang nanti akan dibelikannya untuk perempuan itu.


Ketika dia berhenti di salah satu toko bunga. Dia memilih berbagai maca bunga yang nantinya akan dibuatkan bungkusan yang begitu cantik. Sebuket bunga yang akan diberikan untuk Nabila.


Selama diperjalanan ia yang begitu bahagia ketika memberikan kejutan itu untuk perempuan yang dia sayangi. Dia sadar jika dia memang sibuk beberapa hari terakhir karena pekerjaannya. Tapi dia tidak bisa meninggalkan Nabila juga sendirian.


Begitu tiba diapartemen Nabila, dia berpapasan dengan Fandy yang waktu itu berada di sana. “Ngapain lo?” tanya Raka dengan ketusnya.


“Lo sendiri mau ngapain?” tanya Fandy balik.


“Gue mau ke tempat cewek gue lah,”


“Siapa?”


“Nabila, dia kan pacar gue,” jawabnya dengan santai. Fandy hanya menepuk pundaknya lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun padanya. Kali ini Raka benar-benar tak mengerti dengan pria itu. Entah apa yang terjadi hingga dia melakukan hal itu kepada Raka.


Tapi ketika dia berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan juga sahabatnya itu. Raka langsung pergi begitu saja menuju kamar Nabila.


Beberapa kali Raka mencoba mengetuk pintu kamar perempuan itu.


Saat dibuka, Nabila cemberut dan Raka tanpa ragu melangkahkan kakinya mendekati Nabila. “Raka keluar! aku nggak mau ketemu sama kamu,” keluh perempuan itu sambil mendorong tubuhnya. Tapi Raka tak menyerah, dia justru masuk begitu saja dan memberikan bunga itu kepada Nabila. Tak perlu menunggu lama untuk melihat pemandangan yang indah itu, yaitu senyum yang terukir di bibir Nabila.


“Raka,” suara manja itu membuat Raka tersenyum.


“Aku nggak bisa jemput karena aku sibuk,” ucapnya dan langsung mengecup kening Nabila.

__ADS_1


Nabila yang begitu senang langsung mencium pipinya. “Tadi Fandy kemari, dia yang antarin aku,”


“Kenapa mau?”


“Karena kamu sibuk,”


“Kalau aku sibuk berarti bebas dong mau ngajak siapa aja pergi, gitu? Terus boleh ajak siapa aja masuk ke apartemen kamu? Gitu, Nabila?”


Nabila memukul dada Raka. “Kamu nyebelin. Kamu pikir aku kayak gitu ya? Padahal yang paling sering ke apartemen aku itu ya cuman kamu,”


“Ya udah nggak usah jelek gitu ekspresinya,” ledek Raka.


“Ya udah aku mandi dulu, kamu nggak lihat apa aku udah pakai beginian?”


Raka baru sadar ketika melihat Nabila hanya menutupi tubuhnya dengan handuk. “Cium dulu, nggak apa-apa?” tanya Raka sambil menyeringai.


“Raka, aku belum mandi astaga,”


Nabila mulai menghindari Raka yang waktu itu sudah memegang tangan Nabila. Tapi perempuan itu langsung mengajak Raka ke ruang tamu dan menyuruhnya menunggu di sana.


“Buruan ya! Kita jalan sampai kamu puas! Nggak usah dandan juga nggak apa-apa, kamu tetap cantik,” rayunya kepada Nabila. Perempuan itu hanya tersenyum mendengar ucapan Raka yang baru saja keluar dari mulu pria itu.


“Hmm boleh,”


“Makasih,” Nabila tersenyum. Kemudian Raka menarik gadis itu dan mencium bibir Nabila untuk pertama kalinya. Nabila memang pacarnya yang pertama kali dia cium. “Raka, nggak boleh. Aku kan belum mandi,”


“Jadi, kalau udah mandi nanti, boleh dong?”


Nabila tersenyum kemudian pipinya merah seketika dan membuat Raka tersenyum. “Satu kali aja,” ucapnya.


“Nggak bakalan, Nabila,”


“Raka mesum,”


“Mesum tapi aku sayang sama kamu. Gimana coba?” tawa Raka pecah ketika Nabila langsung mendorongnya dan ia langsung mundur beberapa langkah dari perempuan yang sedang kabur itu.


Apartemen yang hanya untuk satu orang. Satu kamar tidur, kamar mandi dan juga ruang tamu serta dapur yang menjadi pelengkapnya. Awalnya di sana ada dua kamar, tapi satunya disulap oleh Nabila menjadi ruang kerja serta tempat menaruh pakaian karena lemari pakaian dan barang-barang yang begitu banyak ada di sana.


Raka juga yang selalu memanjakan Nabila dengan barang-barang yang dia inginkan. dia tidak pernah menolak sama sekali mengenai hal itu. Karena yang dia inginkan adalah kebahagiaan Nabila. Dia begitu menyayangi perempuan itu.

__ADS_1


Menunggu beberapa lama, gadis itu keluar dan mengambil pakaian di kamar sebelah. “Raka, bagusan yang mana? Kiri atau kanan?”


Raka berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Nabila. “Yang kiri lebih bagus,” Raka memilik rok cokelat muda dengan atasan kaos berwarna hitam. “Dandan yang cantik, katanya pengin makan malam berdua,” ucap Raka memastikan keinginan gadis itu.


“Siap sayang,” tawa perempuan itu begitu terdengar sangat lucu.


Raka masih menunggu di ruang tamu sementara kekasihnya sedang berdandan. Raka memang sering selingkuh, tapi tetap saja dia begitu sayang kepada perempuan itu. Dia menyimpan nomor perempuan lain pada ponselnya yang satunya lagi. Maka dari itu dia menyimpan nomor perempuan itu dengan sangat baik.


Lama dia menunggu di ruang tamu. “Raka, ayo!”


Dia langsung mengangkat kepalanya, kenapa dia seolah begitu ingin memiliki gadis ini untuk sekarang ini. “Sayang, mau nginap nggak nanti?”


“Kok nginap?”


“Siapa tahu kita pulang agak larut kan nanti?”


Perempuan itu berpikir sejenak. “Okedeh, tapi aku ambil pakaian ganti dulu ya,”


“Hmm, nanti kita beli gimana? Sekalian jalan-jalan gitu. Biar besoknya kita jalan-jalan lagi, kan besok hari minggu. Biar kencan kita lama,” tawar Raka.


Perlahan Raka mulai melangkah dan menggandeng tangan perempuan itu, senyuman Nabila mengembang begitu indah. “Raka, nggak bakalan ninggalin aku kan?”


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”


“Aku sayang sama kamu. Maka dari itu aku takut ditinggal,”


 


 


“Selama aku di sini, ya nggak bakalan ditinggal dong,” ucapnya dan langsung mengajak Nabila keluar dari apartemennya.


 


 


 


 

__ADS_1


--Yang masih bingung tentang kenangan masa lalu Raka dan penjelasan mengenai masa lalunya dan juga Nabila. Persahabatannya juga dengan Fandy dan juga Reza dulu. Semua sudah dirincikan untuk  kedepannya. Semua tidak ada yang terlewat. Jadi, harap tenang ya. Karena author sudah update banyak. Tinggal menunggu hari terbitnya. Ini setiap hari terbit kok. Jangan lupa kasih dukunganya kepada author dan juga vote sebanyak-banyaknya. 


__ADS_2