WITH YOU

WITH YOU
Jaga Dia


__ADS_3

Di ruang tengah, di mana mama dan juga Raka sedang menginterogasi Devan mengenai hubungan rumah tangganya dengan Adelia. Bukan karena Raka ingin tahu lebih dalam. Tapi karena ia ingat keadaan anaknya sedang hamil yang membuat Raka ingin tahu mengenai menantunya yang sedang duduk di sofa bersama dengannya di ruang tengah.


Dengan perlahan dia menarik napas dalam-dalam. Berharap jika menantunya jujur untuk nanti jika dia bertanya mengenai hubungan rumah tangga itu. Devan terlihat memiliki sifat dingin. Terlihat dari caranya bersikap kali ini dan beberapa waktu lalu ketika datang meminta restu dengan beraninya dia datang seorang diri tanpa membawa kedua orang tuanya.


Raka berdehem ketika melihat Devan terlihat tenang.


Mengapa pria ini begitu misterius? Bisa-bisanya menikahi anaknya tanpa ada proses pacaran dan pengenalan terlebih dahulu dan tiba-tiba membuat Adelia berbadan dua. Raka ingin menjambak rambutnya karena benar-benar kesal dengan pria yang ada di depannya ini.


Raka akui dari segi fisik, pria ini memang sangat tampan. “Devan,”


“Iya, Om,” jawab Devan spontan.


“Kamu nggak keberatan kalau Adelia tinggal di sini?”


Devan langsung mengangkat kepalanya. “Kenapa harus tinggal di sini? Adelia itu istri saya, jadi saya yang bertanggung jawab. Adelia juga lebih berhak hormat ke saya karena sekarang ini saya adalah suaminya. Tapi kalau memang untuk beberapa saat saya tidak keberatan,” jelas Devan.


Raka mengangguk mengerti dan bisa menilai sedikit demi sedikit mengenai pria ini. Dia bisa menilai sedikit jika memang Devan bertanggungjawab seperti yang diceritakan oleh Fania dan juga Keano mengenai suami anaknya ini. Awalnya dia memang tidak ingin menerima Devan. tapi karena Adelia yang terlihat baik-baik saja membuat Raka berusaha untuk percaya sedikit demi sedikit kepada menantunya ini.


“Kamu nggak ada masalah selama menikah dengan Adelia?”


“Nggak ada, Om,”


“Mengenai Adelia yang boros, manja?”


“Adelia nggak boros, Om. Adelia juga nggak manja, dia bisa jadi istri terbaik. Dia juga menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam. Bahkan semua keperluan saya selaku suaminya dengan baik, Adelia tidak pernah meminta hal yang aneh-aneh,”

__ADS_1


Raka mengangguk lagi mendengar penjelasan Devan. padahal yang dia dengar bahwa selama ini Devan juga yang menyiapkan segala keperluan sendiri. “Apa dia nggak pernah bikin kamu repot? Missal kamu harus urus diri sendiri karena dia ngidam?”


“Nggak, Om. Dia lakukan apapun semuanya dengan baik tanpa ada kesalahan sedikitpun. Kalau berantem sedikit pasti ada tentunya, Om. Tapi kalau masalah besar nggak ada sama sekali. Dia itu mau belajar untuk memahami,”


“Jangan cuman dia yang belajar mengerti kamu, kamu juga harus mengerti dia. Ngomong-ngomong apa dia sudah USG?”


Devan mengangguk pelan, “Udah om. Kemarin malam baru sempat ke dokter,”


“Jenis kelaminnya?”


“Perempuan,”


Raka menundukkan kepala. Perempuan, semoga apa yang pernah terjadi di masa lalu istrinya tidak terjadi pada Adelia. Tentu itu akan sangat sakit, sifat Reza yang dahulu begitu manis dihadapan Fania tapi menyimpan sebuah pengkhianatan. “Kamu menginginkan dia?”


“Om, kalau saya nggak menginginkan dia. Saya sudah biarkan Adelia mengurusnya sendirian, saya nggak mungkin datang dan rela dipukul sama om kalau memang saya berniat jahat sama anak om,”


Devan tersenyum berusaha untuk tetap terlihat tenang dihadapan mertua dan juga nenek istrinya yang setia menemani di sana. devan juga tanpa diminta sudah dipastikan akan melakukan hal itu dan benar-benar akan bertanggung jawab kepada Adelia. “Om, saya bakalan lakukan yang terbaik untuk anak, Om,”


Kemarin Raka mendengar mengenai Devan dari anak laki-lakinya dan menurut pengakuan dari Keano yang tidak mungkin berbohong kepada orang tua. Keano menceritakan bahwa Devan merupakan pria yang sangat bertanggung jawab terhadap Adelia.


Butuh waktu lama untuk meyakinkan. Tapi beberapa minggu ini memang Keano selalu memancingnya untuk membahas mengenai Devan hingga dia penasaran dengan sendirianya tentang Devan. dia memang tidak mengenal dengan baik mengenai menantunya itu. Tapi Keano sudah menjelaskan bagaimana usaha pria itu untuk tetap memilih anaknya. Raka juga tahu bahwa anaknya tidak direstui oleh orang tua pria ini. Hingga kemudian berinisiatif meminta Adelia tinggal di rumahnya. Agar dia bisa mengawasi Adelia setiap hari. Apalagi anaknya sedang hamil saat ini.


Tujuan Raka sudah jelas agar anaknya bisa hidup lebih baik. Raka sadar mengenai kesalahannya yang pernah menghamili anak orang dulu. Dia juga sudah mengerti dengan semua yang terjadi pada anaknya merupakan suatu hukuman dari apa yang dia perbuat di masa lalu. Sebaik apapun yang dia lakukan untuk menjaga anak perempuannya. Tetap saja terjadi karena Tuhan telah menurunkan hukuman untuknya.


Setelah mendengarkan penuturan Devan mengenai dia yang sudah berusaha sebaik mungkin menjaga Adelia. Sedikit saja Devan melakukan kesalahan, sudah dipastikan Raka akan mengambil Adelia. Karena tidak ingin jika anaknya menderita karena pernikahan terpaksa itu. Tapi melihat anaknya yang juga bahagia dengan pernikahan itu, tidak mungkin bagi Raka memaksakan kehendaknya. Dia memang benci, tapi sekarang dia menarik apa yang dia pernah katakan kepada istrinya mengneai ancaman dan juga sumpah yang pernah dia lontarkan kepada istrinya jika Fania nekat ke rumahnya.

__ADS_1


“Kalau mama Adelia pengin ke sana. kamu kasih atau nggak?”


“Silakan, Om. Bahkan kalau Om mau ke rumah, dengan senang hati. Tapi maaf sebesar-besarnya Om. Mungkin mengenai tempat tinggal, rumah saya tidak terlalu luas. Tapi pelan-pelan saya akan berusaha cari yang lebih nyaman lagi untuk Adelia, Om. Rumahnya tidak seluas ini, karena hanya itu yang bisa saya berikan untuk saat ini. Tapi Om tenang aja, saya akan lakukan apapun yang bisa buat Adelia bahagia,”


“Saya tunggu pembuktian kamu,”


Devan dengan senang hati akan melakukannya karena dia juga mencintai Adelia. Belum lagi ketika mengetahui anak mereka berjenis kelamin perempuan yang di mana membuat hidup masa lalu itu terbuka lagi pada Devan. tapi dia tidak ingin jika kejadian di masa lalu yang pernah meniadakan adiknya justru terulang lagi pada Adelia. Dia bertekad akan tetap menemani masa-masa sulit Adelia nantinya.


Devan juga sadar selaku kepala rumah tangga, apapun yang terjadi dia merupakan tiang untuk rumah tangga tersebut yang di mana harus menjadi penguat agar bisa bertahan kokoh. Sekalipun Devan bisa merasakan bahwa sesuatu bisa saja terjadi antara rumah tangganya dengan Adelia di masa yang akan datang. Tapi dia akan tetap berusaha mempertahankan, tidak mungkin mengorbankan anaknya nanti.


“Kamu kenapa?” tanya mertuanya.


“Nggak ada, Om. Berdoa saja semoga semuanya baik-baik aja. Adelia juga sehat terus!”


“Pasti, saya doakan. Saya cuman pesan itu sama kamu. Saya titip dia sama kamu, Devan,”


“Saya bakalan jaga dia, Om,”


 


 


Sebenci apapun, Raka ingin menerima. Karena bagaimanapun juga Adelia adalah anaknya, darah dagingnya sendiri. Tidak ada mantan anak yang dibuang begitu saja. Ketika ada masalah, hanya dia menjadi tempat Adelia untuk kembali. Tapi dia berharap bahwa tidak ada apa-apa antara Devan dan Adelia.


 

__ADS_1


 


__ADS_2