WITH YOU

WITH YOU
Ikuti semuanya!


__ADS_3

Semalam Raka telah dihubungi oleh anak buahnya mengenai kabar terbaru mengenai Devan. Ketika dia pergi untuk menemui anak buahnya, tiba-tiba dia melihat motor anaknya yang mengikutinya dari belakang. Maka dari itu dia sengaja masuk ke salah satu supermarket untuk mengelabui Keano. Sebenarnya Raka tak ingin bersaing dengan anak kandungnya sendiri. Tapi karena dia mencurigai anaknya sendiri yang sudah terlalu jauh menyembunyikan rasa penasarannya itu, maka dari itu Raka harus bergerak sendiri untuk mencari tahu kebenaran dan tentang apa yang mengganggu pikirannya selama ini.


Sebagai orang tua, tentu saja dia tidak ingin jika anaknya jatuh ke tangan yang salah. Sedih adalah ketika dia mengetahui anaknya sedang berbadan dua, bahkan laki-laki yang datang melamar Adelia waktu itu adalah bukan orang yang dikenaliya. tapi bisa-bisanya Adelia hamil begitu saja dan itu yang membuat Raka sampai sekarang ini masih belum percaya sepenuhnya dan bisa menerima Devan begitu saja.


Andai saja Keano menceritakan semuanya, tidak mungkin juga Raka akan bertindak sejauh ini hingga membuat dirinya renggang dengan anak kandungnya sendiri. Raka yang tak ingin mengganggu pendidikan Keano juga, rasanya dia begitu gagal menjadi orang tua ketika Keano berbohong kepadanya. Raka yang ingin hubungan baik dengan anaknya justru anaknya sendiri yang mengangkat bendera untuk perang.


Raka tak mungkin mencelakai anaknya sendiri, tapi karena Adelia yang dia pikirkan dan juga kandungan anaknya, belum lagi jika Adelia kenapa-kenapa, pasti itu juga akan berimbas kepada Fania. Hal itu yang paling ditakutkan oleh Raka, hingga dia sendiri turun tangan mengatasi semua ini.


Ketika dirasanya anaknya sudah pulang dan tidak lagi mengikutinya, Raka juga langsung pulang untuk tidak menimbulkan kecurigaan itu.


Ketika dia pulang pun, istrinya dan juga mamanya sedang berada di ruang tengah. Sementara dia tidak menemukan Keano di sana.


Raka pulang membawa beberapa makanan dan juga minuman serta membeli vitamin yang waktu itu sempat membuat istrinya juga curiga. Tapi ketika dia mengatakan bahwa dia keluar hanya untuk membeli semua itu membuat istrinya langsung tersenyum dan juga mamanya mengatakan bahwa dia sangat khawatir ketika melihat Keano juga keluar dengan sangat buru-buru.


Tapi semua itu masih bisa diatasi oleh Raka. Ia juga merasa sakit ketika melihat anak keduanya bersikap seperti itu. Takut jika Keano justru nanti melawan terus kepadanya.


Ketika berada di ruangannya, dia menunggu orang-orang suruhannya datang untuk membicarakan tentang informasinya mengenai Devan.


"Sebenarnya kamu sembunyikan apa, Keano? Papa nggak mau kamu dijadikan alat untuk buat Papa sama Mama bingung dengan semua ini. Apa kakak kamu baik-baik saja atau tidak? Papa begini juga karena khawatir sama kakak kamu, terlebih sama kandungannya juga. Cukup Mama yang trauma karena anaknya meninggal, Papa takut itu terjadi sama kakak kamu sampai akhirnya buat Papa bertindak begini," lirih Raka di ruangannya sambil menunggu orang-orang itu. Dia tentu saja sedih dengan sikap Keano yang beberapa kali tertangkap basah oleh anak buahnya.


Raka sudah memberi peringatan juga kepada Keano agar dia tidak ikut campur lagi. Karena nanti jika ketahuan tentang kebohongan itu, tentu saja dia akan kecewa besar terhadap anak yang sudah dia percayai sepenuh hati selama ini. Tapi jika Keano mengkhianatinya, dia tidak tahu lagi harus percaya pada siapa nantinya.


Raka yang menyandarkan punggungnya dikursi sambil memutar-mutar kursi itu dengan kakinya. Ketika dia sedang bersantai, sekretarisnya membawa empat orang laki-laki masuk ke dalam ruangan Raka. Itu semua adalah mata-mata yang selama ini sudah dia perintahkan untuk mencari tahu mengenai Devan.


"Bagaimana?" tanya Raka yang kemudian bangun dari tempat duduknya tadi menghampiri anak buahnya yang duduk di sofa. Orang-orang suruhannya mengeluarkan ponsel dan memberikan foto yang didapatkan. Dan juga ada yang mengeluarkan salah satu satu lembaran foto dari sakunya. Yang di mana nama perusahaan tempat Devan bekerja dulu merupakan perusahaan Reza yang tidak lain adalah mantan suami dari istrinya.


"Informasinya apa?"


"Menurut informasi yang saya dapatkan, dia adalah seorang direktur waktu itu. Tapi karena dia menikah dengan skandal, akhirnay dia dipecat dan tidak lagi diterima dibeberapa perusahaan. Perusahaan sudah blacklist dia dan tidak dapat mencari pekerjaan lain lagi,"


"Mengenai orang tuanya?" tanya Raka penasaran.

__ADS_1


"Mengenai orang tuanya, sampai sekarang ini masih belum bisa dilacak, Pak. Karena informasi yang saya dapatkan dari perusahaan tempat dia bekerja, orang-orang mengatakan bahwa dia adalah putra tertua dari pemilik perusahaan itu,"


Raka mengangguk, kemudian dia mengingat lagi. Bahwa perusahaan itu dulu pernah dijual. Tidak mungkin Devan pernah bekerja pada Reza.


"Nama perusahaannya apa?" tanya Raka.


Salah satu dari orang suruhannya mencari foto yang di mana nama perusahaan itu sempat mereka foto.


Raka langsung beranjak dari sofa dan langsung menuju komputer yang ada diatas mejanya ketika dia mendapati informasi bahwa tempat bekerja Devan itu merupakan perusahaan ternama.


Ketika dia mencari di kolom pencarian mengenai struktur organisasi, tak ada nama Reza sama sekali di sana. Yang di mana dia yakin bahwa benar perusahaan itu pernah dijual dulu dan tidak mungkin Reza membelinya kembali. Pasti juga nama Reza akan ada di sana.


Yang membuat Raka curiga adalah, waktu itu dia tidak sengaja melihat menantunya bertemu dengan Shita, yang tidak lain adalah adik Reza. Maka kecurigaan itu kian membuat Raka semakin memanas. Takut jika sebenarnya Devan merupakan putra dari Reza yang kembali hanya untuk memberikan luka lagi kepada keluarganya. Sudah cukup Fania yang terluka karena perbuatan Reza di masa lalu.


"Kalian cari lagi mengenai informasi dia, dan lagi jangan lupa ikuti dia! Katanya dia enggak kerja lagi kan di perusahaan ini, dia kerja di salah satu perusahaan milik omnya,"


"Untuk masuk ke sana kita enggak bisa sembarangan, Pak. Harus punya kartu identitas dulu, untuk mendapatkan informasi juga sepertiya di sana sangat sulit. Mereka merahasiakan mengenai karyawannya yang memiliki jabatan tinggi di sana,"


"Kalian enggak bisa sekadar nanya di luar?"


"Kalian sebenarnya sudah pergi ke perusahaan milik omnya atau enggak sih?"


"Sudah, Pak. Sebelum Bapak perintahkan, kami sudah mencoba masuk. Tapi untuk Devan, dia tidak pernah ke kantor itu lagi,"


"Sejak kapan?"


"Kami hanya melihat dia satu kali bersama perempuan,"


"Hah, perempuan?"


"Benar," orang itu mencari foto lagi dan menunjukkannya kepada Raka.

__ADS_1


"Kalian sudah cari tahu mengenai perempuan ini?"


"Mereka kerjasama, Pak. tapi untuk informasi yang lebih mendalam lagi, kita memang enggak sembarangan bisa dapatkan itu,"


Raka mengangguk kemudian mencari cara untuk bisa membuat orang suruhannya bisa masuk ke kantor tersebut. Apakah di sana benar-benar ketat sehingga tidak ada orang asing yang bisa memasukinya dengan leluasa jika tidak ada kepentingan?


"Satu-satunya cara, Bapak harus kerjasama dengan mereka," usul salah satu anak buahnya.


Raka juga sempat memikirkan hal itu. Tapi ketika dia berpikir lagi, tidak mungkin dia bekerja sama dengan pemilik perusahaan itu.


"Saya akan pikirkan lagi,"


"Pak, Devan sering bersama dengan perempuan," lapor salah satunya. Kemudian menunjukkan foto tersebut.


"Siapa dia?" tanya Raka ketika melihat foto perempuan yang usianya tak jauh beda dari putrinya. Dia melihat sekilas dan langsung menebak usia gadis itu.


"Ini adalah pengantin yang harusnya menikah dengan Devan waktu itu," jelas orang suruhannya.


Pantas saja Adelia mengatakan bahwa mama Devan sempat mengamuk waktu itu.


"Ya Tuhan kenapa serumit ini sih?" keluh Raka di dalam hatinya. Ia hanya ingin tahu menantunya. Tidak mau jika Adelia menjadi korban nantinya.


Raka, dia juga harus membuntuti Shita yang di mana adik Reza itu selalu berdampingan dengan Reza, tetapi tidak pernah akur sedari dulu jika mengenai kehidupan.


"Kalian ikuti perempuan ini ke manapun dia pergi!" perintah Raka ketika dia meletakkan foto Shita diatas meja. Dia sempat mengambil gambar Shita waktu itu.


Anak buahnya berpamitan, Raka yang merasa sangat tegang. Yang dia ingat dulu dia pernah bertemu dengan Reza yang di mana anaknya bernama Devan, itu yang Raka ingat, ketika Raka bertemu dengan Reza saat Adelia masih sangat kecil. Tapi tidak mungkin Tuhan memberinya ujian hidup sekejam itu hingga menjodohkan anak mereka. Pikiran-pikiran itu terlintas dibenak Raka.


"Adelia, kenapa kamu sampai seperti ini sih?" ucapnya sambil menjambak rambutnya. Terlebih Keano yang ikut merahasiakan sesuatu darinya.


Andai saja anakya menceritakan dengan jujur, siapa sebenarnya Devan. Tidak mungkin dia akan seperti ini diam-diam. Mendengar kabar Devan juga tidak pernah datang ke kantor itu lagi membuat Raka semakin tidak mengerti. Sebenarnya di mana Devan bekerja?

__ADS_1


Mengenai perempuan yang akan menjadi istri Devan dulu. Apakah nanti Devan akan mengkhianati Adelia seperti Reza mengkhianati Fania dulu karena cinta masa lalunya. Sungguh, dia tak habis pikir dengan kejadian nanti yang akan terjadi. Berharap jika semuanya itu bukanlah hal yang sama seperti dengan apa yang dia bayangkan selama ini.


Jangan lupa vote sebanyak-banyaknya ya.


__ADS_2