WITH YOU

WITH YOU
Jika jujur?


__ADS_3

"Apa yang kamu sembunyikan dari Papa sampai kamu menjauh seperti ini?" tanya Raka kepada anaknya tanpa basa-basi lagi.


Dari sudut mata yang begitu tenang. Bola mata hitam dengan tatapan yang sedikit sayup langsung mengarahkan pandangannya kepada sang Papa. Keano juga tahu jika pertanyaan itu akan terlontar juga dari papanya. dia juga tahu mengenai hal yang sudah dilakukan oleh papanya sudah melewati batas untuk mencari tahu tentang Devan. Tapi, itu adalah hak papanya untuk mencari tahu tentang menantunya sendiri.


Keano tak ingin salah bicara dengan papanya. Andai saja bukan karena anak dari mantan suami mamanya, Keano juga sudah pasti mengambil kakaknya apapun risikonya. tapi dia juga tidak ingin egois kepada calon keponakannya. Jika dia melakukan hal yang salah, sudah dipastikan itu akan mengakibatkan keponakannya menjadi taruhan. Yang di mana kakaknya juga akan menyandang status janda jika dia memberitahu papanya tentang semua ini.


Keadaan yang benar-benar unik adalah ketika ia ingin jujur tetapi di dalam hatinya begitu takut jika orang tuanya mengetahui status Devan saat ini. Sedikit saja Keano lengah dari Papanya maka sudah dipastikan dia akan mengatakan semuanya dengan jujur. Papanya memang bukan orang sembarangan yang mudah untuk dilawan, tapi bukan berarti dia ingin melawan orang tuanya sendiri. Ini semua dilakukan karena dia ingin membela kakaknya Adelia yang sekarang sedang mengandung anak dari Devan. Beberapa hari ini dia memang menjauh dari Papanya bukan karena dia ingin menjauhkan dirinya dari orang tuanya sendiri, tetapi melihat pandangan dingin serta papanya juga yang menghindar darinya membuat dirinya sadar Jika ia dalam keadaan yang sangat bersalah ia tidak ingin jika mama dan juga neneknya mengetahui hal ini apalagi ketika dia benar-benar bermusuhan langsung dengan papanya.


Raka menunggu jawaban dari sang anak yang tak kunjung jua di ucapkan oleh Keano. Sudah beberapa hari ini Raka memberikan kesempatan anaknya untuk jujur dan mengatakan semuanya agar dia bisa membantu kesulitan yang sedang dihadapi oleh Adelia dan juga suaminya. Akan tetapi karena sikap Keano yang terus terlihat aneh beberapa hari belakangan ini membuatnya sudah jengah dengan sikap anaknya yang sok menjadi pahlawan untuk anak perempuannya


Sebagai orang tua yang ingin anaknya bahagia. Tentu saja itu bukanlah hal mudah bagi seorang Raka apalagi dia memiliki masa lalu yang buruk itu kadang membuatnya tersadar. Jika ia tidak boleh menuntut hal yang sempurna untuk kehidupan anaknya, ini memang adalah balasan untuk dirinya yang pernah menyia-nyiakan orang lain dari masa lalu hingga anaknya pun merasakan hal yang sama, tapi sudah cukup Adelia yang membuatnya merasa begitu sedih dan membuat luka baru pada hati istrinya. kehilangan Rania juga sudah cukup memberinya pelajaran tapi sekarang ini Adelia juga yang memberikannya kecewa.


"Sebaiknya Papa jangan ikut campur, aku tahu kalau beberapa hari ini Papa membuntuti kak Adelia sama suaminya ke manapun mereka pergi. Bahkan Papa juga yang menyuruh orang lain untuk menjadi tetangga baru disekitar rumah Kak Adel,"


Dia cukup tercengang mendengar pernyataan anaknya yang memang 100% Memang benar bahwa dia meminta seseorang untuk tinggal di sekitar rumah Adelia, agar dia bisa mengetahui informasi lebih lanjut mengenai menantunya tersebut dan juga dia ingin tahu bagaimana keadaan rumah tangga anaknya yang jauh dari pantauannya langsung. Dia tertawa sinis ketika mendengar ucapan anaknya barusan, harusnya dia memang tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga tersebut tapi kejanggalan-kejanggalan dia temukan dari rumah tangga anaknya yang terlihat sempurna tapi sebenarnya itu terlihat sangat cacat apalagi ketika dia menerima kabar bahwa Bianca atau mantan pengantin yang batal dinikahi oleh menantunya itu sering datang mengunjungi Devan diam-diam ke kantor, dia juga mendapati kabar bahwa perempuan itu pernah diseret keluar oleh Devan ketika perempuan tersebut mencari Devan ke kantor. Devan pernah mengakui dirinya jauh lebih mencintai istrinya tapi perempuan itu tidak pernah menyerah untuk mendekati Devan.


"Kamu jangan khawatir, Papa hanya ingin tahu mengenai kabar kakak kamu,"

__ADS_1


Tentu saja anaknya tidak mudah percaya begitu saja dengan apa yang dia bicarakan, pasti anaknya sudah menaruh curiga kepada dirinya sejak lama hingga anaknya tersebut seolah melawan dirinya saat ini.


Keano menundukkan kepalanya sejenak kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan melirik papanya yang sedang duduk di sampingnya itu, sejenak ekspresinya kembali dingin seperti tadi, ia kesal ketika Papanya sudah mulai ikut campur dalam rumah tangga kakaknya karena ketiga sangat khawatir jika Papanya mengetahui status Devan maka sedikit kemungkinan rumah tangga kakaknya bisa diselamatkan.


Keano melangkah menjauhi papanya, ketika dia tidak menjawab apa-apa mengenai hal yang diucapkan oleh papanya. "Keano, tunggu sebentar!"


Sejenak dia berhenti ketika dipanggil oleh papanya. "Papa begini karena kamu, keano. Karena Papa nggak mau kamu terganggu pendidikan kamu hanya karena kamu ikut campur ke dalam rumah tangga kakak yang seharusnya bisa menyelesaikan masalahnya sendirian, bukan melibatkan kamu,"


"Bukan aku yang dilibatkan oleh mereka berdua, Pa. Papa salah," jawabnya kemudian berbalik lagi. Sedih rasanya ketika dia merasa bermusuhan dengan papanya juga. Keano yang selama ini dekat dengan papanya tapi ketika hari itu papanya mengatakan dia harus berhati-hati dalam mengambil keputusan, maka dari itu Keano merasa sangat canggung kepada orang tuanya sendiri.


Raka mengangguk pelan, anaknya memang sudah berusia remaja. tapi tidak seharusnya Devan dan juga Adelia melibatkan Keano yang harusnya lebih fokus pada pendidikannya. "Papa nggak mau kamu kena masalah dan justru keinginan kamu untuk kuliah ke luar negeri terganggu, apapun itu kamu lebih baik katakan dengan jujur. Papa nggak mau kamu juga yang jadi korban nantinya, kalau Papa sampai tahu kamu belain kesalahan kakak kamu lagi, Papa nggak bisa toleransi kesalahan kamu, Keano,"


"Kamu nggak bakalan tahu bagaimana sayangnya Papa sama dia, Keano,"


"Jika Papa sayang. tolong hentikan perbuatan Papa yang ingin tahu mengenai kak Devan. Aku bakalan jawab jujur semuanya, asal Papa janji kalau Papa akan terima semuanya setelah aku berkata jujur. Aku mohon, jangan korbankan Kak Adelia. Dan lebih penting, jangan korbankan anaknya,"


Suara Keano sedikit lirih dan berusaha menahan air matanya. Devan yang salah paham dengan dirinya yang mendekati Sabina dan menganggap bahwa dia akan menyakiti hati Sabina. Dia tidak pernah berniat jahat, apalagi balas dendam karena Adelia hamil oleh perbuatan Devan. Tapi dia tidak ingin jika nanti papanya tahu, justru papanya akan melakukan hal yang nekat.

__ADS_1


Seumur hidup, Keano tidak pernah meneteskan air mata untuk kehidupan yang pelik ini. tapi sekarang, seolah dia tidak bisa menahannya lagi, demi kakaknya bahkan dia rela mendapat hukuman apapun nanti dari papanya. tapi jangan sampai Adelia terluka. Saat Keano yakin bahwa Adelia dan Devan saling mencintai, justru papanya bertindak yang sudah mulai mencari tahu tentang Devan dan jika nanti ketahuan, pasti Devan juga yang akan menjadi korban.


Raka melihat anaknya yang berbeda dari biasanya. Mata anaknya berkaca, sempat dia berpikir bahwa anaknya sedang menangis, tapi justru Keano berusaha menahannya dan memilih tersenyum. "Pa, Papa yakin mau tahu semuanya?"


Raka terdiam sejenak, tapi ketika melihat anaknya yang benar-benar rapuh, rasanya dia tidak yakin ingin mendengar kabar itu.


"Masuklah! Kita bicarakan besok,"


Raka beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Keano sendirian di sana. Rasanya dia benar-benar tak sanggup ketika melihat putra kesayangannya itu sangat rapuh. Raka menepuk bahu anaknya sebelum berlalu tadi.


Ketika dia tiba di kamar, Raka langsung menulis pesan kepada anak buahnya untuk berhenti mencari tahu informsai terlebih dahulu. Karena dia ingin mendengar kenyataan itu dari mulut anaknya langsung. Apapun yang terjadi, Raka siap menerima. Karena melihat keano yang seperti itu sudah cukup membuat Raka ingin berhenti ikut campur. Keano tak akan seperti itu jika masalah ini tidak serius.


"Pa, Papa kenapa?" Fania bangun dari tidurnya ketika mendengar Raka mengerang karena kesal.


Raka menggeleng, "tidur aja, Ma. Ini nggak ada apa-apanya,"


"Papa dari kemarin-kemarin aneh,"

__ADS_1


"Ma, Papa ada masalah sama pekerjaan. Jadi jangan dicampuri Ma. Papa nggak mau Mama punya beban pikiran,"


Hanya itu yang dia ucapkan kepada istrinya berupaya untuk bohong dalam situasi seperti ini.


__ADS_2