
Raka mulai akur dengan anak laki-lakinya. Selama ini dia menahan diri untuk tidak membuat anak laki-lakinya ikut campur dalam urusannya dengan Devan. Dan, Keano menyetujui hal itu. Dia tahu bahwa anaknya yang satu ini tidak mudah untuk diajak kerjasama. Tapi ketika itu Keano memberikan syarat kepada dirinya agar dia behenti untuk memata-matai anak perempuannya yang sudah berumah tangga.
Setelah Raka berusaha untuk mengungkap itu semua, sempat berhenti satu hari. Tapi dia melanjutkannya ketika dia mendapatkan kabar bahwa dia Devan merupakan anak Shita. tapi itu masih menjadi pertanyaan. Mengingat usia Shita yang waktu itu tidak mungkin memiliki anak seusia Devan. Maka dari itu dia tidak berhenti melakukan penyeledikan.
Tentang Farrel, tentu saja dia sangat kecewa dengan pria yang sudah mejebak anaknya dan hampir saja mencelakai Adelia. Andai dia punya bukti yang begitu kuat. Tentu saja dia tidak akan membiarkan anak brengsek itu lolos begitu saja. Raka yang tidak mudah memberikan maaf kepada siapapun yang berani menyentuh orang yang dia sayangi.Apalagi Adelia, anak perempuan yang begitu dia jaga denganbaik Bahkan dia rela menghukum anaknya ketika salah waktu itu. Namun, sekarang justru anaknya telah dibawa oleh pria asing yang sama sekali tak dia kenali. Identitas Devan juga tidak ditemukan sama sekali.
Ada satu kemungkinan jika Shita dekat dengan Devan, pertama yaitu Devan anak Reza. Kedua, barangkali Devan anak dari saudara suami Shita. Itulah yang dipikirkan oleh Raka sehingga dia tidak membiarkan satu kesempatan apapun untuk anak itu lolos dari dirinya. Jika benar Devan anak dari Reza. Maka tidak ada kata maaf untuk pria itu. Raka yang sudah terlanjur membenci Reza dengan sangat. Apalagi karena perbuatan Reza dimasa lalu membuat istrinya masih bersedih sampai sekarang.
"Pa, ada kak Farrel," ucap Keano ketika itu. Dia langsung menoleh kearah putranya begitu menyebutkan nama Farrel. Sungguh hati Raka masih sakit karena perbuatan dia yang sudah membuat Adelia seperti sekarang ini.
Raka langsung berdiri seusai sarapan. "Ngapain dia datang? masih ada muka ya untuk datang ke rumah?"
"Papa yang santai. Dia nggak tahu kan kalau kita udah tahu dia yang buat kak Adelia seperti itu," peringat Keano.
Raka bersumpah akan membuat pria yang datang ke rumahnya itu hidup menderita. Karena Farrel yang sudah menjebak putrinya dan juga karena pesta ulang tahun konyol itu yang membuat Devan mabuk dan akhirnya terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Devan juga sudah mengakuinya dengan jujur jika Adelia memang diberikan obat perangsang oleh Farrel.
Dia tersenyum dan menepuk pundak anaknya. "Kamu tenang aja, Keano. Yang penting kamu bersiap diri untuk perlawanan berikutnya. Yang kali ini menghancurkan mereka itu sangat mudah,"
Keano mengangguk dan menoleh kearah mamanya dan juga neneknya. Papanya memang mengerikan seperti itu. Tidak segan untuk menghancurkan, papanya yang terlalu ingin melindungi keluarga dan tidak akan pernah menghancurkan apapun yang tak menyentuh keluarganya. Tapi sikap Farrel yang sudah keterlaluan itu membuat papanya bersikap seperti sekarang ini. Keano juga yakin jika papanya tak akan pernah melakukan hal konyol jika tak diserang terlebih dahulu oleh lawannya. Dan, kali ini Farrel seolah datang untuk bunuh diri ketika datang dengan gagah ke rumah mereka.
__ADS_1
"Keano, kamu yakin yang datang barusan itu Farre?" tanya mamanya.
Keano langsung duduk untuk menyantap sarapannya. "Ya, Ma. Itu memang pria brengsek yang sudah buat kakak aku jadi seperti itu. Mama lihat sendiri tadi ekspresi Papa seperti apa waktu aku bilang kalau yang datang itu adalah dia. Papa juga nggak bakalan lepasin ******** itu lagi, Ma. Jadi, Mama jangan ikut campur untuk hal ini. Apalagi memberi maaf untuk dia," peringat Keano. Dia juga kesal karena pria itu yang sudah menyebabkan kakaknya menjadi seperti sekarang.
Keano juga masih mengintai beberapa orang suruhan Papanya. Dia tahu bahwa papanya masih mengawasi rumah tangga kakaknya. Keano diberitahu bahwa papanya sudah berhenti untuk melakukan hal itu. Akan tetapi dia melihat lagi beberapa orang memulai aksinya.
"Ma, aku yakin kalau Papa bakalan melakukan yang terbaik untuk keluarganya. papa itu orang yang bertanggung jawab. Ngga mau kalau keluarganya kenapa-kenapa. Jadi aku nggak yakin kalau Papa nggak ngelakuin perlawanan yang mengerikan untuk Farrel sialan itu," ucap Keano dengan tenang sambil menyantap makanannya.
"Cucu nenek kenapa jadi lebih sangar dibanding Papanya sekarang ya? padahal dulunya baik banget, lembut sama orang. tapi sekarang lebih mengerikan dari papanya sendiri," kata sang nenek sambil tertsenyum.
"Ya kan nurun dari Raka sikapnya, Ma. Dulu waktu muda juga sikap Raka sama seperti Keano. Dia dingin, tapi penyayang. Dia itu cuek banget, tapi kadang sering gombal,"
"Raka itu mantan aku, Ma. Tapi balikan lagi kan,"
"Mama sering lupa tentang cerita kalian yang itu," kata mertuanya. padahal Fania pernah menceritakan itu kepda mama mertuanya ketika Adelia masih kecil dulu. Tapi seiring berjalannya waktu, justru mama mertuanya pelupa.
Adelia yang saat ini menjadi beban pikiran mereka semua ketika berada di rumah. apalagi Fania sadar jika sikap suaminya yang terlihat lebih arogan dan ingin menghancurkan siapa saja yang mendekat. Dia tak ingin jika dia ikut campur untuk hal ini. Biarlah semua urusan itu diurus oleh Raka dan juga anakya.
"Keano, ada kabar dari kakak kamu?" tanya mamanya.
__ADS_1
Keano menggeleng, dia juga berusha menghubungi kakaknya hari ini. tapi nomornya tidak aktif. barangkali kakaknya memang terlalu sibuk atau lupa charge ponselnya dan kemudian dia tidak mengabari Keano.
Keano juga mendatapkan kabar bahwa Sabina sudah tidak tinggal lagi di rumah Devan. karena Devan pernah mengatakan jika dia ingin menjalani rumah tangga itu dengan cara yang baik tanpa ada orang yang ikut campur dengan rumaht angganya. Kemudian, setelah mendengarkan penjelasan itu, Keano tak ingin mengatakan apapun lagi kepada Sabina.
"Mama ngerasa ada yang tidak beres,"
Keano dengan santainya menjawab. "Itu perasaan Mama aja. Jadi jangan pikir yang aneh-aneh, Mama jangan buat beban pikiran mama tambah berat. Mama itu adalah Mama terbaik yang di mana harus tetap berpikir positif pada kak Adelia. Mama bentar lagi punya cucu, jadi jangan sampai mama sedih. Kasihan kak Adelia pasti juga sedih kalau Mama sedih di sini," ucap Keano dengan tenang.
"Nah ini, ini baru cucu nenek yang selalu menjadi orang paling dewasa di saat seperti ini," puji neneknya dan mengacak rambut Keano. Rasanya dia benar-benar merasa seperti anak kecil yang diperlakukan seperti itu oleh neneknya.
"Ah nenek kenapa bilang begitu sih?" ucap Keano malu.
"Nggak ada, nenek cuman bangga sama kamu yang saat ini sudah bisa menjadi pelindung kakak kamu," puji neneknya lagi.
Keano pun langsung berdiri dan bersalaman kemudian mencium pipi mamanya dan saat itu juga dia langsung mencium neneknya dengan sangat tenang.
Keano pamit untuk pergi ke sekolah. tapi sebelum itu dia mendengarkan percakapan yang ada di ruang tamu. Keano marah, dia kesal dengan perbuatan Farrel. Dia juga tidak akan pernah tinggal diam. Itu semua karena Farrel yang telah membuat kakaknya seperti itu. Keano mengetahui perbuatan Farrel ketika Adelia menceritakan semuanya.
"Pa, aku mau berangkat," ucap Keano yang tiba-tiba muncul saat percakapan Farrel dengan papanya.
__ADS_1
"Kamu hati-hati ya!" kata Papanya ketika Keano bersalaman. Dia langsung melirik kearah Farrel dengan tatapan ingin membunuh. Dia juga memiliki sifat yang tak jauh dari papanya. Diam, tapi tak pernah benar-benar diam.