WITH YOU

WITH YOU
Sosok Yang Dirindukan


__ADS_3

Carissa membeku mendengar kata-kata Jonathan. Matanya masih lekat menatap lelaki itu dengan mulut yang sedikit terbuka. Ekspresi Jonathan benar-benar terlihat tidak bagus hingga rasa ngeri tiba-tiba menyusup dalam hati Carissa.


"Apa maksudmu?" Lirih Carissa kemudian.


Jonathan tampak menghela nafas dan berusaha menguasai dirinya. Wajahnya yang semula terlihat mengeras, kini jadi agak melembut.


"Aku ingin kamu memberikanku sebuah penjelasan, Carissa. Bagaimana bisa kamu lebih mempercayakan hidupmu pada lelaki yang baru saja kamu kenal dan pura-pura mencintainya. Bagaimana bisa kamu menganggap dia lebih baik dariku padahal kamu tidak tahu apa-apa tentangnya?" Jonathan kembali terlihat emosional.


Carissa membuang wajahnya kearah lain.


"Aku tidak harus menjawab pertanyaanmu, Jonathan. Di antara kita tidak pernah terjadi apa-apa. Aku setuju bertunangan denganmu hanya atas desakan kedua orang tuaku. Dan saat aku tahu jika kamu adalah seorang lelaki brengsek, tentu saja aku harus membatalkan rencana pertunangan itu. Perempuan mana yang ingin menghabiskan sisa umurnya dengan seorang bajingan sepertimu." Jawab Carissa ketus.


"Atas dasar apa lelaki itu lebih baik dariku? Aku yang lebih dulu bertemu denganmu. Aku yang lebih dulu meminta izin pada orang tuamu untuk menikahimu. Aku juga selalu menjagamu meski saat itu kamu tidak menyadarinya. Aku telah melakukan semua hal yang sekiranya akan kamu sukai, dan aku juga berusaha lepas dari semua kebiasaan burukku sejak aku mengenalmu. Dan dia, dia tak pernah melakukan apapun untukmu, tapi kamu malah menikah dengan lelaki asing itu tanpa ragu." Suara Jonathan terdengar antara marah dan putus asa.


"Atas dasar apa dia lebih baik dariku. Katakan!" Jonathan kembali mendesak Carissa untuk memberikan penjelasan padanya.


Carissa tak mengatakan apapun. Dia mundur beberapa langkah dengan mata yang masih melihat kearah Jonathan. Lelaki itu terlihat tidak senang saat Carissa menjauh. Dia juga maju beberapa langkah untuk kembali mendekati Carissa.


"Menjauh dariku, Jonathan... Tidak ada yang perlu aku katakan padamu." Desis Carissa sambil terus melangkah mundur, hingga tak sengaja punggungnya berbenturan dengan punggung seseorang.


"Carissa." Terdengar suara seseorang yang sangat Carissa kenal sedang memanggilnya.


Dan ternyata yang orang yang berbenturan dengan Carissa tadi adalah Geraldyn. Gadis itu terlihat senang karena telah berhasil menemukan Carissa. Bersamaan dengan itu, Jonathan pun menghentikan langkahnya untuk mendekat kearah Carissa.


Carissa terlihat menghela nafas lega, lalu tersenyum pada Geraldyn.


"Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kamu di sini." Ujar Geraldyn.


"Mr. Edd mengajakku untuk menyapa sponsorku yang mengadakan pesta ini. Kenalkan, ini Tuan Jonathan." Carissa memperkenalkan pada Jonathan pada Geraldyn. Geraldyn yang sebelumnya memang belum pernah bertemu dengan Jonathan tampak tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Jonathan.


"Senang bisa mengenal Anda, Tuan. Saya Geraldyn, manajer Carissa." Ujar Geraldyn memperkenalkan diri.


Mau tak mau Jonathan membalas uluran tangan Geraldyn sambil tersenyum.

__ADS_1


"Senang menngenalmu, Nona Geraldyn. Saya Jonathan." Jawab Jonathan berusaha ramah. Keduanya pun berjabat tangan dan saling mengeluarkan kalimat basa-basi.


"Maaf, Nona Geraldyn. Saya masih harus menyapa tamu-tamu yang lain. Silahkan nikmati pestanya." Jonathan akhirnya berpamitan untuk pergi dari sana, hingga membuat Carissa menghela nafas lega sekali lagi.


"Dan Carissa, selamat datang kembali di dunia musik. Semoga pencapaimu bisa melampaui kesuksesan yang telah kamu raih sebelumnya. Sepertinya setelah ini kita akan sering bertemu." Ujar Jonathan lagi pada Carissa. Kali ini dia tersenyum dengan senyuman yang terlihat sangat berbahaya, hingga membuat Carissa sampai merinding melihatnya.


Jonathan akhirnya pergi meninggalkan Carissa dan Geraldyn untuk menyapa tamu-tamunya yang lain. Tapi Carissa masih mematung di tempatnya dengan pikiran yang melayang entah kemana. Kalimat terakhir yang di ucapakan Jonathan tadi entah kenapa begitu mengusiknya.


Carissa pun menghembuskan nafas kasar tanpa di sadarinya.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Geraldyn dengan nada khawatir. Carissa hanya mengangguk mengiyakan.


Geraldyn memapah Carissa untuk berjalan kearah kursi yang yang terletak di sudut ruangan, lalu di bimbingnya Carissa untuk duduk.


"Kamu terlalu lama berdiri dengan menggunakan high heels. Apa perutmu terasa kram?" Tanya Geraldyn.


Carissa menggeleng. Di bandingkan dengan perutnya, kali ini hatinya lah yang terasa sangat tidak baik. Kehadiran Jonathan sebagai salah satu sponsornya membuatnya jadi merasa tidak tenang. Entah kenapa Carissa merasa jika Jonathan sengaja datang untuk mengusiknya.


"Carissa, kamu tidak apa-apa, kan?" Suara Geraldyn kembali terdengar.


Carissa sedikit terhenyak, lalu buru-buru menggeleng.


"Aku baik-baik saja." Jawabnya.


Geraldyn tampak memperhatikan Carissa dengan seksama.


"Wajahmu terlihat cemas. Apa karena sponsormu tadi? Apa dia mengatakan kata-kata tidak pantas padamu?" Tanya Geraldyn lagi.


Carissa terdiam dan tak menjawab. Pikirannya melayang mengingat kata-kata Jonathan tadi padanya. Sebenarnya tidak ada kata-kata lelaki itu yang termasuk ke dalam kategori tidak pantas. Tapi terlepas dari apapun yang di katakan Jonathan, kehadiran lelaki itu di hadapan Carissa sudah cukup membuat Carissa merasa terusik.


"Jadi benar dia mengatakan hal yang tidak pantas padamu?" Tanya Geraldyn dengan nada agak marah.


"Kurang ajar. Dia pikir dia siapa berani melakukan hal seperti itu. Aku akan memberinya pelajaran dan membuatnya malu di pestanya sendiri." Geraldyn tampak membalik badannya untuk pergi mencari Jonathan.

__ADS_1


"Ge, tunggu. Bukan seperti itu." Carissa bangkit dan cepat-cepat meraih tangan Geraldyn untuk menahan gadis itu.


"Jangan membuat keributan di sini. Nanti Mr. Edd marah dan memberimu sanksi karena menganggapmu mempermalukan manajemen. Lagipula ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Ujar Carissa.


Geraldyn berhenti dan melihat kearah Carissa dengan raut wajah tak mengerti.


"Sebenarnya Jonathan mengaku sebagai teman lamaku itu karena kami memang telah saling mengenal di masa lalu, dan hubungan kami berakhir dengan kurang menyenangkan." Carissa berusaha menjelaskan.


"Maksudmu, dia mantan pacarmu?" Tanya Geraldyn dengan agak terkejut.


"Bukan, lebih tepatnya dia itu mantan calon tunanganku." Ralat Carissa.


"Hah?" Mata Geraldyn seketika membeliak.


"Aduh, sudahlah. Agak susah menjelaskannya, ceritanya panjang. Nanti saja aku ceritakan. Sekarang aku sudah benar-benar lelah. Tolong antar aku pulang." Carissa menarik tangan Geraldyn untuk mengajak gadis itu meninggalkan pesta.


Geraldyn pun hanya menurut meski di pikirannya masih di penuhi banyak pertanyaan.


Setelah menghubungi Mr. Edd dan telah mendapatkan izin untuk pulang lebih dulu, Carissa dan Geraldyn pun akhirnya pulang dengan menggunakan taksi.


Geraldyn ingin mengantarkan Carissa sampai ke dalam apartemen, tapi Carissa bersikeras untuk turun dari taksi sendiri dan langsung menyuruh sopir taksi untuk langsung mengantarkan Geraldyn.


Dengan langkah tertatih dia akhirnya sampai di depan pintu apartemennya. Carissa langsung menekan kunci digital dan segera masuk ke dalam apartemennya, lalu menutup pintunya kembali. Di menyalakannya lampu apartemennya hingga ruangan yang tadinya gelap menjadi terang seketika.


Dan sesaat kemudian Carissa terkesiap. Tampak di hadapannya seseorang yang selama ini selalu hadir dalam mimpinya setiap malam. Orang yang sangat dia rindukan hingga tak pernah sehari pun Carissa lewati tanpa memikirkan sosok di hadapannya ini.


"Evan..." Tanpa sadar Carissa memanggil namanya dengan mata yang berkaca-kaca. Sedangkan pemilik nama itu tak mengatakan apa-apa. Hanya matanya saja yang menatap Carissa dengan sorot mata penuh kerinduan.


Bersambung...


Maaf baru up, mudah2an bisa nambah satu lagi ntar malem (mudah-mudahan...)😅


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2