WITH YOU

WITH YOU
Dosa Orang Tua


__ADS_3

Ketika makan malam tiba, Raka dan juga Fania dipersilakan untuk mencicipi masakan yang dibuat khusus oleh Afi—putri tertua Kevin.


Kevin sendiri memang sangat beruntung memiliki anak seperti Afi yang sangat suka sekali memasak untuk orang tuanya. Maka dari itu Kevin dan juga Novi tidak pernah repot jika meninggalkan anaknya di rumah.


Kevin mengunyah dengan pelan. Mungkin dia hanya perlu memberitahu mengenai Devan pada Raka saja. Tanpa diketahui oleh Fania, karena tidak ingin luka masa lalu dari perempuan itu terbuka lagi. Sebagai teman yang baik, dia ingin memberitahukan kenyataan itu hanya kepada Raka saja.


Dia juga tahu bahwa Raka sudah memata-matai menantunya sendiri beberapa hari ini. Hal itu sangat diketahui oleh Kevin ketika dia melihat anak buah Raka ada disekitar rumah Adelia dan juga Devan.


“Novi nanti ajakin Fania ngobrol ya! Kamu juga Afi, siapa tahu kamu ingin tanyain sesuatu sama tante Fania,” ucapnya kepada istri dan juga anaknya.


“Kita udah lama banget nggak ketemu, Vin,”


“Makanya sering-sering ke sini! Kamu kan udah tahu rumah aku sekarang di mana. Jadi kamu sering main ke sini ya! Siapa tahu juga Keano bisa beneran dekat sama Afi. Dan juga, gimana menurut kamu masakannya?”


“Istri kamu pintar masak,” puji Raka.


“Bukan Novi yang masak sih. Itu Afi yang masak,”


“Eh? Benarkah? Ini Afi beneran yang masak?” tanya Fania yang tidak percaya dengan kemampuan Afi memasak.


Novi pun tersenyum ke arah anaknya. “Iya, dia yang masak. Dia itu emang pintar masak. Jadi nggak salah kalau dia itu mau hidup mandiri nantinya. Kamarnya juga rapi banget,”


Fania kagum dengan masakan Afi yang memang sangat lezat. Dibandingkan dengan Adelia, anaknya dulu selalu manja ketika usianya sama seperti Afi. Tapi sekarang, anak itu sudah berumah tangga. “Ngomong-ngomong nanti kita mampir ke rumah Devan, ya, Pa?” ajak Fania. Karena dia mendengar rumah anaknya tepat di depan rumah Kevin.


Ekspresi Kevin langsung berubah ketika Fania mengatakan hal itu. Pasalnya Fania tidak tahu mengenai kepergian Devan dan juga Adelia.


Mereka menunggu makan malam selesai untuk bisa bicara langsung berdua. Ini adalah tentang Adelia dan juga Devan. kevin tak ingin ikut campur. Tapi dia mendengar sendiri dari istrinya jika Adelia pergi ke luar negeri bersama dengan suaminya.


Begitu acara makan malam selesai, Kevin mengajak Raka ke ruang kerjanya untuk membicarakan hal itu. Mungkin itu ada kaitannya dengan semua ini. Kevin yang tak ingin ikut campur dengan rumah tangga orang lain. Tapi kasihan dengan cerita istrinya yang di mana ibu Raka begitu merindukan Adelia dan ingin jika cucunya pulang.


Ibu Raka pula yang menceritakan mengenai Adelia yang tidak direstui oleh papanya.


Saat tiba di ruang kerja Kevin. Raka mengedarkan pandangannya ketika melihat foto keluarga yang terpampang begitu besar di ruangan itu.

__ADS_1


“Keluarga bahagia banget ya! Semuanya anak kamu mirip sama kamu,”


“Haha, Keano malah duplikat kamu banget. Cueknya, apalagi gaya bicaranya yang tidak terlalu peduli terhadap orang lain, tapi aku tertarik sama anak kamu yang satu itu untuk, Afi,”


“Keano bebas memilih siapapun pasangannya kelak. Kamu tahu sendiri kan kalau dijodohkan itu kadang nggak baik, kadang dia bisa berkhianat. Kamu sudah tahu sendiri bagaimana kisah Fania dulu, jadi aku belajar dari sana aja. Kalau mereka dekat dengan sendirinya dan bisa berjodoh, ya nggak masalah dong. Tapi kalau untuk dijodohin sih kayaknya aku takut anak kamu nggak bahagia,”


Kevin menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya. “Raka, mengenai jodoh. Bahkan sebelum kita lahir, jodoh kita sudah ditentukan oleh Tuhan. Jadi, kita hanya bisa membantu bukan?”


“Kamu benar. Rezeki, maut, jodoh, itu sudah diatur sama Tuhan,”


“Lalu, kenapa kamu berusaha merusak kebahagiaan itu?” tanya Kevin tanpa basa basi lagi kepada Raka.


“Merusak apa?”


“Kamu kan berniat untuk merusak pernikahan anak kamu sendiri sama Devan,”


Raka terperanjat mendengar ucapan Kevin yang baru saja mengatakan hal itu. Dia tidak percaya kepada Kevin jika pria itu mengetahui niatnya. “Kevin, maksud kamu apa? Terus, tentang Devan kamu tahu apa tentang dia?”


Kevin memperbaiki posisi duduknya, “Raka, aku harap kamu bisa menerima ini semua dengan lapang dada. Mengenai Devan,” Kevin sedikit ragu dengan apa yang akan dia katakan nantinya.


“Kenyataannya memang begitu. Devan memang anak dari Reza, mantan suami dari istri kamu sendiri,”


Bagai disambar petir, tubuh Raka langsung kaku begitu saja. Apa yang selama ini ada dalam pikirannya itu benar. Apa yang selama ini dia bayangkan mengenai pria itu memang benar. Anaknya menikah dengan anak dari orang yang pernah menghancurkan hati istrinya higga sekarang ini yang masih belum memaafkan kesalahan dari kedua manusia yang pernah menghancurkan kehidupan mereka.


“Ini kamu nggak bercanda kan?” tanya Raka untuk memastikan. Baru saja dia berusaha untuk menerima Devan di keluarganya sebagai orang baru. Sekarang dia mendapatkan kabar jika Devan adalah anak dari orang yang telah menghancurkan kebahagiaan Fania.


Bagaimana kalau Fania tahu? Bagaimana kalau Fania juga mendengar kabar buruk ini? Sedangkan Fania sudah menerima Devan lebih dulu dibandingkan dengan dirinya. Fania yang selalu kuat. Tapi, jika ini mengenai Devan yang kenyataannya adalah anak Reza. Bagaimana mungkin perempuan itu bisa tabah menerima? Sedangkan Fania yang selalu memintanya untuk menerima Devan terus menerus. Tapi, kali ini justru dia sendiri yang dihantam oleh kenyataan bahwa Devan adalah anak dari orang yang sangat dibencinya.


“Raka, ini mungkin sulit bagi kamu sama Fania untuk terima kenyataannya. Tapi, cobalah kamu cek sendiri ke kantor Reza. Dan juga kamu tanyakan mengenai identitas menantu kamu sendiri. Mereka semua pasti tahu. Kamu juga tahu kalau perusahaan Reza itu pernah kalah soal proyek bukan? Jadi kamu bisa cari tahu dari sana. kalau memang ini masih meragukan, aku persilakan untuk kamu melihatnya sendiri,”


“Kevin, kamu nggak tahu kalau Fania pernah keguguran anaknya Reza? Itu karena perbuatan Reza sendiri,”


“Aku tahu. Karena waktu Reza menceraikan Fania, aku lihat dengan mata kepala aku sendiri mengenai dia yang memang sering membawa Nesya ke kantor. Raka, mungkin aku konyol ya? Aku pernah suka sama istri kamu, tapi aku sadar diri waktu itu. Karena sekarang aku punya Novi, punya Afi dan juga ketiga adiknya. Aku cuman mau bantuin kamu, biar kamu nggak usah capek-capek lagi untuk ngawasin anak kamu. Dan satu hal, anak kamu dan juga menantu kamu pergi dari kompleks ini, mereka pergi ke luar negeri, tepatnya di Australia. Aku sendiri yang mengeceknya ke mana mereka pergi. Raka, aku nggak pernah berniat menghancurkan keluarga kamu, tapi aku melihat kesungguhan anak kamu dan Devan itu nggak main-main. Kebahagiaan mereka itu nyata. Aku nggak tahu kalau ternyata aku tetanggaan sama anak kamu. Itu karena istri aku yang cerita, dan setelah Mama kamu cerita mengenai Adelia. Awalnya aku nggak pernah tahu mengenai Adelia. Karena aku nggak pernah sempat main ke rumah kamu dan juga Mama kamu. Untuk pertama kalinya aku lihat dia ketika dia dalam keadaan hamil,”

__ADS_1


“Ini nggak seperti yang kamu lihat, Kevin. Devan itu bakalan hancurin Adelia,”


“Raka, buang spekulasi kamu yang bodoh itu. Sama sekali aku nggak pernah lihat anak kamu dan juga Devan ribut besar. Aku kan rumahnya dekat sama dia, jadi kalau lihat mereka berantem paling cuman diam-diaman. Dulunya mereka tinggal bersama dengan adiknya Devan kalau nggak salah. Aku lihat anak kamu ceria,”


Raka juga bahkan tidak tahu mengenai anaknya yang pergi ke luar negeri hanya untuk menghindari dirinya. Yang dia dapatkan dari anak buahnya, Devan dan juga Adelia tidak pernah ke mana-mana.


“Kevin, Adelia itu anak perempuan aku satu-satunya,”


“Raka, aku ngerti. Kamu masih punya satu. Aku punya tiga anak perempuan. Mungkin kelakuan kita di masa lalu itu yang kadang membuat masa depan kita berantakan seperti sekarang ini. Aku percayakan Afi sama anak kamu itu juga karena kita sudah sama-sama tahu. Mama kamu banyak cerita mengenai anak kamu, maka dari itu aku memang berniat untuk meminta tolong sama anak kamu nantinya kalau misalnya mereka kuliah. Jujur, andai waktu bisa kembali. Aku juga ingin waktu itu kembali. Aku nggak mau main perempuan. Ketakutan kita itu sama, yaitu takut jika melihat anak-anak kita hancur masa depannya. Apalagi perempuan. Sama, Raka. Kita sama kok, tapi kamu bedanya sama aku ya anak kamu sudah menikah. Apalagi punya suami yang bertanggung jawab. Devan sama Reza itu beda jauh, Raka. Devan itu besar sama Shita, bukan sama Reza,”


Raka mengangkat kepalanya ketika Kevin menjelaskan mengenai keresahan dan juga mengenai Devan. “Tetap saja yang namanya orang tua itu pasti khawatir mengenai anaknya, bukan? Aku juga merasakan hal yang sama. Devan juga aku nggak tahu secara baik. Tapi, Keano selalu muji dia. Aku takut,”


“Takut karena itu adalah rasa cemasmu. Cobalah untuk berusaha percaya. Kalau kamu sudah tahu tentang hal ini, tugas kamu tinggal berhenti untuk ikut campur sekarang. Pura-pura agar Fania nggak tahu kalau kamu takut hal itu buat istri kamu trauma,”


“Kevin, kamu ingat Nabila?”


“Ingat. Aku ingat dengan baik, kita pecah dengan Reza dan juga Fandy karena dia. Aku berpihak pada Reza waktu itu,”


“Karena hal itu kadang aku takut Adelia dicampakkan,”


“Iya, menyesal itu memang nggak ada artinya, Raka. Tapi lihat sekarang keadaannya sangat jauh, Raka. Devan itu jauh lebih baik dibandingkan dengan Reza. Dia yang bertanggung jawab juga sama anak-anak kamu. Reza itu memang brengsek, karena dia yang buat Fania keguguran. Tapi, kamu nggak bisa untuk terus menguntit Adelia dan juga Devan. karena mereka itu berhak bahagia. Kamu sebagai Papa harusnya bisa untuk mendukung anak kamu. Reza itu memang pernah menyakiti hati Fania. Tugas kamu sebagai suami untuk memulihkan luka itu, sekarang jangan sampai Fania ataupun Reza tahu tentang hal ini. Karena bisa jadi Reza yang menarik anaknya untuk kembali pada sisinya,”


Raka ingat ketika Devan menceritakan mengenai semua yang diberikan oleh orang tuanya dikembalikan dan bahkan Devan bekerja di perusahaan Omnya sendiri. “Devan pernah cerita kalau dia lepas semua miliknya demi Adelia,” kata Raka dengan nada suara yang rendah.


“Maka dari itu, Raka. Maka dari itu aku bilang sama kamu, jangan sekali-sekali ikut campur ke dalam rumah tangga anak kamu. Baik itu Adelia ataupun anak kamu yang lain. Dan, sudahi untuk libatkan anak kamu yang laki-laki. Kamu selalu mengandalkan dia, sudah begitu banyak beban yang dia tanggung, Raka. Dia itu masih muda, seharusnya dia itu sibuk sekolah. Kamu suruh ikut campur ke dalam rumah tangga kakaknya,”


Raka akui memang benar jika beberapa kali dia meminta bantuan Keano untuk mengikuti Adelia dan juga Devan. tapi itu untuk kebaikan, bukan untuk mencari tahu mengenai status Devan. tidak seperti beberapa waktu yang lalu ketika dia meminta orang-orang untuk mengikuti anak dan juga menantunya.


 


 


“Masa lalu itu memang perih. Tapi apa salahnya memaafkan? Karena mereka juga nggak mau kebahagiaan mereka terhalang karena dosa masa lalu orang tuanya.”

__ADS_1


 


Hehehe maaf ya, author lupa update. Padahal udah nulis, baru buka aplikasi juga soalnya.


__ADS_2