
“Karena ini memang bukan urusanku sebenarnya, Raka. Tapi aku kasihan aja sama anak kamu dan juga menantu kamu yang selalu kamu buntuti ke manapun mereka pergi. Aku juga punya anak, jadi mereka harus bahagia. Begitupun dengan kamu yang tentu saja jauh lebih berpengalaman,” peringat Kevin ketika Raka mulai terlihat kebingungan seperti itu. Raka memang beberapa hari terakhir ini sangat penasaran dengan sosok Devan.
Tapi semua pertanyaan yang ada di kepalanya terjawab sudah dengan ucapan Kevin barusan. Devan yang ternyata benar anak Reza.
Sekalipun Raka menolak kenyataan itu. Tapi memang benar bahwa kenyataannya seperti itu. Devan yang tak mungkin dia tolak juga karena alasan anak Reza. Mengingat anaknya yang terus membela suaminya itu. Terlebih karena Fania juga yang sering membela Devan. tak ayal bagi Raka untuk mengelak dari semuanya. Ketika dia sudah mulai luluh dan menerima anak itu. Justru kali ini dihadapkan dengan kenyataan yang begitu perih dan sangat menyakitkan.
Sejenak dia menarik napas dengan pelan dan mengembuskannya dengan kasar. “Lalu aku harus bagaimana sekarang ini, Kevin? Fania itu sangat sayang sama Adelia. Tapi kalau dia tahu mengenai hal ini, sudah pasti dia akan sakit hati,”
“Seperti yang aku bilang tadi. Kamu harus pura-pura tidak tahu,”
“Kalau Fania nanti tahu soal ini dengan sendirianya. Dan dia tahu mengenai aku yang sudah mengetahui Devan anak Reza dia pasti akan benci juga sama aku,”
Kevin mengerti dengan keadaan yang di mana posisi Raka kali ini selalu salah. Jika dia mengtakannya, pasti Fania sakit hati dan meminta anaknya untuk kembali lagi. Satu hal lagi, jika terus dibohongi, sudah dipastikan Fania juga akan merasa sakit. Sama sekali tidak tidak bisa untuk menghindari kejadian seperti ini. Apa yang mau disesali saat sudah terlanjur seperti ini? Raka tidak bisa menyesali apa yang terjadi. Raka juga tidak mengerti harus menjelaskan seperti apa nantinya. Ketika dia tahu bahwa Devan anaknya Reza. Ada dua kemungkinan, Adelia tidak akan pernah bahagia. Begitupun dengan Devan. dua hal yang ditakutkan oleh Raka kali ini adalah hal itu.
Pikirannya berkecamuk kali ini. Raka yang tidak mengerti lagi harus berbuat apa. Karena Fania sudah pasti akan sangat marah jika tahu mengenai Devan.
Raka menyandarakan punggungnya di sandaran sofa kemudian mengedarkan pandangannya diseluruh penjuru ruangan ini. Dia bingung harus berbuat apa di saat kenyataan itu begitu menyakitkan. Raka tidak bisa terus berbohong kepada istrinya. Dia juga tidak bisa jujur kepada istrinya karena itu akan sangat menyaktikan dan membuat Fania bersedih.
Satu hal lagi, apa yang dikatakan oleh Keano agar dia berhenti untuk melakukan hal konyol mengikuti Adelia itu terbukti sekarang. Barangkali anak keduanya itu tahu mengenai status Devan. “Anak kamu, Keano. Dia jauh lebih dulu tahu, begitupun juga dengan Mama kamu. Tapi mereka berdua sembunyikan status Devan karena mereka menghargai hati istri kamu. Tidak mungkin jika Keano mengatakannya langsung kepada istri kamu, bukan? Karena istri kamu akan membenci semuanya, termasuk kamu selaku suaminya,”
__ADS_1
Raka menganggukkan kepalanya perlahan. Dia tidak tahu jika hal ini akan sangat berdampak besar. Raka juga tidak menyangka dengan semua ini. Bagaimana mungkin kebahagiaan yang dia banging untuk Fania tiba-tiba saja berantakan seperti sekarang ini. Adelia yang harus jatuh ke tangan anak dari pria yang sudah menghancurkan hati Fania.
Raka beranjak dari tempat duduknya, “Aku pamit,”
“Raka, jangan bersikap egois untuk kali ini. Demi anak kamu!” peringat Kevin yang berdiri dibelakang Raka sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Raka memang tidak ingin tahu dengan hal bodoh ini. Tapi, ketika dia mendapatkan kabar bodoh itu. Rasanya dia ingin memuntahkan semua rasa sakit yang sedang dia alami.
Ingin berteriak sekencang mungkin. Mengeluh kepada Semesta yang sudah mengacaukan hidupnya seperti sekarang ini. Raka tidak pernah mengira jika ini akan sangat parah. Adelia di sana apa kabar? Sejenak kepala Raka berputar memikirkan masalah itu. Dia tidak pernah menyangka jika anaknya memang terjatuh kedalam pelukan Devan.
Dia perlahan menuruni anak tangga satu persatu dengan langkah yang begitu lambat sambil menyesali apa yang pernah dia lakukan di masa lalu sehingga membuat masa depannya yang sekarang berantakan. Andai dia bisa meminta maaf kepada orang-orang yang pernah dia sakiti, tentu saja Raka akan meminta maaf dan memohon agar kesalahannya yang dulu di maafkan. Dia yang pernah menjadi brengsek, dia yang meninggalkan perempuan tanpa belas kasihan. Dia yang menyakiti hati perempuan begitu saja.
Sekarang ini anaknya hancur karena perbuatannya dulu. Fania yang hidupnya sudah terlalu sedih harus ditambah dengan kesedihan akibat kebodohannya di masa lalu yang memberikannya hukuman seperti sekarang ini. Tidak mungkin jika Tuhan menghukumnya dengan cara seperti ini agar dia dan Reza bisa berdamai. Sedangkan hati istrinya yang sudah puluhan tahun dia tata harus berantakan lagi di masa depan.
Dua orang pembantu berpapasan dengannya ditangga melihatnya dengan tatapan ingin mengintimidasi. Karena dia tidak bisa menyembunyikan rasa sakitnya kali ini. Istrinya akan hancur lagi. Keluarganya akan berantakan, bahkan calon cucunya juga akan merasakan penderitaan yang seharusnya tak dirasakan oleh dia yang masih di dalam perut.
Sedangkan Kevin masih berada di ruang kerjanya. Dia masih mengingat kejadian dulu bagaimana semua orang seolah bertingkah serakah untuk mendapatkan sesuatu. Termasuk juga dirinya mungkin Raka dan Reza sudah menemui hukumannya. Belum dengan dirinya yang hingga sekarang ini belum mendapatkan hukuman dari sang maha pencipta.
Ketika Kevin menceritakan mengenai Devan yang merupakan anak dari musuh Raka. Teman baiknya itu langsung pergi setelah merasa tidak enak dengan kenyataan itu.
Kevin sendiri berat mengatakannya. Karena itu bukan urusannya.
__ADS_1
Tapi melihat anak yang sering menyapanya pagi hari ketika dia berangkat bekerja. Itu membuatnya sangat kasihan. Apalagi usia kedua pengantin itu masih sangat muda. Devan yang harus menjadi tulang punggung di usianya yang masih terbilang muda karena harus mencari nafkah. Belum lagi karena Adelia yang hamil, serta masalah yang sebenarnya sedang mereka hadapi. Kevin tak ingin tahu tentang itu, tapi dia dimintai tolong oleh istrinya agar Raka lebih baik tahu mengenai hal ini.
Istrinya merupakan mantan tunangan Raka dulu. Tapi, dia tidak menyimpan dendam sedikitpun. Justru istrinya kasihan terhadap Adelia yang membuat hati Raka tergerak untuk menceritakan semua itu kepada Raka. Walaupun sebenarnya Raka sempat tidak menerima saran tersebut. Tapi Raka yang keras kepala itu sepertinya akan melakukan hal yang lebih gila lagi. Kevin hanya menunggu kabar apa yang akan terjadi nantinya.
Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dan mendapati Raka yang bergabung bersama dengan Afi dan juga Novi. Kali ini terlihat lebih tenang dibandingkan tadi.
Raka mengeluarkan kartu namanya begitu Kevin tiba di ruang tamu. “Hubungi aku kalau kamu butuh pekerjaan!” kata Raka yang kemudian mengajak Fania untuk pamit.
Ketika keluar dari rumah itu, Raka sempat berhenti sejenak ketika melihat rumah yang di huni oleh orang lain. Yang bukan anaknya, rumah yang tidak terlalu besar. Tapi, Raka tahu jika itu adalah usaha Devan untuk membahagiakan Adelia.
Baru saja dia bisa percaya terhadap menantunya. Masalah datang lagi saat itu.
Raka memang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, kali ini Tuhan menyuguhkan dia dengan kenyataan bahwa hidup itu memang terlalu pahit jika hanya untuk orang serakah seperti dirinya. Dia tahu diri jika dia memang serakah. Devan sudah berusaha begitu baik, tapi dia usik hingga membuat Devan pergi meninggalkan dirinya.
Besok, dia akan berusaha mencari keberadaan anaknya dan membawa pulang Adelia demi sang mama. Tapi, tidak akan pernah memberitahu mengenai status Devan kepada Fania.
__ADS_1