
Bescamp adalah salah satu tempat Dafa dkk berkumpul,sebenarnya ini adalah salah satu rumah milik orang tua Revan karena tidak ada yang menyewa jadi rumah ini di jadikan bescamp oleh mereka,rumah ini juga bisa di bilang besar, lantai dua dengan empat kamar,dan sudah di lengkapi fasilitas mereka salah satunya WIFI,ada juga ruangan khusus bliar, desainnya pun sama seperti bescamp pada umunya banyak poster dan barang barang,tersedia juga mini bar tapi bukan seperti bar pada umunya karena di bar itu hanya berisikan softdrink dan sebagai pelengkap saja
"Daf Bernas ngajak balapan nih,jabanin ngga?"ucap Chiko
"Jabanin lah,mau sampe kapan dia ngajak balapan pasti ngga akan pernah menang haha"ucap Revan remeh
"Jangan anggap remeh,dia orangnya licik cara apapun pasti dia lakuin untuk bisa ngalahin kita"sahut Alif
"Bener kata Alif,bilang aja mau kapan"ucap Dafa
"Kata dia malam ini tempat biasa"ucap Chiko
"Oke,yaudah gue mau cabut"ucap Dafa lalu bangun dari duduknya
"Mau kemana?"tanya Revan
"Bengkel periksa mesin"ucap Dafa
"Oh yaudah,gue mau tidur aja dah"ucap Revan lalu beranjak ke ranjang untuk merebahkan diri
"Lo sih kerjaannya molor terus"ucap Chiko lalu menyusul Revan
"Lah lo mau ngapain?"tanya Revan kerena Chiko mengikutinya menuju ranjang besar itu
"Ya mau rebahan lah"ucapnya santai lalu merebahkan dirinya
"Yee plagiat lo"kesal Revan
"Bodo amat"ucap Chiko sambil memejamkan matanya
"Mau kemana lo Al?"tanya Revan melihat Alif bangun dari duduknya
"Toko"ucap nya santai
"Ye ko pada pergi si"ucap Revan
"Mau ikut?"tanya Alif
"Kagak enak rebahan"ucap Revan lalu memejamkan matanya
Sedangkan Alif mengedikan bahunya acuh dan langsung bergegas keluar dari bascamp
***
Sesampainya di bengkel Dafa langsung memarkirkan motornya, pandangannya melihat kesekeliling mencari sang pemilik bengkel,tapi saat menengok ke kiri ia memicingkan matanya, Dafa melihat seorang gadis menggunakan hoodie hitam dan masker sedang mengendap endap
Siapa tuh?apa jangan jangan maling.batinya
Saat ingin meneriaki gadis itu tiba tiba ada yang menepuk bahu Dafa
"Woe_"
"Weitss Daf!"ucap orang itu mengagetkan Dafa
"Eh anjirr!"kaget Dafa
"Ahahaha sorry sorry lo jadi kaget"tawa orang itu
"Sialan lo Dhan"kesal Dafa,yap orang itu adalah Zidhan pemilik bengkel besar ini
"Kenapa lo?"tanya Zidhan
"Tadi gue liat di sono ada orang ngendap ngendap,jangan jangan mau maling di bengkel lo"ucap Dafa sambil menujuk tempat itu
"Hmm kebiasaan"gumam Zidhan
"Ngapa Dhan?"tanya Dafa
"Ngga papa tunggu sebentar"ucap Zidhan"Ga!"panggil Zidhan
"Apaan Dhan?"tanya Rega
"Ke ruangan gue panggil kunyuk suruh kesini"ucap Zidhan Rega yang sudah mengerti ucapan Zidhan pun langsung menurutinya
"Kenapa sih Dhan?"tanya Dafa penasaran
"Ngga papa,oh iya napa lu kesini?"tanya Zidhan balik
"Biasa lah mesin"ucap Dafa
"Ohh"ucap Zidhan lalu menggangguk mengerti
"Oh iya tad_"ucapan Dafa terputus
__ADS_1
"Nih Dhan"ucap Rega tiba tiba dengan membawa orang di maksud
"Nah ini Dhan yang gue bilang tadi mau maling!"ucap Dafa sedikit berteriak
"Eh sembarangan lu!"ucap orang itu tidak terima
"Heh udah udah malah ribut,Ga periksa mesin punya Dafa"perintah Zidhan lalu di angguki Rega
"Ngapain?kabur lagi?"tanya Zidhan
Yang di tanya pun menggelengkan kepalanya lalu mengngguk,Zidhan menghela nafas panjang
"Kebiasaan banget si dek,nanti kalo bunda nyariin gimana,abang lagi yang di salahin"ucap Zidhan kesal
"Ya maap sih"ucap gadis itu
Sedangkan Dafa hanya bingung memperhatikan kedua orang itu
"Sstt.. sst... Dhan"bisik Dafa pelan
"Apah?"sahut Zidhan tak kalah pelan
"Ini"tunjuk Dafa masih berbisik
"Oh ini dia ad_"ucapan berbisik mereka terputus
"Kalian ngapain si bisik bisik"tanya gadis itu heran
"Eheheh iya juga ya?"ucap Dafa cengengesan
"****** lo Daf"ucap Zidhan"oh iya Daf kenalin ini adek gue"sambung Zidhan
Dafa lalu mengulurkan tangan nya bermaksud untuk berkenalan,sebelum gadis itu mengulurkan tangannya ia membuka penutup kepala dan masker yang di gunakannya terlebih dahulu,lalu mengulurkan tangannya
"Gue Dafa"ucap Dafa sambil mengulurkan tangnnya
"Mimi"ucapnya Mimi menerima uluran tangan Dafa sambil membenarkan tatanan rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya,saat sudah rapih Mimi mendongakan pandangannya menghadap Dafa
"Eh lo"ucap Dafa terkejut sedangkan Mimi hanya menyerenyitkan dahi nya bingung
"Kenapa gue?"tanya Mimi
"Lo key kan?"tanya Dafa lagi
"Lo yang kemaren di stadion kan,terus ketemu gue sama temen temen gue di jalan dan lo kaya orang gembel"ucap Dafa
Mimi sedang berusaha mengingat maklum Mimi memang pelupa orangnya
"Ah iya lo yang waktu itu kan yang sama temen temen rese lo nganterin gue balik"ucap Mimi ketika sudah ingat
"Heh ngatain lagi untung untung gue udah berbaik hati anterin lo balik,bukannya terima kasih"dengus Dafa
"Ye ka_"
"Kalian udah saling kenal?"tanya Zidhan yang dari tadi hanya menyimak, lalu diangguki keduanya
"Dimana?"tanya Zidhan
"Ih dia itu ya bang orang yang nganterin gue balik malem malem,pas gue balik jogging"ucap Mimi
"Oh"ucap Zidhan mengerti
"Jadi ini adek lo Dhan?"tanya Dafa
"Iyaa"jawab Zidhan"udah sana kamu pulang nanti kena marah bunda"perintah Zidhan pada Mimi
"Ish kan rese gue kan masi mau disini"ucap Mimi kesal
"Ish ngeyel banget sih bocah!"geram Zidhan"belum makan kan?"tanya Zidhan mencoba sabar yang di tanya hanya menggeleng,Zidhan menghembuskan nafas panjang"masuk ke ruangan abang nanti abang pesenin makanan"ucap Zidhan lalu Mimi pergi mengikuti perintah Zidhan
"Sorry ya Daf"ucap Zidhan
"Santai aja kali Dhan,emang kenapa si lo larang Key datang ke sini,dia kan adek lo"ujar Dafa
"Bukannya gue sama bunda gue ngelarang dia kesini,lo tau sendiri kan bengkel gue jauh dari rumah,gue takut dia kenapa kenapa,waktu itu pernah dia kesini naik angkutan umum dan dia mau di culik, Mimi sih biasa aja tapi bunda gue yang trauma takut hal itu terjadi lagi"jelas Zidhan
"Serem juga,tapi dia ngga kapok?"tanya Dafa
"Ngga malah keterusan dia"ujar Zidhan
"Fix adek lo stres"ucap Dafa enteng lalu di angguki Zidhan?hah kakak macam apa itu?
Drrtt drtt
__ADS_1
Handphone Zidhan bergetar
Bunda is calling..
"Bentar ya Daf,bunda gue telepon"ucap Zidhan
"Hallo Assalamualaikum bun"
'Waalaikumslaam,bang adek kebengkel?'
"Iya bun adek disini"
'hufff suruh pulang bang,dia belum makan kan?'
"Iya bun,adek udah makan kok tadi abang pesenin dia makan"
'yaudah abis makan suruh adek pulang ya bang,abang udah makan?'
"Iya bun udah kok"
'yaudah bunda tutup teleponnya,bilang adek hati hati di jalan,assalamualaikum'
"Waalikumsalam"
Tuttt
"Kenapa?"tanya Dafa
"Biasa lah nyariin tu kunyuk"ucap Zidhan
"Bang!"panggil seseorang yang tak lain adalah Mimi
"Udah selesai makannya?"tanya Zidhan
"Udah"jawab Mimi
"Yaudah sana pulang,udah di cariin bunda tuh"ucap Zidhan
"Ngusir nih ceritanya"
"Iya udah sono balik nyusahin aja"ucap Zidhan
"Huh rese"dengus Mimi
"Daf nih motornya udah selesai gue periksa"ucap Rega yang tiba tiba muncul
"Oh oke thank's Ga"ucap Dafa
"Yo,yaudah gue lanjut dulu ke yang laen"ucap Rega lalu pergi
"Bentar lagi sih bang,ya ya ya"bujuk Mimi
"Kalo abang bilang ngga ya ngga,udah kamu pulang sana,kalo ngga mau pulang ngga abang beliin lagi kamu boneka koala!"usir Zidhan
"Ish abang nyebelin!"kesal Mimi
"Daf sorry nih ngerepotin,lo mau ngga anterin Mimi balik"
"Oh oke"
"Dah sana kamu pulang sama Dafa,abang ngga bisa nganter"
"YA!"ucap Mimi lalu pergi sambil menghentak hentakan kakinya
"Yaudah gue balik Dhan,thank's ya"ucap Dafa
"Oke,yaudah hati hati titip adek gue ya,sorry ngerepotin"ucap Zidhan
"Santuy"ucap Dafa lalu menaiki motornya dan menyusul Mimi yang sudah berada di depan
"Ayok naik"ujar Dafa tanpa mengucapkan apapun Mimi langsung naik ke motor Dafa
Selama di perjalanan tidak ada yang di bicarakan oleh keduanya,setelah 15 menit akhirnya sampai lah mereka di rumah Mimi,karena sebelumnya sudah pernah mengatar Mimi jadi Dafa tidak perlu bertanya lagi di mana rumah Mimi
"Makasi Daf"ucap Mimi setelah turun dari motor Dafa
"Iya,yaudah gue duluan ya"ucap Dafa
"Ngga mau mampir dulu"tawar Mimi
"Ngga deh lain kali aja,yaudah gue duluan"ucap Dafa lalu mulai menjalankan motornya
"Oke hati hati"ucap Mimi setelah Dafa tidak terlihat lagi barulah Mimi masuk ke dalam
__ADS_1