WITH YOU

WITH YOU
Meninggalkan semuanya


__ADS_3

Di salah satu restoran di mana Raka mengajak istri dan juga mamanya makan malam. Tapi, kali ini tanpa kehadiran Keano. Bukan karena mereka sedang bertengkar lebih, tapi karena Keano yang mengatakan akan belajar dan meminta untuk dibawakan makanan tanpa ikut bergabung dengan keluarganya malam ini.


Keadaannya kali ini sangatlah berbeda, entah Keano yang menjauhkan diri dari dirinya atau sedang ingin melawan. Jujur saja kesedihan mendalam bagi Raka ketika melihat anaknya menghindar dan tidak pernah ada lagi kegembiraan ketika dia mengajak anak laki-lakinya itu berkumpul.


"Raka, kamu mikirin sesuatu?" tanya mamanya. Tapi Raka hanya menggelengkan kepada agar mamanya tidak khawatir. Disamping itu dia juga memikirkan keadaan Adelia yang mungkin saja ada masalah dengan Devan. Dia pernah meminta Devan dan juga Adelia tinggal bersama dengan mereka, akan tetapi Devan menolak dengan mengatakan bahwa dia lebih berhak untuk mengurus Adelia dibandingkan dengan orang tua Adelia sendiri. Raka memang sadar dengan hal itu, makanya dia tidak memaksakan kehendaknya. Namun, tetap berwaspada dengan menantunya itu.


Sepasang tangan tanpa sadar mengelus punggung tangan Raka yang waktu itu sedang memikirkan keadaan Adelia. Barangkali Fania menyadari hal itu sehingga membuatnya langsung memberikan pengertian yang baik bagi Raka.


"Nggak apa-apa, Pa. Semuanya akan baik-baik saja,"


Mamanya yang juga sepertinya menyadari hubungan Raka dengan Keano yang sedikit merenggang. Sakit adalah ketika anaknya menolak permintaannya, juga ketika Keano menghindarinya ketika sarapan. Keano memilih untuk sarapan di sekolah. Terlebih juga ketika makan malam keluarga. keano yang memilih mengambil makanan lalu makan di kamarnya sendiri.

__ADS_1


"Kamu sebenarnya ada apa dengan Keano? Apa terjadi sesuatu? Mama perhatikan kamu beberapa hari ini sama Keano saling cuekin gitu? Raka, kamu nggak lagi musuhin Keano kan?"


Raka mendengar ucapan itu dengan raut wajah yang sedih. Dia tidak mau anaknya menjauhinya seperti itu. Keano yang sudah beberapa hari ini juga tidak mau menegurnya, Keano yang juga melewatinya semenjak dia mengatakan bahwa anak itu harus berhati-hati. Anak yang sudah dia didik dengan baik untuk menjadi penerusnya nanti. Anak yang dia harapkan justru berlaku seperti itu.


Sikap Keano yang asing dan dingin membuat Raka tiba-tiba tak bisa menebak sifat anaknya yang satu itu. Sudah cukup baginya Adelia yang melakukan kesalahan. Jangan sampai anak keduanya melakukan kesalahan yang lebih parah lagi. Raka sadar jika kehamilan Adelia barangkali menjadi hukuman untuk dirinya yang di mana dulu ketika dia menghamili kekasihnya sewaktu muda dan justru dengan pengecutnya dia kabur dari masalah itu hingga kekasihnya buuh diri. Tapi, ketika Devan datang meminta dengan cara baik-baik, Raka teringat di masa muda. Harusnya dia melakukan hal yang begitu berani seperti yang dilakukan oleh Devan kepada dirinya. Bukan sebaliknya.


"Aku nggak pernah berantem sama Keano. Lagipula anak itu mungkin ada hal yang ingin dia katakan, tapi masih dirahasiakan. Sehingga dia cuek gitu sama aku, Ma," jawab Raka dengan tenang.


Mereka pulang ke rumah setelah menghabiskan waktu makan malam di luar bersama dengan keluarga. Keano yang sengaja dibelikan makanan untuk dimakan nanti di rumah. Fania yang sadar jika anaknya memang sibuk belajar kali ini untuk mempersiapkan diri juga ke universitas yang diinginkan. Raka selalu mendukung baik apa yang diinginkan oleh Keano. Tapi jika melihat anaknya yang sepertinya menjauh, kadang menjadi beban pikiran tersendiri bagi Fania.


Ketika Keano selesai makan, dan rumah dalam keadaan yang sangat sepi. Fania yang sudah tidur terlebih dahulu. Begitupun juga dengan mamanya. Tapi tidak dengan Keano yang justru keluar dari kamarnya agak larut malam. Raka dengan setia menunggu di ruang tengah, menunggu anak laki-lakinya keluar untuk membicarakan apapun yang menjadi beban pikiran Keano juga. tak ingin jika keinginan Keano yang ingin kuliah ke luar negeri dengan jalur beasiswa itu terhalang. Bisa saja Raka membiarkan Keano kuliah dan membiyainya sendiri, tapi dia tahu jika keinginan anaknya itu sangat baik dan membuktikan bagaimana harus membuat orang tua bangga dengan dirinya sendiri. maka dari itu dia selaku orang tua hanya ingin mendukung apapun yang dilakukan oleh anaknya selama itu adalah hal yang baik.

__ADS_1


Keano yang menaruh piring kotor di wastafel cuci piring dan mengeluarkan botol minuman dari dalam kulkas. Raka yang mendekati anaknya, sejenak Keano menatapnya dengan tatapan dinginnya.


"Nak, Papa mau bicara!"


Tidak mungkin Keano akan menolak jika dia yang meminta. Dia tahu betul bagaimana anaknya bersikap selama ini. Dia juga tahu bahwa anaknya sangat berbakti kepada orang tua. Keano yang selalu menurut, tapi jika mengenai Adelia, Keano rela melakukan apapun untuk menyembunyikan kesalahan saudaranya itu. Tahu jika Raka ini adalah orang yang sangat emosian. hingga membuat Keano bersikap sebagai penengah, tapi salah jika Keano menyembunyikan tentang Devan.


Anak laki-laki itu memasukkan botol minuman lagi ke dalam kulkas lalu mengikutinya keluar rumah. Mereka akan bicara di luar, takut jika nanti tiba-tiba Fania keluar dari kamar atau justru mamanya yang mendengar pembicaraan mereka berdua. Raka hanya ingin tahu mengenai apa yang sebenarnya disembunyikan oleh anaknya mengenai Devan, tidak mau jika urusan rumah tangga Adelia justru menjadi beban juga bagi Keano. Biarlah nanti apapun yang dia dengar, sekalipun itu sangat sakit.


Mereka tiba di halaman belakang rumah. Raka yang memilih duduk terlebih dahulu kemudian disusul oleh Keano. Terlihat ekspresi teduh sang anak, Raka tahu jika anaknya memang terbilang cuek kepada siapapun, tapi tidak dengan Adelia. Maka, anak itu akan melakukan apapun. Raka sering mendapati anaknya ini diam-diam membantu Adelia. teringat ketika dulu dia yang menghukum Adelia ketika mabuk, dan semua fasilitas Adelia dia tahan, tapi Keano tetap diam-diam membantu kakaknya tanpa sepengetahuannya. Mulai dari situ dia melihat bagaimana peduli dan juga sikap bertanggung jawab anak keduanya itu terhadap Adelia. Tapi jika itu melindungi hal yang salah, maka Raka akan marah besar kepada anaknya yang telah melindungi orang yang salah dan mungkin saja dia tidak akan mentoleransi kesalahan itu.


Raka jika menghukum anak tidak pernah memilih siapa yang paling di sayang. Adelia buktinya, anak perempuan yang dulu paling disayangi pun rela ditampar oleh Raka dan juga dihukum habis-habisan untuk memberi efek jera bagi anaknya agar tidak mengulangi hal yang sama. Sekalipun dulunya dia merupakan seorang pria brengsek, tentu saja Raka ingin jika anaknya menjadi anak yang baik dan tidak melakukan kesalahan seperti diriya di masa lalu. Semenjak menikah, segala keburukan itu ditinggalkan karena berharap jika rumah tangganya tetap awet dengan meninggalkan semua itu. Jika dia masih bermain perempuan, mabuk-mabukan dan juga sering nongkrong, tentu saja pernikahannya dengan Fania tidak akan awet seperti sekarang ini.

__ADS_1


Jangan lupa tetap vote sebanyak-banyaknya agar author rajin update ya. Hehehe untuk mendukung jalan pelit like dan juga votenya


__ADS_2