WITH YOU

WITH YOU
Mencurigai


__ADS_3

Raka tentu tidak akan tinggal diam dan percaya begitu saja mengenai menantunya yang belum dia ketahui anak dari siapa. Dia tidak bodoh, dia juga tidak mungkin begitu mudahnya menyerahkan anaknya kepada orang lain. Terlebih karena Adelia merupakan anak perempuan yang paling dia sayangi. tentu trauma besar baginya juga kehilangan anak Fania waktu itu. Takut jika anaknya mengalami hal yang sama, yaitu diselingkuhi ketika semuanya terlihat baik-baik saja. Sehebat apapun di menjaga, Adelia jatuh ke tangan orang lain yang kali ini membuatnya penasaran dengan seluk beluk Devan.


Raka berdiri di balkon kamar yang di mana sedari tadi gorden tertiup angin malam yang terasa sedikit lebih dingin dibandingkan dengan malam biasanya. Sebelum menantunya dan juga anaknya datang kemari, Raka sudah mencari tahu tentang menantunya, Devan yang sudah tak lagi memiliki apapun. Bahkan Raka juga tahu mengenai anaknya yang tinggal di rumah yang kecil bersama dengan adik iparnya, Raka tentu saja tahu akan hal itu. Mengenai Keano juga yang diam-diam sering datang ke sana juga dia tahu. Maka dari itu dia memberi peringatan kepada sang anak agar tidak bertingkah lebih jauh dari ini.


Selama ini dia memang membiarkan gerak gerik Keano bebas. Itu karena dia ingin mencari celah dan juga bisa mengikuti ke mana Keano pergi. Memang dia mengancam Fania dengan ancaman yang tidak main-main. Tapia dia menarik kembali kata-kata itu dan sekarang sudah membiarkan istrinya dengan leluasa bertemu dengan Adelia. Dengan dalih dia juga akan mencari tahu kebenaran itu sendiri.


Raka itu sangat berhati-hati, siapa yang tidak tahu dia yang selama ini selalu memenangkan proyek besar dan juga terkenal dengan tindakannya yang selalu dipikir beberapa kali.


Jika mendengar pengakuan menantunya, memang pria itu jujur apa adanya. Tapi Raka masih menahan diri untuk menanyakan mengenai anak siapa, karena dia juga ingin tahu terlebihi dahulu sebelum dia menanyakan hal itu kepada menantunya sendiri. Keano juga yang sudah memberinya jalan hingga membuatnya tahu di mana tempat tinggal Adelia dan juga Devan.


Raka juga mengetahui bahwa beberapa hari ini Keano sering keluar bersama dengan adik ipar Adelia. Tapi tidak mungkin dia membatasi anaknya untuk hal itu. Tetapi jika mengenai menyembunyikan apa yang diketahui oleh Keano, tentu Raka tidak akan tinggal diam dan membiarkan Keano melawannya dengan begitu berani.


Seperti ini saja sudah membuat Raka gerah dengan tingkah anaknya yang di mana dia merasa bahwa dia sedang ditantang langsung oleh sang anak.


Ia menghela napas dengan sangat pelan dan mengembuskannya kasar. Malam yang terasa begitu dingin mewakili perasaannya dan juga pikirannya mengenai sebenarnya siapa menantunya dan juga kenapa anaknya sampai sejauh ini merahasiakan sesuatu. Dia sudah curiga ketika Keano terus saja memaksanya untuk menerima Adelia kembali. Keano juga yang sudah membujuknya agar pernikahan itu terjadi. Maka, sebaik apapun anaknya bermain, Raka sudah mencari tahu hal itu.


"Papa, ada sesuatu?" tanya Fania ketika dia yang tadinya melamun sambil menyesapi rokoknya yang entah sudah berapa yang habis. Raka memang jarang sekali merokok, tapi jika memiliki beban pikiran seperti ini, maka dia akan lari ke rokok. Jika dulu Raka ketika memiliki beban akan lari ke alkohol, tapi kali ini berbeda.

__ADS_1


Raka langsung mematikan rokoknya kemudian berbalik ketika melihat istrinya yang masih sangat cantik perlahan datang menghampirinya. Dia melihat begitu ketenangan di dalam istrinya, tapi tidak dengan dirinya sendiri yang saat ini sedang gusar karena perbuatan anak dan juga menantunya yang sudah membuatnya curiga karena pergerakan mereka memang sangat baik. Barangkali itu juga akal-akalan Devan dan juga Keano yang bersekongkol, tidak mungkin keduanya bermain begitu rapi jika tidak bersekongkol.


"Papa enggak apa-apa, Ma,"


Fania merasa ada yang aneh antara suami, menantu dan juga anak laki-lakinya yang terlihat begitu tidak biasa. Fania yang juga sadar jika suaminya tiba-tiba menerima Devan begitu saja tanpa bertanya banyak hal. Biasanya Raka akan menginterogasi lebih banyak lagi. Tapi, tidak dengan kali ini yang di mana suaminya terlihat begitu mencurigakan belakangan ini.


Tapi, Fania tidak ingin ikut campur. Barangkali suaminya sedang memiliki beban di kantor sehingga membuatnya merokok malam ini. Fania tahu bahwa suaminya memang jarang sekali cerita mengenai bebannya di kantor.


"Ma, tidur duluan ya! Papa ada urusan," ucap Raka ketika dia hendak menemui anak buahnya untuk mencari tahu informasi apalagi yang di dapatkan oleh anak buahnya mengenai Devan.


"Papa mau keluar?"


Fania hanya mengangguk pelan ketika Raka mengambil kunci mobil diatas meja yang ada di dekat ranjang besar mereka. Kali ini dia takut jika berasumsi bahwa suaminya selingkuh atau justru ada yang sedang disembunyikan oleh suaminya.


Fania merasa ada yang tidak beres. Jika pun ada, pasti Keano akan menceritakan itu. Tapi kali ini justru anaknya juga bersikap aneh hari ini.


Ia menekan dadanya sambil terus menarik napas agar dirinya bisa tenang.

__ADS_1


Ketika mobil suaminya terdengar sudah menjauh. Fania baru saja keluar dari kamar dan melihat anaknya berlari menuruni tangga dan semakin membuatnya curiga dengan kedua orang tersebut. Apa yang terjadi antara Keano dan Raka?


Fania mengintip anaknya juga ikutan pergi dan terlihat sangat buru-buru.


"Ada apa sama kalian berdua?" lirih Fania yang di mana ketika dia mengintip Keano pergi dari jendela.


"Fania, ada apa?" tanya mama mertuanya yang keluar dari kamar. "Keano kok pakai motornya buru-buru banget suaranya," mama mertuanya pasti tahu jika itu terdengar sangat buru-buru.


"Ma, Mama tahu apa yang terjadi sama Raka dan Keano?"


mertuanya melirik Fania dengan tatapan yang sedih. "Mama rasa mereka berdua sedang menyembunyikan sesuatu,"


"Aku juga ngerasa gitu, Ma. Devan juga bersikap aneh dan dia langsung pulang gitu aja tanpa alasan, Ma,"


"Doakan saja semuanya baik-baik aja, Fania. Mama sedih waktu lihat mereka seolah sedang perang tapi dalam keadaan yang tenang. Baik Keano dan juga Devan, pasti mereka ada sesuatu bersama dengan Raka,"


"Ma, aku curiga waktu Raka terima Adelia waktu pulang,"

__ADS_1


"sama, karena dia yang paling menentang waktu itu. Tiba-tiba dia menerima, itu adalah hal yang sangat mustahil bagi Raka. Mama juga sempat terkejut dengan tingkah Raka yang seperti itu. Pasalnya Raka bukan seperti orang yang membenci, tiba-tiba menerima adalah hal yang sangat tidak masuk akal bagi Mama,"


__ADS_2