
Cahaya matahari masuk dan menembus melalui celah celah tirai jendela kamar Mimi,yang sedang tidur pun terusik oleh sinarnya itu,Mimi mengerjap kan matanya menetralisir cahaya yang masuk ke matanya
"Engggh,,jam berapa ini?"lenguhnya lalu mengabil handphonenya,jam menunjukan pukul 6 pagi,terlalu pagi bagi Mimi bangun di hari libur
Kruyuk kruyuk
Niat ingin tidur lagi sirna karena gangguan dalam perutnya,Mimi bangun dan beranjak pergi ke dapur,Mimi menuruni tangga di lihatnya dari atas tidak ada siapa siapa apakah abangnya belum bangun, tak mau ambil pusing Mimi langsung menuju dapur
"Lah ko ada isi nya bukannya semalem kosong ya?"tanya nya terheran setelah melihat isi kulkas yang sudah penuh
"Bodo amat lah,ga usah ambil pusing"ucapnya seraya mengambil tiga roti isi coklat keju dan dua kotak susu strawbery,lalu Mimi duduk di meja makan dengan membawa makanan yang di ambilnya tadi
"Ko bang Idan ga keliatan?apa dia belum bangun ko tumben amat sih?"ucapnya sendiri
Setelah selesai Mimi langsung menuju ke kamar nya lagi,ia memutuskan untuk menyambung tidurnya yang tertunda karna lapar tadi,baru saja sampai tangga tiba tiba ada orang ngucap salam
"Assalamualaikum"ucap orang itu lalu masuk
"Waalikumsalam"jawab Mimi
"Lah tumben lu udah bangun?kesambet setan apaan?"tanya Zidhan santai sambil berlalu menuju dapur
Mimi yang ingin ke kamar pun ia urungkan dan menghampiri abangnya yang sudah duduk dengan meminun air dingin
"Lu dari mana bang?gue kira lu belum bangun,trus ko lu ngos ngosan abis di kejer setan lu?"tanya Mimi sambil memperhatikan tubuh abangnya yang penuh dengan keringat
"Sembarangan lu kalo ngomong,gue abis joging lah,emangnya lu kerjaannya molor"ucapnya
"Dihh..tumben amat lu joging,oh iya gue tau lu gendutan ya bang"ucap Mimi meledek
"Heh enteng amat tuh mulut,gua mah emang setiap hari bangun pagi joging,ga kaya lu kerjaannya molor bangun sampe dzuhur, dasar kebo!"ucap Zidhan tak terima lalu beranjak pergi
"Eh sapi galak enak aja lo ngatain gue kebo awas ya lu ntar gu-"ucapnya terpotong
"Berisik kebo,udah cepet lagi mandi sono lu, ntar kita cari sarapan,trus langsung ke mall"ucap Zidhan dari atas lalu menutup pintu kamarnya
"DASAR BANG IDAN JELEK!!!enak aja dia ngatain gue kebo,gue kan juga udah bangun pagi"dumelnya sambil menuju kamar
***
Saat ini mereka sudah ada di mall yang berada di daerah rumah mereka,setelah sarapan tadi Zidhan langsung mengajak Mimi ke mall,katanya agar tidak kelamaan
"Dek bagus yang ini apa yang ini"tanya Zidhan sambil memegang dua kalung berbentuk huruf D
"Yang ini aja deh kayanya simple tapi elegant"jawab Mimi seadanya
"Hmm,,iya udah mba yang ini ya"ucap Zidhan setelah memilih
__ADS_1
"Iya sebentar ya mas"ucap mba mba nya di angguki Zidhan
"Nih mas,jadi totalnya Rp.2.350.000"ucap si mba nya menyerahkan bukusan itu
Setelah membayar kalung tersebut Zidhan mengajak Mimi untuk makan siang terlebih dahulu karena sudah waktunya makan siang,tak terasa ternyata mereka sudah menghabiskan waktu tiga jam setengah hanya untuk berkeliling mencari kado yang cocok
"Alhamdulillah kenyang perut gue"ucap Mimi sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi
"Udah selsai?"tanya Zidhan
"Udah hayuk kita cari novel"ucap Mimi bersemangat
"Lah sangka gue dia udah lupa"gumam Zidhan masih terdengar oleh Mimi
"Gue denger ya bang,udah ayuk ah cepet"ucap Mimi sambil menarik tangan Zidhan
"Hmm iye iye"ucap Zidhan pasrah
Sesampainya di toko buku mata Mimi langsung berbinar,ingin rasanya membeli semua buku novel yang ada di sini
"Udah cepet sono"ucap Zidhan
"Iya iya,duh makin sayang deh sama abangkuh tersayang ini,makasih abang sayang"ucap Mimi lalu mengecup pipi kanan Zidhan
Banyak orang yang melihat mereka kesannya seperti orang pacaran,kerena memang umur mereka hanya beda satu tahun Zidhan kelas Xll sedangakn Mimi kelas Xl
"Ko satu?"tanya Mimi sambil menyipitkan kedua matanya
"Trus?"tanya Zidhan balik
"Kan lima"ucap Mimi
"Ngga satu"
"Hmm enam deh"
"Satu"
"Yaudah tiga"
"Satu.."
"Empat"
"Satu.. adek"
"Hmm yaudah dua aja deh yah bang dua"ucap Mimi merayu
__ADS_1
"Sat-"ucapan Zhidan terhenti
"Pleas dua yah"ucap Mimi dengan puppy eyes nya
"Hmm yaudah dua,dah sana cepet sebelum abang berubah pikiran"
"Asyikk,,ok ay ayay captain"ucap Mimi kegirangan
Setelah mendapatkan novel yang di inginkan Mimi langsung menuju ke kasir dan membanyarnya
"Udah"tanya Zidhan
"Udah hayuk pulang"ucap Mimi
"Emang beli novel apa si lu?"tanya Zidhan
"Gue beli novel terbaru yang baru keluar itu loh bang yang judulnya 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF sama Teluk Alaska karya Eka Aryani, gue emang pingin banget beli tu novel dan lo beliin gue so thank you so much my brother tercintah muaaahh"ucap Mimi sambil memeluk abangnya penuh sayang
"Hm iya iya,yuk pulang"ajak Zidhan
"Yuk"
"Eh tunggu tunggu"
"Kenapa lagi?"
"Gue mau ke toilet dulu bentar"
"Hmm yaudah cepetan"
Setelah sekitar lima menit Zidhan keluar dari toilet,dan matanya mencari sekeliling tapi tidak menemukan keberadaan Mimi entah pergi ke mana tu bocah,saat menengok ke kanan Zidhan menemukan sosok seperti adiknya yang berdiri di depan kaca besar bagian baju baju,langsung saja Zidhan hampiri
"Ngapain dah lu,ayo pulang"ucap Zidhan menarik tangan Mimi
"Ets sabar napa gue lagi poto nih depan kaca biar kaya orang orang"ucap Mimi dengan gaya posenya
"Et dah buset emang selama ini lu bukan orang,hayuk lah balik"tanya Zidhan heran
"Bentaran napa,sini bang deketan gue poto"ucap Mimi menarik tangan Zidhan,Zidhan pun hanya pasrah menurut,banyak sekali gaya yang mereka pose kan,sekitar sepuluh menit mereka selesai dengan sesi poto mereka.
"Dek lu balik sendiri ya,gue mau langsung ke bengkel, Rega dari tadi udah nelponin gue,katanya ada kendala sedikit di bengkel gapapa kan"ucap Zidhan, ya memang Zidhan mempunyai bengkel sendiri yang lumayan terkenal, karyawannya pun teman teman sekolahnya,Zidhan mendirikan bengkelnya sejak ia lulus SMP,jadi sekarang Zidhan sudah mempunyai penghasilan sendiri
"Dasar curut ngapa ga ngomong dari tadi yaudah gue pesen taxsi online aja"ucap Mimi kesal
"Hmm yaudah abang duluan ya"ucap Zidhan sambil mengacak pucuk rambut Mimi
"Hmm yaudah hati hati"ucap Mimi, sekitar lima menit taxsi online Mimi sampai dan Mimi langsung gas pulang
__ADS_1