
Dua minggu setelah Carissa menjalani prosedur pembersihan pada saluran rahimnya, kini dia sudah bisa menjalani rutinitasnya seperti biasa. Hubungannya dengan Evan juga semakin harmonis. Evan semakin memanjakan Carissa dengan segala macam perhatiannya. Meski sibuk mengurus rumah sakit, setiap hari selalu ada saja hal manis yang di berikan Evan pada istrinya itu.
Evan benar-benar sosok suami yang di idam-idamkan semua perempuan di dunia ini. Carissa benar-benar merasa beruntung bisa memiliki Evan sebagai suaminya.
Tapi rupanya hal itu berbanding terbalik dengan hubungan Sonya dan Zacky. Sejak kejadian Sonya mencarikan rahim pengganti untuk Carissa, dan Sonya yang mencurahkan isi hatinya saat itu, Zacky benar-benar marah di buatnya. Begitu dia membawa Sonya pulang, Zacky langsung meluapkan amarahnya dan tak mengajak Sonya bicara lagi setelahnya. Bahkan hingga kini Zacky pun masih tak menghiraukan Sonya layaknya Sonya adalah udara.
Sepertinya kali ini Sonya benar-benar telah membuat suaminya itu merasa kecewa, sampai-sampai Zacky benar-benar mengabaikannya.
Sonya telah berusaha mengajak Zacky bicara, tapi Zacky yang biasanya sangat penyabar itu tetap tak menghiraukan Sonya. Lelaki paruh baya itu tampaknya tak bisa begitu saja memaafkan kesalahan istrinya kali ini. Sonya benar-benar di hukum dengan hukuman yang sangat tidak ringan. Diabaikan oleh orang yang biasanya sangat memanjakannya.
Seperti malam-malam sebelumnya, Zacky pulang saat Sonya sedang menata menu makan malam yang baru selesai dia masak di atas meja makan. Sonya melempar senyumnya pada Zacky. Jika itu dulu, Zacky pasti akan langsung membalas senyum Sonya dan langsung duduk di meja makan karena tak sabar ingin menyantap masakan istrinya itu.
Tapi belakangan ini berbeda. Zacky terlihat memasang wajah datarnya dan langsung naik ke kamar, tanpa menoleh pada Sonya sedikit pun. Tampaknya hari ini Zacky juga masih belum mau makan masakan Sonya, sama seperti kemarin.
Sonya termangu. Sekali lagi dadanya seperti di tikam benda tajam. Terasa sangat sakit dan menyesakkan, hingga matanya kembali memerah dan berkaca-kaca. Tapi dia sadar Zacky bersikap seperti itu karena kesalahannya. Dia pun menerima semua perlakuan Zacky dan berusaha sebisa mungkin agar segera mendapatkan maaf dari suaminya itu, meski sejauh ini usahanya belum membuahkan hasil.
Sonya tidak akan menyerah. Selama lebih dari tiga puluh enam tahun mereka menikah, Zacky yang selalu mengalah jika terjadi perselisihan di antara mereka. Zacky akan menanggung semua kesalahan dan meminta maaf pada Sonya, meski sebenarnya dia tidak bersalah sekalipun. Zacky telah banyak berkorban demi keutuhan rumah tangga mereka. Dan kali ini giliran Sonya yang akan melakukannya. Sonya akan melakukan apa saja agar suaminya itu mau memaafkannya. Dia akan bertahan bagaimana pun sikap Zacky saat ini padanya.
Sonya menyusul naik ke lantai atas rumahnya, lalu masuk ke dalam kamar tidur. Tampak Zacky sudah selesai mandi dan telah mengenakan pakaian rumahan. Tangannya sibuk mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk kecil.
Sonya mendekat dan hendak mengambil alih mengeringkan rambut Zacky, seperti yang selama ini selalu di lakukannya, tapi Zacky tak memberi Sonya kesempatan untuk melakukan hal itu. Dia menyudahi apa yang tadi dia lakukan, kemudian berlalu menuju ruang kerjanya tanpa menghiraukan Sonya.
Sonya yang awalnya tertegun cepat-cepat menyusul Zacky keruang kerja. Sonya masuk ke ruangan itu dan mendapati Zacky sudah asyik dengan beberapa dokumen di meja kerjanya.
"Apa kamu tidak akan turun untuk makan malam? Lebih baik makan dulu baru lanjutkan pekerjaanmu lagi. Aku sudah memasak masakan kesukaanmu." Ujar Sonya lembut pada Zacky.
Zacky menghentikan gerakan tangannya, tapi tidak mengangkat wajahnya untuk melihat Sonya.
__ADS_1
"Aku sudah makan di luar." Jawab Zacky datar. Lalu kembali berkutat pada dokumen-dokumen di hadapannya.
Hati Sonya seperti teriris saat mendengar nada bicara Zacky. Matanya menatap Zacky lekat dengan tatapan sedih. Suaminya ini kini begitu dingin padanya. Bahkan dia juga tak sudi melihat kearah Sonya saat berbicara.
Tanpa sadar airmata Sonya jatuh, meski kemudian cepat-cepat dia hapus.
Sonya berusaha tersenyum.
"Kalau begitu aku akan membereskan makanan di meja makan dulu." Ujarnya sambil berlalu.
Zacky tak menanggapi kata-kata Sonya. Dia masih terus mengerjakan pekerjaannya tanpa menoleh sedikit pun.
Sonya membereskan kembali masakan yang tadi di masaknya, lalu di masukkanya pada sebuah wadah agar bisa di bawa pergi.
Ya. Sudah berapa hari ini Sonya memberikan masakannya pada orang-orang yang bekerja di rumahnya. Tukang kebun dan para asisten rumah tangga yang bekerja padanya memang tidak ada yang menginap. Mereka selalu datang di pagi hari dan pulang di sore hari. Khusus untuk bagian yang membereskan rumah, dia pulang setelah keluarga Sonya selesai makan malam.
Perempuan itu mengangguk sopan.
"Baik, Nyonya." Jawabnya sambil mencuci beberapa piring yang kotor.
Sonya mengambil cangkir dan membuatkan kopi untuk Zacky.
Asisten rumah tangga Sonya ingin menginterupsi apa yang sedang Sonya lakukan, tapi tidak berani. Beberapa hari ini saat dia membereskan ruang kerja Zacky, selalu ada secangkir kopi yang isinya utuh tak tersentuh, sudah dingin dan di kerubuti semut. Yang artinya Zacky tak meminum kopi buatan Sonya.
Sebenarnya Sonya tahu hal itu, tapi dia berusaha untuk terlihat tak terjadi apa-apa, sama seperti saat Zacky tak mau menyantap masakannya. Sonya tetap melakukan apa yang menjadi tugasnya, meski Zacky mengabaikannya.
Kemudian Sonya membawa kopi yang di buatnya ke ruang kerja Zacky dan meletakkannya di meja kerja Zacky.
__ADS_1
Zacky tetap tak menghiraukan Sonya yang berdiri di hadapannya. Jika sebelumnya Sonya akan langsung pergi setelah memberikan kopi buatannya, kali ini dia mendudukkan dirinya di sofa ruang kerja Zacky dan kembali memandang suaminya itu.
Mata Sonya terlihat sendu, tapi bibirnya berusaha mengulas senyuman terbaik untuk Zacky, lelaki yang selama ini selalu membahagiakannya.
"Carissa sudah melakukan pembersihan di saluran rahimnya, dan sekarang kondisinya sudah sangat baik." Sonya membuka pembicaraan.
Zacky masih bergeming. Tak sedikit pun kata-kata Sonya terlihat mengusiknya.
"Mereka sempat saling salah paham karena kebodohanku, tapi untunglah itu tidak berlangsung lama. Sekarang mereka sudah berbaikan dan harmonis lagi. Aku memberikan tiket perjalanan kita ke Maldives untuk mereka sebagai permohonan maafku. Aku harap kamu tidak keberatan. Lagipula, akhir-akhir ini kamu sibuk, pasti tidak ada waktu untuk melakukan perjalanan..." Sonya menghentikan kata-katanya karena tenggorokannya terasa tercekat. Sebisa mungkin dia tidak menangis saat ini. Dia tidak ingin melihat Zacky semakin kesal padanya.
"Mulai malam ini aku akan tidur di kamar bawah. Jadi kumohon jangan tidur di ruang kerjamu lagi. Tubuhmu akan sakit semua jika tidur di tempat yang kurang nyaman. Aku lihat setiap pagi kamu memijat bahumu sendiri."
Sonya kembali menghentikan kata-katanya. Perlahan di hembuskan nafasnya untuk menenangkan gemuruh di dadanya.
"Maafkan aku, Zacky... Aku sungguh tidak bermaksud menyakitimu. Maafkan aku jika aku sudah sangat membuatmu kecewa..." Ujarnya lagi, kali ini dengan suara yang agak tergetar.
Tak ingin lepas kendali, Sonya bangkit dari duduknya.
"Jika kamu memerlukan sesuatu, aku ada di kamar bawah." Ujar Sonya sebelum akhirnya berlalu dan meninggalkan Zacky yang tercenung dengan tangan yang agak gemetaran.
Sedangkan Sonya yang masih berdiri di balik pintu ruang kerja Zacky tampak menangis dengan membekap mulutnya sendiri agar tak mengeluarkan suara. Airmatanya sangat deras mengalir, sederas penyesalan yang kini juga mengalir dari hati terdalamnya.
Bersambung...
Maafkanlah emak yang ga tentu jadwal updatenya. Kerjaan di RL sebagai ibu negara, kadang ga bisa di prediksi kapan selesainya, apalagi kalo udah menyangkut soal para bocil dan kepala negara, emak2 berdaster pasti pada paham lah yak???😁
Mudah2an bisa up satu lagi buat bayar hutang yg tempo hari.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤