WITH YOU

WITH YOU
Kejutan Dari Geraldyn


__ADS_3

Ketukan di pintu kamar membuat Carissa dan Evan saling mengurai pelukan mereka. Carissa segera membukakan pintu, dan tampaklah ibu mertuanya sedang berdiri di ambang pintu.


"Mama." Gumam Carissa.


"Apa Mama mengganggu?" Tanya Sonya saat melihat Carissa yang hanya menggunakan bathrobe, sedangkan Evan tampaknya telah masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian.


"Ah, tidak, tidak!" Carissa langsung menggeleng cepat sambil tersenyum dengan agak meringis.


"Teruskan lain kali saja, ada tamu datang ingin menemuimu." Ujar Sonya lagi.


"Ya?" Mata Carissa agak membeliak mendengar kalimat 'teruskan lain kali' yang diucapkan Sonya padanya. Tampaknya ibu mertuanya ini punya pikiran yang agak absurd karena melihat ia belum mengenakan pakaian dengan benar.


"Katanya dia manajermu. Mama juga sudah dengar kalau tempo hari kamu sudah memutuskan kembali menjadi seorang pianis lagi. Cepatlah temui dia, tidak enak kalau sampai menunggu terlalu lama." Sonya kembali memberi tahu.


"Eh, iya, itu pasti Geraldyn. Aku akan ganti pakaian dulu dan turun bersama Evan." Jawab Carissa akhirnya.


Sonya mengangguk.


"Mama sudah menyuruh pelayan menyiapkan minuman dan makanan kecil. Ingat untuk mengajak manajermu itu makan malam di rumah kita, sebentar lagi sudah waktunya makan malam." Ujar Sonya lagi.


"Iya, Ma." Jawab Carissa lagi.


"Mama mau memeriksa pelayan yang memasak di dapur dulu." Sonya berlalu dari hadapan Carissa setelah Carissa mengangguk mengiyakan.


Carissa menutup kembali pintu kamarnya dan mengambil baju yang sekiranya pantas ia kenakan untuk menyambut tamu. Tak lama kemudian, Evan keluar dari kamar mandi sudah dengan mengenakan pakaiannya. Penampilannya santai, namun terlihat sopan.


"Kenapa Mama mencarimu?" Tanya Evan.


"Mama memberitahu jika Geraldyn datang dan sekarang menungguku di bawah. Dia pasti ingin melihat Lily." Jawab Carissa sambil mengenakan pakaiannya.


"Dia datang sendirian?" Tanya Evan lagi.


"Tidak tahu. Mama tidak mengatakan dia sendiri atau bersama orang lain."


Setelah mengenakan pakaiannya, Carissa duduk di meja rias untuk mengeringkan dan menata rambutnya. Tak lupa dia juga sedikit memoles wajahnya. Dirasa penampilannya sudah cukup enak dilihat, Carissa pun turun ke lantai bawah dengan menggendong Lily. Evan juga tampak ikut menemaninya menemui Geraldyn.


"Sudah lama menunggu, Ge?" Tanya Carissa saat melihat Geraldyn yang duduk di kursi tamu sambil asyik memainkan ponselnya.


"Carissa?" Geraldyn yang mendengar suara Carissa langsung menaruh ponsel kedalam tas tangannya dan bangkit seketika.


Carissa tersenyum sambil duduk berhadapan dengan Geraldyn. Evan juga ikut duduk di samping istrinya itu.


"Ayo, duduk." Ujar Carissa.

__ADS_1


Geraldyn pun kembali duduk. Matanya tampak menatap kearah Lily yang terlihat tenang dalam gendongan Carissa.


"Putrimu cantik sekali. Siapa namanya?" Tanya Geraldyn sambil masih menatap Lily.


"Namanya Lily." Jawab Carissa.


Geraldyn tersenyum.


"Hai, Lily." Sapa Geraldyn pada Lily, seakan Lily adalah bocah yang sudah mengerti disapa.


"Sayang, kenalkan, itu Aunty Gege." Berganti Carissa yang mengajak bicara Lily.


"Haishh...jangan panggil Aunty Gege, tapi panggil Aunty Gerald." Geraldyn meralat kata-kata Carissa.


Carissa tertawa kecil.


"Baiklah, terserah kamu saja." Ujarnya.


"Oh, iya. Kamu datang sendirian? Bukankah sebelumnya kamu bilang yang lain akan datang juga." Tanya Carissa lagi.


"Iya, sebelumnya Bu Zenith akan datang bersamaku. Tapi kemudian ada yang harus dia kerjakan, menyangkut dengan rencana konsermu juga. Jadi akhirnya mereka hanya menitip ini saja padaku." Geraldyn menunjuk beberapa kado yang ia letakkan di atas sofa yang bersebelahan dengannya.


"Astaga, sebanyak ini." Gumam Carissa saat melihat kearah kado-kado yang tampak besar-besar itu.


"Sampaikan ucapan terima kasihku pada mereka. Setelah menyelesaikan urusanku di sini, aku akan segera datang kesana dan memulai persiapan untuk konserku." Jawab Carissa.


"Maaf sebelumnya, Carissa. Sepertinya aku tidak bisa lama menemuimu. Aku sudah ada janji juga dengan seseorang." Ujar Geraldyn kemudian.


"Hei, apa-apaan? Kamu baru saja sampai, sudah mau pergi lagi. Memangnya siapa yang mau kamu temui?" Carissa terlihat tak terima karena Geraldyn sudah berpamitan untuk pergi.


"Aku harus menemui seorang teman, aku sudah berjanji." Ujar Geraldyn lagi.


"Sejak kapan kamu punya seorang teman? Siapa orang yang membuat janji temu denganmu?" Carissa terlihat agak curiga dengan bahasa tubuh Geraldyn yang seakan ingin menyembunyikan sesuatu.


"Sejak kapan kamu jadi cerewet dan kepo seperti nenek-nenek. Tentu saja aku punya teman, memangnya kamu yang cuma berteman dengan Aaron Brylee saja." Geraldyn agak mencebikkan bibirnya.


"Hei..." Carissa agak mendelik pada Geraldyn sambil sedikit melirik kearah Evan.


Geraldyn tertawa, sedangkan Evan hanya tersenyum menanggapi. Mengingat jika Geraldyn tempo hari sudah sangat menjaga Carissa, celotehannya hari ini masih bisa ditolerasnsi oleh Evan.


"Pokoknya kamu tidak boleh pergi dulu. Mama mertuaku memintamu untuk makan malam disini." Ujar Carissa lagi.


"Mama mertuamu?" Ulang Geraldyn.

__ADS_1


Carissa mengangguk mengiyakan. Sedangkan Geraldyn tampak menghela nafasnya.


"Kalau aku menolak ajakan makan malam mertuamu, nanti bisa-bisa kamu yang kena imbasnya. Mama mertua kan biasanya seram." Gumam Geraldyn.


Mau tidak mau Carissa tertawa mendengarnya.


"Memangnya kamu hidup di zaman apa? Sekarang sudah tidak zamannya lagi mama mertua seram dan pengatur. Mertua zaman sekarang sudah modern dan berpikiran terbuka." Jawab Carissa.


"Tapi tetap saja kamu tidak boleh menolak makan malam di sini. Mama mertuaku akan sedih kalau kamu menolak." Tambah Carissa lagi dengan sedikit memberikan ancaman terselubung kedalam kalimat yang diucapkannya.


Geraldyn tampak terdiam sebentar, lalu kembali menghela nafasnya. Tak berapa lama kemudian ia tampak mengirim pesan pada seseorang. Dan tak butuh waktu lama, pesannya pun dibalas.


Geraldyn membaca pesan yang masuk ke ponselnya dengan sedikit melebarkan matanya.


"A-apa?? Dia mau ikut datang kesini?" Seru Geraldyn tanpa sadar.


"Siapa yang mau datang kesini? Temanmu itu?" Tanya Carissa.


Sontak Geraldyn mengangkat wajahnya dan terlihat seperti orang yang kedapatan mencuri.


"I-iya, dia mau menyusulku kesini..." Ujar Geraldyn dengan nada lirih.


"Ya tidak apa-apa. Kenapa kamu mesti cemas seperti itu. Mama mertuaku pasti senang jika temanmu itu ikut bergabung. Kamu kirim saja alamat rumah ini padanya sekarang." Ujar Carissa.


Geraldyn tampak semakin gelisah.


"Dia sudah tahu alamatnya, tadi dia yang mengantarku kesini." Gumamnya lagi.


"Kalau begitu kita tunggu saja dia. Aku juga penasaran teman seperti apa yang bisa membuatmu galau seperti itu." Ujar Carissa lagi dengan nada agak menggoda.


Tak lama kemudian, Sonya memanggil Carissa untuk mengajak Geraldyn bergabung di meja makan. Di sana juga sudah ada Zacky.


Carissa memperkenalkan Geraldyn pada kedua orang tua Evan. Dan tampaknya Geraldyn disambut dengan sangat baik. Sonya juga berpesan pada pelayannya agar langsung mengantarkan satu tamu lagi yang akan datang ke meja makan.


Dan tak lama kemudian, pelayan tadi datang lagi dengan membawa serta seseorang.


"Tuan, Nyonya. Tamunya sudah datang." Ujar pelayan tersebut.


Sonya dan Zacky segera menyambut dan langsung mempersilahkan tamu tersebut untuk bergabung di meja makan bersama mereka. Sedangkan Carissa dan Evan tampak terpana melihat sosok teman yang dimaksud Geraldyn tadi.


"Jonathan...??"


Bersambung...

__ADS_1


Kalo banyak yg vote, kayaknya emak bakal up satu lagi ntar malem😆


Happy reading❤❤❤


__ADS_2