
Geraldyn tampak memejamkan matanya sebentar, sebelum kemudian menghembuskan nafas panjang untuk menetralkan gemuruh di dadanya. Hal itu berbanding terbalik dengan ekspresi Jonathan yang terlihat sangat santai.
"Selamat malam, Nyonya, Tuan. Maaf kalau saya mengganggu acara makan malam kalian." Jonathan menyapa Sonya dan Zacky dengan ramah.
"Tentu saja tidak mengganggu. Silahkan duduk." Ujar Sonya menanggapi. Zacky juga mengisyaratkan Jonathan untuk segera duduk tanpa sungkan.
"Terima kasih." Jonathan duduk di kursi yang diarahkan Sonya, tepatnya terletak di samping kursi Geraldyn.
"Jadi ini teman yang kamu maksud tadi, Ge?" Tanya Carissa pada Geraldyn.
Geraldyn hanya bisa tersenyum meringis.
"I-iya..." Jawab gadis itu dengan agak terbata.
Carissa ingin bertanya lebih banyak lagi, tapi Sonya mengisyaratkan untuk segera memulai makan malam. Mereka pun akhirnya makan malam dengan suasana yang agak aneh.
Sambil mengunyah makanannya, Carissa sesekali melihat kearah Geraldyn dan Jonathan secara bergantian.
Geraldyn terlihat agak tidak nyaman. Sesekali gadis itu menghela nafasnya dan tersenyum canggung saat matanya bertemu tak sengaja dengan tatapan Carissa. Tapi hal itu berbanding terbalik dengan Jonathan. Lelaki itu memasang tampang tanpa dosa dan makan dengan santainya. Dan yang lebih anehnya, sesekali dia tampak memberi perhatian terhadap Geraldyn, seakan Geraldyn adalah kekasihnya.
"Jadi Geraldyn, apa kamu tidak ingin memperkenalkan siapa Tuan ini kepada kami?" Carissa akhirnya tak bisa menahan diri lebih lama lagi untuk tidak bertanya. Pemandangan yang dilihatnya sedari tadi semakin tak masuk akal. Bukankah tempo hari Geraldyn sempat mengatakan akan segera mengakhiri kerja samanya dengan Jonathan? Lalu kenapa sekarang mereka terlihat semakin dekat? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Saya Jonathan Hansen, pacarnya Geraldyn." Jonathan membuka suaranya.
Sontak Evan dan Carissa membelalakkan mata mereka dengan ekspresi terkejut.
"Uhukk...uhhukk...uhhukk!!!"
Geraldyn tersedak makanan yang dikunyahnya hingga ia terbatuk-batuk. Dengan sigap Jonathan memberinya air minum sambil sedikit menepuk punggungnya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya Jonathan sesaat setelah Geraldyn meneguk air putihnya.
'Apa? Sayang?'
Carissa semakin membeliakkan matanya dengan raut tak percaya.
__ADS_1
"Apa Nona Geraldyn baik-baik saja?" Tanya Sonya dengan nada khawatir.
"Iya, saya baik-baik saja. Maaf karena jadi merusak suasana." Jawab Geraldyn.
"Tidak apa-apa. Saya justru lebih khawatir dengan keadaan Nona. Tersedak itu bisa berbahaya dan berakibat sangat fatal. Untung saja Nona tidak apa-apa." Ujar Sonya.
Geraldyn meneguk air minumnya sekali lagi dan terlihat sudah baik-baik saja.
"Mari kita lanjutkan makan malamnya." Kali ini Zacky yang mengeluarkan suara. Mereka pun kembali melanjutkan makan malam yang terjeda tadi.
"Sepertinya tadi kalian ada kencan, ya? Jangan-jangan karena undangan makan malam keluarga kami, kalian jadi batal kencan." Sonya melihat kearah Jonathan dan Geraldyn secara bergantian.
"Tidak, Tante..."
"Sebenarnya saya memang berencana mengajak Geraldyn untuk makan malam romantis. Tapi karena Geraldyn dapat undangan makan malam dari temannya, jadi saya memutuskan untuk membatalkan rencana saya." Jonathan memotong kata-kata geraldyn sebelum gadis itu sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Lagipula masih banyak waktu untuk kembali mengajaknya makan malam romantis berdua. Iya, kan, Sayang?" Jonathan tersenyum dengan sangat manis pada Geraldyn.
Zacky dan Sonya tampak menahan senyum melihat pasangan di hadapan mereka itu. Keduanya jadi teringat cerita cinta mereka saat muda dulu. Apalagi ekspresi wajah Geraldyn saat ini yang terlihat gugup, tegang sekaligus tersipu. Sama persis dengan raut wajah Sonya dulu saat Zacky menunjukkan perhatian padanya.
"Ya, menjadi muda memang menyenangkan." Gumam Zacky.
Jonathan melihat kearah Evan sejenak, lalu tersenyum.
"Tentu saja, Tuan Evan. Memangnya ada dua orang yang sudah sama-sama dewasa pura-pura berpacaran? Rasanya permainan seperti itu hanya dilakukan oleh dua anak kecil yang tidak punya pekerjaan." Jawab Jonathan dengan santainya.
"Ge, jadi benar kamu dan Jonathan berpacaran?" Tanya Carissa pada Geraldyn.
Gadis itu terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk.
"Iya." Jawabnya dengan nada agak lirih.
Carissa tertegun agak lama dengan ekspresi wajah yang sulit dilukiskan.
"Sejak kapan?" Tanya Carissa lagi.
__ADS_1
"Sejak beberapa bulan yang lalu, tepatnya setelah kami pernah menghabiskan malam bersama..."
"Jonathan!" Geraldyn tampak sangat malu dan membekap mulut Jonathan agar tak meneruskan kata-katanya.
Jonathan menyingkirkan tangan Geraldyn yang membekap mulutnya, lalu tertawa dengan renyahnya.
"Kenapa kamu mesti malu? Menghabiskan malam bersama kan tidak melulu tentang hal yang vulgar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Malah yang aku rasakan malam itu bisa dibilang masuk dalam kategori pengalaman ajaib. Mungkin pasangan lain tidak pernah mengalaminya." Ujar Jonathan lagi.
Tanpa disangka Zacky juga ikut tertawa.
"Anak muda, entah kenapa kamu mengingatkanku bagaimana aku dulu saat belum menikahi Mamanya Evan. Dia seperti setengah hati padaku, tapi kemudian dia menjadi tak bisa jauh dariku." Ujar Zacky sambil merangkul Sonya.
Kali ini Evan yang terperangah. Setahu Evan, Zacky adalah sosok yang berwibawa. Tidak pernah selama ini Evan melihat sisi Zacky yang seperti ini.
"Berarti saya hanya perlu berusaha lebih keras lagi, supaya pacar saya ini tidak setengah hati lagi pada saya." Jonathan menanggapi dengan berseloroh.
Zacky kembali tertawa, sedangkan Sonya menanggapi hanya dengan tersenyum.
"Aku rasa Nona Geraldyn tidaklah setengah hati, dia hanya merasa malu." Ujar Zacky lagi.
"Anda benar, Tuan. Dalam berbagai hal dia memang seringkali terlihat badas, tapi untuk urusan cinta, dia sangat pemalu." Jonathan melihat kearah Geraldyn yang saat ini sudah seperti kepiting rebus. Tangan Jonathan juga terulur menyentuh punggung tangan Geraldyn di atas meja.
Carissa dan Evan hanya bisa terpana menyaksikan pertunjukan itu. Meski disatu sisi mereka senang jika memang kedua orang ini bersama, tapi disisi lain Carissa dan Evan takut jika Geraldyn hanya dipermainkan saja.
"Maaf, sebelumnya, Tuan Jonathan. Geraldyn bukan hanya sekedar manajer bagi saya. Dia adalah sahabat dan juga saudara saya. Saya tidak ingin jika dia sampai terluka. Reputasi Anda selama ini sangatlah bagus...maksud saya sebagai seorang playboy. Apa Anda yakin tidak sedang bermain-main saja saat ini?" Tanya Carissa kemudian. Pertanyaan yang rasanya cukup tajam dan mampu menusuk telinga Jonathan.
Tapi alih-alih marah karena tersinggung, lelaki itu justru tersenyum simpul.
"Semua orang punya masa lalu, Nyonya Carissa. Bahkan Anda juga. Buruk di masa lalu bukan berarti akan buruk selamanya. Sudah sejak lama saya pensiun menjadi seorang playboy. Yah...bisa dibilang pensiun dini. Sejak saya mengenal seorang gadis yang mampu membuat saya ingin berubah menjadi lebih baik, tapi gadis itu malah memilih menikah dengan lelaki lain."
Suasana hening sejenak. Lalu tiba-tiba Sonya dan Zacky teringat sesuatu secara bersamaan.
"Kamu...kamu pemuda itu? Yang pernah dijodohkan Tuan Arga pada Carissa, tapi Carissa menolak?"
Bersambung...
__ADS_1
Jeng...jeng...jeng... Apakah yg akan terjadi?
Happy reading❤❤❤