WITH YOU

WITH YOU
Anak mantan istri


__ADS_3

Sepanjang perjalanan tadi Sabina tak mengatakan apapun padanya. Devan tahu bawa adiknya sangat kesal dengan apa yang dilakukannya hari ini. Devan yang memang memaksa adiknya untuk pulang secara tiba-tiba.


Ketika tiba di rumah orang tuanya, seperti tadi yang dilakukan ketika tiba di rumahnya, Sabina langsung meninggalkannya begitu saja. Devan memang mengerti bagaimana perasaan adiknya ketika kembali lagi ke rumah ini. Andai saja ini bukan karena Adelia, tentu saja dia tidak akan membawa Sabina pulang seperti sekarang ini.


Devan masuk ke dalam rumah orang tuanya juga untuk mengatakan semuanya dengan cara baik-baik bahwa dia yang mengantar Sabina pulang.


Ketika dia masuk ke dalam rumah, papanya sedang bicara dengan papa Bianca. padahal di luar tidak ada mobil siapapun.


"Devan sini, nak! Kebetulan sekali kamu pulang," ucap papanya.


Ia tetap mencoba ramah kepada tamu papanya saat itu. "Ada apa, Pa? Aku ke sini cuman untuk antarin Sabina," jawabnya dingin.


"Papa senang kalau Sabina pulang, Devan. Papa udah coba hubungi kamu juga dan dia beberapa kali, tapi kalian berdua tidak menjawab satupun telepon dari Papa," protes papanya. Memang beberapa kali papanya mencoba menghubunginya, akan tetapi Devan tidak menanggapi satupun telepon papanya. Karena dia benar-benar kesal setiap kali pulang selalu dipaksa untuk menikah dengan Bianca. Jika kali ini dipaksa lagi, sudah dipastikan dia akan melawan kedua orang yang ada dihadapannya saat ini.


Devan sebenarnya sudah enggan untuk bertemu lagi dengan Papa Bianca. Apalagi setiap kali bertemu, pembahasan mereka tidak pernah jauh dari kata menikah, hal itu tentu saja membuat Devan tidak nyaman. Selain menghargai istrinya, Devan juga tidak mau menikah memiliki dua istri yang nantinya tidak bisa berlaku adil.


"Devan, bukannya tadi kamu ketemu sama Bianca?" tanya papa Bianca.


"Sudahlah, Om. Kalau kemari cuman untuk bahas anak om, mending Om pulang aja! Apa Om dan keluarga Om tidak ada kegiatan lain selain memaksa saya menikahi putri Om? Saya sudah punya istri, jangan ajarkan anak Om jadi perebut laki orang,"


"Jaga bicara kamu, Devan!" Bentak papanya. Devan benci jika mereka tidak berhenti untuk menganggunya. Devan juga ingin hidup tenang.


Papa Bianca langsung berdiri, "Kalau begini terus, lebih baik jangan dilanjutkan lagi. Saya keberatan dengan ucapan Devan," ucap papa Bianca dan langsung berpamitan begitu saja.


Devan hanya menarik napas dengan tenang seraya melirik kearah papanya yang baru saja kembali setelah mengantarakan papa Bianca.


Papanya langsung duduk diseberang Devan. "Kamu apa-apaan sih, nak?"


"Papa kenapa sih mau aja gitu hancurin kebahagiaan anak Papa sendiri?"


"Papa tahu kamu nggak bahagia sama istri kamu. Maka dari itu Papa bicarakan ini lagi sama Papa Bianca,"


Devan melihat raut wajah papanya tanpa bersalah. "Pa, Mama mana?" ucap Devan sambil mengedarkan pandangannya karena tidak bertemu dengan sang mama.

__ADS_1


"Mama lagi keluar sama Bianca,"


"Terus tadi papanya Bianca pulang sama siapa?"


"Dijemput sama sopirnya. Tadi sebelum kamu datang dia sudah telepon sopirnya jadi kebetulan banget waktu dia pamitan, dia sudah dijemput,"


Devan mengangguk paham dengan ucapan papanya. Sebenarnya dia bisa saja akrab dengan papanya jika tidak ada mamanya. Tapi jika ada mamanya, sudah dipastikan mereka akan bertengkar. "Pa, kenapa Papa ngotot banget sih mau jodohin aku sama Bianca?"


Reza hanya tersenyum ketika anaknya bertanya demikian. "Papa lebih setuju kamu sama Bianca dibandingkan sama istri kamu itu,"


Devan menyandarkan punggungnya sembari tersenyum, "Ohya, Papa kenal nggak sama Om Raka?"


"Raka? Raka siapa?"


"Nama istrinya kalau nggak salah tante Fania, dia kan orang yang pernah ngalahin kita waktu itu, Pa. Papa lupa?"


Reza tentu saja terkejut dengan pertanyaan anaknya. Fania, adalah mantan istri sampai sekarang ini masih sering terlintas dibayangannya. Fania adalah perempuan terbaik yang menjadi penyesalan terbesar Reza selama hidupnya.


Devan melihat raut wajah papanya langsung berubah. Sengaja dia bertanya demikian karena dia penasaran dengan kejujuran Papanya. "Papa kenal,"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Salah ya pa kalau aku nanya?"


"Enggak sih, cuman tumben aja gitu kamu nanya seperti itu. Devan, memangnya ada apa?"


"Papa nyadar nggak itu perusahaan Om Raka bisa aja hancurin perusahaan Papa dengan mudah,"


Reza tertawa dengan ucapan Devan. "Kenapa mesti dihancurin, Papa nggak pernah berbuat salah kok sama dia,"


"Menurut Papa nggak ngerasa?"


"Iyalah. Memangnya Papa usik dia? Yakali Papa bunuh diri namanya kalau lawan dia," Reza akui kali ini Raka memang jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan dirinya. Semenjak menikahi Fania, Raka menjadi lebih sangar dan apapun yang berurusan dengan dirinya, pasti Reza selalu kalah berhadapan dengan Raka. Jika pun ada bisnis, pasti Reza memilih mundur dibandingkan melawan Raka. Sedari muda, dia sudah tahu sifat pria yang satu itu.

__ADS_1


"Papa nggak nyadar dengan apa yang Papa lakukan selama ini yang bisa saja buat Papa bangkrut begitu saja,"


"Kamu kok ngomongnya aneh. memangnya Papa pernah ngusik dia apa? enggak mungkin dia mau hancurin Papa tanpa sebab,"


Devan tertawa, dia sudah jengah dengan semua ini. Dia benar-benar sudah lelah dengan permainan yang dimainkan oleh papanya. Apalagi jika itu menyangkut Adelia. Tentu saja Devan akan tetap membela istrinya, sekalipun dia menentang ucapan mama kandungnya sendiri. Tapi Devan tahu bahwa itu adalah haknya untuk membela sang istri.


"Papa, tante Fania mantan istri Papa kan?"


"Devan, kamu bertanya sudah kelewatan,"


"Aku cuman nanya, ya tinggal dijawab dengan jujur,"


Reza langsung melotot kepada anaknya karena pertanyaan tadi seolah membuatnya langsung terpojokkan. Bagaimana mungkin dia bisa lupa kepada Fania dengan mudah, sementara dia kini menjalin hubungan suami istri dengan Nesya.


"Papa kenapa diam? Papa pernah enggak sih sedikit saja punya perasaan?"


"Devan, kamu bicara apa?"


"Tolong banget, Pa. Papa didik Mama dengan baik. Tanpa harus merusak rumah tangga orang lain, kenapa Papa juga mendukung dia melakukan hal ini? Bianca terus saja gangguin aku, tanpa dia pernah memikirka perasaan Adelia, Pa. Aku nggak mau istri aku kenapa-kenapa. Aku nggak mau kalau Adelia bernasib sama seperti tante Fania, mantan istri Papa yang selama ini papa ceritakan yang ternyata itu adalah Mama mertua aku sendiri, Pa," bentak Devan yang seketika membuat darah Reza langsung terasa penuh dikepala.


"De-devan, ka-kamu bicara apa?"


"Adelia istri aku adalah anak dari tante Fania dan juga Om Raka yang selama ini berusaha untuk Papa hancurkan hidupnya. Papa nggak pernah jera dengan masa lalu Papa? Papa kehilangan Rania karena keegoisan Papa. Aku nggak mau kehilangan Adelia hanya jika Om Raka tahu kalau aku adalah anak dari orang yang pernah menorehkan luka yang begitu dalam kepada tante Fania, Pa. Papa, aku belain Adelia bukan karena itu, tapi aku sayang sama dia. Aku nggak mau ngerasain penyesalan yang sama seperti Papa, aku nggak mau kalau misalnya anak perempuan yang sekarang dikandung oleh Adelia meninggal karena jijik punya Papa seperti aku. Aku nggak mau hal itu terjadi, Pa. Om Raka nggak tahu aku anak Papa. Adelia juga nggak tahu mengenai masa lalu kalian, aku ingatkan papa jangan pernah lakukan hal yang kejam lagi, kumohon, Pa. Aku capek harus bersembunyi seperti pengecut seperti ini hanya karena ulah papa di masa lalu. Aku nggak mau kalau sampai Adelia dipisahkan sama aku,"


"Devan, kamu tahu dari mana kalau istri kamu anak mereka?"


"Anaknya yang laki-laki pernah aku temui dipemakaman, Pa. Dan kenapa, justru aku yang ngerasain semua ini, Pa? Saat aku berusaha mencintai istri aku, saat aku baru saja menemukan kebahagiaan, papa dan Mama egois mau misahin aku sama dia. Andai orang tua Adelia tahu mengenai papa, apa Papa sanggup melawan kalau terjadi sesuatu sama kehidupan kalian. Adelia anak kesayangan mereka, aku memang salah karena buat Adelia hamil. Tapi, luka masa lalu kedua orang tuanya tidak pernah lepas dari perbuatan Papa. Dan, andai saja terjadi sesuatu sama aku dan Adelia, pasti Papa juga akan terkena imbasnya. Apa Papa bisa lindungi aku untuk sekarang ini?"


"Devan, Papa masih belum bisa percaya dengan apa yang kamu bicarakan ini,"


Air mata Devan sebenarnya sudah ingin keluar. Devan yang kesal karena perbuatan papanya itu. Dia langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto yang di mana malam itu ketika Devan menginap, Adelia meminta foto bersama.


Reza langsung mengambil ponsel yang ada diatas meja, "Devan, kamu kenapa nggak pernah cerita?"

__ADS_1


"Karena kalau aku cerita, Mama pasti akan berbuat nekat sama Adelia. Adelia hamil, Pa. Ingat, tante Fania juga dulu hamil waktu Papa direbut sama Mama. Papa merelakan kebahagiaan Papa sama tante Fania hanya karena Mama. Jujur, aku malu punya orang tua seperti kalian. Rasanya itu sangat sakit, Pa. Papa nggak pernah tahu bagaimana sakitnya aku berjuang untuk terus pertahankan anak dan istri aku, yang di mana sekarang ini Papa hancurin aku. Kedua, Mama yang terus suruh Bianca godain aku. Ketiga, yang lebih parah itu adalah aku sedang dimata-matai oleh mertua aku sendiri, Pa. Aku kemari untuk bicarakan semua ini karena aku nggak tahan lagi, Pa. Aku nggak mau kehilangan Adelia, aku nggak mau kehilangan anak aku juga," ucap Devan yang disertai dengan air mata yang terus bercucuran.


Reza tidak tahu mengenai menantunya sendiri. Selama ini dia hanya mendengar cerita dari istrinya bahwa perempuan itu tidak pantas untuk Devan. Tapi ketika melihat Devan menangis, rasanya dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena Adelia merupakan anak dari Raka yang barangkali akan benar-benar mengorbankan kedua orang itu. Dendam Raka tidak pernah sulut hingga detik ini. Reza sering kehilangan proyek besar karena direbut oleh Raka. sekarang ini anaknya datang dengan mengatakan kenyataan bahwa Adelia, merupakan anak dari mantan istrinya yang sampai saat ini belum bisa dia lupakan sepenuhnya. Apalagi penyesalannya ketika Rania meninggal, Raka juga yang memberitahunya. Hingga kemudian Reza seperti orang gila ketika kehilangan anak perempuannya.


__ADS_2