WITH YOU

WITH YOU
Bertahan


__ADS_3

Sudah satu jam lebih Carissa duduk di belakang sebuah piano, memainkan jarinya pada tuts demi tuts benda tersebut agar menghasilkan musik yang memukau seperti yang dulu selalu dia lakukan. Tapi tampaknya Carissa sedang tidak berkonsentrasi. Berkali-kali dia melakukan kesalahan hingga permainan pianonya tak terdengar indah.


Carissa terus mencoba, tapi semakin lama, nada yang di hasilkan justru semakin tidak enak di dengar. Hingga akhirnya Carissa menekan semua jarinya secara bersamaan pada beberapa tuts piano, dan menelungkupkan wajahnya di atas benda tersebut.


Geraldyn yang sedari tadi mengawasi latihan Carissa melangkah mendekat dan menyentuh pundak Carissa.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Geraldyn lembut.


Carissa tak langsung memberi respon. Ia terdiam sejenak, lalu menghela nafasnya dalam sambil kembali mengangkat wajahnya. Dia berusaha tersenyum, tetapi matanya tak bisa berbohong. Sangat jelas terlihat jika saat ini Carissa sedang dalam suasana hati yang buruk.


"Kita istirahat saja dulu, setelah itu baru latihan lagi." Ajak Geraldyn pada Carissa.


Carissa tak menjawab. Dia membeku sambil menengadahkan wajahnya, lalu kembali menghela nafas panjang dengan mata terpejam.


"Bagaimana aku bisa bermain piano seperti dulu lagi, Ge? Setiap kali aku menyentuh benda ini, aku jadi semakin merindukan dia. Biasanya setiap kali aku memainkan sebuah lagu, dia akan selalu memelukku dari belakang..." Carissa kembali tak bisa menguasai dirinya. Setelah menahan diri selama beberapa hari ini, kali ini dia kalah. Kenangan saat dirinya bersama Evan terus saja memenuhi kepalanya. Semakin dia memaksakan jari-jarinya memainkan benda itu, semakin besar pula kerinduannya terhadap Evan.


"Sekarang setelah satu jam lebih aku bermain piano, dia tidak datang untuk memelukku... Aku telah meninggalkannya, tentu saja dia tidak akan pernah datang lagi untuk memelukku. Aku benar-benar telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku. Tapi aku memang tidak punya pilihan lain selain meninggalkannya..." Carissa bergumam sendu.


Geraldyn terdiam dan tampak mencerna kata-kata Carissa. Di usapnya lembut bahu Carissa seakan ingin menenangkan Carissa dengan melakukan hal itu.


"Aku pasti telah membuatnya semakin terluka dengan meninggalkannya seperti ini. Tapi semua itu aku lakukan demi kebaikannya. Aku ingin dia hidup dengan lebih baik dan tidak merasakan rasa sakit lagi. Dia tidak akan membenciku, kan, Ge? Dia pasti mengerti, kan, kenapa aku melakukan semua ini?"


Geraldyn terdiam sesaat, lalu kembali mengusap pundak Carissa.


"Tentu saja dia akan mengerti. Jika dia memang mencintaimu, dia akan percaya denganmu seperti kamu mempercayainya. Dia pasti akan tahu jika semua ini juga tidak mudah untuk kamu jalani. Aku tidak tahu seperti apa permasalahan yang kalian hadapi, tapi aku yakin seiring berjalannya waktu semuanya akan membaik. Yang perlu kalian lakukan adalah menjadi kuat dan terus bertahan, agar kalian tetap berdiri saat semuanya nanti menjadi jauh lebih baik." Ujar Geraldyn akhirnya.


Carissa terdiam. Matanya tampak menerawang mendengar kata-kata Geraldyn.


"Sekarang kamu sudah memilih jalan ini, Carissa. Jalanilah dengan kuat dan penuh percaya diri. Dari dulu aku selalu percaya dengan setiap keputusan yang kamu buat, karena kamu selalu melakukan segala hal dengan memikirkan orang lain terlebih dahulu." Ujar Geraldyn lagi.


Carissa menoleh kearah Geraldyn dan tersenyum tipis. Perasaannya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.


"Terima kasih, Ge." Gumam Carissa lirih. Geraldyn mengangguk dan menepuk pundak Carissa pelan.


"Kita istirahat dulu, lagipula sebentar lagi sudah waktunya jam makan siang."


Carissa mengangguk dan beranjak dari duduknya, lalu merebahkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di sana.


"Minggu depan kamu di minta Mr. Edd untuk tampil di pesta perusahaan salah satu sponsormu. Katanya sebagai perkenalan sebelum kamu benar-benar kembali. Aku dengar Mr. Edd sedang merancang sebuah konser besar untukmu, tapi masih dalam tahap perencanaan." Ujar Geraldyn sambil duduk di hadapan Carissa.


"Dia gerak cepat rupanya." Gumam Carissa menimpali.

__ADS_1


Geraldyn mengangguk setuju.


"Sepertinya Mr. Edd benar-benar tidak mau membuang kesempatan. Sejak kamu pergi, dia seperti kehilangan tambang emas. Lalu sekarang kamu datang sendiri untuk bergabung lagi, sudah pasti dia tidak akan menyia-nyiakan kedatanganmu sedikit pun."


Carissa tertawa kecil menanggapi kata-kata Geraldyn.


"Ngomong-ngomong, kamu baru bergabung beberapa minggu dan belum di umumkan secara resmi akan kembali bermain piano, tapi kamu sudah dapat banyak sekali sponsor. Nama besarmu dua tahun yang lalu ternyata tidak main-main, ya." Gumam Geraldyn dengan nada serius.


Carissa menoleh kearah Geraldyn.


"Benarkah?" Tanyanya dengan nada agak tidak percaya.


"Bahkan ada yang sampai menghubungi Mr.Edd secara pribadi dan meminta untuk menjagamu dengan benar. Tapi dia meminta identitasnya di sembunyikan, jadi hanya Mr. Edd yang tahu siapa dia sebenarnya. Apa jangan-jangan dia suamimu?" Geraldyn tampak berasumsi sendiri.


Carissa tampak menautkan kedua alisnya dan terlihat berpikir.


"Apa benar ada yang sampai meminta seperti itu pada Mr. Edd?" Tanya Carissa.


"Iya. Aku tidak sengaja mendengar Mr. Edd mengatakannya sendiri pada Bu Zenith, lalu setelah itu Bu Zenith berpesan padaku untuk lebih memperhatikanmu."


Carissa kembali terdiam agak lama.


Lagipula saat ini dia sedang sakit, tidak mungkin terpikirkan untuk melakukan hal semacam itu, kan? Mungkinkah itu Zacky, Papa mertuanya?


Carissa tampak bertanya-tanya dalam hatinya. Entah kenapa hal itu agak mengusiknya dan membuatnya jadi ingin tahu.


"Kalau bukan suamimu, berarti dia sugar daddymu." Ujar Geraldyn lagi dengan entengnya.


Sontak Carissa mendelik dan bangkit dari posisi berbaringnya.


"Sembarangan!" Sergahnya tak terima.


Geraldyn terkekeh.


"Dari tadi kamu lemas dan tidak bersemangat, akhirnya kamu punya tenaga juga. Aku bercanda, jangan marah." Ujar Geraldyn di tengah kekehannya.


Carissa mendengus kesal sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


"Tapi pemilik perusahaan yang mengadakan pesta nanti juga agak menarik. Dia menjadi sponsormu karena katanya kamu adalah teman lamanya." Ujar Geraldyn lagi.


Carissa kembali menoleh kearah Geraldyn dengan raut wajah penasaran.

__ADS_1


"Pemilik perusahaan Brylee Group?" Tanya Carissa. Jika ada seorang pengusaha yang mengaku teman lamanya, ingatan Carissa langsung tertuju pada Aaron. Tapi bagaimana mungkin Aaron tertarik menjadi sponsornya? Benar-benar tidak terdengar seperti dirinya.


"Bukan. Kalau dia tentu saja aku tahu, Aaron Brylee tak berperasaan yang tega menolakmu berulang kali." Jawab Geraldyn.


"Hei!" Sergah Carissa lagi.


Geraldyn kembali terkekeh.


"Kamu juga, sih, kenapa sampai sekarang masih sangat ingin di sponsori oleh Aaron Brylee tak berperasaan itu."


"Bukannya sangat ingin di sponsori, tapi seingatku temanku yang punya perusahaan itu cuma dia." Jawab Carissa.


Geraldyn menghentikan tawanya.


"Bukan dia. Kalau kamu penasaran, nanti kalian bisa bertemu di pesta perusahannya."


Belum sempat Carissa menimpali kata-kata Geraldyn, gadis itu bangkit dari duduknya karena ponselnya berdering.


"Ada yang menelfon, aku terima dulu." Ujarnya sambil berlalu. Carissa pun hanya mengangguk mengiyakan.


Geraldyn keluar dari ruang berlatih Carissa, lalu menjawab panggilan di ponselnya.


"Halo." Sapa Geraldyn.


"Halo. Benar ini Nona Geraldyn, manajer Carissa?" Terdengar suara seorang lelaki di seberang sana.


"Benar, saya Geraldyn manajer Carissa. Anda siapa dan ada perlu apa menghubungi saya?" Tanya Geraldyn to the point.


Lelaki itu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya membuka suaranya untuk menjawab pertanyaan Geraldyn.


"Saya Evan, suami Carissa..."


Bersambung...


Happy New Year buat semuanya.


Gak kerasa udah enam bulan aja gabung jadi Author di MT. Thanks buat yg udah baca dan support dengan like, komen dan votenya. Dan thanks juga buat yg selalu kasih hadiah tips koin buat emak, semoga tahun ini emak bisa terus berkarya dan memberikan sesuatu yang lebih baik lagi untuk di nikmati para reader semua.


Sehat selalu yak


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2