WITH YOU

WITH YOU
Pasti Ada Sebab


__ADS_3

Reza masih berada di ruang tamu bersama dengan Jesse. Sementara Sabina ia suruh kembali lagi ke kamarnya begitu mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah mereka. Reza kali ini sudah benar-benar tidak bisa lagi menuruti kemauan istrinya untuk menikahkan Devan dengan Bianca seperti yang direncanakan. Shita benar waktu itu bahwa Devan sedari kecil tidak pernah menemukan kebahagiaannya. Kali ini baru saja anak tertuanya menemukan kebahagiaan, akan tetapi suatu masalah besar sedang menghampirinya. Tidak mungkin dia hanya tinggal diam jika anaknya diperlakukan seperti itu. Ia tak ingin melihat Devan hancur, tak ingin melihat anaknya menyesal dengan perbuatannya di masa lalu.


Selama ini Devan besar pada Shita, bukan pada mereka berdua. Tapi baru saja anaknya berusaha untuk membina rumah tangga yang baik, justru ia dengan Nesya begitu nekat membuat anak dan juga menantunya terpisah. Mereka memang tidak pernah bertemu langsung dengan Adelia, tapi ketika mendengar cerita anaknya, rasanya sudah cukup Reza untuk menghancurkan kebahagiaan putra pertamanya.


terdengar suara gelak tawa dari kedua perempuan yang baru saja masuk ke dalam rumah. Reza langsung menampilkan ekspresi datar kepada keduanya,


"Papa kenapa?" tanya Nesya yang langsung duduk begitu saja di samping Reza. tapi baru saja Nesya ingin menyentuh wajahnya, Reza langsung menampik tangan istrinya. "Papa ada masalah?"


"Enggak ada, cuman nungguin kalian aja yang kelamaan,"


Devan meninggalkan kehidupan mewah demi memilih istrinya, Jesse juga sempat pergi waktu itu. terlebih juga Sabina yang waktu itu meninggalkan rumah dan memilih tinggal bersama dengan Devan. Melihat Bianca yang begitu ceria membuat Reza begitu jijik terhadap perempuan yang begitu antusias untuk menggeser posisi Adelia menjadi menantunya. Tapi kali ini dia tidak akan pernah tinggal diam jika harus mengorbankan Devan lagi.


Jesse yang melihat ekspresi papanya yang begitu datar, dia tidak pernah melihat ekspresi ini sebelumnya. Jesse merupakan anak yang paling peka terhadap masalah yang ada di dalam rumah tangga kedua orang tuanya. Kali ini barangkali papanya akan mengamuk karena Devan akan pergi meninggalkan kota juga karena perbuatan mamanya yang meminta Bianca untuk menggangu rumah tangga Devan.


"Bianca, apa rencana kamu sekarang?" tanya Reza dengan sangat hati-hati. Dia tetap memperlihatkan ekspresi baiknya kali ini. Tapi rasanya dia begitu muak dengan perempuan yang ada didepannya. terlebih kepada istrinya, dia tidak pernah merasakan perasaan sebenci itu terhadap istrinya sendiri. Reza yang kali ini sudah kalah dengan perasaan ibanya terhadap anak kandungnya sendiri yang barangkali akan benar-benar hancur ditangan mertuanya sendiri.


Nesya yang terdengar tertawa sedari tadi saat mereka pulang pun menjawab. "Jadi kan gini, Pa. Tadi Mama sama Bianca ketemu sama Devan di kafe,"


"Terus?"


"Devan bilang sama Bianca kalau dia nggak boleh lagi cari Devan ke kantor tempat dia kerja sekarang, tapi mama dan juga Bianca punya rencana agar Devan bisa dapatkan Bianca,"


"Rencana Mama apa sekarang?"

__ADS_1


"Rencana Mama ya sederhana sih sebenarnya, cuman Papa bantu atau enggaknya?"


"Maksudnya?"


"Mama mau jebak Devan biar hamili, Bianca,"


Reza langsung tersenyum mendengar hal itu. Tidak akan mungkin dia biarkan rencana busuk itu berjalan dengan baik, apalagi dengan tujuan menghancurkan rumah tangga keduanya di saat Adelia hamil. Reza sudah tidak mau berhubungan dengan hal-hal yang dapat merusak rumah tangga anaknya.


"Papa setuju?"


Reza hendak berdiri tapi ditahan oleh Nesya, "Lepasin, Ma!"


Nesya menggeleng ketika melihat Bianca yang cemberut dengan tingkah Reza yang kali ini seolah menghindar dari rencanya. Nesya tidaka akan pernah tinggal diam untuk hal ini. "Papa nggak mau?"


"Papa ngomog apa? Rencana kita nggak seperti ini, Papa sudah setuju Bianca nikah sama Devan, kan?"


Jesse juga melihat ekspresi Bianca yang cemberut sedari tadi ketika melihat reaki papanya yang berbeda. "Papa nggak bakalan biarin hal itu terjadi, Ma. Papa sudah muak dengan tingkah laku Mama yang maunya dituruti bahkan untuk nafsu mama sendiri yang di mana menginginkan Bianca menjadi menantu dan tidak peduli terhadap perasaan orang lain. Padahal Mama juga seorang perempuan yang harusnya tahu bagaimana nanti kalau misalnya Bianca akan diselingkuhi lagi oleh kak Devan seandainya mereka beneran nikah,"


"Itu nggak bakalan terjadi, Jesse," sangkal mamanya.


"Sekali seorang pria berselingkuh, besar kemungkinan dia akan melakukan hal yang sama lagi. Kalau seandainya Bianca merebut Kak Devan dengan cara yang licik, maka dia juga akan mendapatkan hal itu dikemudian hari. Bisa saja Kak Devan di rebut lagi sama orang lain, kan?" Jesse justru tertarik untuk melihat ekspresi Bianca saat ini.


"Devan itu anak Mama,"

__ADS_1


"Justru karena dia anak, Mama. Yang di mana Mama harus berlaku adil kepada anak Mama sendiri, bukannya justru belain anak orang lain dan relain anak mama menderita, yakin banget emang mama kalau Kak Devan bisa bahagia sama Bianca? Apa Mama nggak takut kalau seandainya justru Kak Devan balas dendam karena dipisahkan sama istrinya dan balas itu semua sama Bianca?" ucapnya menakuti Bianca.


Bianca yang langsung melotot kearah Jesse. Dari awal anak laki-laki itu tidak pernah setuju dengan dirinya yang akan menikah dengan Devan. Bagaimana mungkin rencana itu akan berjalan lancar kalau seandainya adiknya dan juga calon papa mertuanya melawannya dan sudha tidak searah lagi dengan dirinya. "tante, kenapa Jesse bisa ngomong sepreti itu?"


"Kamu lebih baik menyerah, Bianca! Om sampai kapanpun juga nggak bakalan pernah biarin Devan menderita dengan cara menikahi kamu dan hidupnya justru bakalan hancur kalau sama kamu, Devan itu anak tertua Om. Jadi jangan pernah berniat melakukan hal yang lebih kepada dia," peringat Reza kepada Bianca yang bahkan memiliki rencana licik untuk menjebak Devan dan membuat dirinya hamil. Semua itu tak akan dia biarkan begitu saja, dia akan menyuruh Devan tetap berada di rumah agar tidak bertemu dengan perempuan ular itu.


"Papa kenapa bisa ngomong gini sih?"


Reza tak ingin membahas masa lalu keluarganya dihadapan Bianca. "Kamu lebih baik pulang, Bianca! Ingat, kalau semua yang kamu rencanakan itu tidak akan pernah berjalan dengan lancar, yang kamu lawan itu sekarang adalah Om. Sekalipun Nesya dukung kamu, Devan dan juga Jesse ada dipihak, Om. Jadi, jangan biarkan diri kamu capek dengan hal yang tidak ada hasilnya sama sekali, Bianca!"


Keterlaluan.


Bianca meremas bajunya ketika merasa dipermalukan oleh orang tua Devan yang kali ini berbeda jauh dengan apa yang dia harapkan. padahal waktu itu papa Devan paling keras kepala untuk menjodohkan dirinya dengan Devan. Tapi sekarang dia merasa sangat malu dipermalukan dihadapan Jesse yang juga menjadi musuhnya sedari dulu. Melihat senyuman sinis dari pria itu membuat Bianca semakin kesal dengan papa Devan.


Begitu Bianca pergi. Reza langsung mengulurkan tangannya, "Kartu kredit, tabungan serta kunci mobil mana?" tanya Reza yang ingin menyita semuanya. Dia tahu kalau itu masih dipegang oleh istrinya, maka dia akan sering bertemu dengan Bianca. Bianca memang selalu meminta apapun juga dari keluarga itu. Maka dari itu Reza kali ini sadar jika dirinya hanya diperas oleh calon menantunya itu. tapi kali ini dia tidak akan membiarkan hal buruk itu terjadi.


"Papa apa-apaan sih? Papa itu Papanya Devan," bentak Nesya ketika Reza mengambil semua barang penting itu dari istrinya.


Reza yang tidak terima dibentak oleh istrinya langsung menampar Nesya didepan Jesse. "Pa, sabar!" Jesse mencoba menahannya. Tapi kali ini dia tidak bisa lagi menahan sabarnya diperlakukan seperti itu oleh istrinya. Selama ini dia sabar menghadapi Nesya dihadapan anak-anaknya. Dibentak dan dihina sudah menjadi hal biasa. Tapi kali ini dia tidak akan tinggal diam.


"Kamu harusnya sadar diri menjadi seorang istri, Nesya! Kamu nggak pernah ada hormatnya sama aku dari dulu. andai bukan karena Devan, Jesse, terlebih Sabina, aku sudah menendang kamu dari rumah ini," peringat Reza.


Nesya yang tak percaya dengan ucapan suaminya. Karena dia tidak tahu apa penyebab hingga suaminya marah seperti sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2