
Akhirnya Rana dan Romi bertemu, tentu saja mereka berdua sangat kaget karena calon suami dan istrinya adalah orang yang sangat dibencinya di kampus
Malam itu masih di rumah Rana
Rana : "Apa? gue nggak salah dengar? cowok Mata Keranjang ini nyebut nama gue!? Baru kali ini gue dengar dia manggil nama gue. Ahh gue mikir apa sihh. apaan coba dia, mana sok baik lagi di depan ortu gue.." (batinnya)
Siska : "Kak..!?" (Menyenggol Rana yang lagi melamun)
Rana : "Ahh? Oh.. Hai juga Romi, mengenai pertanyaanmu itu aku disini karena ini rumahku & mereka adalah orang tuaku & juga Siska.." (sambil senyum paksa)
Romi : "Apa? Jangan-jangan dia..." (batinnya)
Rana : "Waduh kok perasaan gue tidak enak yah. Jangan-jangan dia..." (ucap dalam batin)
Mami Dona : "Iya nak Romi ganteng, Rana & Siska ini anak tante & om.. dan Rana ini adalah anak yang dulu ngasih boneka Mickey nya ke kamu saat kamu masih kecil dulu. Kamu ingatkan.?"
Rana : "Apa jadi dia calon suami gue." (batinnya dan terkejut)
Romi: "Apa?? Jadi dia anak yang kasih gue boneka Mickey nya ke aku waktu itu" (Terkejut dan baru ngeh) "Ya ampun.. Jadi selama ini cinta pertama gue tuh si tomboy ini..!? Ya Ampun, bisa mati krn malu gue kalau teman-teman tau ini. Tapi kalo di ligat-lihat ini pertama kalinya gue liat dia memakai pakaian seperti ini, ternyata cantik juga." (batinnya dan tersenyum)
Rana : "Apa? Jadi calon suami gue si mata keranjang ini..!? Ya Tuhan, dosa apa aku sampai-sampai harus berjodoh sama dia. Apa karena gue selalu jahatin dia apa, karena gara-gara gue dia selalu putus sama pacarnya" (batinnya)
Mami Wanda : "Oh.. Jadi nak Rana ini ya, anak baik yang dulu pernah ngasih boneka kesayangannya ke Romi!? Ya ampun, sekarang kamu jadi tambah cantik ya nak. Benarkan Romi ? " (memegang bahu Rana)
__ADS_1
Romi : "Iya mi." (tersenyum paksa di depan Rana padahal Romi juga mengakui bahwa Rana sangat cantik malam ini)
Rana : "Hh? i.i.iya tante.. Ma..makasih.." (tersenyum)
Reynold : "Sudah-sudah, nanti saja ngobrolnya.. Sekarang kita duduk dulu dan kita makan.. Semuanya pasti sudah lapar kan belum makan malam hari ini, nanti keburu dingin makanannya"
Mami Dona : "Oh iya pi, benar-benar.. Ayo jeng, Frans, dan anak-anak kita makan yuk. Ini enak loh (ucapnya mengajak semua untuk makan malam bersama)
Mami Wanda : "Iyya.. iya.. Ayo pi, Romi.."
.
.
Mami Dona : "Rana sayang, sajikan nasi dong sayang ke piring nak Romi.."
Romi : "Ohh.. nggak usah tante.. Romi bisa ambil sendiri kok."
Mami Dona : "Nak Romi, kamu ini kan tamu kami jadi kami harus melayani kamu dengan baik, kamu duduk saja dengan tenang biar Rana yang ambilin kamu makanan ya nak.. Rana, ayo.." (menyuruh Rana)
Rana : "I**h.. Malas gila gue harus ngelayanin dia.. Tapi gue harus sabar, gimana pun disini masih ada om & tante. Atau gue kerjain yah ? " (ucapnya dalam hati lalu menyajikan nasi ke piring Romi dan tersenyum sinis) "Ini.. Makan yang banyak ya.." (sandiwara)
Romi : "Iya.. Maksih ya.." (sandiwara) "Buset dah banyak betul makanannya, dia pasti ngerjain gue ni." (ucap dalam hati dengan kesal)
__ADS_1
Rana : "Iya, sama-sama.." (sandiwara) "Rasain lu emang enak gue kerjain, habisin tuh makanannya." (batin Rana sebab melihat wajah Romi agak cemas)
Para orang tua : Saling bertatapan karena bahagia melihat kedekatan mereka saat itu..
.
.
Beberapa menit kemudian..
Kembali ke ruang tamu..
Mbok : "Ini tuan, nyonya.. Silahkan.." (membawa beberapa kue & minuman)
Mami Dona : "Makasih ya mbok..
Mbok : "Iya nya.. Saya permisi kedalam nya.."
Mami Dona : "Iya.."
Bersambung...
Guys, bagaimana episode kali ini? Hahhaa mereka berdua terkejut tuh karena tenyata calon mereka itu orang yang paling sangat dibencinya. Tapi tidak sampi disini kok. Masih ada lanjutannya.
__ADS_1
Jangan lupa, like, shar, dan komen