Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 42


__ADS_3

Masih menghiraukan bunyi telepon


Romi : Terkejut sekaligus terpanah melihat ekspresi malu Rana saat itu dan tiba-tiba merasa agak canggung dengan situasi saat itu..(mulai jatuh cinta) "Ah... Ma.ma.maafin gue ya.." (ucapnya yang bangun dan langsung duduk kembali dengan ekspresinya yang ikut malu saat itu)


Rana : "Ohh..(perlahan duduk kembali) "Ii.iya.. Iya nggak apa-apa.." (masih malu)


Setelah kejadian tadi mereka berdua merasa canggung, Rana hanya duduk sedangkan Romi mengangkat Telepon yang tadi berbunyi


Romi : "Halo... dengan Romi ini siapa??"


Sinta : "Ini aku Rom, tolong ke kamar aku perut aku sakit banget. Nggk bisa bangun"


Rana : Setelah kejadian tatap-tatapan tadi jantungnya masih berdebar-debar saat itu dan sangat kencang dan posisi mereka yg sangat dekat dan menempel membuat ia tiba-tiba semakin malu dan langsung menundukkan wajahnya dgn ekspresi malunya itu..


Romi : "Heii.. Ran, dengar nggk"


Rana: "Ehhh.. apa Romi, emang itu dari siapa???" (baru tersadar)


Romi : "Ini dari Sinta minta bantuan katanya perutnya sakit."


Rana : Yang tadinya moodnya lagi bagus tiba-tiba merasa kesal. "Ohh kamu pergi saja, biar aku disini."


Romi : "Emang nggak apa-apa, aku nggak pergi kalo kamu nggk ngizinin kok."

__ADS_1


Rana : "Ohh.. berarti kamu mau kan, ya sudah sana pergi." (masih kesal)


Romi : "Beneran nih gue pergi???"


Rana : "Iya lagian kan dia minta tolongnya sama kamu. Aku tunggu kamu disini saja."


Romi : "Ya sudah... aku pergi yah.. Cuma sebentar kok"


Rana : tidak merespon karena kesal. "Ngapain coba mesti minta tolongnya sama suami gue kan bisa ke resepsionis minta bantu telepon dokter." (bicara sendiri)


Dikamar Sinta


Romi : "Ya ampun sinta perut lo kenapa bisa sakit."


Romi : "Dia lagi dikamar."


Sinta : "Bagus akhirnya gue bisa berduaan dengan ayang Romiku" (batinnya)


Romi : "Emang kenapa bisa perut lo sakit. Salah makan ??"


Sinta : "Iya nih Rom, kayanya aku salah makan deh. Aku takut karena aku sendirian disini jadi aku telepon kamu karena cuma kamu yang aku kenal." (langsung memegang tangan Romi)


Romi : Risih dan langsung melepas genggaman Sinta. "Ya sudah, aku panggilin dokter yahh." (langsung pergi)

__ADS_1


Sinta : tiba-tiba memeluk Romi "Jangan pergi, aku tidak mau di tinggalin sama kamu. Rom, aku cinta sama kamu, plisss tinggalin istri kamu yah.."


Dikamar Rana


Rana : "Kok lama sekali sih, katanya hanya sebentar cuma cek dong." (perasaan gelisah) "Apa gue ke sana saja yahh nyusul siapa tau butuh bantuan.


Akhirnya Rana kesebelah ke kamar Sinta, perlahan-lahan Rana membuka pintu. Dan Rana melihat Romi dan Sinta berpelukan. Dan saat itu hatinya sakit dan air matanya mulai jatuh.


Rana : "Ohh... jadi ini yah katanya menjenguk. Supaya lo bisa berdua-duaan sama dia (sambil menunjuk Sinta) kan. Lo tega yah Rom, gue pikir lo bisa berubah ternyata playboy kamu itu emang tidak bisa hilang." (langsung pergi dan belari meninggalkan mereka berdua)


Romi : "Ran... rana..." (melepas pelukan Sinta)


Sinta : "Romi.. jangan pergi, aku tidak mau kehilangan kamu." (memeluk Romi lagi)


Romi : "Dengerin yah.. gue sudah berisitri, dan gue cintanya sama istri gue bukan lo. Jadi jangan ganggu kita berdua lagi." (melepas pelukan Sinta dan berla mengejar Rana)


Sinta : "Sial..." (memukul tempat tidur) "Awas saja kamu yah Romi, aku bisa dapatin kamu seutuhnya. Dan istri lo aku mau hancurin agar lo tidak bisa bersamanya lagi. Liat aja." (bicara sendiri"


Bersambung...


Waduh padahal sudah baikan, malah dapat masalah baru....


Jangan lupa like, share, komen, dan vote yah...

__ADS_1


__ADS_2