
......
Romi : "Rana... bertahanlah sayang" (diatas ambulance)
Indah : "Ngapain sih lo ikut." (menyindir Romi)
Romi : "Gue suaminya lah, yang harusnya nanya itu gue."
Indah : "Yah gue temannya lah. Tapi kenapa cewek ini juga ikut sih." (melirik Amanda)
Amanda : "Ini semua terjadi juga karena ada hubungannya sama gue jadi gue nggak mau lari dari tanggung jawab."
Romi : "Sudah kalian jangan ribut."
Skip rumah sakit
Dokter : "Kalian tunggu disini yah, kami akan mengecek pasien dulu.
Romi : Baik dok."
Indah : Hanya mengangguk
Amanda : Langsung menarik Romi "Sini kamu... kenapa kamu nggak ngomong dari awal ternyata kamu sudah punya istri."
Romi : "Aku tadi mau ngomong tapi kamunya nggak beri aku kesempatan. Sudah mending kamu pulang saja aku mau menemani istri ku disini."
Amanda : "Nggak aku harus tetap disini, aku mau terus terang kepada istri kamu kalau ini hanyalah salah paham."
__ADS_1
Romi : "Terserah kamu deh." (pergi meninggalkan Amanada)
Tak lama kemudian Siska datang seorang diri
Siska : "Kak Romi kenapa dengan kak Rana ??"
Romi : "Dia tadi tersandung batu dan akhirnya...." (belum selesai bicara dia langsung menangis karena merasa bersalah)
Indah : "Rana pendarahan dek akibat tersandung batu besar dan mengakibatkam di terjatuh cukup keras dan langsung tak sadarkan diri."
Romi : "Mami sama papi mana ??"
Indah : "Maaf Rom, tadi aku cuma hubungi Siska karena di kontak aku hanya ada nomernya Siska."
Siska : "Nggak apa-apa kak, nanti masalah ini kita sampaikan ke mami sama papi jika dokter telah memeriksa kak Rana."
Siska : "Kak gadis itu siapa???"
Indah : "Selingkuhan ipar kamu." (meledek Romi karena masih kesal atas perbuataannya)
Siska : "Apaa ??? betul itu kak??"
Amanda : "Perkenalkan saya Amanda dan nggak, semua itu tidak benar. Aku hanya teman lama Romi yang baru saja tiba di Indonesia. Tapi jujur, aku adalah mantannya tapi atas kejadian ini sumpah ini hanyalah salah paham. Jadi mohon maaf kan aku."
Siska : "Minta maaf ?? bagaimana jika kakak saya kenapa-napa, bagaimana jika keponakan saya yang masih dalam perut kenapa-napa kamu mau bertanggung jawab Huhh ??." (mulai terpancing emosi)
Romi : "Siska sudah, jangan ribut ini rumah sakit. Tidak semua salahnya Amanda, kakak juga yang salah karena belum bisa mengatakan kepadanya bahwa aku sudah punya istri bahkan sudah mau punya anak."
__ADS_1
Siska : "Kak Romi keterlaluan yah, di rumah kak Rana terus-terusan menangis karena kak Romi tau nggak. Karena apa ??? karena kak Rana nggak mau kehilangan kak Romi dan memilih gadis itu (menunjuk Amanda). Kak Romi tega tau nggak, aku kecewa sama kak Romi. Apa benar kak Romi masih mencintainya ??"
Romi : "Tentu saja tidak."
Siska : "Terus kak Rana bilang, kakak sampai mimpiin dia dan kakak juga rela ninggalin kak Rana supaya bisa bareng dia lagi kan. Apa buktinya itu kalau sudah tidak cinta. Apa kak ?"
Romin: "Rana, itu hanyalah mimpi. Kenyataannya aku hanya cinta sama kakak kamu yaitu Rana tidak ada yang lain."
Di tengah perdebatan di depan ruang kamar Rana di periksa, Dokterpun telah keluar sehingga semuanya langsung menuju ke dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Rana
Romi : "Dokter bagaimana keadaan istri saya.??"
Dokter : "Kamu sabar yah."
Siska Indah : "Maksudnya dok ?"
Romi : "Kenapa dok, istri saya tidak kenapa-napa kan??"
Dokter : "Untungnya istri anda tidak kenapa-napa, tapi janin yang ada di dalam tubuh pasien tidak bisa kita selamatkan."
Amanda : "Maksud dokter, Rana keguguran begitu."
Dokter : "Iya benar."
Dan semuanya kaget apa yang diucapkan Dokter sehingga Romi menyalahkan dirinya karena nggak bisa menjaga istrinya dan juga anaknya.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like, share, komen, dan juga vote yah pliss