Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 46


__ADS_3

Rana kecewa dengan sikap Romi yang egois tadi, Rana hanya ingin menolong Kak Anton sebab dia pingsan tidak lebih. Tapi Romi malah marah kepadanya


Romi : "Rana jika dia 'sakit'.. lalu.. lalu bagaimana denganku? Apa.. Apa..(memejamkan matanya menahan agar air matanya tidak jatuh) apa kau pikir aku tidak 'sakit' melihat kau begitu sangat perhatian ini padanya?" (Ucapnya yang tanpa sadar meneteskan air matanya)


Rana : "Romi..?" (terkejut melihat air mata Romi)


Romi : "Aagghhh.. Sial...(menghapus air matanya) Ini.. Ini pertama kalinya aku menangis untuk seorang wanita.. Tapi.. tapi sayang.. Sayangnya wanita yang aku tangisi sama sekali tidak mengerti dgn perasaanku saat ini.." (ucapnya yamg masih meneteskan air mata kemudian pergi meninggalkan Rana yang saat itu masih mamapah Anton di pangkuan pahanya)


Rana : "Romi.. Romi.." (teriaknya yang tiba-tiba merasa bersalah dan ingin mengejar Romi namun juga tidak ingin meninggalkan Anton yang saat itu masih pingsan)


Romi : Keluar dari restoran dan juga hotel..(pergi dengan menggunakan mobil yang sudah disewanya untuk beberapa hari selama dia berada di Paris)


Sinta : "Romi!? Mau kemana dia?" (ucapnya yang melihat Romi pergi dan mulai mengikuti Romi dari belakang)


Romi : "Kamu tega sekali Rana, lebih memilih cowok itu dibanding aku suamimu." (celoteh diatas mobil yang lagi menyetir)


Sinta : "Romi mau kemana sih, kok ngebut-ngebut begitu." (mengikuti Romi dari belakang)


Romi : "Ahhh (memukul setir mobil) "Kau bilang cinta sama aku, tapi kenapa Ran, kenapa ?? Kau lebih memilih dia. Apa kau hanya pura-pura bilang cinta sama aku." (masih celoteh di atas mobil)


Sementara itu di hotel

__ADS_1


Rana : "Kak Anton bangun dong. Kak.???" (masih memapah Anton yang pingsan)


Anggap saja mereka bercakap pakak bahasa inggris yah


Pelayaan : "Sini mbak, aku bantuin." (melihat Rana dan Anton saat itu duduk di lantai)


Rana : "Tolong bantu saya membawanya di kamar dia (Anton)."


Pelayan : "Kamarnya nomer berapa."


Rana : "Aku nggak tau mas, coba periksa di sakunya. Siapa tau ada."


Rana : "Iya tolong bantu saya bawa ke kamarnya yah."


Pelayan : "Tunggu dulu yah mbak, aku panggilin beberapa staff disini biar kami yang bawa. Mbaknya jalan saja."


Rana : "Iya mas, makasih yah."


.


.

__ADS_1


Back to Romi


Beberapa menit kemudian..


Romi : Singgah & memarkir mobilnya di pinggir jalan..(ingin menghilangkan semua kesedihan dan rasa kecewanya terhadap Rana saat itu)


"Tok..tok..tok.." (suara kaca jendela mobilnya)


Romi : (perlahan berbalik dan langsung membuka kaca jendelanya ketika melihat Sinta saat itu) "Sinta..?" (terkejut melihat Sinta yang tiba-tiba muncul)


Sinta : "Hei tuan apa ya g lakukan disini? Berhenti memarkir mobilmu sembarangan dan ayo ikut denganku sekarang.." (ucapnya yang langsung membuka pintu mobil Romi kemudian menarik Romi keluar dari mobilnya saat itu)


Romi : (melepas pegangan Sinta) "Tidak Sinta.. Gue lagi tidak mood.." (ucapnya pelan yang masih sedikit sakit hati)


Inta : "Romi, kamu kenapa sih? Semalam kamu pergi nggak bilang-bilang, terus hari ini aku ajak kamu jalan kamu malah nggak mau.. Ada apa sih sebenarnya kok mendadak sifatmu jadi berubah kyak gini?"


Bersambung..


Kira-kira Romi mau nggak yah menerima ajakan Sinta ??? Yukk komen


Jangan lupa like, share, komen, dan juga vote

__ADS_1


__ADS_2