Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Prolog Season 02


__ADS_3

Menjaga dan mendidik keempat buah hatinya tidak mudah bagi Alina dan Arvin. Itu merupakan tantangan tersendiri bagi mereka selaku orang tuanya. Simpang siur, sepak terjang berbagai masalah telah mereka lalui.


Hal terindah bagi mereka adalah menyaksikan keempat buah hatinya tumbuh dewasa. Tumbuh menjadi sosok pribadi yang baik.


Kini, tanpa terasa keempat buah hatinya sudah menginjak usia dewasa. Rasanya baru kemarin mereka menimang, menggendong, dan merawat mereka. Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepatnya.


Zidan Putra, tumbuh menjadi sosok laki-laki yang tampan, dingin, pendiam, dan tentunya penyayang terhadap kedua orang tuanya serta adik-adiknya. Ia saat ini dipercaya untuk memimpin perusahaan cabang, Mahardika Company. Anak tertua dari pasangan Arvin dan Alina. Yang mampu memimpin perusahaannya sehingga dapat berkembang dengan cepat dalam kurun waktu dua tahun.


Barra Alvaro, sifat dari Barra ini humoris namun juga tegas. Seorang pengacara handal yang baru saja menggeluti pekerjaannya. Barra dikenal dengan sosok yang ramah dan asik. Tak seperti Zidan dan Raffa yang terlihat menyeramkan dan dingin.


Raffa Alvaro, laki-laki yang sedikit cantik. Ketampanannya selalu menjadi bahan olokan temannya karena merasa Raffa ini terlalu cantik untuk menjadi seorang laki-laki. Karena hal itulah yang menyebabkan Raffa menjadi pribadi yang pendiam dan cuek. Ia bahkan lebih pendiam daripada ketiga saudaranya. Namun siapa sangka, laki-laki ini begitu hangat pada adiknya, yaitu Alisya. Raffa selalu memanjakan Alisya, adik bungsunya itu.

__ADS_1


Alisya Clarissa Kirania, gadis tercantik di antara ketiga saudaranya. Anak perempuan Arvin dan Alina satu-satunya. Sikapnya yang ceria dan ramah mampu menyihir siapa saja yang berada di dekatnya untuk selalu menyayangi dan melindunginya. Sikapnya tak jauh beda dari Alina, ibunya. Karena Alisya adalah anak bungsu, ia selalu dimanja oleh ketiga kakaknya. Alisya tak kekurangan satupun kasih sayang. Gadis cerewet yang membuat orang di sekitarnya gemas.


Arvin dan Alina merasa bangga dengan keempat buah hatinya. Sikap mereka yang selalu rukun dan saling menyayangi. Membuat seisi rumahnya seraya tenang dan damai.


Bagi Arvin dan Alina selaku orang tua mereka, tak ada yang lebih penting selain kebahagiaan anak-anaknya. Segala hal mereka upayakan demi anak-anaknya.


Di usia mereka yang tak lagi muda, mereka bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat anak-anaknya tumbuh dewasa. Menemani buah hatinya mencari jati diri dan kebahagiaan pribadi. Selaku orang tua, mereka tak terlalu banyak mengekang anak-anaknya. Asalkan itu adalah hal positif, mereka akan mendukung penuh tanpa ada keraguan.


Tak ada cinta yang sempurna. Pasti akan ada luka dalam setiap perjalanannya. Selama mereka saling berjuang, maka semua itu hanya untuk memperkuat cinta di antara mereka.


Selalu bersyukur dan bersabar adalah kunci utama dalam membina rumah tangga. Tak mudah proses yang mereka lalui sehingga bisa sampai pada tahap ini.

__ADS_1


Ada empat persyaratan dalam setiap pernikahan yang membahagiakan. Yang pertama adalah iman, dan sisanya adalah kepercayaan - Elbert Hubbard.


Ingat pesan dari Author itu ya, hehehe. Agar kehidupan rumah tangganya bisa langgeng seperti mereka.


***


**Hai-hai, sebelum dilanjut lagi, adakah saran mau di upload di sini atau bikin lapak baru lagi, wkwkwk.


Sebagian besar cerita ini mengisahkan kehidupan tentang anak-anak Arvin dan Alina. Perseteruan cinta antara kakak beradik dan lainnya, wkwk.


Tolong dong komen😅

__ADS_1


Author bingung nih**.


__ADS_2