
Mami berhasil menenangkan Rana yang awalnya marah besar kepadanya
Rana : "Terserah mami deh.." (mulai pasrah & meninggalkan maminya ke kamar)
Mami : "Ya ampun anak itu benar-benar deh. Tapi baiknya dia setuju deh jadi aku ngk usah khawatir deh"
telpon berbunyi
Mami : "Halo jeng Wanda, apa kabar kok tiba-tiba nelpon sih."
Wanda : "Iya jeng, alhamdulillah baik kok. Bagaimana anakmu ? Sudah tau belum kalo kita ntar malam datang bahas soal perjodohan ?"
Mami : "Iya sudah kok tenang saja. Dan dia setuju kalian datang. Kalo kamu sendiri.?"
Wanda : "Aduh belum karena dia belum pulang dari kampus. Ini aku nungguin"
Mami : "Ohh iya jeng, kalo sudah pulang cepat kabarin yah. Kalo begitu sampai ketemu."
Wanda : "Iya sampai ketemu juga yah."
*Setiba di kamar Rana
Rana : "Mami papi jahat tidak sayang sama Rana, main jodoh-jodohkan segala lagi. Bagaimana cowok itu sifatnya kaya si Playboy Romi. Ihhh.... amit-amit cabang bayi kalau sifatnya kaya dia. Apalgi dia, iihhhh lebih-lebih deh gue nggak mau." (berbicara sendiri)
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa Jam kemudian..
__ADS_1
Rumah Romi..
.
.
.
.
Romi : Langsung berjalan ke dalam rumahnya dan lansung ingin naik ke kamarnya tanpa melihat maminya yang ada di ruang tamu..
Mami Wanda : "Sayang.. Kamu sudah pulang ya nak.. Sini, ada yang ingin mami omongin sama kamu.." (ucapnya yang tiba2 melihat anaknya itu)
Romi : (Tidak jadi naik dan langsung menghampiri maminya) "Ada apa sih mi?? Romi capek nih habis ngampus dan banyak masalah pengen istirahat.."
Mami Wanda : "Iya sayang, mami tau.. Sini kamu duduk dulu ya.." (menarik Romi duduk)
Romi : "Ya sudah, katakan.. Ada apa mi??"
Mami Wanda : "Sayang kamu masih ingat nggak sama anak teman mami yang dulu ngasih boneka mickey mousenya ke kamu waktu kamu kecil??"
.
.
.
.
~ Dalam ingatan romi ~
.
.
.
.
__ADS_1
Romi kecil : "Hiks..hiks.. mami, papi ayo pulang.. Romi nggak suka disini..hiks..hiks..hiks.."
Mami Wanda : "Sayang, kamu kok jadi cengeng gitu, anak mami kan pinter nggak rewel.. Diam ya sayang.."
Romi kecil: "Nggak.. pokoknya Romi mau pulang.." (sambil menarik-narik baju maminya)
ditempat lain..
Siska kecil : Diam-diam memerhatikan Romi yang sedang menangis..
Rana kecil : "Dek, kamu ngapain disini? Mami kan suruh kita belajar.. Kenapa malah ngumpet disini??" (ucapnya yang melihat siska kecil)
Siska kecil : "Kak, coba lihat anak itu.. daritadi dia nggak berhenti nangis.. apa dia nggak takut air matanya nanti habis gara-gara kebanyakan nangis..!?" (sambil menunjuk)
Rana kecil : "Siapa anak itu??"
Siska kecil : "Tau.. Mungkin anaknya teman mami yang itu.." (menunjuk ke arah mami Wanda yang lain tidak bukan maminya Romi)
Siska kecil : "Ih adek tu yah, kamu nggak boleh nunjuk-nunjuk orang tua kayak gitu.. Mami kan selalu ajar kita biar selalu sopan sama orang tua.."
Siska kecil : "Iya kak, maafin Siska ya.. habisnya Siska nggak tau nama tante itu siapa, makanya Siska tunjuk.." (sambil menundukkan wajahnya)
Rana kecil : "Iya dek, tapi lain kali jangan ulangi ya?" (mengusap rambut adeknya dengan lembut)
Siska kecil : "Iya kak"
Rana kecil : "Ya sudah kamu tunggu dsini.."(ucapnya & langsung naik ke atas kamarnya)
Siska kecil : "Ehh.. kakak mau kemana??" (bingung)
*Beberapa menit kmudian Rana pun kembali dengan membawa boneka kesayangannya pada adiknnya.
Siska kecil : "Waah.. itu kan boneka kesayangan kakak, kenapa kakak bawa kemari??"
Rana kecil : "Ini..(memberikan boneka itu ke Siska) Kamu kasi ya ke anak itu yah.."
Bersambung..
Wah guys, ternyata perkiraan Rana betul tuh. Bagaimana yah kalo mereka berdua tau perjodohan ini. Ternyata mereka berdua tuh mau dijodohkan. Pasti mereka tidak setuju lah. Tapi kita tunggu aja ya kelanjutannya
__ADS_1
Jangan lupa like, share, dan komen