Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 74


__ADS_3

Rana hanya bisa menangis setelah mendengar telepon dari maminya, dia tidak habis fikir bahwa diam-diam dibelakang Romi ketemuan dengan perempuan lain


Rana : "Siapa sih cewek yang di maksud mami?? Ahh.. kenapa juga gue tadi nggak suruh mami tadi buat tanyai itu ke Romi ??" Bodoh.. gue mending mandi dulu deh.."


Beberapa menit kemudian Rana selesai mandi, dan sampai sekarang Romi belum balik


Rana : "Kemana sih Romi, apa jangan-jangan dia masih sama cewek itu.. Ih... awas saja yah kalau.... (memegang perutnya) "Aww.. kok perut aku sakit sih, nggak boleh.. nggak boleh fikir macam-macam ini semua karena gue lagi banyak fikiran dan apalagi mikir yang nggak sama suami gue. Iya.. itu benar... (mencoba untuk menenangkan dirinya


Dan tidak lama kemudian Romi pun tiba


Romi : "Maaf yah.. sayang aku terlambat tadi di jalanan macet."


Rana : "Macet atau habis ketemuan sama cewek???"


Romi : "Kok tau ?" (tanpa sadar)


Rana : "Jadi mami benar dong, pantesan lama."


Romi : "Maaf yah, itu hanya teman kok dan baru saja ketemu."


Rana : "Tau...."


Romi : "Kok ngambek sih, ini martabaknya..."


Rana : "Sudah nggak mood."


Romi : "Lah.. kok begitu aku sudah capek-capek loh bawain ini."


Rana : "Mana ada capek kalau habis ketemuan." (masih ngambek)

__ADS_1


Romi : "Itu hanya teman sumpah. Jadi martabaknya nggak mau nih."


Rana : "Hmmm.... sini aku lapar tau."


Romi : "Gitu dong, jangan ngambek lagi yah.."


Di rumah Amanda


Amanda : "Mama... mama...."


Mama Amanda : "Iya sayang... kok teriak-teriak begitu."


Amanda : "Ma coba tebak aku habis ketemuan sama siapa??"


Mama Amanda : "Kalau lagi senang begini pasti habis ketemuan sama Romi. Benar kan???"


Amanda : "Iya ma, aku habis ketemuan sama Romi. Dan mama tau nggak Romi ternyata belum punya pacar."


Amanda : "Amanda tadi sudah tanya, tapi katanya lain kali saja."


Mama Amanda : "Ohh.. ya sudah, yang penting kalau ketemu lagi ajak ke sini yah mama juga kangen sama dia."


Amanda : "Siap mah."


Tengah malam di kamar Romi dan Rana


Romi : "Aku masih sayang sama kamu, aku nggak mau kehilangan kamu." (ngigau Romi)


Rana : Terbangun akibat ngigauan Romi "Sayang... bangun itu cuma mimpi."

__ADS_1


Romi : "Kasih aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya, aku janji demi kita bisa bersama aku rela ninggalin istri aku." (mengingau kembali)


Rana : "Apa... ?? Rela ninggalin aku ?? Romi... bangun... Romi..."


Romi : "Apaan sih sayang inikan masih tengah malam."


Rana : "Kamu mimpiin siapa, sampai kamu ngigau-ngigau begitu. Rela ninggalin aku, itu siapa cepet jawab???"


Romi : "Itu bukan siapa-siapa lagian itu hanya mimpi Rana."


Rana : "Tapi itu sudah 2x kali tau nggak, pertama di rumah sakit kedua yang ini. Dan kamu juga mengatakan hal yang sama kamu masih mencintai dia. Apa kamu bilang iti bukan siapa-siapa ? Cepet jawab (teriaknya)


Romi : "Rana jangan teriak -teriak nanti orang-orang bangun"


Rana : "Biarin saja... jika perlu.... Aw... aw... (memegang perutnya sakit dan kemudian pingsan)


Romi : "Rana...Rana... bangun Rana.."


Mendengar teriak Rana dan Romi mami Wanda dan papi Frans terbangun dan menuju ke kamar Romi


Frans : "Ya ampun Rana..."


Mami Wanda : "Sayang kamu kenapa nak." (melihat kondisi Rana yang pingsan)


Romi : "Mi, pi, ayo kita bawa Rana ke rumah sakit yah."


Ortu Romi : "Iya nak, ayo cepetan."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like, share, dan komen


__ADS_2