Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 45


__ADS_3

Disaat tengah asik mengobrol, tiba-tiba ada seorang pria yang memanggil Rana saat itu yang membuat Romi heran


Rana : "Ka...kak Anton..!?" (ucapnya kaget dan ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi sedih saat itu)


Romi : (ikut berdiri) "Rana, siapa dia?" (ucapnya mulai cemburu melihat ekspresi Rana yang terus memandangi pria itu)


Rana : Tidak menjawab pertanyaan Romi dan hanya terus menatap Anton karena kaget setelah sekian lama tidak bertemu tapi malah bertemu disini


Anton : "Rana.. itu beneran kamu kan. Kamu kok bisa ada disini." (tanyanya ngos-ngosan)


Rana : "Hmm... Anu kak saya disini lagi bulan madu bareng suami aku." (ucapnya gugup)


Romi : Kesal dan kecewa dengan Rana yang tidak menggubris pertanyaannya

__ADS_1


Anton : "Rana.. Jadi, gosip yang aku dengar waktu itu benar yah ? kamu benar-benar sudah menikah.!? Efhm.. Jadi Aku benar-benar terlambat ya untuk minta maaf sama kamu.." (Ucapnya lembut)


Rana : "Soal itu maaf kak, aku nggak sempat kabari kakak. Karena aku sudah tidak mau mengganggu kakak lagi. Lagian juga aku sudah tidak tau kontak kakak lagi." (jawabnya dengan nada sedih)


Anton : "Tapi dari dulu aku selalu menunggu kamu Rana." (tiba-tiba memegang tangan Rana)


Rana : "Ma.ma.maaf kak.. ta.tapi.. tapi itu sudah menjadi masa lalu, ja.ja.jadi.. jadi kita nggak usah bahas soal itu lagi dan oohh iyah.."(melepas pegangan Anton dan balik ke Romi untuk menggandeng tangan Romi)


Rana : "Ke.kenalin.. Ini adalah suamiku Romi.." (ucapnya yang berusaha tersenyum)


Anton : "Ohh... hay.. aku Anton teman masa kecilnya Rana.." (ucapnya yang juga berusaha tersenyum dan menjulurkan tangannya)


Romk : "Romi.."(menjulurkan tangannya dengan ekspresi sedikit kesal dan cemburu)

__ADS_1


Anton : (mengerti) "Ya.ya.ya sudah.. A.a.aku.. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi.. Maaf ya.." (ucapnya dengn ekspresi yang sedih dan ingin meninggalkan Rana Romi saat itu, namun tiba-tiba saja kepalanya sakit dan iapun akhirnya pingsan saat ingin meninggalkan mereka berdua)


Rana : "Ya Allah.. Kak Anton.." (kaget dan langsung menhampiri Anton saat itu karena khawatir dan memapah kepala Anton dan memegang kepalanya) "Ya Allah.. dia panas.. kak.. kak Anton..(menggoyangkan badan Anton namun Anton tak kunjung sadar) Romi.. Romi.. Romi tolong.. Tolong bawa kak Anton ke kamar kita yahh... Kita.. Kita harus memanggilkan dokter untuk memeriksanya.. Jadi.. Jadi ayo bawa dia ke kamar kita dulu.. Yah!?" (ucapnya yang sangat khawatir)


Romi : "Apa?? Rana apa kau sadar apa yg baru saja kau katakan?? Rana aku mungkin tidak tau ada hubungan apa kamu dengan dia dulunya, tapi Rana satu hal yang aku tau bahwa saat ini kau adalah istriku dan kamar yang semestinya menjadi kamar pengantin kita diatas, itu tidak boleh ditempati oleh pria mana pun kecuali aku suamimu.. Jadi Apa kau mengerti akan hal itu Rana..? "(ucapnya yang berusaha tenang dan menahan sakit hatinya)


Rana : "Rom, knpa kamu jadi egois gini sih.. Dia ini sedang sakit saat ini kenapa kamu masih memikirkan hal-hal seperti itu sekarang huh?"


Bersambung..


Wahh ternyata Anton adalah masa lalu Rana, aduh gimana nih padahal baru saja baikan


Jangan lupa like, share, dan komen

__ADS_1


__ADS_2